NovelToon NovelToon
Lucky Daisy

Lucky Daisy

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / One Night Stand / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:576.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Spin Off Chelsea and The Ghosts


Dokter Lucky Buwono adalah seorang dokter umum di RS Bhayangkara Jakarta. Di usianya ke 36, dirinya masih betah melajang. Hingga suatu hari, dia dikirim ke Turin Italia untuk acara pertemuan semua law enforcement dan medis seluruh dunia bersama AKP Victor Sihasale.
Tanpa sengaja, dokter Lucky menabrak dokter forensik Daisy Mancini dan mendapatkan tamparan karena menganggap dokter itu kurang ajar.
Suatu malam, keduanya terlibat ONS akibat mabuk hingga Vicenzo Mancini, ayah Daisy murka dan menikahkan mereka berdua.
Bagaimana kah kehidupan pernikahan mereka sementara Daisy sudah nyaman bekerja di Turin dan Dokter Lucky tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di Jakarta? Ditambah sifat mereka bertolak belakang.

Generasi kedelapan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersedak

Apartment Dokter Lucky

Daisy menunggu cucian kering sambil membuat makan siang untuknya dan Dokter Lucky. Wanita itu merasa tidak enak karena tadi membuat suaminya tidak nyaman.

Apa harus aku minta maaf ? - batin Daisy. Bikin apa ya supaya pria menyebalkan itu tidak galau.

Daisy pun tersenyum. Buat ini saja.

***

Daisy tiba dengan membawa kantong makanan ke RS Bhayangkara. Tadi dia datang dengan menggunakan ojek online setelah bertanya pada Shea caranya. Wanita itu lalu berjalan ke ruangan suaminya dan melihat pria itu sedang melamun.

Daisy merasa bersalah karena membuat suaminya kacau. Bagaimana jika salah mengoperasi, bagaimana jika ada malpraktek... Daisy menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan bayangan jelek di pikirannya. Ingat Daisy, inner peace... Inner peace...

Daisy mengetuk pintu ruangan Dokter Lucky dan pria itu mendongakkan kepalanya. Wajahnya terkejut saat melihat istrinya di depan pintu ruang kerjanya.

"Jeng Daisy ? Naik apa ?" Dokter Lucky langsung menghampiri istrinya yang masuk sambil membawa tas kotak makan.

"Naik ojek online. Shea yang mengajari aku..." senyum Daisy. "Aku bawakan makan siang untukmu."

Dokter Lucky tidak menjawab tapi langsung memeluk Daisy. "Terima kasih istriku..."

Daisy tersenyum.

"Kamu bawain apa Jeng Daisy?" tanya Dokter Lucky sambil mengurai pelukannya dan menggandeng tangan istrinya ke meja kerjanya.

Daisy duduk di kursi depan meja dokter Lucky. "Lihat saja sendiri..."

Dokter Lucky pun duduk dan mulai membuka kotak makan itu. Matanya terbelalak melihat nasi dengan lauk ayam goreng, sambal matah, tumis sawi dan telur dadar ala Jepang serta sebotol ocha dingin.

"Jeng Daisy..." Dokter Lucky menatap istrinya dengan perasaan terharu.

"Maaf jika hanya ini yang aku buat ... " ucap Daisy dengan nada minta maaf.

"Sayang... Ini sudah sangat..." Dokter Lucky mengusap air matanya akibat terharu.

"Maaf..." ucap Daisy lagi.

"Sudah, tidak apa-apa... Ini mewah ..."

"Maafkan ucapan aku tadi saat sarapan..." potong Daisy. "Aku tahu aku salah ..."

Dokter Lucky yang sedang makan, langsung menghentikan gerakannya.

"Sayang, kita bicarakan soal itu nanti di rumah ya... Karena itu pembicaraan sangat dewasa. Untuk saat ini, aku ingin menikmati acara makan siang aku yang dibuatkan oleh istriku..." ucap Dokter Lucky sambil memasukkan nasi dan lauknya ke dalam mulut.

Daisy mengangguk. "Baik... Mas ..."

UHUK !

***

Dokter Lucky menatap sambil cemberut ke Daisy yang merasa bersalah membuat suaminya tersedak daging ayam gara-gara dipanggil 'mas'

"Maaf ..." senyum Daisy tidak enak karena tadi dia harus melakukan Abdominal thrust atau Heimlich maneuver yang merupakan teknik pemberian hentakan pada perut yang dilakukan dengan cara menekan area ulu hati secara kuat untuk mengeluarkan sumbatan benda asing di saluran tenggorokan.

"Jangan membuat aku terkejut saat makan Jeng Daisy..." pinta Dokter Lucky dengan wajah memelas dan beruntung hanya mereka berdua di ruangan itu.

"Aku lupa kalau kamu sudah mau 37... "

"Apa maksud kamu ?" Dokter Lucky langsung manyun saat Daisy menyebutkan usianya.

"Sudah masuk dewasa akhir ..."

"Masih Dewasa Jeng Daisy..." rengek Dokter Lucky. "Sudah, aku makan lagi. Sayang kalau tidak dihabiskan karena enak." Dokter Lucky menatap istrinya. "Ini serius, Jeng. Jangan buat aku tersedak lagi. Sudah syahdu."

Daisy tersenyum mendengar istilah aneh-aneh suaminya.

"Apakah kamu akan disini?"

"Setelah Turin ? Belum tahu."

Dokter Lucky mengangguk. "Semoga kamu segera mendapatkan wangsit selama di Turin ..."

Tiba-tiba pintu ruangan Dokter Lucky terbuka membuat pasangan suami istri itu menoleh.

"Dok ! Tolong bantu di IGD ! Banyak korban kecelakaan karambol di tol Cikampek!" pinta juniornya.

"Berapa korbannya?" tanya Dokter Lucky sambil ke wastafel untuk mencuci tangan.

"Yang kemari sekitar sepuluh korban ! Entah di rumah sakit lain !"

Dokter Lucky mengangguk. "Aku segera kesana." Pria itu mampir ke istrinya dan mencium bibir Daisy. "Tunggu sini. Jangan kemana-mana."

Daisy mengangguk dan Dokter Lucky segera mengikuti juniornya.

***

Hampir tiga jam Daisy menunggu lalu dirinya menghubungi Dokter Emilio melalui iPadnya guna membahas tentang proses pengadilan bulan depan.

"Aku tahu kamu masih bersama dengan suamimu, Daisy, tapi ini juga sangat pentin," ucap Dokter senior ahli patologi yang juga mengambil forensik serta salah satu dokter terbaik di Turin.

"Aku tahu itu Dok dan aku akan pulang ke Turin dua hari sebelum tanggal sidang. Suamiku bisa memahami situasinya," jawab Daisy.

"Bagus. Aku tidak mau si pembunuh itu melenggang pergi tanpa dihukum !" ucap Dokter Emilio.

"Aku tahu..." jawab Daisy.

Keduanya pun saling berdiskusi tentang kasus yang membuat mereka harus dua kali melakukan autopsi demi mendapatkan bukti-bukti penting. Daisy lah yang menemukan DNA sang pelaku dari balik telinga korban.

Daisy masih melakukan panggilan video ketika suaminya datang dengan snelinya terkena darah dan wajahnya tampak lelah.

"Aku harus pergi dok ... " pamit Daisy ke dokter Emilio.

"Oke Daisy ... Salam buat suamimu." Dokter Emilio mematikan panggilannya.

"Siapa Jeng Daisy?" tanya Dokter Lucky sambil melepaskan snelinya dan menyimpannya ke dalam kantong plastik. Pria itu duduk di kursinya dan menyandarkan punggungnya.

"Dokter Emilio. Kami membahas soal sidang bulan depan. Bagaimana keadaaan IGD ?" Daisy menatap Dokter Lucky yang duduk dengan wajah lelah dan melirik jam dinding yang menunjukan sudah pukul empat sore. "Rough Day?"

"Very."

"Berapa korban meninggal?"

"Enam."

"Korban hidup?"

"Empat dengan satu kritis karena paru-parunya kempes satu dan sekarang di ICU."

Daisy menghampiri Dokter Lucky. "Mau pulang ?"

Dokter Lucky mendongakkan kepalanya ke arah istrinya yang berdiri di depannya lalu memeluk tubuh Daisy. "Terima kasih datang di saat yang tepat."

"Kenapa ?" tanya Daisy sambil mengelus punggung Dokter Lucky.

"Hari ini memang hari menyebalkan!"

***

Apartemen Dokter Lucky

"Aaahhh... Sana dikit.. Iyes. situ...Ah nikmatnya..." Dokter Lucky sedang posisi tengkurap saat Daisy duduk diatasnya untuk memijat punggungnya sebelum mereka bersiap untuk tidur.

"Jadi kasus Kebayoran Baru begitu ceritanya?" tanya Daisy sambil memijit punggung berotot suaminya diatas kasur.

"Iyes... Aduh enaknya... Saat kamu nangis habis Autopsi itu, ternyata tebakan kamu benar jeng Daisy."

"Bapak kurang ajar !" umpat Daisy marah sambil menekan lebih dalam punggung suaminya.

"Aduuuhhh... Jangan ditekan, Jeng ..." gumam Dokter Lucky.

"Sorry ..."

"Jeng Daisy..."

"Ya ...?"

"Dipertimbangkan benar ya permintaan aku supaya bisa bekerja disini ... Aku akan menggalau kuadrat pangkat sin cos tangen kalau kamu tidak disini..." ucap Dokter Lucky sungguh-sungguh. "Kan kita sudah berjanji akan mengusahakan pernikahan ini ..."

Daisy merebahkan tubuhnya diatas punggung Dokter Lucky. "Insyaallah..."

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Teuing Saha🙃
Suka banget sama ceritanya, seru dan gak ngebosenin..
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Akhirnya sampai diakhir juga, aku baca..
Teuing Saha🙃
Semoga saja
Teuing Saha🙃
Selamat ulang tahun, Dash🎂
Teuing Saha🙃
Nah lho/Facepalm//Facepalm/
Teuing Saha🙃
Oh ya Allah, kalian ini🤣🤣🤣
Teuing Saha🙃
Bapaknya Kenzie bisa ngamook juga ternyata🤭
Teuing Saha🙃
Lha, berarti aku hampir sama tuanya dengan Dokter Lucky🤣🤣
Teuing Saha🙃
Malah ikutan merem, kamu Dash/Facepalm/
Teuing Saha🙃
Selamat menempuh hidup baru, Hana dan Madhava..
Teuing Saha🙃
Ya ampuuuunnn/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣🤣 Sabar ya, Ai
Teuing Saha🙃
Sama aja kalian berdua/Facepalm/
Teuing Saha🙃
Mestinya pakai gamis sekalian🤭
Teuing Saha🙃
Minta digetok bolak-balik ni orang
Teuing Saha🙃
Sering banget nonton kedua film ini😄
Teuing Saha🙃
What? tega dia kata/Hammer/
Teuing Saha🙃
Bagus Pak Wahyu, lebih baik seperti itu
Teuing Saha🙃
Aku juga salah satunya🤭
Teuing Saha🙃
Sudah terkontaminasi juga/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!