NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Ugh ..." Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ...
sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.

"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"

Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.

Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.

Follow Ig : Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Bercerai

--

Pagi hari tiba.

Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela, menyinari wajah Ardiansyah dan Nayra.

Di dalam kamar yang begitu besar serta suasana hangat sinar matahari pagi membangunkan Nayra.

Saat sinar matahari pagi menembus wajah ku rasa hangat itu perlahan membangunkan ku.

Mata' ku perlahan terbuka, saat itu aku menguap lebar di pagi hari yang begitu cerah ini.

"Hmmm ..."

Aku menggeliat. Saat itu aku melihat Ardiansyah yang masih tertidur pulas di ranjang tepat di samping kanan ku.

Saat itu aku segera bangkit dari tempat tidur, mengenakan kembali Pakaian ku.

Namun mata' ku masih tertuju ke lemari yang berisi kotak brankas kecil itu. Apakah itu yang membuat Ardiansyah tidak pernah mengijinkan aku masuk ke dalam kamarnya.

Hari ini, adalah hari dimana aku akan mengadakan sidang perceraian ku dengan suami brengsek ku itu.

Aku membersihkan diriku. Di dalam kamar mandi aku melihat pantulan diriku sendiri. Saat itu aku melihat tanda merah bekas kecupan Ardiansyah semalam.

"Berbekas." Ucapku pelan sambil menyentuhnya.

Aku merasa sangat tidak nyaman setelahnya. Rasanya ada perasaan canggung saat aku mengingat, kejadian semalam.

Setelah selesai membersihkan badan ku. Aku melihat berita. Saat itu seseorang telah di tahan dan di tangkap atas pencemaran nama baik.

Laki-laki dan perempuan itu dijadikan kambing hitam oleh Aqila dan keluarga ku.

Aku menggelengkan kepalaku. "Rencana yang genius, kalian membayar orang untuk menutupi kesalahan kalian."

Hari ini setelah aku resmi bercerai maka aku akan melanjutkan rencana balas dendam ku dengan rapi. Walaupun aku tahu sepertinya ibu angkat ku sudah curiga terhadap ku.

Namun aku tidak peduli. Selama mereka belum tahu dengan siapa aku berkerja sama. Ada saatnya aku memperlihatkan kepada semua orang kebusukan keluarga ku.

--

Di dalam kamar, sinar matahari menyinari wajah Ardiansyah yang sedang tertidur pulas, diatas ranjang dengan hanya di tutupi selimut—bekas kehangatan dirinya bersama dengan Nayra.

Ardiansyah perlahan membuka matanya, di wajahnya terpancar jelas raut wajah penuh kepuasan.

"Hmmm ..." Melihat ke-arah samping. "Hehhh!" Tersenyum menyeringai penuh kesenangan dan kepuasan.

Saat itu ponsel miliknya yang berada di meja dekat tempat tidurnya berbunyi.

Tut ... Tut ... Tut ...

"Hallo pak!"

Panggilan telepon dari anak buahnya yang menyembunyikan—membawa kabur kakek Nayra dari rumah sakit sebelumnya, memindahkan nya ke tempat yang baru.

"Ada apa? Kenapa kamu menelepon ku pagi-pagi begini?"

"Begini pak! Saya sudah melakukan apa yang bapak suruh. Orang itu sudah saya pindahkan ke tempat yang aman! Tapi masalahnya orang itu terus-terusan mengamuk, memanggil nama cucunya." Ucap anak buahnya memeberi tahu Ardiansyah lewat telepon.

"Kamu urus saja dulu! Malam ini aku akan pergi kesana! Ingat jangan sampai ada yang tahu.!"

"Baik pak!"

Tut!

Ardiansyah menutup panggilan teleponnya.

Ardiansyah melihat bekas kecupan Nayra masih teringat jelas di benaknya. Tampaknya malam itu dirinya benar-benar menikmatinya.

"Nayra!! Dia benar-benar di luar dugaan ku sekarang! Setelah ini aku harus lebih waspada terhadapnya ..." Menyentuh bibirnya. "Sungguh wanita yang penuh dendam!"

...══════ஜ▲ஜ══════...

Di sisi lain.

Fadli bersiap untuk menghadiri sidang perceraiannya dengan Nayra. Ia terdiam sejenak, istri yang dulunya begitu mencintainya kini berubah seperti orang asing yang membencinya.

"Kak! Apa mbak Nayra serius ingin bercerai?" Tanya Karin.

"Sepertinya begitu!" Jawab Fadli, dengan suara pelan seperti tidak ingin bercerai.

"Baguslah kalau begitu kak! Lagi pula aku tidak suka kakak menikah sama dia. Aku pikir tadinya kakak mau menikah dengan Aqila, kenapa kakak menikah sama dia.?!" Ucap Karin dengan nada sompral dan sedikit merendahkan.

"Karin! Jaga ucapan mu .. kakak memang dari awal berniat menikahi Nayra! Bukan Aqila." Bentak Fadli kepada adiknya.

"Terserah kakak' lagi pula sekarang dia yang menceraikan kakak! Syukurlah dia sudah keluar dari rumah ini."

"Karin kamu!!!" Ucap Fadli, geram dengan perkataan adiknya, seolah-olah dirinya memang salah sudah menikahi Nayra.

Dua orang yang sedang berbicara itu menarik perhatian ke-dua orang tua mereka.

Tak!

Sang ibu datang menghampiri mereka.

"Kalian berdua kenapa? Tiap hari ribut mulu ...?"

"Gak tau mah! Kakak kek gimana gitu? Bukannya senang dirinya sebentar lagi cerai dengan istrinya yang tidak bisa berbuat apa-apa itu! Lagi pula toh memang istrinya itu tidak berguna." Ucap Karin dengan nada ketus dan sombong.

"Karin!! Jaga ucapan mu!! Kamu—"

"Sudah-sudah!!! Kalian berdua bikin pusing saja! Fadli, kamu urus urusan mu sendiri! Kamu terima saja kalau dia ingin bercerai." Potong sang ibu.

"Mah!!" Keluh Fadli. "Mamah gak bisa ngatur aku! Dia istri ku."

Meskipun dia tidak mencintai Nayra namun Fadli tetap tidak ingin berpisah dengannya. Mungkin karena rasa iba dan rasa bersalahnya. Ia ingin menebus kesalahannya.

Walaupun tujuan sebenarnya adalah agar bisa melindungi Aqila. Tidak ada yang boleh tahu kejadian malam itu. Saat itu yang Fadli pikirkan adalah Aqila. Dirinya tahu Nayra sudah mengetahui semuanya.

"Fadli, kamu urus sendiri. Mamah tidak mau ikut."

"HAHA!!!"

...══════ஜ▲ஜ══════...

Siang harinya.

Di ruang persidangan, suasana yang begitu ramai namun amat mencengangkan. Setelah apa yang Nayra ajukan untuk bercerai dengan suaminya, hakim akhirnya memutuskan bahwa mereka resmi bercerai.

"Saudara Nayra, dengan semua yang anda ajukan, kini saya menyatakan bahwa anda, Nayra telah resmi bercerai dengan suami anda."

Tok! Tok! Tok!

Hakim mengetuk palu. Kini keduanya telah resmi bercerai.

Saat itu Nayra tersenyum menyeringai penuh kepuasan.

"Mas! Sekarang aku bukan lagi istrimu ... Kamu lihat apa yang akan aku lakukan kepada kalian semua."

--

Di luar gedung pengadilan.

Nayra bersiap pergi meninggalkan gedung itu.

SRET!

Fadli menarik tangannya.

"Nayra!!! Tunggu sebentar." Ucapnya terengah-engah mengejar Nayra dari dalam.

"Apa mas?"

"Tunggu sebentar! Aku tidak terima, semuanya! Nayra aku tidak terima kamu menceraikan ku."

"Hhhh ... Mas! Lepaskan tanganmu! Aku sekarang bukan istrimu lagi."

Plek

Nayra menepis tangan mantan suaminya.

"Aku tahu kamu tidak ingin bercerai dengan ku, itu semua demi Aqila bukan? Sekarang kita telah resmi bercerai, bukannya itu bagus, sekarang kamu bisa bebas bersama dengan Aqila."

"Nayra!!! Itu semua tidak seperti yang kamu pikirkan! Aku sudah tidak—"

PLAKKK!!!

Tamparan keras terlontar dari tangan Nayra.

"Dasar laki-laki brengsek! Setelah semua ini kamu masih bisa mengelak?"

"Aku tahu! Wanita itu adalah Aqila dan laki-laki itu adalah kamu mas!"

"Kamu bertanya bagaimana aku bisa tahu? Bukannya aku sudah bilang, itu adalah hadiah pernikahan kita."

"Apa maksud mu?" Tanya Fadli, wajahnya begitu terkejut saat Nayra mengatakan semua itu.

"Aku akan menghancurkan kalian semua! Sampaikan kepada mereka! Aku akan menghancurkan kalian."

Nayra pergi meninggalkan mantan suaminya.

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Saat itu Fadli kembali menarik tangan Nayra dan membuatnya terjatuh.

BRUGGG!!!

"Awww!!!" Teriak Nayra.

"Nayra!! Aku sudah bersikap baik terhadap mu! Aku sudah menyesali semuanya ... Tapi ini balasan mu! HAAA!!"

Nayra berdiri, ke-dua mata mereka saling menatap tajam dan penuh dengan amarah satu sama lainnya.

"Akan aku buat kamu menyesal Nayra!"

Saat itu Fadli yang sudah emosi, mengepalkan tangannya.

SRETTT

Tangannya hampir menampar wajah Nayra.

Plek!!

SRET!!

Seseorang menahan tangannya dari belakang.

Fadli menoleh. "Ardiansyah?"

...══════ஜ▲ஜ══════...

...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...

1
pojok_kulon
Ini mah pekerjaan wanita serakah itu..
한스 HANSEN: iya'! greget banget
total 1 replies
pojok_kulon
Ya Allah selamatkan Nayla dari wanita serakah itu
한스 HANSEN: Bantuin kak
total 1 replies
pojok_kulon
Kasian banget nayra..
pojok_kulon
Apa ya kira-kira yang Nayra dengar
pojok_kulon
Ardi bantulah Nayra keluarga dari rumahnya
pojok_kulon
Kasian sekali Nayra
한스 HANSEN
semangat 🙏
Sandrina
hebatnya sekali tanam langsung jadi 😄
Tina
apakah ardiansyah nnti akan berlayar dgn nayra? 🤭
Tina
kenapa diam aja nay,, libaskan saja lehernya, jangan lehermu 😒
한스 HANSEN: wow! ngeri
total 1 replies
Tina
emang maunya dia tuh
한스 HANSEN: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
oh pantes 😒
Tina
Wah, dia nulis dmna biar aku rujak thor 😂
한스 HANSEN: anu di sebelah kiri anu lah ytta🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
Dih.. dimanjain makin ga tau diri 😒
한스 HANSEN: seperti itu lah 😭
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Masukkan lah aku ke situ Hans, biar aku yg nampar😂
한스 HANSEN: boleh ²
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tunjang aja dia
Drian
bagus 👍
Drian
keguguran loooo
Drian
ternyata di culik si Ardiansyah,,,
Drian
bener,,, kejam othorrnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!