Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18
Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.
Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?
yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Pejuang Garis Dua
Beberapa minggu setelah mereka pindah, Dita mulai terlihat bosan, semua aktifitas tidak ada yang terlewatkan, bahkan sesekali Dita jalan-jalan sendiri di tempat pelayanan jasa les privat. Letaknya tidak jauh dari apartemen Dita, hanya beberapa blok, hanya saja sedang libur panjang, tempat les akan dibuka selepas tahun baru.
Dita juga memiliki beberapa tetangga yang ramah, tampaknya Dita dan Kai lah pasangan termuda di lingkungannya. Tetangganya juga sangat baik dan peduli, bahkan sesekali sempat mereka berbelanja di swalayan secara bersamaan.
Keluarga Kajima sangat baik dan sederhana, mereka memiliki sepasang anak kembar, sering kali Dita bermain dengan anak tetangganya itu. walau berumur 5tahun anak keluarga Kajima sangat pandai dan begitu menggemaskan.
Belakangan Kesehatan Dita menurun, dia terlalu stress hingga tidak bisa menghubungi orang tua mereka, Dita bingung bagaimana nantinya menjawab jikalau dirinya belum hamil sampai saat ini. Dita juga hanya pasrah tidak ingin berharap kembali, tidak berani untuk mengetes kembali hamil atau tidak walau sering telat menstruasi.
Istri pak Kajima terkadang memberikan promil sehat kepada Dita, dia mengerti rasanya menjadi Dita sebab beliau juga mengalami hal yang sama sebelumnya. Dita mulai mengikuti saran istri pak Kajima untuk tidak mengkonsumsi makanan manis dan hanya makan, makanan sehat.
Dita bahkan membeli vitamin B dengan asam folat untuk promil. Selain itu berhubungan seks yang sehat juga mempengaruhi, berhubungan seks tidak harus sesuai jadwal, dianjurkan pagi hari agar mengurangi tingkat stress di diri kita.
Kai tengah sibuk dengam pekerjaan barunya, walau hanya beberapa jam saja, tetap saja Dita merasa kesepian. Dita merasa minder dengan kebahagian Gina yang sedang hamil. Kehamilan yang sudah menginjak 3-4 bulan. Dita hanya berani melihat nya melalui media sosial yang Gina punya.
Ting...tung....ting....tung...
Suara bell rumah Dita berbunyi, bergegas Dita keluar dan melihat nya dari layar kamera di rumahnya. Tampak istri pak Kajima didepan pintu membawakan Dita sesuatu.
Segera Dita membuka pintu dan mempersilahkan Keluarga pak Kajima masuk.
Dita mempersiapkan beberapa teh dan susu coklat hangat untuk anak-anak keluarga Kajima.
"Onegaishimasu"
(Silahkan)
Dita yang meletakan teapot dan 2 gelas berisi susu coklat hangat.
"Arigato, Dita san"
(Terimakasih, Dita)
balas wanita yang sudah berumur 37tahun itu.
"Byokidesuka? totemo usui"
(Apakah Kau sakit, pucat sekali)
tanya wanita bernama Kyoko itu.
"Nai...watashiwa ginkedesu"
(Tidak, saya baik-baik saja)
Jelas Dita.
Memang belakangan Dita merasa seperti meriang, mungkin suasanya yang begitu dingin, membuatnya gampang sakit. Dita juga malas mengkonsumsi obat, hanya sesekali meminum tolak angin.
"Kore watashi no otto kara okurimonodesu"
(Ini hadiah dari suami saya)
Kyoko memberikan sekotak Safron merah yang diperoleh suami Kyoko, Ketika melakukan perjalanan bisnis ke Turky.
"Arigato gozaimasu"
(Terimakasih banyak)
kata Dita yang menerima sekotak Safron asli Turky.
"Anata ni totemo yoi"
(Sangat bagus untuk mu)
jelas lagi Kyoko.
Dita memeluk wanita yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri. Dita merasa da yang sangat peduli dengan perasaannya saat ini.
Malamnya ketika Kai pulang dari memotret, tampak Dita yang merasa tidak enak badan terbaring di kursi depan televisi.
"Dit...sayang"
panggil Kai yang mendekati istrinya yang terlihat pucat.
"Kamu baru pulang"
Suara Dita yang lirih membuat Kai khawatir.
"Kamu sakit? badan kamu panas?"
kata Kai yang meletakan tangannya di dahi Dita,
"Aku enggak apa-apa, mungkin cuma masuk angin"
kata Dita yang hendak beranjak untuk memasakan makan malam untuk suaminya.
Namun ketika Dita berdiri, kepalanya terasa berat, perutnya terasa mual membuatnya terjatuh pingsan dipelukan suaminya.
"Dit...Dita..."
panggil Kai terus menerus, namun Dita tidak merespon.
Kai segera melarikan Dita kerumah sakit, takut istrinya kenapa-kenapa.
Jarak klinik tidak jauh dari rumah mereka, klinik yang buka 24jam ini memang termasuk layanan dari agen Apartemen.
Kai menggendong Dita yang pingsan, badannya terasa lebih panas dengan keringat dingin keluar dari wajah Dita.
Kai terus berlari hingga sampai diklinik tersebut. Dengan segera Dita ditangani dokter dan perawat. Mereka mulai memasang cairan infus, tidak lama hanya beberapa menit dokter memeriksa Dita.
Dokter tersebut mengatakan kondisi Dita yang terlalu stress hingga tidak memperhatikan kondisi nya yang tengah hamil muda. Usia kandungan yang baru 3 minggu sangat rentan dengan keguguran.
"Nishin chu?"
(Hamil)
kata Kai yang begitu senang mendengar perkataan dokter.
"Omedeto"
(Selamat)
kata dokter yang juga turut bahagia.
"Arigato"
(Terimakasih)
sahut Kai yang sumringah.
Bahkan Kai dengan senangnya mengabarkan kepada orang tua bahwa istrinya tengah hamil.
Keesokan paginya, Dita sibuk dengan. panggilan vidio dari orang tua mereka hingga ayahnya. Mereka sangat bahagia, mendengar akan segera mempunyai cucu.
"Ingat ya ta, pesen ibu dijaga kesehatannya"
kata Ibundanya yang begitu peduli kepada anaknya yang tengah hamil muda.
"Kai juga jagain Dita, jangan kerja terus"
celetuk ibunda Kai yang berada disamping ibunda Dita.
"Siap mih..."
kata Kai yang merangkul istrinya.
"Ya sudah kalian istirahat, Dita jangan boleh aktifitas terlalu berat dulu ya nak"
tambah ibunya lagi.
"Iya buk"
kata Dita yang kemudian mematikan ponselnya.
Dita tidak merasakan apa itu namanya ngidam, mual atau apapun yang dialami wanita yang sedang hamil, namun Dita merasa bahagia sekali, akhirnya penantian yang cukup lama Dita dan Kai akan segera menjadi orang tua. Perjuangan mereka yang awalnya tidak saling kenal hingga setuju dijodohkan, menikah lebih cepat dari rencana, tidak berani menghadapi Kai karena masih trauma tapi dengan sabar Dita akhirnya mulai beranikan membuka dirinya, sampai saat ini Dita selalu bersyukur jatuh cinta kepada Kai, mengandung anaknya membuat Dita sangat bahagia. Semoga pejuang garis dua di luar sana disegerakan Tuhan merasakan apa yang Dita rasakan. (Amin)
Kai bahkan sekarang fokus mengurus istrinya agar tidak stress dan tidak melakukan pekerjaan berat dirumah. Kai yang sangat perhatian terhadap istrinya bahkan mencari informasi tentang wanita hamil di internet, beberapa hal yang membuat wanita hamil tidak stress dan lain halnya.
Kai juga menambahkan buku bacaan untuk Dita agar tidak mudah stress atau bosan, Kai benar-benar ekstra menjaga istrinya, dia tidak ingin Kehilangan bayi yang dinantikan Dita dan Kai.
"Makasih ya sayang, aku sayang kamu"
kata Dita yang menikmati sekali menjadi ibu hamil.
"Sama-sama, aku juga sayang kamu"
kecup Kai di dahi istrinya.
Kai membuatkan salmon bakar untuk istrinya, beberapa masakan yang dilihat Kai di internet, masakan untuk mood seorang ibu hamil.
hay....hay.....
Jangan lupa like dan komen ya man -teman...
love you all 🥰
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
7in1
💕💕💕💕💕💕
Like 👍👍👍👍👍
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Rate ⭐⭐⭐⭐