NovelToon NovelToon
IBU SUSU UNTUK DOKTER DUDA

IBU SUSU UNTUK DOKTER DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Romantis / Ibu susu / Ibu Pengganti / Duda / Romansa
Popularitas:30.2k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Maya Anita, seorang gadis berusia 16 tahun, harus menelan pahitnya kenyataan bahwa cinta remaja tidak selamanya indah. Di usia yang seharusnya dihabiskan di bangku sekolah, ia justru terjebak dalam pernikahan dini akibat hamil di luar nikah.

Demi menyambung hidup, Maya dipaksa bekerja keras di sisa-sisa tenaga kehamilannya yang sudah tua. Namun, takdir berkata lain. Sebuah insiden tragis membuatnya kehilangan bayi yang ia kandung di usia 9 bulan.

Dr. Arkan, seorang dokter spesialis kandungan yang tampan namun penyendiri, diam-diam memperhatikan penderitaan Maya melalui laporan perawat. Arkan adalah seorang duda yang menyimpan luka serupa. Istrinya meninggal saat melahirkan, meninggalkan seorang putra kecil yang sangat haus akan ASI.

“Aku mohon, bantu anakku. Tubuhmu memproduksi apa yang sangat dibutuhkan putraku untuk bertahan hidup,” pinta Arkan dengan nada penuh permohonan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Mr. X

The Bamag, sebuah tempat hiburan malam untuk kelas atas. Di ruang VIP yang tersembunyi di balik dentuman musik Dj, aroma cerutu mahal bercampur dengan bau besi dari da*rah. Shiti, yang tadi tampak begitu angkuh di depan Maya, kini tak lebih dari seekor tikus yang gemetar. Wajahnya yang sudah babak belur akibat pukulan sebelumnya kini bersujud di depan sepatu kulit putih mengkilap milik seorang pria.

Pria itu, MR. X, duduk dengan kaki menyilang. Cahaya lampu disko yang sesekali masuk melalui celah pintu hanya memperlihatkan hidungnya yang bangir dan kemeja hitam yang membalut tubuh atletisnya.

“Ampun Mr. X, lain kali aku tidak akan melakukan kesalahan lagi,” rintih Shiti dengan suara serak.

Mr. X menunduk perlahan, jemarinya yang dingin mencengkeram dagu Shiti, memaksanya mendongak. “Mau berapa kali kau meminta ampun untuk kesalahan yang terus kau ulangi, Shiti?” suara pria itu rendah, namun terdengar mematikan.

“Wa-waktu itu aku benar-benar khilaf…mereka, ba-ba*jingan-ba*jingan itu terus mendesakku untuk menyerahkan Maya,” Shiti mencoba membela diri dengan tangisan yang dibuat-buat.

PLAK! PLAK!

Dua tampa*ran keras mendarat di pipi Shiti hingga ia tersungkur. Sudut bibirnya kembali pecah, mengeluarkan cairan merah segar.

“1 tahun yang lalu. Aku hanya pergi beberapa bulan untuk urusan bisnis, tapi kau malah menjualnya pada pria-pria busuk di luar sana! Selama sembilan bulan kau menjadikannya mesin uang di belakangku!” teriak Mr. X, bangkit dari sofa kebesarannya.

Beberapa wanita penghibur yang berdiri di belakang sofa hanya bisa diam mematung, menatap Shiti dengan pandangan sinis. Mr. X kemudian berjongkok, menja*mbak rambut Shiti dengan kasar hingga wanita itu menangis kesakitan.

“Dan saat aku tidak sengaja berpapasan dengannya di komplek Cluster Magnolia waktu itu, gadisku sudah membuncit. Dia hamil dengan pria lain. Sungguh menjijikkan!” desisnya dengan tatapan penuh kebencian sekaligus obsesi. “Tapi kini, aku bertemu dengannya untuk ketiga kalinya. Dan dia…dia sekarang berada di bawah pengawasan Dr. Arkan Padipa. Kau tahu betapa sempurnanya gadis itu untukku?”

Shiti memejamkan mata rapat-rapat, seluruh tubuhnya menggigil. “Ma-maaf…aku sungguh tidak menduga jika MR. X sangat menyukainya.”

Mr. X melepaskan jambakannya dengan sentakan kasar, lalu berdiri tegak sambil merapikan kemejanya. Sebuah seringai aneh menghiasi wajahnya.

“Mulai sekarang, jangan pernah kau mendekatinya lagi. Fokuslah memenuhi target setoranmu sebagai hukuman. Karena kali ini, aku sendiri yang akan mengurus Maya,” ucapnya dengan nada dingin.

Ia memberikan kode singkat dengan kepalanya. Shiti segera merangkak keluar dari ruangan itu secepat mungkin, seolah baru saja lolos dari lubang jarum kematian.

****

Langkah kaki Shiti terasa berat menyusuri lorong remang. Di sekelilingnya, dentuman musik berpadu dengan pemadangan orang-orang yang kehilangan kendali, namun pikirannya hanya tertuju pada rasa perih di wajahnya. Ia segera berbelok ke toilet wanita dan menghidupkan keran wastafel dengan kasar.

Sambil membasuh sisa darah dan air mata, Shiti menatap pantulan dirinya di cermin. Tangannya mencengkeram pinggiran wastafel hingga buku-buku jarinya memutih.

“Andai tadi aku tidak menghampiri pel*acur kecil itu, mungkin Mr. X tidak akan murka seperti ini,” desisnya penuh penyesalan.

***

Bayangan kejadian di restoran tadi kembali berputar di kepalanya. Sebenarnya, Shiti baru saja selesai menemani Mr. X melakukan transaksi rahasia di lantai atas restaurant tersebut. Saat hendak keluar, matanya tak sengaja menangkap sosok Maya di meja makan bersama Arkan. Setelah memastikan Mr. X masuk ke mobil, Shiti kembali masuk hanya karena ingin melampiaskan kekesalannya dengan menyapa anak tirinya itu.

Ia tidak sadar bahwa setiap gerakannya diawasi. Di dalam lubang telinganya, sebuah earpiece yang ia gunakan tiba-tiba berderak. Suara dingin Mr. X masuk melalui frekuensi itu tepat saat ia sedang menghina Maya.

“Berani kau menyentuh milikku, Shiti? Pulang sekarang atau lidahmu yang akan kucabut,” suara itu terdengar tepat di tengah-tengah ancaman Arkan.

Ternyata, selama ini Arkan salah sangka. Shiti tidak lari karena takut akan ancamannya. Shiti gemetar dan lari terbirit-birit karena ia tahu Mr. X sedang menontonnya melalui anak buah yang bersiaga di sudut restoran. Ancaman Mr. X jauh lebih nyata dan instan daripada ancaman Arkan.

*******

Shiti mengambil tisu, menekan luka di sudut bibirnya. “Maya, anak itu benar-benar pembawa sial. Ternyata Mr. X masih gila padanya,” gumam Shiti ketakutan.

**

Mr. X tampak seperti raja di singgasananya. Wanita-wanita dengan lekuk tubuh menggoda sibuk melayaninya, ada yang dengan telaten menuangkan whiskey ke gelas kristalnya, sementara yang lain memijat bahu dan kakinya dengan gerakan manja.

Namun, raga Mr. X hanyalah cangkang kosong. Pikirannya melesat mundur, terkunci pada memori satu tahun yang lalu.

****

Mr. X yang masih remaja SMA merasa muak dengan kehidupan malam yang monoton dan wanita-wanita yang selalu mengejarnya demi uang. Sebagai pewaris takhta bisnis gelap Papanya, ia ingin sesuatu yang berbeda, sesuatu yang murni untuk melepaskan sisi liar pertamanya. Ia menginginkan sesuatu yang masih suci dan tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan kotor.

Shiti, yang saat itu sudah menjadi mitra bisnis gelap kepercayaan Papanya, mulai masuk ke dalam radarnya. Shiti sering mengeluh tentang beban hidupnya.

“Mr. X, saya benar-benar pusing,” keluh Shiti kala itu di kantor rahasia mereka. “Suami baru saya sakit-sakitan, mana obatnya mahal. Sementara anak tiri saya, dia masih ingin sekolah. Dia hanya bisa mencari uang tambahan dengan berjualan keliling. Hasil dari jualan itu manalah cukup.”

Mendengar kata “anak tiri” dan “masih sekolah”, mata Mr. X berkilat. Ia mulai mencari tahu informasi tentang Maya.

“Berapa harga untuk anak tirimu itu?” tanya Mr. X tanpa basa-basi malam itu.

Shiti sempat tertegun, namun matanya langsung berbinar saat melihat tumpukan uang di atas meja. Itulah awal mula Maya dijadikan bahan transaksi.

Memori itu masih terasa begitu nyata di benak Mr. X, seolah aroma tubuh Maya baru saja tertinggal di indra penciumannya. Kenangan satu tahun lalu itu berputar layaknya film lama di kepalanya.

Saat itu, Mr. X datang dengan penyamaran kacamata hitam dan masker yang menutupi hidung bangirnya. Ia melangkah cepat menyusuri gang sempit menuju rumah Shiti.

“Maya sebentar lagi pulang, Mr. X,” sambut Shiti di depan pintu rumah.

Mr. X memandang sekeliling dengan jijik. “Rumahmu cukup sempit untuk tempatku melakukan itu. Tapi… untuk sementara ini tidak masalah. Aku ingin beristirahat di kamarnya sambil menunggu.”

Shiti dengan sigap membukakan pintu kamar kecil di sudut rumah. Mr. X sempat tertegun, di balik dinding yang mulai retak, kamar Maya justru terasa berbeda. Bersih, rapi, dan memiliki aroma harum sabun mandi yang menenangkan. Meski kasurnya hanya berupa kapuk yang kasar, Mr. X merebahkan tubuhnya di sana, memejamkan mata dalam penantian yang penuh nafsu.

Satu jam kemudian, suara lembut Maya terdengar dari ruang tamu. Saat pintu kamar terbuka dan Maya melangkah masuk, napas Mr. X seolah tertahan. Maya berdiri di sana dengan seragam sekolah yang rapi, wajah naturalnya yang berkeringat tipis terlihat begitu menyegarkan di mata Mr. X. itulah momen di mana obsesinya lahir, sebuah kecantikan yang tak butuh polesan, yang seketika membakar gairahnya hingga ke titik didih.

********

Mr. X menyesap whiskey-nya hingga tandas. Ia tersenyum manis, sebuah senyuman yang cukup mengerikan. Ia mengenang setiap inchi tubuh Maya, bahkan suara tangisan pilu gadis itu saat ia merenggut paksa dunianya dulu terdengar seperti simfoni yang indah di telinganya.

“Kau sangat indah saat memohon, Maya,” gumam Mr. X pelan pada udara kosong. “Shiti telah merusakmu dengan menjualmu pada pria-pria kelas rendah, tapi aku akan membersihkanmu kembali dengan caraku sendiri.”

Tangannya meremas gelas kristal itu hingga buku jarinya memutih. Kebenciannya pada Arkan Pradipa semakin memuncak. Baginya, Arkan hanyalah penghalang yang berdiri di antara dirinya dan Maya.

...❌ Bersambung ❌...

1
Bubi Hasbubi
ayo dong dilanjutin ceritax
Bubi Hasbubi
koq terputus
Bubi Hasbubi
lanjut dong seruuuu
Dewi Payang
Kamu laki² yg bikin Maya trauna waktu itu
Dewi Payang
kirain.....😀 Sepertinya Mr. X lebih nyeremin dibanding Arkan😀
meimei
lanjutannya mana nih kak
Dewi Payang
Dibolak balik memang.....
Dewi Payang
Kue daki? kaya apa rupanya itu😀
Dewi Payang
Isi kepalamu Gavin.....😂
Dewi Payang
Kenapa gak bajunya aja yg sekalian nyangkut paku biar sobek😀
Dewi Payang
Ngaku kamu yg ajarin? tau apa kau tentang hidup dan tangkapan besar si Maya? taunya menindas saja.....
meimei
ayo kak semangat aku mendukung mu
Dewi Payang
Dokter Arkan memang beda🤭
Dewi Payang
Dan jaman dulu banyak pula bu yh mati karena beranak.....😭
Dewi Payang
Dua²nya pak dokter, mungkin juha karena oak dokter sudah tua🤣🤣🤣 ups🤭
Mita Paramita
semangat Thor nulisnya 🔥🔥🔥aku selalu kasih like👍
Dewi Payang
Gimana rasanya Dina, bobok sama pria kumuh, ups🤭🤭🤭🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
~~N..M~~~
/Casual/ mataku dan otakku mulai ternodai oleh arkan
~~N..M~~~
Jangan sedih Yudha.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!