(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29 - Salah Tingkah
Setelah berganti pakaian Gian kembali kekamar Hilya untuk tidur karna malam ini Hilya menginginkan untuk menemaninya beristirahat.
Clekk...
Pintu kamar terbuka dan menampakkan Gian yang sudah memakai pakaian tidurnya berwarna putih tanpa corak sedikitpun, benar benar manly.
Disisi lain Gian yang baru saja membuka pintu begitu tertegun melihat apa yang sekarang ada dihadapannya,,ia menelan ludah dengan susah payah saat melihat Hilya duduk di sisi ranjang yang tengah menunggunya dengan menggunakan baju tidur yang sangat sangat menguji iman.
Itu membuat Gian menegang seketika,, ia juga pria normal yang akan bereaksi melihat pemandangan seperti ini.
Tapi ia harus bisa menahannya, Hilya bukanlah siapa siapanya,, ia hanya ingin membantu gadis itu malam ini bukannya malah menginginkan sesuatu yang diinginkan Gian kecil dibawah sana.
"Mas? aku pikir kamu gak jadi tidur disini" Sebenarnya ia juga malu memakai pakaian ini didepan Gian, tapi mau bagaimana lagi sebisa mungkin ia membuat dirinya nyaman saat tidur.
"A.. aku kan sudah bilang akan menemani mu tidur" Gian masih belum bisa menormalkan detak jantungnya yang berdebar debar.
"Ehmm.. Baiklah ayok kita tidur ini sudah sangat malam" Hilya dan Gian pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang empuk Hilya.
Mereka berdua memejamkan matanya untuk segera tertidur, tapi sial Hilya masih belum bisa memasuki alam bawah sadarnya,, ia masih merasa gelisah entah kenapa.
Merasakan Hilya yang masih mengggerak gerakkan badannya membuat Gian tidak bisa tidur dengan nyaman.
Lantas ia pun berinisiatif memeluk Hilya dan membenamkan kepalanya dipundak milik Hilya.
"Tidurlah,, aku akan memelukmu" Ucap Gian dengan nada berat saat memeluk Hilya apalagi kini ia melihat Hilya ada di depannya begitu dekat,, membuat Gian menegang kembali.
"I.. iya aku akan tidur" Hilya sedikit terkejut saat Gian memeluknya tapi ia pun memejamkan matanya kembali dan tak lama Hilya pun terlelap dalam mimpinya.
Kini justru Gian yang tidak bisa tidur,, ia terus melihat benda didepannya yang membuat detak jantungnya berdegup kencang.
Ingin rasanya ia menggenggam benda tersebut, tapi akal sehatnya tidak mengizinkan Gian melakukan hal tersebut.
Ia pun bersusah payang untuk memejamkan matanya dan menghilangkan pikiran mesumnya saat ini,, dan akhirnya ia pun tertidur cukup lama.
•
•
•
•
Matahari telah menunjukkan sinarnya melalui celah celah jendela yang terbuka, Hilya terbangun lebih dulu dibanding Gian.
Ia pun mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan kontras cahaya diruangan tersebut.
Lalu pandangannya pun tertuju pada Gian yang masih terlelap sambil memeluknya dengan erat.
Dipandangnya wajah tampan Gian dari dekat, tak ada sedikit pun yang terlewatkan dari tatapan Hilya saat memandang lelaki yang tengah terlelap dengan damainya.
Ia pun terus memandang wajah itu sampai tiba tiba...
"Kau sudah bangun?"
Suara Gian mengagetkan Hilya detik ini juga, membuat nya gelagapan untuk menjawab pertanyaan Gian "I-iya a-aku sudah bangun"
"Hmm jam berapa sekarang?" Tanya nya dengan suara khas bangun tidur.
"Jam 6"
Lalu Gian pun melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempat tidur.
"Aku akan kembali kekamar untuk bersiap siap pergi kekantor, sebentar lagi nurul akan datang tunggulah disini" Lalu keluar dari kamar Hilya dengan gontai gontai.
Saat Gian membuka pintu untuk keluar dari kamar Hilya ia berpapasan dengan seseorang dan membuat orang itu terkejut.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe