memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 aeri
Setelah mendengar kabar adeknya sudah di temukan dan berada di puskesmas sekarang ia pun tergesa gesa untuk kesana,sejak tdi air matanya tidak berhenti untuk menetes jika ada yang terjadi pada adeknya itu aer tidak akan memaafkan diri nya sendiri
"dede"ucapnya parau ketika melihat wira terbaring lemas di kasur pasien
"dia demam mbak"ucap dika,melihat kondisi aeri yang seperti ini ai pun merasa sangat sakit bagaimana bisa ia melihat kondisi aeri yang seperti ini ia tidak sanggup
"nanti kalau udah siuman uda boleh pulang kok mbak"ucap yuda
mendengar itu aeri sedikit lega setidaknya ia bisa pulang sekarang
"mbak makan ya,dari tadi mbak cuman nangis aja,nanti mbak lagi yang sakit"ucap dika
"nanti tunggu wira bangun aja"ucapnya
"ngga mbak harus makan,nanti gimana mbak mau jaga wira kalau mbak aja kayak gini"ucapnya,ia pun meletakkan seporsi nasi goreng di hadapan aeri,mendengar itu aeri memakan sedikit demi sedikit nasi gorengnya ia tidak nafsu makan sekarang
Waktu sudah menunjukan jam 1 dini hari,perlahan lahan mata wira mulai terbuka hal pertama yang ia lihat adalah aeri yang sedang tertidur di samping kasur nya
"gimana ada yang pusing"mendengar suara asing itu ,ia pun dengan pelan pelan menoleh teryata ada dika di sana,melihat itu entah mengapa wira sangat kesal
"ngapai di sini?"tanya nya dengan ketus
mendengar itu alis dika sedikit terangkat heran,
"mas yang bawa kamu di sini"jawabnya
"ngapai di bawa?"tanya nya lagi masih dengan nada yang sama
""kamu pingsan di sana wira"
"mas ngga perlu sok peduli sama aku,aku bisa jaga diriku sendiri"jawabnya kini lebih ketus
"tidak membalas chat dari mbak mu bahkan bikin acara kabur kaburan,mbak mu itu sejak tadi menangisi kamu wira,kamu tau itu?"
"gue tau"jawabnya
"dan ini yang kamu bilang bisa menjaga dirimu sendiri?"tanya dika
"saya ngga tau kondisi kamu gimana jika mas tidak menemukan kamu disana"ucapnya
"itu karna mas sendiri"ucap wira kesal
"karna mas,perhatian kaka itu bukan ke gue lagi"ucap nya lagi
"maksud kamu?"tanya dika ia keheranan sekarang
"mas mau ngambil perhatian kakaku kan?"
"jawab,gue tau,dan hal itu gue ngga akan biarin"ucapnya
"kamu cemburu?" tanya dika
"ngapai sejak dulu kakak punya aku bukan punya mas"jawabnya
"itu kamu ngerti,ngapai kamu bikin acara kabur kaburan begini kalau kamu gau sendiri mbak mu punya mu bukan punya mas"tanya nya
"mas memang suka sama mbak mu wir,tapi mas ngga ada niatan mau ambil dia dari kamu,apalagi mbak mu sayang sekali sama kamu"ucapnya lagi
"jika ini yang kamu takutkan selama ini,tenang saja,saya hanya menyukainya bukan untuk merebutnya dari mu"mendengar penjelasan dika wira terdiam,ia bisa merasakan kekecewaan dan ketulusan secara bersamaan dari dika,apakah ia sudah kelewatan sekarang
"jika kamu tidak suka mas ada disini,tidak apa apa,mas cuman mau kamu jaga diri aja"ucap ya lagi
"kalau gitu mas balik dulu"ucapnya lagi,setelah itu dika melangkah keluar dari ruangan wira meninggalkan wira dan aeri saja
Melihat itu entah mengapa wira merasa sedikit bersalah dengan dika,mau menahan dika pun ia malu rasanya