NovelToon NovelToon
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka Sugairti

Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??

Benarkah itu??

Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??

Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.

Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??

Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.

Penasaran dengan perjuangannya??

Langsung baca aja yak...

Jangan lupa like, vote, rate ya...

Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 29

Secara tiba-tiba Ardiaz terdiam setelah mendengar ucapan dari Gaby. Ardiaz menatap Gaby dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Gaby tersadar dengan apa yang ia ucapkan barusan, setelah melihat tatapan Ardiaz secara cepat Gaby memutar bola matanya menghindari tatapan Ardiaz.

"Tuan, didepan lampu merah!!" Ucap Gaby sesaat setelah ia melihat lampu merah.

Ardiaz terkejut, ia menginjak rem dengan cepat setelah kembali berfokus pada jalanan. Setelah berhenti tepat wakt, Ardiaz kembali menatap Gaby kini dengan tatapan hangat.

Setelah kejadian tersebut hanya kecanggunganlah yang terjadi, keduanya saling terdiam diri tak berbicara sedikit pun sampai akhirnya mereka tiba dirumah Gaby.

Gaby turun dari mobil dengan sedikit tergesa-gesa.

"Terima kasih untuk malam ini, tuan!" Ucap Gaby sambil sedikit membungkuk.

"Iya!" Jawab Ardiaz singkat setelahnya ia melajukan kendaraannya.

Gaby masuk kedalam rumahnya dengan perasaan aneh, saat ia tengah diruang tamu Gaby melihat Anny yang sedang tertidur. Lantas Gaby mendekatinya dan tersenyum hangat melihat Anny yang tertidur dengan pulasnya.

"Pasti dia menungguku sampai ketiduran seperti ini," batin Gaby.

Gaby pergi kekamar Anny dan mengambil sebuah selimut, ia kembali dengan membawa selimut lalu memakaikan selimut tersebut agar Anny merasa nyaman dan hangat.

Setelah itu Gaby naik kelantai atas menuju kamarnya berada.

"Hari ini begitu melelahkan, aku mau membersihkan tubuh dulu. Lagi pula gaun ini sedikit kotor," ucapnya pelan sambil berjalan menuju kamar mandi.

Gaby melepaskan jas Ardiaz kemudian ia melipatkannya ditangannya. Gaby sempat membersihkan debu yang ada dijas Ardiaz, tanpa sengaja ia merasakan sebuah benda besar yang berada didalam saku jas Ardiaz. Tanpa pikir panjang, Gaby mengambil benda yang ada didalam saku jas.

Betapa terkejutnya ia saat melihat benda yang ia ambil dari dalam jas Ardiaz.

"Ah, ini!?" Ucap Gaby terkejut.

Sebuah kotak kecil berisi cincin imut yang amat cantik. Gaby mengambil cincin tersebut lalu memperhatikannya dengan seksama.

"Apakah, tuan Ardiaz akan memberikannya padaku?" Tanyanya dalam hatinya.

"Tunggu, jangan percaya diri dulu." Lanjutnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tapi, mengingat tuan Ardiaz bertanya tentang masa laluku... apakah dia bermaksud untuk mengatakan cintanya?" Ucap Gaby pelan.

Gaby menghembuskan nafas gusar, ia terus memikirkan tentang cincin yang ia temukan.

"Sebaiknya aku tanyakan langsung pada tuan Ardiaz," setelah berucap demikian Gaby meletakkan kembali cincin itu pada kotaknya kemudian memasukannya kedalam tas kecilnya.

Setelahnya Gaby membersihkan tubuhnya dan tertidur dengan lelap.

Pagi berikutnya...

"Selamat pagi nona," sapa Anny yang penuh kehangatan.

Gaby menjawab dengan senyum ceria, tak lama setelah Gaby duduk dikursinya Ardiaz datang kerumah Gaby.

"Ah, tuan muda. Selamat pagi," sapa Anny dan juga Gaby hampir bersamaan.

"Pagi juga," jawab Ardiaz singkat.

"Saya akan siapkan teh dulu," ucap Anny kemudian berjalan menuju dapur.

"Oh ya, bagaimana dengan rencanamu hari ini?" Tanya Ardiaz sesaat setelah mengoleskan selai pada rotinya.

"Sangat mudah, sepulangnya dari kampus saya akan mengambil jalan sempit. Saya juga membutuhkan dua orang pria bertubuh kekar, dan hari ini saya tidak boleh bersama pengawal. Dua orang pria itu akan mengejar-ngejar saya seolah-olah mereka adalah penjahat." Jelas Gaby panjang.

"Dua orang bertubuh kekar ya?" Sahut Ardiaz sambil memakan rotinya.

"Iya benar, setelahnya saya akan berpura-pura baik terhadap Bryan." Jawab Gaby dengan semangat.

Ardiaz membuang nafas tak rela, ia pasrah dengan rencana Gaby.

"Sebenarnya aku tak rela bila gadis yang kucintai ini harus berpura-pura baik terhadap lelaki lain," batin Ardiaz mengeluh.

"Baiklah, akan saya siapkan." Ucap Ardiaz.

"Anny, saya pergi dulu." Pamit Ardiaz pada Anny yang baru saja datang sambil membawa teh hangat.

"Ah, tuan minum dulu tehnya." Ucap Anny sembari menyerahkan nampan berisikan teh jahe hangat.

Ardiaz melirik teh tersebut, lalu dengan gerakan cepat Ardiaz meminumnya sampai habis. Setelah diminum, Ardiaz kembali berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Meski begitu, Anny tetap tersenyum hangat menatap kepergian Ardiaz.

"Bibi, aku juga mau pergi." Sahut Gaby dengan berjalan mendekat kearah Anny.

"Ya, baiklah. Hati-hati dijalan nona," jawab Anny sambil melambaikan tangannya.

Gaby membalas lambaian tangan Anny, ia tersenyum hangat.

"Ibu, doakan aku...," batin Gaby setelah masuk kedalam mobil.

Pembelajaran terakhir selesai, semua siswa dan siswi keluar untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Tak hanya itu, Gaby juga sudah siap untuk menjalankan rencananya.

Disebuah gang sempit dan kosong, tak ada sama sekali orang yang lewat. Disana hanya ada Gaby dan dua orang suruhannya.

"Kalian berdua ikuti aku, sementara aku akan berlari seolah-olah kalian mengejarku!" Ucap Gaby kepada dua orang suruhannya.

"Baik nona," jawab mereka menyanggupi perintah Gaby.

"Tunggu, lepaskan dulu lambang keluarga Sunjaya kalian." Sahut Gaby setelah ia melihat sebuah kalung yang berbandul lambang keluarga Sunjaya.

"Oh benar juga, kami akan melepaskannya!" Jawab salah seorang suruhan Gaby.

Mereka melepas kalung mereka lalu menyimpannya didalam saku mereka. Kemudian, rencana Gaby pun dimulai. Gaby berlari keluar dari gang, diikuti para suruhan Gaby.

"Tolong... tolong!!" Teriak Gaby seolah-olah meminta pertolongan.

Bryan hendak membeli sesuatu disebuah warung, namun langkahnya terhenti ketika Gaby berlari kearahnya dan berteriak meminta bantuan.

"Hey kau, tolong aku!!" Teriak Gaby kepada Bryan.

Bryan kebingungan mengapa Gaby berlari dengan kencang. Ia merasa ada seseorang yang mengganggu Gaby. Gaby tiba di depan Bryan dengan nafas yang terengah-engah.

"Kau... hosh... hosh...," ucap Gaby dengan kelelahan.

"Apa yang terjadi, kenapa kau berlari?" Tanya Bryan sedikit cemas.

"A-ada orang yang mengejarku... kau... tolong... tolong antarkan aku kerumah!" Jawab Gaby sambil memegang tangan Bryan dengan kuat.

"Aku mohon... bantu aku!" Lanjut Gaby dengan ekspresi menyedihkan.

"Baiklah, ayo ikut aku." Setelah Bryan menyetujui akan membantu Gaby seketika itu juga muncul dua orang pria bertubuh kekar berlari mendekati Gaby.

Gaby menjerit ketakutan, ia memohon pada Bryan untuk segera pergi dari tempat itu. Bryan tidak punya cara lain lagi selain menuruti keinginan Gaby, raut wajah bingung masih tersirat dengan jelas diwajah Bryan. Ia terus memikirkan tentang kejadian yang dialami Gaby.

Keduanya masuk kedalam mobil, setelahnya Bryan menginjak pedal gas lalu mobil itu pun melaju dengan kencang.

"Syukurlah dia percaya," ucap Gaby dalam hati.

Sementara kedua pria suruhan Gaby berhenti mengejar sambil terengah-engah.

"Rencana kita berhasil, selanjutnya kita tunggu kabar dari nona." Ucap salah seorang pria suruhan Gaby dan dijawab dengan anggukan kecil dari temannya.

Didalam mobil Bryan...

"Kenapa kau dikejar-kejar mereka?" Tanya Bryan dengan ekspresi kesal.

"Mereka mau menculikku, jadi aku berlari. Kedua orang pengawalku tak menemaniku. Kemarin ada sebuah mobil mencurigakan mengikutiku, jadi pengawalku memisahkan diri dari mobilku," jawab Gaby menjelaskan kejadian hari ini dan juga kemarin.

"Mungkin kemarin itu adalah rencana Shany, jangan-jangan hari ini juga rencana dia." Batin Bryan menebak-nebak mengenai kejadian yang menimpa Gaby.

1
Ratna Fika Ajah
Thor, kok yo masalah trus yo yo.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰
Nur Syamsi
waduh mna body guar tuan Rogad
Nur Syamsi
author bikin Ardiaz sembuh belum merasakan kebahagiaan bersama isterinya
Nur Syamsi
kapang Gabynya bahagia author terlalu banyak orang yg jahat padanya.....bahagiain Thor Gabynya
Nur Syamsi
ulat bulu Tdk punya malu, dsar
Nur Syamsi
haa sesak baca ketiga persahabatan kepala klan....
Nur Syamsi
author jgn pisahin Ardiaz ma Gaby, biarkan mrk bahagia bersama adik angkatnya yg menolong dr tabrak lari ...🙏🙏
Nur Syamsi
akhirnya....luluh jg Gabynya....
Nur Syamsi
Nikah betulan saja author Tdk usah nikah kontrak, masalah kakeknya Gaby nti Ardiaznya yg tanggung jawab....
Nur Syamsi
tidak adek tidak kakak sama" liciknya makanya jangan buat tantangan dan meremehkan orang Shani,
Nur Syamsi
Roger membuat Kanjian menahan kencingnya 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
dasar Tio iblis ...
Nur Syamsi
siapa pria misterius it
Nur Syamsi
Ardias terjatuh Krn ngantuk at lelah Krn penyakitnya
Nur Syamsi
hati hati Gaby mrk turunan mafia
Nur Syamsi
kenapa Ardiaz Tdk merekomendasikan Gaby ntuk kerja di perusahaannya saja ya
Nur Syamsi
penyakit dan Surat dg pengirim misterius,
Nur Syamsi
Brian Brian ternyata sama liciknya ma si adik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!