NovelToon NovelToon
Little Wife

Little Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:625.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mrs.A

"Apa yang harus Aku lakukan? Aku sudah kabur dari kejaran Juragan untuk tidak menikah dengan Thomas. Tapi sekarang, Aku harus menikah dengan Tuan yang sama sekali Aku tidak kenal".

Adinda Rahma adalah Gadis belia yang sangat cantik juga pintar. Ia baru berusia delapan belas tahun. Diusia mudanya, Ia harus rela kehilangan kedua orangtuanya dan harus menanggung hutang Bapaknya dan harus menikah dengan Thomas. Saat pernikahan, Dinda kabur dan saat itu Ia meminta tolong pada Pria asing untuk membawanya pergi. Ia bahkan mengatakan rela melakukan apapun. Saat sudah dibawa pergi, Pria itu menagih janji Dinda dengan bersedianya Dinda menikah dengan Pria yang jauh lebih tua darinya. Karena tidak bisa melakukan apapun, akhirnya Dinda menerimanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adam Sayang

Adam masuk kembali dengan perasaan yang kesal. "Dasar Alex sialan!". Gerutu Adam.

Adam mendorong trolli makan ke kamar Mereka dengan membawa paper bag besar juga. Dinda tengah duduk diatas tempat tidur dengan menggunakan jubah handuk nya.

"Sayang, kemarilah. Kita makan malam dulu". Ujar Adam.

Dindapun turun dari atas tempat tidur lalu menghampiri Adam. Merekapun memutuskan untuk makan malam. Mereka berdua benar-benar canggung apalagi mengingat kejadian beberapa waktu lalu.

Selesai makan, Adam mengajak Dinda duduk dibalkon. Adam duduk disofa sedangkan Dinda duduk dipangkuan Adam dengan memeluk leher Adam.

"Sayang, apa benar Kamu mencintaiku?". Tanya Adam.

"Apa Mas tidak percaya?". Tanya Dinda bingung.

"Bukan begitu Sayang". Ujar Adam.

"Mas, bagaimana Dinda tidak mencintai Mas, sejak kecil Dinda sudah didoktrin untuk mencintai Mas. Saat lulus Sekolah Dasar, Mas melamar Dinda. Mungkin saat itu Dinda tidak mengerti, tapi Mas bisa lihat selama Mas pergi, Dinda tidak bisa memikirkan Pria lain. Setiap waktu hanya Mas yang Dinda tunggu. Dinda tidak pernah mengagumi Pria lain selain Almarhum Bapak juga Mas. Dinda sampai kabur dari pernikahan dengan Thomas memang untuk siapa? Untukmu Mas. Mas masih tidak percaya bahwa Dinda mencintai Mas?". Tanya Dinda.

Adam terdiam. Adam tersenyum dengan jawaban Dinda. Adam mengusap pipi Dinda lalu mengecup lembut bibir Dinda. "Aku percaya". Ujar Adam dengan senyuman manis nya.

"Jadi, bisakan Kita lanjutkan yang tadi?". Tanya Adam dengan senyum nakalnya.

"Mas....". Dinda memukul pelan Dada Adam dengan senyum malunya.

Adam membawa Dinda menuju tempat tidur. Dinda hanya tersenyum malu melihat Adam.

"Kali ini tidak akan ada yang menggangu lagi". Bisik Adam ditelinga Dinda dengan sesekali menggigit kecil telinga Dinda.

Adam merebahkan tubuh Dinda diatas tempat tidur. Adam berada posisi diatas Dinda. Ia mengusap setiap jengkal wajah Dinda. Adam menciumi wajah Dinda. Dari kening, mata, pipi, hidung, lalu bibir Dinda. Adam mencium bibir Dinda begitu dalam. Jantung Dinda berdetak sangat kencang.

Setelah dari bibir, Ia menciumi leher Dinda. Terkadang Ia gigit kecil hingga meninggalkan bekas dileher Dinda. Dinda hanya diam. Ia benar-benar merasakan hal aneh yang belum pernah Ia rasakan. Ia menggigit bibirnya untuk tidak mengeluarkan suara yang ingin Ia keluarkan.

"Jangan ditahan, Sayang". Bisik Adam.

Sentuhan Adam membuat Dinda semakin panas.

Malam itu, adalah malam yang sangat indah untuk Adam dan Dinda. Adam yang awalnya tidak ingin menyentuh Dinda sampai berusia dua puluh tahun, namun tidak bisa Ia tahan karena godaan dari Dinda. Sedangkan Dinda hanya berfikir ini adalah salah satu tugas dan kewajiban Dinda sebagai seorang Istri.

Entah berapa kali Mereka melakukannya, sampai Dinda terlelap tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Adam memandang Istrinya penuh dengan cinta. Ia tersenyum melihat Istri kecilnya itu.

"Sayang, terimakasih untuk segalanya". Adam mengecup kening Dinda. Adam pun membaringkan tubuhnya disamping Dinda lalu terlelap tidur.

-----

Adzan berkumandang. Adam terbangun dari tidurnya. Ia memandang Dinda yang tengah tidur. Ia tersenyum melihat Dinda. Ia mengelus pipi Dinda lalu mengecup lembut kening Dinda.

"Sayang, bangunlah. Sudah subuh". Bisik Adam.

Dinda membuka mata Ia tersenyum melihat Adam yang sedang tersenyum padanya. "Pagi gadis kecilku". Ujar Adam.

"Mas....". Rengek Dinda. "Aku kan sudah dewasa". Gerutu Dinda.

"Iya, iya sudah dewasa, kalo tidak dewasa, tidak melakukan seperti Semalam ya". Ledek Adam.

Dinda tersipu malu. Ia membenamkan wajahnya didada Adam.

"Gadis kecil Mas memang sudah dewasa. Mas makin cinta sama Dinda". Adam memeluk tubuh Dinda.

Adam hanya terdiam setelah itu. Ia seperti memikirkan sesuatu.

"Mas kenapa?". Tanya Dinda.

"Kenapa?". Tanya Adam.

"Kenapa bengong?". Tanya Dinda.

"Tidak apa-apa". Adam mengelus rambut Dinda.

"Bohong, katakan kenapa?". Tanya Dinda.

"Mas merasa bersalah telah menidurimu". Ujar Adam merasa bersalah.

"Kenapa?". Tanya Dinda bingung.

"Mas tidak tega. Mas selalu berfikiran Kamu masih kecil belum dewasa. Jadi mungkin belum siap". Ujar Adam.

Dinda hanya tersenyum. "Mas, Aku sudah besar, usiaku delapan belas tahun bukan anak delapan tahun lagi. Lagipula, Aku sekarang Istri Mas jadi, apa yang Kita lakukan wajar kan? Sudahlah Mas tidak perlu merasa bersalah". Dinda memeluk Adam dengan erat.

"Kamu tidak sakit kan?". Tanya Adam.

"Ya masih sih Mas". Jawab Dinda.

"Aku telepon dokter ya?". Tanya Adam Panik.

"Tidak Mas, tidak usah". Jawab Dinda malu.

"Yakin?". Tanya Adam.

Dinda mengangguk.

"Yasudah, Mas siapkan air hangat untukmu ya, mungkin akan sedikit menghilang kan rasa sakit mu". Ujar Adam.

"Terimakasih, Mas". Ujar Dinda.

Adam tersenyum dan mengelus rambut Dinda.

Adam menyiapkan air hangat untuk Dinda. Setelah itu, Adam menggendong Dinda menuju kamar mandi.

Setelah mandi, Mereka sholat berjamaah. Sholat dengan Khusyu.

Setelah Sholat, Mereka duduk di balkon. Dinda duduk dipangkuan Adam.

"Tubuhmu enteng sekali Sayang. Kamu tidak makan banyak ya?". Tanya Adam.

"Ah Aku makan normal kok Mas, memang mungkin tubuhku yang susah membesar". Ujar Dinda.

"Tapi, itu cukup besar". Adam menatap Dada Dinda.

"Mas...". Dinda memukul pelan dada Adam.

"Mas jadi mesum gini deh". Ujar Dinda cemberut.

"Mesum sama Istri sendiri tidak dosa, Dinda. Ibadah malah". Ledek Adam.

"Ah bisa saja Mas ini".

"Untuk Dinda, apa sih yang tidak". Adam mencubit pipi Dinda.

Dinda memeluk tubuh Adam. "Terimakasih, Mas karena telah hadir dihidup Dinda saat semua telah pergi meninggalkan Dinda. Jika Mas tidak ada, entah hidup Dinda bagaimana menjadi Istri Thomas". Dinda menangis.

"Tenang Sayang, Mas akan selalu disampingmu. Jangan sedih ya". Adam mengecup kening Dinda.

"Promise?". Tanya Dinda.

"Promise, Gadis kecil". Jawab Adam tersenyum.

"Terimakasih, Adam Sayang". Dinda memeluk erat tubuh Adam.

"Adam Sayang?". Tanya Adam.

"Maaf Mas, Dinda tidak sopan memanggilmu seperti itu".

"Aku suka Kamu memanggilku Adam Sayang. Terdengar sangat manis". Ujar Adam. "Berjanjilah, Kamu akan memanggilku Adam Sayang selamanya".

"Itu hanya spontan saja. Aku tidak bisa memanggilmu seperti itu. Mungkin orang akan berfikir Aku tidak sopan padamu memanggil nama seperti itu".

"Dinda, kenapa Kamu selalu memikirkan apa kata orang? Kita tidak tergantung pada Mereka. Hidup Kita jalani sendiri. Hidup kita rasakan sendiri. Apa orang bisa merasakan apa yang Kita rasakan? Tidak Sayang. Berjanjilah, hidup bahagia tanpa perlu mendengar apa kata orang".

"Tapi....".

Adam mengecup bibir Dinda. "Tidak ada kata tapi, Dinda Sayang".

"Baiklah, Adam". Jawab Dinda yang masih canggung memanggil Adam dengan nama saja.

1
Lingga Aga
Kecewa
Lingga Aga
Buruk
Satria Wati
ma²nya damar orang tua kandung adinda
Satria Wati
ceritanya bagus dan sopan
Naufal Azka
smg nanti dpt ank kembar jg
Kristina Kartini166
knapa tidak bisa buka tuk bab berikutnya
Ni Wayan Meta Susanty
bagus ,dan menarik untuk di baca
Yullie Kasih
Adam nya oke, ujingnya gak enak tuh nama 😱
Mryn
nyimakkk
benkk benkzuu18
sooooooo long thor
Erna M Sitorus
lanjut ya Thor, ceritanya menarik klo gak dilanjut buat penasaran jadinya.
Lia Nurlela
lanjut lagi dong thor
@Yzma.Kh_
up dong thor
Wati Astuti
Karyamu bagus thorrr👍👍
Atik Pudji
semangaaat thooor💪💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
Atik Pudji
akhirnya berkumpul bahagia❤❤❤❤❤
salut nih sama authornya TOP👍👍👍👍👍👍
semangaaat thooor💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
Atik Pudji
selaluu banyak kejutan authornya👍👍👍👍👍
ini novel yg ke tiga saya baca semua banyak kejutan...terima kasih thooor👏👏👏
semangaaat thooor💪💪💪💪💪💪
salam.sehat
Atik Pudji
sempat shock baca nya
muantaaab nih authornya bikin jantung mau copot hehehehehhe...TOP deh authornya 👏👏👏👏👏👏
semangaaat thooor❤❤❤❤❤
salam sehaat selaluu
Atik Pudji
so sweet ❤❤❤❤❤❤❤❤
semangaaat thooor 💪💪💪💪💪
salam sehat selalu
Atik Pudji
makiin seruuuuuuu .....suka banget baca adam bucin akut hehehehehhe
semangaaat thooor💪💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!