NovelToon NovelToon
Dua Pergi Satu Bertahan

Dua Pergi Satu Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa / Idola sekolah
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tatie Hartati

Ada tiga remaja putri bersahabat mereka adalah Tari, Tiara , dan Karin mereka mempunyai pasangan masing-masing. dan pasangan mereka adalah sahabatan juga termasuk geng brotherhood pasangan Tari adalah Ramdan, pasangan Tiara adalah Bara dan pasangan ketiga ada Karin sama Boby.. karena ada sesuatu hal ketiga cowok itu membuat pasangan mereka kecewa dengan kejadian yang berbeda - beda namun dia antara 3 pasangan itu hanya Tari dan Ramdan yang bertahan karena Tari memberikan kesempatan kembali kepada Ramdan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Keadilan di Tangan Kanan

Baru saja Tari hendak menyapukan tisu ke sudut bibirnya, sebuah interupsi datang. Dunia yang sedetik lalu terasa selembut shalawat dan semanis pesan dari Balikpapan, tiba-tiba berguncang. Di atas meja, tepat di samping piring yang sudah kosong melompong, ponsel Tari bergetar hebat.

Bukan notifikasi WhatsApp dengan emoji hati. Kali ini, sebuah nomor tidak dikenal muncul di layar, berkedip-kedip seperti lampu peringatan bahaya di sebuah laboratorium.

Tari mengernyit. Perasaannya mendadak tidak enak. Dengan ragu, ia menggeser tombol hijau ke arah atas.

"Halo?"kata Tari

"Ini dengan Sekretaris Pensi SMA Kusuma Bangsa? Tari?" Suara di seberang sana terdengar berat, kasar, dan tanpa basa-basi. Ada kebisingan suara besi yang beradu sebagai latar belakangnya.

"iya betul saya sendiri,maaf ini dari siapa ya?" kata Tari

"Maaf neng, kalau neng tiba tiba mau membatalkan vendor ini kami minta ganti ruginya " kata suara di seberang sana

"Sebentar pak,saya tidak pernah menghubungi kantor Bapak untuk membatalkan justru,kami di sini menunggu kapan datangnya panggung yang kami pesen " kata Tari

"Neng jangan coba-coba main -main dengan kami, kalau sekiranya mau ngebatalin harus ada ganti ruginya karena armada kami udah berangkat, namun tiba-tiba saja dibatalkan " kata dari seberang sana

Klik panggilan diputus satu pihak

Tari menarik napas panjangnya. Badai apalagi yang akan dia terima, andai Ramdan ada disini mungkin dia akan berada di garda terdepan

"Ri, ayo ikut aku, cepetan" kata Raihan sambil menarik ujung kerudung Tari

"Mau kemana sih ,Han?" tanya Tari sambil terus aja mengikuti Raihan

Mereka berdua pergi ke rooftop dan disana mereka duduk sambil melihat ke langit. Mereka duduk dengan ada jarak yang jauh tidak, dekat pun tidak.

"Minum dulu, Ri. Muka lo udah kayak mau blue screen tadi di bawah," ucap Raihan tenang sambil bersandar pada pagar pembatas. "Ada apa? Soal Ramdan lagi? Atau ada bug di sistem Pensi kita?"

Tari mengembuskan napas panjang, lalu menceritakan semuanya. Tentang telepon tadi, tentang ada sekretaris OSIS yang membatalkan vendor dan dari tim vendor minta ganti ruginya karena katanya armada udah jalan setengahnya, tapi gue gak pernah ngehubungi tim vendor, atau mungkin kamu?" kata Tari

"Ri, yang bener aja gue batalin vendor. Gue rasa ada tangan jahil yang gak suka sama Lo atau mungkin orang yang ingin ngehancurin Lo. Dari sana minta ganti ruginya berapa?" kata Raihan

"Gue lup gak nanya ,Han. Aslinya gue bingung bagaimana ini kalau sampai memang vendor gak datang,apa gue bilang di grup ya. Andai Ramdan ada di sini , mungkin hal ini gak kan terjadi. Ini salah gue ,Han. Gue harus bagaimana lagi sekarang" kata Tari sambil ternyata airmatanya tumpah juga

" Lo boleh nangis yang kenceng karena Lo lagi capek, tapi gue paling gak suka kalau liat Lo udah nyalahin diri sendiri. Suatu hari nanti pasti semua ini akan terungkap. Sekarang bagaimana caranya agar vendor bisa datang tapi kita tidak perlu keluar uang

"Gue bingung, Han. Kalau panggung nggak datang, acara kita hancur. Tapi kalau gue kasih, itu melanggar anggaran yang udah disusun Ramdan," keluh Tari lemas.

Saat mereka sedang membahas tentang vendor,tiba-tiba datang Arga dengan wajah yang penuh amarah

" Bagus ya Ri, ini kerjaan kamu? Gue salah milih Lo jadi sekretaris OSIS baru,gue kira Lo bisa di andalkan tapi buktinya apa? Panggung pensi hancur di tangan kamu, maksud kamu apa?mau ngerusak nama ketua OSIS,iya?" kata Arga

" Ga , ini ga seperti apa yang kamu dengar. Gue maupun Raihan gak pernah ngehubungi ke kantor vendor, gue juga kaget, Ga ! Gue gak tahu kenapa hal ini bisa terjadi?" kata Tari

" Jangan ngasih alasan yang tidak logis,Ri. Udah jelas banget tim vendor bilang sekretaris OSIS yang membatalkan vendornya kalau begini, bagaimana acara pentas seni akan terlaksana. Kamu harusnya pikir panjang,Ri" kata Arga

"Arga , kamu itu ketua OSIS harusnya kami dengerin dulu penjelasan dari bawahan, jangan hanya percaya dari satu pihak saja. Tari gak akan pernah membatalkan vendor justru Tari lagi berjuang bagaimana caranya agar vendor bisa datang, kamu gak boleh hakimmi Tari sendirian kalau Kamu mau marah, marahlah sama gue karena gue sekretaris OSIS juga" kata Raihan tegas namun tetap tenang

Namun belum juga Arga menjawab datang Kak Anisa, Pajar, Alvin, dan Bu Mely

"Ibu gak nyangka sama kamu,Ri. Ibu pikir kamu bisa menjaga kepercayaan dari Ramdan. Ramdan udah percaya sama kamu tapi kamu malah menghancurkan semuanya" Kata Bu Melly

"Ri, gimana nih. Waktu udah mepet banget panggung belum juga datang, maksud kamu apa sih ngelakuin ini semua " kata Alvin sambil mau dorong Tari namun Raihan menepisnya

"Pergi gak kalian semua, kalau sekiranya kalian mau menghakimi Tari. Di mana pemikiran anak - anak OSIS yang bijaksana itu. Kalian semua gak tahu bagaimana perjuangan Tari, kalian hanya mendengar dari satu pihak tanpa mendengar penjelasan dari orang yang sudah rela bergadang demi suksesnya acara pentas seni ini.Di mana hati nurani kalian semua?" kata Raihan

"Gue sebagai ketua OSIS terpaksa harus melakukan skorsing untuk kamu,Ri" kata Arga

" Oke kalau kamu sebagai ketua OSIS mau skorsing orang yang tidak bersalah maka gue juga ikut skorsing sama Tari. Silahkan sekarang urus semuanya itu. Karena kami sudah gak dibutuhkan lagi oleh ketua OSIS " Kata Raihan mau ngajak Tari pergi namun tiba-tiba ada chat yang masuk

Padil " Han , Tari lagi bareng Lo gak? Barusan gue jaga di dekat pos satpam,gue denger ada yang nelpon dan membahas soal vendor sama menghancurkan Tari. Gue gak tahu itu siapa tapi gue takut akan menghancurkan semuanya Han"

Raihan membalasnya"iya Tari lagi bareng gue karena semuanya lagi hakimi Tari gara-gara ada pembatalan vendor dari sekretaris OSIS, Lo awasi terus orang itu, nanti gue nyusul setelah di sini sedikit dingin"

Raihan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya dan mengajak Tari untuk turun , karena percuma ada disitu juga kalau gak dibutuhkan oleh OSIS lagi.Raihan dan Tari langsung turun kebawah dan langsung menuju ke arah gerbang. Namun ternyata orang yang di maksud Padil udah gak ada dan katanya baru aja pergi naik ojol. Raihan melirik pada Tari ,dan keliatan banget Tari mukanya kusut banget

" Ri, kita istirahat di ruang OSIS aja yuk"ajak Raihan yang langsung diangguki oleh Tari

Tari dan Raihan beristirahat di ruang OSIS, Raihan duduk di sofa sedangkan Tari duduk di kursi Ramdan. Tari merasa lelah sekali, namun Tari berterima kasih kepada Raihan. Tari sadar orang - orang akan marah karena memang itu sangat krusial sekali.

Raihan yang duduk di sofa, langsung menyenderkan tubuhnya pada belakang sofa tiba tiba ada chat yang masuk

Ramdan "Han , gimana keadaan sekolah aman? Tari apa kabarnya? Apakah tadi makan siangnya, Tari habis?"

Raihan menjawab "tenang aja Bos,semua di sini baik baik saja, Tari tadi makan siangnya habis kok sekarang lagi istirahat, karena panggung telat datang jadi kita masih santai,kamu tenang aja jangan banyak pikiran nanti kamu malah sakit "

**********************************************

Sehabis sholat Maghrib semua panitia yang lembur di suruh kumpul di ruang OSIS oleh Raihan

"Tadi siang ada ketegangan sedikit, justru gue kecewa karena Ketua OSIS malah ikutan jadi hakim yang tidak adil. Gue harap habis ini jangan ada ketegangan lagi kalau ada masalah langsung konfirmasi dan dengerin orang yang bersangkutannya memberikan alasan. Gue gak ada di pihak manapun tapi gue berusaha profesional melihat fakta yang sebenarnya. Gue pribadi minta maaf mungkin tadi agak sedikit ngegas. Sekarang gue minta yang tadi hakimi Tari, minta maaf sekarang kepada Tari, karena gara-gara kalian mental Tari down" kata Raihan

"Ri, gue pribadi minta maaf ya karena gue sebagai pemimpin tidak bisa bersikap bijaksana, habisnya gue panik tadi karena panggung tidak akan datang " kata Arga

" Ibu juga minta maaf ya,Ri, ibu benar - benar panik akhirnya tidak bisa bijak dalam memilih tindakan

" gue juga minta maaf" kata kak Anisa , Pajar dan juga Alvin

Akhirnya keadaan pun normal kembali. Mereka mulai bersatu dan bekerja sama lagi meskipun sebenarnya Tari masih merasa kesepian karena tidak ada Ramdan

Di tengah kebingungan panitia melihat truk-truk raksasa "Alvaro Logistics" masuk ke lapangan, Raihan cuma berdiri santai sambil mematikan sambungan teleponnya. Di layar HP-nya tertulis: Papa (Outgoing Call - Success).

"Itu... itu gimana caranya, Han?" Arga nanya dengan suara yang udah ilang wibawanya.

Raihan cuma ngelirik Arga sekilas, dingin banget. "Papa gue yang pegang kendali operasional perusahaan keluarga Ramdan, Ga. Gue tinggal bilang ada 'Keadaan Darurat' di sistem, dan Papa langsung kirim armada cadangan. Nggak perlu nunggu ganti rugi sepuluh juta atau drama pembatalan vendor sampah itu."

Tari menatap Raihan nggak percaya. "Han... makasih... tapi ini berlebihan..."

"Nggak ada yang berlebihan buat jagain lo, Ri," potong Raihan kalem. "Gue nggak mau pas Ramdan nyampe sini, dia liat lo lagi nangis gara-gara masalah receh kayak gini. Gue udah janji sama dia buat jagain 'Konstanta' paling penting di hidupnya. Dan sekarang... masalah logistik selesai."

Raihan balik badan, natap semua panitia yang masih melongo. "Sekarang, mumpung barangnya udah nyampe, mending lo semua kerja! Jangan cuma pinter nge-judge orang, tapi nggak pinter gerakin badan!"

Raihan memasukkan ponselnya ke saku dengan gerakan super tenang. Dia baru saja membaca pesan dari Ramdan: "Gue udah di jalan arah sekolah. Jangan kasih tahu siapa pun, terutama Tari. Gue mau liat sendiri siapa yang berani main-main sama sistem gue."

Raihan menatap Tari yang masih lesu di kursi kebesaran Ramdan. Ada rasa kasihan, tapi dia harus menjalankan "Silent Protocol" ini.

"Ri, lo mending istirahat dulu. Merem bentar kek, atau cuci muka. Muka lo udah pucat banget, kayak baterai HP tinggal 1%," ucap Raihan berusaha mencairkan suasana.

"Gue nggak bisa tenang, Han. Perasaan gue nggak enak. Gue takut nanti pas acara dimulai, ada masalah lagi dan gue nggak bisa tanganin karena Ramdan nggak ada," bisik Tari pelan.

Raihan cuma tersenyum tipis, senyum yang punya sejuta arti. "Percaya sama gue, Ri. 'Antivirus' buat masalah ini udah jalan. Lo nggak sendirian."

Tari hanya mengangguk lemas, tanpa tahu kalau di luar sana, sebuah taksi baru saja berhenti agak jauh dari gerbang sekolah agar tidak memancing perhatian. Sosok tinggi dengan tatapan sedingin es kutub turun dari sana, memperbaiki letak tas punggungnya, dan berjalan melewati bayang-bayang pohon mahoni menuju gedung OSIS.

Malam semakin larut, armada logistik dari Papa Raihan masih sibuk bekerja, dan seluruh panitia masih mengira mereka sedang aman-aman saja. Mereka tidak tahu, bahwa sang Master Admin sudah berada di area sekolah, memantau dari kegelapan, siap melakukan eksekusi pada siapa pun yang telah menyentuh Mentari-nya.

1
Pengabdi Uji
kann malah marah gk lucu si emg
Pengabdi Uji
genk nya ngga aihh🤭
Pengabdi Uji
Emang mereka nggak sedeket itu ya ortu ko g tau anak kek mna
Pengabdi Uji
iyaa anak btuh wktu n prhatiaann
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
cihuiii diingatin
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kak gunakan kata ponsel kak, biar lebih estetik 😄
Writer_lynn
Manisnya🤭
kenzi moretti
pasti tari salting
THE GIRL COOL😑
iya penasaran banget apa yg terjadi selanjut nya ya😍😍😍
Mh_adian7
untung di izinin
Mh_adian7
kasih jarak pada dialognya biar rapi lagi🙏
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
salting gak tuh
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wih cowok hijau neon nih kayak nya
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah patut di curigai
Writer_lynn
Titik komanya di perhatikan lagi😁🤭
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
terlalu panjang paragraf pertamanya Thor, kurang estetik. penggal jadi tiga paragraf aja thor
Mh_adian7
waalaikum salam🙏
Mh_adian7
oalah ini orang tuanya
T28J
tanpa scene ini seharusnya orangtuanya sudah tau gimana kondisi anaknya.
Scene ini cuma buat cerita jadi gak masuk menurut ku kak 🙏
Writer_lynn
keluarga hangat nih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!