NovelToon NovelToon
DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Misteri / Horor
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riski riko

Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rio KW Menghilang

*****#Sebelum membaca pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.

______________________________________________

Rio yang heran melihat kelakuan Aku dan Danu yang seperti orang ketakutan, Dia langsung bertanya.

"Emangnya apa yang sudah terjadi?"

"Lo percaya gak?, Malam ini ada dua Rio"

Ucap Ku.

"Hadeeeehhhh udah gaya lama kalian itu ma, Palingan cuma mau nakutin Gua"

Ucap Rio.

Danu yang masih duduk memegang keningnya karena menabrak tembok pun langsung berdiri dan berkata.

"Suer, Tadi yang satunya ada di kamar Gua ama Wisnu, Kami Kira Rio yang jadi jadian yang di kamar mandi, Eh ternyata yang ada di kamar tidur yang jadi jadian."

"Terus Wisnu dimana?"

Tanya Rio.

"Wisnu lari kekamar yang ada Rio jadi jadian tadi".

Ucap Danu.

" Duhh bahaya".

Ucap Rio.

Tidak lama kemudian Wisnu yang berada di kamarnya berteriak kencang.

"Daaanuuuuuuuuu, Rio yang ada di kamar ini hilang".

Setelah itu Wisnu berlari kencang keluar dari kamar tidur itu sampai sampai Dia terjatuh di depan kamar.

Buuukkkkkkk.

Suara Wisnu tersungkur ke lantai papan rumah.

Setelah itu Dia langsung berdiri dan berlari ke arah kami.

" Tu kan, Rio yang jadi jadian ada di kamarnya Kalian".

Ucap ku kepada Danu.

Wisnu yang berlari kencang tadi akhirnya sampai di samping Danu.

Kemudian Dia berkata.

"Daannnn??, Gua heran, Pas Gua ngomong ama Rio dia gak ngomong sepatah kata pun, Pas Gua mau keluar lihat kalian, Trus Gua liat Rio yang lagi baring tadi, Tiba tiba Rio menghilang".

" Jangan jangan setan yang di hutan tadi ikut Rio?"

Ucap Danu.

"Ah jangan sembarangan Lo Dan kalau ngomong, Gua jadi merinding ni"

Ucap Rio.

"Gimana kagak merinding?, Lo ada Dua malam ini".

Ucap Ku.

" Guaa gak mau tidur di kamar itu"

Ucap Wisnu.

"Iya Wis, Gua juga gak mau, Gimana kalau kita lagi nyinyak nyinyak tidur Si Rio KW itu datang?"

Ucap Danu kembali.

"Kalian Tidur di kamar Gua aja, Biar Rio aja tidur dikamar kalian, Biar dia ketemu ama kembarannya".

Ucap Ku.

" Ogaaahhhhhhhhhh".

Ucap Rio.

"Ayo dah ke kamar kalian,Biar kita gak ketemu lagi ama tu setan".

Ucap Danu.

Kamipun melangkah ke kamarKu, Danu dan Wisnu malam ini tidur dikamar Ku dulu.

Sesampai dikamar kamipun tidur kembali, Aku dan Rio tidur di Atas kasur,Sementara Danu dan Wisnu tidur di bawah dengan beralaskan selimut ku.

" Duhh kayak anak Tiri kita malam ini ya".

Ucap Wisnu yang masih ketakutan.

"Untung masih dianggap anak, Dari pada dianggap pembantu hahhaha".

Ucap Rio.

" Semoga Lo bakalan ketemu kembaran Lo yang dari dunia lain itu".

Ucap Wisnu.

"Hahahah yang peting tidur di atas kasur".

Ucap Rio.

" Sudah sudah, Kalian ini!, Bukannya diam malam ngeributin masalah tempat tidur, Gimana kalau Rio yang tadi datang lagi?"

Ucap Ku yang masih baring diatas kasur sambil melihat kearah bawah kearahnya Wisnu dan Danu.

"Iya iya, Gua diam".

ucap Wisnu.

"Marahin dah Ko, Rio tu marahin juga",

Ucap Danu.

"Elu Dan?, Senang aja liat Gua di marahi Riko".

Ucap Rio.

Aku hanya diam sambil berkata didalam hati.

" Duuuhhhhhh, Punya temen kok gini ya".

Begitulah adanya teman temanKu, Walaupun mereka sedikit kekanak kanakan, Namun mereka kalau masalah penelitian termasuk mahasiswa terbaik.

Mereka hanya kelakuannya saja yang begitu, Namun ketika dilapangan sangatlah serius.

"Ayoo tidur, Udah hampir subuh Ni, Besok kita bakalan ke hutan lagi".

Ucap Ku.

" Ayo dah, Gua juga udah ngantuk ni"

Ucap Rio.

Aku melihat jam tangan Ku,Ternyata sudah pukul 03.12 Wib, Mungkin besok kami bakalan kesiangan akibat insiden malam ini.

Setelah itu Kami pun tertidur, Kesadaran kami pun sudah menghilang.

Setelah satu jam setengah Aku tertidur, Suara kumandang adzan terdengar sayup sayup di telinga Ku.

Mata yang berat ku paksakan untuk terbuka, Kulihat kearah kanan Ku, Tampak Rio yang masih tertidur pulas.

Kulihat ke arah kiri tepatnya dibawah, Tampak Danu dan Wisnu pun juga tertidur pulas.

Aku mau berjalan Kekamar mandi saja rasanya berat sekali, Ditambah rasa takut ku yang membuat langkah semakin berat.

Namun Aku tau, Bahwasanya Dosa tidak sholat subuh jauh lebih berat dari pada beratnya berjalan ke arah kamar mandi dan ketakutan Ku.

Aku pun berjalan kekamar mandi walaupun rasa mengantuk yang sangat berat.

Setelah itu Aku pun melaksanan sholat subuh Dua Roka'at, kemudian Aku menyempatkan membaca Surah Al-Waqi'ah.

Karena mata Ku masih sangat mengantuk, Setelah Aku selesai membaca Surah Waqiah Aku pun tertidur di atas sajadah sholat Ku.

Jika ingat ingat, Tidur habis subuh itu sering di lakukan sebagian santri, Karena Author lama menyantri jadi tau rasanya tidur habis sholat subuh di atas sajadah sholat, Rasanyaaaa masyaallah nikmat sekali.wkwkwkwk.

Tapi jangan di tiru ya, Itu kebiasaan buruk, Kalau santri tidur habis subuh itu wajar, Karena malamnya terkadang santri baru tidur jam 12 malam karena menghafal pelajaran ataupun al-Qur'an.

Kok bahas santri jadinya ni wkwkw, Lanjut ke ceritanya.

Setelah itu, Aku terbangun dari tidur Ku.

Aku melihat jam tangan Ku, Ternyata sudah Jam 8 lewat.

"Duhhhhh, Pasti bapak Arif udah lama menunggu".

Gumam didalam hati Ku.

Akupun bergegas bangun, Dan membangunkan semua teman teman Ku yang masih tertidur pulas.

" Banguuunnn banguuunnn banguuunn semuanya, Kita udah telat ni".

Teriak ku.

Karena kalau gak teriak pasti sulit membangunkan mereka.

"Duh kita kesiangan semua ni".

Ucap Danu sambil mengusap matanya.

" Makanya buruan bangun, Gua mandi duluan ya?".

Ucap Ku.

Kemudian Aku pergi mandi supaya tidak membuat bapak Arif lama menunggu, Sementara teman teman ku masih menunggu antriannya.

Setelah Aku selesai mandi, Aku mendapati mereka yang sudah tertidur kembali.

"Astagfirullaaaahhhhhh, Ayooo siapa yang mau mandi ni?"

Ucap Ku.

"Gua Gua".

Ucap Danu yang langsung bangun mendengar ucapan Ku.

Aku pun mempersiap kan seluruh peralatan lengkap, Karena tidak tau kedepannya apa yang akan terjadi.

Kompor kecil, Tenda, Tikar kecil, Senter, Kompas dan lain sebagainya.

Sambil menunggu teman temanku selesai mandi, Aku bermain Handpone sebentar, Aku mendapati pesan WhatsApp yang sangat banyak, Ketika Ku buka ternyata pesan dari ibuku.

Didalam pesan itu berbunyi.

"Kalian hati hati disano (sana), Jangan lupo bao alqur'an kecek yang emak beliin harin (Jangan Lupa bawak alqur'an kecil yang ibu belikan dulu)".

Aku pernah dibelikan Alqur'an kecil oleh ibuKu ketika Aku mau berangkat ke Jakarta, Karena dulu Aku berniat kuliah sambil menghafal Al-Qur'an.

Untung saja Aku buka ponsel, Jadinya Aku ingat akan membawa Al-Qur'an kecil itu.

Ku Buka lemari pakaian, Tampak Al-Qur'an kecil berwarna hitam itu tertata Rapi yang berada di Atasnya baju baju Ku, Kalau di lihat sekilas, Al-Qur'an itu seperti dompet.

Aku pun memasukkanya kedalam saku depan baju Ku, Alqur'an itu pas banget ukurannya dengan Saku baju Ku.

Tidak lama kemudian teman teman Ku selesai mandi dan sudah siap untuk menjelajah hutan lagi.

Tas ransel yang sangat besar tersangkut di punggung kami semua, Semua peralatan kami sudah siap didalamnya termasuk obat obatan dan makan makanan.

"Gimana udah siap semua?"

Ucap Ku kepada teman teman Ku.

"Ok, Siap siap".

Setelah semuanya siap kami Pun menuju ke Rumah bapak Gilang, Mungkin bapak Arif telah lama menunggu.

Ternyata benar, Sesampai kami disana ternyata bapak Arif sudah duduk duduk di depan rumahnya bapak Gilang.

" Kalian kok telat Adek Adek?"

Tanya bapak Arif.

"Maaf pak, Kami bangunnya kesiangan"

Ucap Ku.

"Iya dah, Kalian langsung aja naik sarapan, Habis sarapan langsung berangkat ditemani bapak Arif".

Ucap bapak Gilang.

Aku pun menjawab.

" Iya pak".

Bapak Gilang melanjutkan obrolanya bersama bapak Arif, Sementara kami naik ke atas Rumah bapak Gilang untuk sarapan pagi.

"Apa ni menu kita hari ini?"

Bisik Wisnu kepada Ku dengan raut wajah penasaran.

"Apa pun makanannya yang penting minumnya tetap TEH BOTOL SOSRO"

Ucap Ku sambil berguyon.

"Lo kira lagi iklan di TV?"

Gumam Rio.

"Elu sih, Nanya mulu, Apa aja yang diberikan orang itu harus kita syukuri, Karena terkadang mereka mencarinya susah payah hanya untuk melihat kita bahagia".

Ucap Ku.

" Lo kapan jadi MARIO TUGU?, Kayak Motivator aja".

Ucap Wisnu sambil melangkah menuju dapur.

Ternyata kami sudah di sediakan Sate Madura Oleh tuan rumah.

"Wahhh mantap ni".

Ucap Wisnu yang langsung saja melahap sate tersebut tanpa mengucap sepatah do'a.

" Bismillaaaaah duluuuuu broooooo"

Ucap Rio kepada Wisnu.

"Oh iya Lupa, Bismillahirrohmanirrohim".

" Telaaattt, Makanannya udah masuk duluaan"

Ucap Danu.

"Kan serba salah, Gua makan gak baca bismillah salah, Gua makan baca bismillah salah juga, Memang wanita selalu benar, dan laki laki selalu salah dimata wanita".

Jawab Wisnu.

" Eluuuuu kira kita kita cewek?, Dasar cowok kurang kasih sayang hahahah".

Ucap Rio.

"Itukan Pasti kalau ngomong ada benarnya hhahah".

Jawab Wisnu.

"Buruan makanya, Bapak Arif lagi nungguin kita".

Gumam Ku.

" Ok, Siap Bos".

Jawab Wisnu .

Hanya sekejab saja bagi wisnu untuk menghabiskan sate yang berada didepannya.

Mungkin hanya dalam hitungan detik saja.

"Gilaaaa Lo Wis !, Itu mulut atau eksapator.?"

Tanya Rio.

"Tadi di suruh habisin ama Riko, Sekarang pas Gua habisin, Gua disalahin lagi, Memang Laki laki selalu salah dan Wanita selalu benar".

Jawab Wisnu.

" Udaaahhhh ****** lebaynya, Sejak kapan elu jadi lebay".

Jawab Rio.

"Habisin sate tu, Jangan bacot aja eluuu"

Jawan Danu.

"Tenang !!, Perut Gua masih nampung kalau Rio kagak mau".

Ucap Wisnu.

" Dasarrr perut karet".

Gumam Rio.

Setelah kami selesai sarapan, Kamipun kembali turun dari rumah.

Dibawah terlihat Bapak Gilang dan bapak Arif sudah lama menunggu.

"Gimana?, Udah terisi penuh energinya?"

Tanya bapak Gilang.

Wisnu pun langsung menjawab.

"Sudah dong pak"

Sambil mengelus perutnya.

"Kalau udah penuh semua, Kita langsung berangkat masuk hutan".

Ucap Bapak Arif.

" Iyadah, Silahkan berangkat".

Ucap Bapak Gilang.

"Kami permisi dulu pak".

Ucap Bapak Arif.

" Iya pak, Hati hati dijalan ya!, Semoga aman sampai kembali lagi".

Jawab Bapak Gilang.

"Aamiiinnnn".

Jawab kami semua.

Setelah itu kami pergi masuk hutan untuk kedua kalinya, dan berharap tidak terjadi apa apa.

# Bersambung#

Terimakasih buat yang sudah like dan selalu memberikan komentarnya.

Oh ya, Terimakasih juga atas kakak kakak yang selalu memberikan Votenya

1
elisa Fitri
aku udah baca dari tahun 2020 terus selalu kesini buat mastiin up lagi ternyata engga😭😭😭
Noyar
setidaknya beritahu jika hiatus. saya menunggu 2 tahun. bukan hanya saya yang menunggu tapi fans mu
Aifa 2 Jeddah
benar benar hilang desannya
Ayuk Witanto
minta di geplak emang si wisnu
Ayuk Witanto
suwi ora up,ngenteni pirang tahun iki
Ayuk Witanto
udah takut tuh ikan jadi2an.alhamdulillah bukan
Ayuk Witanto
kok takutnya tuh ikan penunggu sungai
Ayuk Witanto
Alhamdulillah akhirnya up
Mohammad Djufri
belum jelas ni arahnya, bang gintink eh sintink...😂🙏
Kiocty deva
kapan up bang..
Ayuk Witanto
dari sekian lama ku tunggu..kamu gak up thor
siti sufiya
ni kpn up nya udh setahun nungguin kelanjutannya 😑
Nanda
1 tahun lebih author menghilang, 2 tahun pembaca (saya) hilang juga
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author
Nur Amanah
ko GK sholat siy
Desfa
menarik
Ayuk Witanto
seru
Ayuk Witanto
gak up lagi
Nasyasonia
Saya suka banget cerita seru , kenapa lama banget Upx ya thoor
Fadilla Rahmadani
akhirnya setelah beberapa tahun nungguy
Ayuk Vila Desi
kok gak update lagi thor...kamu kemana?belum balik
Dafarizfi Tianto: author yg hilang dah setahun lo thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!