NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:89.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengawasi Club XX

"Bang Naga pacaran sama Mbak Ela?" tanya Sheva saat mereka berada di dalam mobil Naela. Mereka hendak mengunjungi museum negara.

"Belum. Ela masih tarik ulur," jawab Dragon sambil menoleh ke arah Naela yang fokus menyetir.

"Ya ampun Mbak. Sekian tahun lho sama Bang Naga," timpal Kenzie.

"Eh, gue itu masih kuliah. Belum nanti penempatan. Masih mumet ini!" balas Naela sambil membelokkan mobilnya ke arah museum nasional. "Kalian yakin mau bawa-bawa nama Oom Victor dan Oom Steven?"

"Lho? Kan ada Mbak Ela. Anak kolong salah satu Jendral Kopassus. Kita memanfaatkan itu," jawab Zane santai.

Naela melongo. "Astaga Dragon Ball! Jadi kalian itu sengaja bawa-bawa aku? Apa kata Pak Wiro Sableng nanti?"

"Yaaaa bilang saja ... Bawa nama Oom Wiro Sableng demi penyelidikan barang-barang berharga milik negara," sahut Kenzie dengan wajah acuh.

Dragon terbahak. "Nepotismenya maut ya, Ela."

Naela menggelengkan kepalanya. "Wis kalau ada apa-apa, kalian yang menghadap Pak Wirasana Gardapati ya!"

Ketiga adiknya hanya memberikan hormat. "Siap!"

***

Kelimanya pun masuk ke dalam museum nasional. Seorang petugas di sana, terkejut melihat kelima orang yang berbeda ras. Dia melihat seragam PRC School dan tahu yang datang dari sekolah elit di Jakarta.

"Selamat sore. Maaf tapi museum akan tutup setengah jam lagi," ucap petugas itu.

Naela melihat tag nama petugas itu. "Selamat sore Pak Antoni. Nama saya Naela Gardapati. ini sahabat saya, Dragon dari Belanda dan tiga adik saya. Kami ingin bertemu dengan direktur dan kurator museum nasional."

"Kurator dan direktur museum. Soal apa?" tanya Antoni.

"Artifak palsu dari Gunung Kawi," jawab Zane. "Saya Zane Sihasale, ayah saya Brigjen Victor Sihasale."

Antoni teringat pria berbadan besar yang datang bersama dengan pria berkulit putih mirip aktor Korea. Sampai dia bingung, kenapa ada polisi ganteng seperti itu. Karena selama ini dia jarang melihat polisi dengan good looking. ( padahal salah orang, karena yang diingat adalah Kombes Arief ).

"Tapi kenapa adik-adik mau tahu?" tanya Antoni.

"Karena kami yang menemukan jenazah Akbar Maulana," jawab Sheva serius.

"Dan kami juga yang menemukan artifak itu," timpal Kenzie.

***

Kelima orang itu memeriksa artifak yang dinyatakan aspal, asli tapi palsu. Dragon mengakui yang membuat super niat.

"Kalau ada Oma Wening, bisa tahu ini jenis tanahnya," gumam Sheva.

"Lha Oma Wening lagi pameran di Seoul," ujar Naela.

"Apa maksudnya? Oma ... Wening?" tanya direktur museum.

"Iya. Wening Blair. Oma kami yang artis tembikar. Tadi saya lihat ada beberapa karyanya di sini," jawab Kenzie.

"Ya Allah ... Kalian keturunan klan Pratomo?" seru kurator itu.

"Lha, nama tengah aku Pratomo," jawab Naela cuek. "Jadi ini palsu?"

"Palsu, Mbak Naela. Kita cek dari platinanya dan dibandingkan dengan yang kita punya di sekitar abad sama," jawab kurator itu.

Sore itu kelima orang disana mendapatkan pelajaran tentang komposisi logam dan tanah. Mereka juga melihat perbandingannya jauh sekali.

"Tapi untuk barang yang palsu, ini masih punya nilai seninya. Aku angkat topi buat artisnya," celetuk Dragon.

Keempat orang yang bersamanya, menatap sebal ke pria ganteng itu. "Pemalsuan tetap pemalsuan. Sama seperti plagiarisme!" sungut Naela.

"Oh come on, Naela sayang. Niet elke kunstenaar is in staat om iets met dit detailniveau te creëren. Geef de nodige erkenning waar die op zijn plaats is ( Tidak semua artis atau seniman mampu membuat sedetail ini. Berikanlah kredit sedikit )," ucap Dragon sambil tertawa.

Naela terdiam begitu juga dengan ketiga adiknya. "Tunggu ... artis." Gadis itu menatap cepat ke kurator. "Apakah bapak menemukan ciri khas atau tanda khusus? Oma Wening selalu memberikan tanda di setiap karyanya. Ada huruf WN atau huruf WB, inisialnya dari Wening atau Wening Blair."

"Benar itu Mbak Ela. Apakah ada?" tanya Sheva penuh semangat.

Kurator dan direktur museum saling berpandangan. Mereka tidak kepikiran sampai ke sana.

"Kita menemukan tanda itu, kita bisa melacaknya. Seorang seniman pasti ada khasnya. Apalagi ini tidak mungkin dibuat secara AI. Teknologinya belum sampai," ucap Kenzie.

"Belum ada alat Doraemonnya juga," sahut Zane dengan wajah datar.

Keenam orang disana menatap ke arah Zane.

"Kan benar?" jawab Zane lagi.

***

Iptu Cristiano dan Dean Thomas mengawasi club yang merupakan tempat terakhir Marwan dan Andy terlihat. Mereka duduk di depan mini market sambil menikmati roti dan kopi. Kebetulan mini market itu ada coffee shop nya.

"Kita nggak masuk Oom Dean?" tanya Iptu Cristiano sambil makan rotinya.

"Yakin kamu nggak diincar?" goda Dean Thomas.

Iptu Cristiano nyengir. "Bisa jadi. Kan fisik aku mendukung banget. Padahal aku normal."

"Tapi penyakit lagi bete itu memang menular. Aku sendiri tidak tahu, apa sih enaknya main ke sesama jenis? Tuhan sudah menciptakan Adam dan Hawa. Bukan Adam dan Bambang!" sungut Dean Thomas membuat Iptu Cristiano tersedak.

"Ya Tuhan Ooommmm ... Jangan vulgar-vulgar Bulgaria dong!" protes Iptu Cristiano sambil menenggak air putihnya.

"Heran aku. Pensiun kok makin aneh-aneh kelakuan anak jaman sekarang," ucap Dean Thomas cuek.

Mereka pun kembali makan rotinya namun mata terlatih mereka melihat sosok yang mencurigakan. Seorang pria datang bersama dengan pemuda yang usianya sekitar dua puluh tahun. Mereka pun masuk ke dalam club itu.

"Bagaimana kita bisa masuk ke sana?" gumam Iptu Cristiano.

"Biar aku dan Gaban yang masuk, Cris."

Kedua orang itu saling berpandangan. "Kamu yakin Van?"

"Yakin Pak Dean," jawab AKP Samsudin yang tetap dipanggil Sharivan lewat earpiece di Dean Thomas dan Iptu Cristiano.

"Sudah pakai CCTV kancing?" tanya Dean Thomas.

"Sudah Pak Dean."

Dean Thomas mengambil tabletnya dan meminta kode CCTV kancing Samsudin. "Oke, sudah terlihat."

"Casey dimana?" tanya Iptu Cristiano.

"Di mobil bersama dokter Wayan, Mbak Lilis dan Tole katanya," jawab AKP Ghafar.

"Ban, kamu hati-hati ya. Jules lagi hamil," ucap Dean Thomas.

"Siap Pak Dean."

AKP Samsudin dan AKP Ghafar pun masuk kedalam club itu. Dean Thomas dan Iptu Cristiano melihat bagaimana di dalam.

"Oh ya Tuhan. Mereka saling berciuman?" seru Iptu Cristiano saat mereka melihat target di dalam.

"Pak Dean, bolehkan saya mandi kembang tujuh rupa nanti? Saya takut kena sawan," tanya AKP Ghafar yang sontak membuat keempat orang yang berada di mini market dan mobil, tertawa terbahak-bahak.

"Kamu minta diruqyah di karet Bivak pun boleh kok Gaban!" kekeh Dean Thomas.

"No, Thank you Pak!" seru AKP Ghafar tegas.

***

Yuhuuu up Sore yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
D_wiwied
ya ampun si jelaga tukang tabur benih ternyata plus npd akut, sdh terbukti valid pun masih mau ngelak, tp di tangan Hana kamu ga bakal bs lari lagi, lagian secara ga sadar kamu dah ngaku tadi dan sdh pasti kerekam tuh omongan kamu waktu asik mangku Hana gatau kan ternyata kamu kejebak 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
Mau sebanyak apa pun bukti yg ada mash tetap ga mau mengakui perbuatan nya dan anak nya sendir. udah ambil aja ginjal nya
tan_wiedya
si jelaga kuper bet brarti yak, sama hana aja kagak tau. mampus lah kau pebinor sengklek 🤣
Hana Reeves: dia baru pulang dari Dundee dan tidak ketemu Hana karena posisinya kan Hana di Penang
total 1 replies
amilia amel
yeayyyy kena batunya kamu si jelaga sekarang
sukury
amilia amel
oalah.... Jay.... Jay....
ternyata sudah dicekoki pak Tommy sejak kecil to kalo Elina calon jodohmu
awesome moment
jiiiiaaaannnn pancen jelaga tulen. jejaknya dimana2. 8 lho. sregep puuuuuuooooooollllll
beybi T.Halim
mampos😁😁😁 aku boleh ngakak brutal gak ,sayonara dah jelaga barangnya kok diobral murah.,untung gak diambil ginjal luu sama hanabi
sri supadmi
ambil ginjalnya gak nih 🔥🤭
Murti Puji Lestari
langsung klenger ngak kamu dengar ini, akhirnya jelaga triple kill
Bla_bla_bla
bwhahaha rasain kau jelaga makanya sok sombong sih🤣
kan kena karma juga akhirnya🤣
Elsa Fanie
eee s jelaga bener an kurang jauh main ny 🤦🤦🤦,apa kata ny MW ngasih jabatan dan posisi dokter ckckck, punya om yg wakil IDI j sombong ny g ketulungan 🤦🤦🤦🤦 udah g2 NPD parah LG, untung Bu Nana udah pensiun,,,,kasih paham lah siapa Hanabi terlepas dari jabatannya,KLO Hanabi keturunan Pratomo dan Reeves,,,😤😤😤😤👊👊👊geram kali AQ,KLO g s kebiri j Hanabi
Ibu² kang Halu🤩
omaaaaaaa, jgn dulu jantungan ya pebinor, jgn dulu pokoknya, kalau kamu jantungan alamat mbak Hanabi langsung angkut jantungmu dan segala isinya sebadan-badabmu😂😂😂 ehh, aku kesenangan ini😂😂
Tosari Agung
hadeh malah hanabi yang mengeksekusi si pembinor kenapa gak hukuman kasih ke dokter lucky atau ketua IDI tapi jangan hilang gelar tapi hilangin nyawanya aja si pembinor itu thor mana menghasilkan anak pula
Hana Reeves: kan dok Lucky lagi ke kantor IDI. ini waktunya bersamaan 🙏
total 1 replies
Ichy Fitri
hanabi nahan diri ga ambil ginjalnya Gara2 dia sekretaris majelis kehormatan etik ya 🤭
Murti Puji Lestari: padahal sudah gatel pengen cutik ginjalnya itu 😅
total 1 replies
Ani
salah cari lawan kamu jelaga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 tamatlah riwayatmu
Murti Puji Lestari
keplak saja dash, bapak satu itu emang kok 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
Bener2 bapak si Jayy yaa....mendiktrin anak nya jodoh sama Elina, entah itu emang cinta, obsesi or apalahh...lieurr jd na....inti nya skrng mah fokus aja sama sekolah yg bener aja titik ga pake koma. wow....Hana yg turun tangan ini apa lg wajah anak nya si Adi mirip pake banget,udah ambil aja semua organ nyaa deh Hana
Ita Xiaomi
Ini sih gawat. Hasil test DNA blm keluar, ginjal malah udah siap.
Ita Xiaomi
Semangat ya Jay🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣. Emang gigih Pak Tommy.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!