NovelToon NovelToon
Psychopath Obsession

Psychopath Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: haniyahhputri

ADULT STORY!

Allferd Xander Maverick, seorang direktur perusahaan IT sekaligus chef ternama, siapa sangka jika sebenarnya Allferd adalah sosok yang berbahaya. Allferd adalah seorang psikopat.

Kemudian jiwa obsesi muncul dari psikopat tampan itu ketika melihat sosok aktris yang mirip dengan mendiang kekasihnya 8 tahun lalu.

"Presetan dengan cinta! Aku hanya ingin memilikimu saja. Apakah itu harus mengatas namakan cinta?"

"Keparat. Kau memang tak punya hati,"

Bagaimanapun caranya, Allferd harus membuat Stella menjadi miliknya karena Allferd tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan kahilangan lagi.

Apapun yang sudah berada di genggaman Allferd, tak akan semudah itu untuk Allferd lepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Psychopath Obsession - 29

DOR!

Langkah Allferd terhenti dengan sekali sentakan, begitu juga dengan Stella yang di belakang Allferd. Pria itu semakin mengeratkan genggaman tangan Stella ketika seorang pria muncul dari balik tembok dengan senyum penuh kemenangan.

Ternyata benar dugaan Allferd, Werner adalah dalang di balik ini semua. Sedangkan Stella masih berusaha mengingat siapa sosok di hadapannya ini.

"Apa kau tidak puas dengan baku tembakan yang kau berikan di pinggir kota beberapa waktu lalu?" Sinis Allferd, membuat Stella teringat siapa sosok di hadapannya ini.

Jika saja waktu itu Aiden dan Victoria tidak datang, mungkin Allferd dan Stella sudah terluka parah atau sudah mati karena peluru yang Werner berikan bukanlah peluru sembarangan.

Werner tersenyum, "ternyata kau mengenang setiap pertemuan kita ya."

Sebenarnya Allferd heran, ia melarikan diri sejauh ini hanya untuk menjauhi Stella dari Rodriguez yang berusaha membunuh Stella. Tapi mereka malah di pertemukan dengan Werner.

"Berhenti bermain-main denganku, apa maumu?" Tanya Allferd tanpa basa-basi.

"Kau yang bermain-main denganku Mr. X. Kau sudah membunuh istriku, apa aku harus membunuh kekasihmu agar kita impas?"

Detik selanjutnya, Werner menodongkan pistol ke arah Stella, begitu juga dengan Allferd yang menodongkan pistol ke arah kepala Werner.

"If you touch her, I'll kill you." Desis Allferd tajam penuh ancaman, matanya menunjukkan kilatan amarah.

Werner tertawa, "Waw Mr. X, harusnya aku lakukan seperti hal yang kau lakukan saat ini 2 tahun silam, ketika istriku berada di bawah kekuasaanmu." Balasnya seraya menatap Allferd remeh.

"Berhenti mengacau Werner, ini bukan negara kita." Allferd tak menyerah untuk memberhentikan aksi Werner.

"Kau yang memulai semua kekacauan ini Allferd, kau harus bertanggung jawab dan aku harus membereskan semua kekacauan mu. Tidakkah kau sadar jika tingkahmu begitu kekanakan selama ini,"

Allferd ingin sekali meluncurkan pelurunya ke arah kepala Werner, namun sebisa mungkin ia menahannya. Ia tak bisa melakukannya di hadapan Stella dan yang terpenting ia tak ingin di deportasi dari negara ini hanya karena ia menjadi tersangka pembunuhan.

Stella mengusap punggung tangan Allferd menggunakan jari jempolnya, lalu ia membisikkan sesuatu kepada Allferd, "tenanglah,"

Seakan ucapan Stella adalah sebuah sihir, Allferd menarik napas dalam-dalam berusaha meredakan emosinya.

"Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, yang harusnya kau khawatirkan adalah dirimu. Aku bisa dengan mudah melakukan kekacauan di sini, bahkan membunuhmu sekalipun tapi tidak dengan kau, kau tidak bisa melakukan hal ini." Werner semakin merasa puas melihat reaksi Allferd yang hanya terdiam tak bisa melakukan apapun.

Tidak perlu di tanyakan mengapa Werner bisa melakukan hal yang tak bisa Allferd lakukan, kekuasaan dan uang adalah jawabannya.

"Bagaimana? Akankah kita impas jika aku membunuh kekasihmu saat ini tepat di hadapanmu?"

Sebenarnya Stella sudah bergetar ketakutan mendengar ancaman Werner, sebisa mungkin ia menetralkan rasa takutnya karena Stella tidak ingin membuat suasana semakin kacau.

Dengan sekali gerakan, genggaman tangan Stella sudah terlepas dari Allferd, anak buah Werner yang sejak tadi di belakang Allferd dan Stella kini mengunci pergerakan Stella. Bahkan anak buah Werner tak segan-segan menodongkan pistol tepat di kepala Stella yang semakin bergetar ketakutan.

Demi tuhan, Allferd sungguh tidak sengaja membunuh istri Werner 2 tahun silam. Saat itu tembakan Allferd meleset dan mengenai dada istri Werner.

Dengan cepat Allferd melayangkan tendangan tepat ke dada Werner hingga pria itu jatuh tersungkur, Allferd terus menghajar Werner tanpa ampun menggunakan tangannya sendiri. Jarang sekali  Allferd bertengkar tidak menggunakan senjata tajam, bahkan Allferd tak segan-segan mematahkan tulang Werner.

DOR! DOR!

"ALLFERD!"

Bunyi tembakan terdengar bersamaan dengan teriakan Stella penuh kekhawatiran. Peluru dari salah satu anak buah Werner telah di luncurkan dan tepat mengenai bahu Allferd. Dengan sisa kekuatannya, Allferd mengeluarkan pistol dan melumpuhkan musuh-musuhnya.

DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!

Allferd menembak bahu Werner beserta anak buahnya, dan saat itu juga Stella menghajar anak buah Werner yang membuatnya tadi tak bisa bergerak dengan cara menendangnya menggunakan sepatu boots Stella. Astaga, sudah berapa pasang sepatu yang Stella korbankan hanya untuk melawan musuh saat bersama Allferd?

"Stella, kita harus pergi!" Allferd langsung menarik tangan Stella dan membawa wanita itu berlari pergi sejauh mungkin dari sini, seakan Allferd tak peduli dengan punggungnya yang mulai mengeluarkan banyak darah.

"Allferd, punggungmu!" Stella tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya kepada Allferd.

"Aku baik-baik saja!" Seru Allferd, ia masih berlari melewati kerumunan sambil mencari angkutan umum karena mereka hari ini tidak menggunakan mobil.

Melihat bus sedang berjalan pelan, Allferd semakin mengencangkan larinya, begitu juga dengan Stella. "Cepat naik ke bus, Stel," perintah Allferd.

"I can't!" Pekik Stella.

"Yes, you can!" Allferd mengangkat tubuh Stella untuk naik ke dalam bus, di susul dengan Allferd.

"Astaga, aku bisa berhenti, kalian tak perlu cara seperti ini untuk menaiki bus ku," ucap si sopir kepada Stella dan Allferd. Mungkin karena wajah Stella yang khas dan warna rambutnya yang mencolok sopir bus itu berbicara kepada mereka menggunakan bahasa Inggris.

"Maaf pak, kita sedang buru-buru. Bisakah kau antar kami ke arah dekat hotel Porto Fira Suites?" pinta Allferd dengan sopan, sebab ia tidak tahu banyak tentang kota Fira.

"I can help you, please sit, sir." Balas sopir bus itu ramah.

"Thank you," Allferd mengangguk sopan lalu menarik Stella untuk mencari tempat duduk di bus.

"Bukankah kita harusnya pergi ke rumah sakit?" Protes Stella saat mereka sudah duduk manis di kursi bus belakang.

Allferd dalam hati meringis, sudah ke berapa kalinya ia tertembak di bagian punggung? Kenapa musuhnya itu suka sekali menyerangnya dari belakang?

Allferd berusaha duduk tegak dan tidak menyandar di sandaran kursi sebab nanti darahnya akan menempel.

"I'm fine," ucap Allferd. Tubuhnya semakin terasa lemas, bukan satu tembakan yang tepat mengenai Allferd melainkan dua tembakan.

"Tapi aku mengkhawatirkanmu," gumam Stella dengan nada sedih, Allferd tersenyum lemah.

"You must go to hospital Mr. Maverick!" Ucap Stella tak terbantahkan.

"Jangan membantahku!" Potong Stella cepat sebelum Allferd mengeluarkan kalimat bantahan.

Allferd sendiri hanya diam saja, bagaimanapun juga ia tetap manusia biasa, sebisa mungkin Allferd tetap menjaga kesadarannya. Tapi ternyata tubuhnya tak bisa di ajak kompromi, hingga akhirnya Allferd menyandarkan kepalanya di bahu Stella dan mulai memejamkan mata.

"ALLFERD!"

1
namia khira
Ok bagus ceritanya /Good/
s
jarum yang menancap
s
tangannya ia lipat di depan dadanya
Hiatus
lah baru ketemu main sosor ya gimana gak emosi ceweknya.
Elin Damayanti
gatau knp tapi gw suka bgt baca novel tentang pyschopat obsessi gtu 😭❤️😊
haniyahhputri
excited banget sekarang udah bisa ketemu Victoria Aiden di My Bad Boy Bodyguard
yaty
tahniahhhh author
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Susila Wati
Samuel Anderson Lucifer sprtiny iblis atw vampir ya!🤔
Ajib Azam
lanjut up tor
Eva
mulai otw ...
....
stella punya mslah apa ama rodrigues
^⁠__⁠daena__⁠^
Kak haniyah aku kangen Maverick 😭😭😭
Setyawati Sukmara
aku suka cerita nya seru
raraprnc
saran aja ni buat author nya, klo nge sensor kata2 jgn di sensor semua misalnya:
"si*l*n banget tu orang" jgn di sensor semua "****** banget tu orang" jdnya kan pra readers kurfah srn aja,maaf klo mslnya nyakitin hati😭🙏
haniyahhputri: maaf yaa, untuk bagian sensor kata udah otomatis diubah waktu dipublikasikan 😁 aku engga seteliti itu buat ubah smua kata umpatan yg banyak bgt, alias dari aku pribadi gak pernah sensor, itu udah otomatis keganti sama servernya:")
total 1 replies
Sanni Abdillah
ini ngegantung thor mana lanjutannya aku tunggu2 lho udah lama sekaliiiii ...
abel
kapan up thorr, udah lama nunggu nii
Hesti Sagita
kayaknya seru klu ada cerita Aiden Victoria🤣🤣
haniyahhputri: emang ada ko ceritanya 😃 masuknya ke Maverick Series #2 yang ketiga versi Samuel
total 1 replies
Hesti Sagita
abis ngebunuh kakaknya besok tinggal emaknya Stella deh
Hesti Sagita
secara nggak langsung Stella pingin di lihat nyata bukan hny angan" oleh Allferd
Hesti Sagita
Caryn ada2 aja masa iya ada manusia kayak Samuel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!