NovelToon NovelToon
Hidupku Kurebut Kembali

Hidupku Kurebut Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga / Selingkuh / Kebangkitan pecundang
Popularitas:688
Nilai: 5
Nama Author: Sofia Grace

“Aku mencintaimu, Mey. Mari kita menikah.”

Mey seorang gadis yang terpaksa bekerja sebagai ladies companion alias LC di tempat karaoke demi membiayai kebutuhan hidupnya dan Liani, anaknya yang lahir di luar nikah. Ron mengentas Mey dari dunia hiburan malam, menjadikannya kekasih, dan kemudian melamarnya.

Sayang Ron tak bersedia menerima Liani dan meminta Mey tetap menitipkannya di panti asuhan. Pria itu berjanji takkan melarang Mey menemui anaknya dan memakai uang Ron untuk membiayai kebutuhannya. Gadis itu setuju. Dia mempercayakan Liani pada Bu Widya, pengelola panti.

Setelah menikah, karir Ron melejit dari sales biasa hingga menjadi distributor sepatu ternama. Dia dan Mey dikaruniai dua anak bernama Cyll dan Sam. Mey menjadi nyonya sosialita dengan hidup gemerlap hingga kemudian syok berat mengetahui kebobrokan perilaku suaminya.

Apa yang dilakukan Mey selanjutnya? Akankah dia mempertahankan pernikahannya? Lalu bagaimana hubungannya dengan Liani?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sofia Grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Ditolak

Karena aku  mau melepaskan ketergantungan padamu. Aku mau melepaskan diri dari embel-embel istri Ron. Aku lelah berada di balik bayang-bayangmu. Harga yang harus kubayar tak sepadan dengan apa yang kudapatkan. Aku kehilangan waktu bersama Liani, terinfeksi penyakit kotor, dan janin dalam kandunganku meninggal dunia. Apa masih mau kamu tambahi lagi penderitaan ini?

Melihat istrinya terpekur, Ron mendekat. Diraihnya tangan wanita itu, diciuminya lembut. “Aku tahu telah menyakitimu begitu dalam, Sayang,” ucap Ron mendayu-dayu. “Aku minta maaf. Mari kita lupakan masa lalu dan menjalani hidup baru yang lebih indah. Aku kangen kamu, Sayang.”

Bibir pria itu mendekat. Mey menjauh. Ron tampak kecewa. “Apa yang harus  kulakukan supaya kamu mau memaafkanku, Mey?” sergah pria itu putus asa. “Kita ini suami istri. Sampai kapan mau pisah kamar? Ini bukan hubungan yang sehat.”

Mey naik darah. “Terus kamu pikir hubungan kita sebelumnya itu sehat? Aku selalu tunduk pada kemauanmu, Bang. Ga boleh memperkenalkan Liani pada anak-anak, melayanimu dengan gaya yang aneh-aneh di ranjang, memaafkan perselingkuhanmu  dengan PSK. Terus apa yang kudapat? Apa?!”

Giliran Ron yang berapi-api. “Kalau mengungkit-ungkit masa lalu terus, ga akan ada habisnya, Mey. Kayaknya kamu harus terapi lagi ke psikiater. Luka batinmu belum sembuh!”

Sang istri meledak. Ditunjuk-tunjuknya Ron berkali-kali. “Kamu yang harus terapi! Kok ga kapok-kapoknya main perempuan, Bang. Hubungan dengan ibu kandung juga dingin kayak orang asing. Kalau kamu mau kita sekamar lagi, kamu harus konseling dengan Dokter Rose! Sembuhkan semua trauma masa lalumu, Bang. Aku ga mau ketularan penyakit kelamin lagi!”

Ron merasa tersinggung. “Kalau kamu memang ga mau melayaniku lagi, ya sudah! Kamu pikir cuma kamu perempuan di dunia ini? Aku bisa mendapatkan puluhan cewe yang jauh lebih baik darimu, Mey. Cuma mantan LC aja belagu lu. Huh!”

Pria itu keluar dari kamar dengan wajah merah. Dia marah sekali. Begitu sampai di kamarnya sendiri, Ron langsung mengambil ponsel dan mengirim pesan WA pada seseorang.

[Mami Ella, apa Bunga ada slot kosong jam sembilan malam ini?]

[Selamat malam, Pak Ron. Maaf, Bunga sudah di-booking sampai besok. Ini ada orang baru namanya Cathy. Cantik, putih, seksi, wangi. Mau coba?]

[Saya pakai dua jam kena berapa?]

[Tarif Cathy sama dengan Bunga, Pak Ron.]

[Mahal banget. Coba kirim fotonya.]

Beberapa saat kemudian terdengar suara notifikasi di ponsel Ron. Rupanya foto yang diminta pria itu sudah dikirim. Ron berdeham. Cathy perempuan yang cantik. Matanya bulat, hidungnya mancung, bibirnya agak tebal seperti Angelina Jolie. Dia memakai tank top merah dengan belahan dada rendah. Dua bukit aduhai menyembul dengan indahnya. Sepertinya Cathy lebih bahenol dari Bunga. Ron tak sabar ingin membuktikan kepiawaian PSK baru ini.

[Mami Ella, Cathy diskon 20%, ya. Orang baru kan ga bisa disamakan dengan orang lama]

[Buat Pak Ron boleh deh, kali ini. Tapi selanjutnya tarif normal, ya. Karena Cathy ini meski baru di sini tapi  sudah malang-melintang di tempat lain. Dijamin ga akan mengecewakan, deh.]

[Ok, saya ke sana sekarang.]

[Siap, Pak Ron. Terima kasih.]

Suami Mey itu meletakkan ponsel di atas meja. Dia lalu membuka laci meja dan mengeluarkan botol kecil berwarna putih. Di dalam benda itu terdapat beberapa butir pil warna hijau. Pil itu baru dibelinya atas rekomendasi Pak Den, sebagai obat ereksi yang sangat ampuh.

Akibat keseringan main perempuan, alat kelamin Ron jadi susah bangun meski diberi rangsangan berkali-kali. Dia merasa butuh penguat dari dalam. Pak Den bilang dulu pernah memakai pil hijau ini untuk meningkatkan keperkasaannya. Sekarang Ron bermaksud mencobanya. Kalau Mey tak sudi jadi wanita pertama yang menikmati keampuhan pil hijau ini, masih banyak perempuan cantik nan seksi di luar sana yang bersedia. Tinggal bayar, beres. Ga pake drama!

***

Begitu mendengar makian Ron tadi, Mey terduduk lemas di atas. Mantan LC, mantan LC, mantan LC!

Air  mata perempuan itu bercucuran. Rupanya itu yang membuat suaminya tak kapok main perempuan. Karena dia memandang rendah Mey. Walaupun istrinya ini dulu tak pernah menjual tubuh pada klien-klien di tempat karaoke, tapi harga dirinya di mata Ron sudah jatuh.

Barangkali dia dulu menikahiku karena aku sebatang kara dan mudah dikendalikan. Jangan-jangan Bang Ron menderita NPD. Egonya tinggi sekali. Tak mau memperbaiki perilakunya mesti telah berakibat fatal. Malah orang-orang di sekitarnya dituntut untuk menolerir ketidaksetiaannya. Dengan alasan dia bukan manusia sempurna dan punya banyak kelemahan!

Mey menangkupkan kedua tangannya. Matanya terpejam. Wanita malang itu berdoa dalam hati. Tuhan Yesus Yang Maha Kuasa, aku telah melakukan banyak hal yang tak patut di masa lalu. Aku sungguh menyesalinya. Tapi waktu tak dapat diulang kembali. Tolong kuatkan diriku ya, Bapa. Mohon dampingi aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga aku mampu merebut hidupku kembali. Terima kasih, Bapa. Amin

Mey membuka mata. Air matanya sudah berhenti mengalir. Hatinya terasa damai.

***

Cathy menatap pantulan tubuhnya di cermin. Bagian depan dan belakang bodi perempuan itu seperti berlomba untuk menjadi yang tergemoy. Pinggang dan perutnya yang kecil serasa keajaiban mampu menjadi penengah antara bagian atas serta bawah tubuhnya yang bahenol.

Malam ini tugas Cathy melayani klien pertama sejak resmi menjadi anak buah Mami Ella. Dia harus perform dengan baik supaya si klien puas dan memberi tips besar. Mami Ella akan senang dan memberi Cathy klien-klien premium. Peluang untuk menjadi wanita simpanan konglomerat akan terbuka lebar. Dia tak perlu bekerja keras menjual tubuhnya lagi pada banyak pria hidung belang. Cukup butuh satu orang sugar daddy dan Cathy bisa hidup sejahtera layaknya sosialita.

Wanita itu sebenarnya sudah lima tahun menjadi simpanan seorang pejabat. Sialnya dia langsung ditinggalkan begitu istri si pejabat mengetahui hubungan mereka. Si sugar daddy ketakutan karena sejak awal harta kekayaan keluarga istrinyalah yang berhasil memuluskan karir laki-laki itu di dunia politik. Cathy terpaksa meninggalkan apartemen tiga kamar yang terletak di atas mal ibukota dan mobil mewah senilai delapan ratus juta di bawah ancaman pistol bodyguard istri si pejabat.

Cathy hanya diberi waktu setengah jam untuk membawa semua barang pribadinya keluar dari apartemen. Berbekal uang lima puluh juta yang tersisa di rekening plus perhiasan-perhiasan yang dimilikinya selama menjadi ani-ani, perempuan itu pergi meninggalkan Jakarta. Dia kembali ke Bandung, kota asal-muasal dirinya bekerja sebagai wanita penghibur.

Berbekal referensi dari temannya yang sesama ani-ani, wanita itu menemui Mami Ella, mucikari ekslusif kota kembang yang terkenal punya banyak pelanggan pria hidung belang kelas atas. Tak disangka baru kemarin Mami Ella resmi menerimanya sebagai anggota timnya, Cathy langsung diberi klien malam ini.

“Performance-mu harus bagus sama klien yang satu ini, Cathy,” ujar si mucikari mengingatkan. “Dia royal kasih tips, asal cewenya pinter bikin dia puas dengan berbagai gaya. Tenang saja Cat, orangnya ga jelek. Badannya gede, item, kayak kepala geng versi intelek gitu. Namanya Ron.”

“Siap, Mami.”

“Oya, tambahan lagi. Dia suka cewe pake lingerie warna merah. Model apa aja pokoknya ketat, transparan di bagian dada, dan minim bahan.”

“Beres, Mami.”

Dan ketika klien yang dimaksud masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Cathy kaget bukan kepalang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!