NovelToon NovelToon
Reality Bender

Reality Bender

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Rendy_Tbr

Reality Bender – Sang Penguasa Kehampaan

"Di dunia di mana cahaya matahari adalah hukum, mampukah ketiadaan menjadi penyelamat?"
Dikhianati oleh kekaisaran yang ia bela dan diburu oleh takdir yang haus darah, Fang Han terbangun dengan kutukan yang mustahil: Inti Kehampaan. Kekuatan ini tidak hanya menghapus musuhnya, tetapi perlahan mengikis ingatan, emosi, dan kemanusiaannya sendiri. Setiap langkah menuju puncak kekuasaan adalah langkah menuju kegelapan abadi di mana ia terancam melupakan wajah orang-orang yang ia cintai.
Dari pelarian maut di Puncak Kun-Lun hingga menjadi tawanan di Benteng Obsidian yang mengerikan, Fang Han harus memilih: menjadi senjata pemusnah massal bagi musuhnya, atau menguasai Pedang Shatter-Fate untuk memutus rantai takdir dunia.
Ikuti perjalanan epik penuh pengorbanan, pengkhianatan politik, dan cinta yang melampaui dimensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FANG HAN vs ZHAO TIAN

Keempat pendekar elit yang menyerangnya tiba-tiba terpaku di udara, seolah-olah mereka baru saja menabrak dinding waktu. Senjata mereka—cambuk api, palu petir, belati beracun, dan cakram angin—mendadak kehilangan seluruh kilaunya. Api di cambuk itu padam seketika; petir di palu menghilang tanpa sisa; racun di belati menguap menjadi udara biasa; dan angin di cakram berhenti berputar. Di dalam domain ini, hukum alam ditiadakan. Tidak ada elemen dunia yang bisa eksis selain kehampaan murni.

"Kenapa... kenapa kekuatanku hilang?! Tubuhku... aku tidak bisa merasakan Qi-ku sendiri!" teriak pembawa cambuk api dengan nada panik yang luar biasa.

Fang Han tidak menjawab dengan kata-kata. Ia bergerak secepat kilat di dalam kubah tersebut, kakinya tidak lagi menyentuh tanah, melainkan meluncur di atas kehampaan. Dengan empat gerakan tebasan yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang, ia melewati keempat pendekar tersebut.

Sret! Sret! Sret! Sret!

Keempat pendekar itu jatuh tersungkur di luar kubah saat domain itu menghilang. Mereka tidak mati seketika karena luka bacok, namun mereka mulai berteriak histeris. Kulit mereka perlahan-lahan mulai memudar, berubah menjadi partikel cahaya abu-abu yang terbang tertiup angin. Bagian tubuh mereka perlahan lenyap, seolah-olah dihapus oleh tangan tuhan dari kanvas realitas, sebelum akhirnya mereka benar-benar hilang tanpa meninggalkan setetes darah pun.

"Monster! Dia bukan manusia! Dia monster dari neraka!" teriak para prajurit yang menyaksikan kengerian itu, barisan mereka mulai goyah karena ketakutan yang primitif.

Melihat pasukannya mulai kocar-kacir hanya oleh satu pemuda, Zhao Tian tidak bisa lagi menahan diri. Harga dirinya sebagai Penguasa Kota hancur berkeping-keping. Ia melompat dari kudanya yang berzirah emas, mendarat di tengah arena dengan dentuman yang menghancurkan lantai batu sedalam setengah meter. Di tangannya, muncul sebuah pedang lebar berwarna emas murni yang memancarkan aura menyilaukan—Aura Keadilan Langit.

"Cukup permainan bodoh ini!" raung Zhao Tian, wajahnya kini dipenuhi kerutan kemarahan.

"Kau menggunakan teknik terlarang yang melanggar hukum alam, Nak! Kau telah menjual jiwamu pada iblis kehampaan hanya untuk kekuatan sesaat! Sebagai Penguasa Kota, aku akan memusnahkanmu atas nama langit!"

Fang Han berdiri tenang di tengah kepulan debu sisa musuh-musuhnya. Ia terengah-engah, luka-luka di punggungnya mulai terbuka kembali dan merembeskan darah, namun Sunya Long terus memberikan suplai energi dingin yang menusuk sarafnya, menjaganya tetap tegak meskipun ototnya menjerit kelelahan.

"Iblis?" tanya Fang Han sambil menyeka darah hitam di sudut bibirnya dengan punggung tangan.

"Iblis adalah mereka yang menindas yang lemah dengan dalih hukum yang mereka buat sendiri. Iblis adalah mereka yang membiarkan rakyat jelata menderita kelaparan sementara mereka membangun istana emas dari keringat rakyat. Jika aku adalah iblis karena ingin menyelamatkan paman yang mencintaiku, maka biarlah dunia ini hangus oleh apiku! Aku lebih baik menjadi iblis yang jujur daripada menjadi penguasa palsu sepertimu!"

Zhao Tian melesat maju tanpa peringatan. Kecepatannya jauh melampaui siapa pun yang pernah dilawan Fang Han selama ini. Pedang emasnya menghantam Sunya Long dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan sebuah bukit kecil.

CLANG!

Pertemuan dua pedang itu menciptakan gelombang kejut yang mementalkan ratusan prajurit di sekitarnya sejauh puluhan meter. Udara di titik benturan seolah-olah meledak. Fang Han terdorong mundur dengan hebat, kedua kakinya menyeret tanah hingga menciptakan parit dalam sepanjang lima meter.

"Kau memang kuat untuk ukuran sampah dari desa terpencil, bocah. Tapi kau terlalu muda untuk memahami perbedaan antara kekuatan sejati yang ditempa puluhan tahun dengan kekuatan pinjaman dari pedang terkutuk itu!" ucap Zhao Tian, urat-urat di tangannya menonjol saat ia menekan pedangnya lebih keras.

Zhao Tian melompat mundur sejenak dan melepaskan jurus andalannya: "Sembilan Matahari Pemusnah". Sembilan bola api raksasa yang berpijar putih muncul di belakangnya, masing-masing memiliki suhu yang sanggup melelehkan baja dalam sekejap. Tekanan panasnya membuat salju di kaki gunung menguap seketika, menciptakan kabut uap yang tebal.

Fang Han merasakan panas yang luar biasa menusuk kulitnya. Zirah kainnya mulai hangus dan mengeluarkan asap. Mu Chen yang berada sepuluh meter di belakangnya sudah jatuh pingsan karena tekanan aura panas yang tidak tertahankan tersebut.

Tepat saat Zhao Tian hendak meluncurkan sembilan bola api itu untuk meratakan Fang Han beserta undakan batu tersebut, Fang Han mengangkat tangan kirinya yang gemetar, memberikan isyarat berhenti. Bukan karena ia menyerah, tapi karena saat benturan pedang tadi, ia merasakan sesuatu yang sangat akrab namun jahat pada pedang emas Zhao Tian.

"Tunggu sejenak, Penguasa Kota yang 'mulia'," ucap Fang Han, suaranya kini mengandung otoritas yang sangat berat hingga Zhao Tian ragu sejenak dan menahan serangannya.

"Pedang emasmu itu... teknik 'Sembilan Matahari' itu... itu memiliki lambang rahasia Sekte Matahari Langit di pangkalnya. Paman Fang Zhou pernah bercerita dalam igauannya saat sakit tentang sebuah pengkhianatan berdarah di sekte itu dua puluh tahun yang lalu. Tentang seorang murid berbakat namun rakus yang mencuri pusaka inti dan membantai seluruh cabang sekte di wilayah ini hanya demi mendapatkan jabatan politik sebagai Penguasa Kota. Dan konyol ya lagi orang itu justru dilindungi sekte matahari langit"

Wajah Zhao Tian berubah drastis secara instan. Dari kemarahan yang meluap menjadi pucat pasi dalam hitungan detik, lalu matanya menyipit dengan kebencian yang jauh lebih gelap dari sebelumnya. Keheningan menyelimuti lembah itu; bahkan para prajurit pun menahan napas.

"Dari mana kau tahu tentang rahasia itu?! Fang Zhou... pria tua cacat yang seharusnya sudah membusuk itu... dia menceritakannya padamu dalam kemiskinannya?!" desis Zhao Tian dengan suara yang kini penuh dengan racun.

Fang Han menyadari bahwa tebakannya benar seratus persen. Selama ini ia mengira keluarga Fang hanyalah keluarga miskin yang tertindas karena nasib buruk, namun ternyata ada konspirasi besar yang menyelimuti masa lalu pamannya.

"Dia tidak pernah bercerita secara langsung kepadaku karena ia ingin melindungiku," lanjut Fang Han, matanya kini menatap tajam menembus jiwa Zhao Tian.

"Tapi sekarang semua menjadi jelas. Alasan kau begitu bernafsu membunuh kami sejak awal bukan karena penghinaan anakmu yang bodoh itu di pasar. Tapi karena kau takut. Kau takut identitasmu sebagai pencuri dan pengkhianat terbongkar. Kau takut dunia tahu bahwa Penguasa Kota yang agung dan dihormati ini hanyalah seorang murid murtad yang membunuh gurunya sendiri demi tahta!"

Zhao Tian tertawa gila, tawanya menggema di lembah yang sunyi itu, terdengar seperti suara gagak di tengah malam. Ia memberikan isyarat kepada pasukannya untuk menjauh hingga jarak seratus meter. Kini hanya ada mereka berdua di tengah arena berdarah yang luas itu.

"Benar! Akulah yang membantai mereka semua! Aku yang membakar aula sekte itu! Dan akulah yang secara pribadi mematahkan kedua kaki Fang Zhou dan membiarkannya hidup dalam penderitaan hanya agar dia bisa melihatku naik ke puncak kekuasaan sementara dia membusuk di lumpur kemiskinan sebagai pelayan!"

"Dan sekarang, kau akan menyusulnya, Fang Han! Setelah kau mati, aku akan mengirim pasukanku untuk membakar habis Desa Qinghe. Aku akan memastikan tidak ada satu pun saksi sejarah, tidak ada satu pun orang yang membawa marga Fang yang tersisa di dunia ini!"

1
BlueHeaven
Cover novelnya mirip putra pria solo😭
Rendy Tbr: Hihihi.. 😄 Waahhh.. Mantap donk.. 👌
total 1 replies
anggita
visual gambarnya oke👌
Rendy Tbr: Terima kasih ka 👌😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!