Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"
Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SATU PER SATU AKAN TERUNGKAP
" Su.. Surat pengalihan saham?" Zayn mengerutkan keningnya. " Apa ini sayang? Kamu mengambil saham milik mas? Kapan mas menandatangani berkas tranfer ini?" Selidik Zayn. Ia merasa tidak pernah tanda tangan surat cerai ataupun surat pengalihan saham selama ini. Ya, tanpa Zayn sadari dua dokumen yang Velin sisipkan ke dalam dokumen perjanjian kerja sama waktu itu adalah dokumen perceraian dan pengalihan saham.
" Kenapa? Apa tidak boleh?" Bukannya menjawab, Velin justru balik bertanya.
" Ah bukan begitu sayang. Jika memang kamu mau, mas bisa memberikan segalanya kepadamu asalkan kamu tidak jadi bercerai dari mas." Sahut Zayn. " Jangan kan saham, bahkan semua aset yang mas miliki akan mas berikan kepadamu. Kita rujuk ya." Imbuh Zayn menggenggam tangan Velin.
" Heh rujuk." Sinis Velin menarik tangannya. " Aku tidak sudi memiliki hubungan dengan pria sepertimu mas. Dan bagaimana aku bisa mendapatkan tanda tangan itu kamu tidak perlu tahu. Mulai sekarang kita sudah bukan siapa siapa lagi. Semua urusan keluarga sudah bukan menjadi urusanku lagi, begitu pun sebaliknya. Kau tidak bisa mencampuri urusanku lagi. Kita jalani hidup masing masing." Ujar Velin.
" Tidak sayang, mas mohon! Jangan tinggalkan mas! Mas tidak bisa hidup tanpamu." Ujar Zayn.
" Memangnya kamu masih punya apa buat di kasih ke aku? Kamu sudah tidak punya apa apa mas. Rumah, mobil, saham bahkan tempat spa yang kamu berikan kepada tante Siska sudah jadi milikku semua. Semua itu hasil dari harta gono gini selama pernikahan kita."
" Apa???" Pekik nyonya Yuli. Ia menatap Velin dengan tajam, " Apa maksudmu menguras semua harta milik putraku hah? Kamu tidak berhak atas semua itu. Kamu tidak ikut andil dalam usahanya, jika kau meminta, maka kami akan memberikan sebagian saja bukan semuanya." Ujarnya.
Velin menatap ibu mertuanya, " Ma, apa mama lupa siapa yang memberikan uang paling banyak ketika mas Zayn membeli rumah?"
Nyonya Yuli bungkam begitupun dengan Zayn. Mereka berdua sama sama tahu uang siapa itu.
" Itu aku ma." Ucap Velin menunjuk dirinya sendiri. " Aku membayar tujuh puluh persen dari harga rumah itu ma. Itu bisa di artikan akulah pemilik sah rumah itu, bukan mas Zayn atau pun mama. Lagian di dalam sertifikat rumah itu, hanya ada namaku bukan yang lainnya." Imbuh Velin.
" Ya kamu benar sayang, ambillah rumah itu karena rumah itu milikmu." Sahut Zayn.
" Lalu bagaimana dengan saham hah? Apa hakmu mengambil semua saham milik Zayn? Itu usaha Zayn selama bertahun-tahun ini. Mama tidak diam saja, mama tidak akan memberikan sepersen pun saham itu kepadamu." Ujar nyonya Yuli.
" Mama mau memberi atau tidak pada kenyataannya empat puluh lima persen saham yang mas Zayn miliki telah resmi menjadi milikku. Anggap saja itu sebagai kompensasiku karena mas Zayn telah mengkhianatiku. Atau anggap saja itu sebagai bayaranku menjadi istri mas Zayn selama tiga tahun ini. Aku sudah mengurus kalian dengan baik selama ini. Dan jangan lupa, perusahaan mas Zayn bisa seperti sekarang ini karena bantuan siapa? Bantuanku ma, tanpa bantuanku atau pun bantuan papa, mas Zayn bukan siapa siapa. Aku bisa membuat mas Zayn suskes, maka aku juga bisa menghancurkannya." Sahut Velin enteng.
Semua orang memandang rendah Zayn dan ibunya. Mereka tidak menyangka jika keberhasilan Zayn selama ini ada dukungan besar dari istrinya.
" Dan ya." Velin menatap Siska. " Di rekening mas Zayn tercatat beberapa tansferan ke rekening tante Siska dengan jumlah besar. Maka aku akan menagihnya karena uang itu milik bersama. Dan mas Zayn juga menggunakan uang bersama untuk membangun tempat spa, jadi tidak terkecuali tempat itu juga aku ambil semuanya. Sekarang mas Zayn sudah tidak punya apa apa lagi, apa kamu masih mau bersamanya tante Siska." Tekan Velin.
Bruk..
Tubuh Siska ambruk ke lantai, ia tidak menyangka jika Zayn tidak punya apa apa. " Lalu bagaimana dengan nasib anak ini kalau Zayn jatuh miskin?" Lirih Siska mengelus perutnya sendiri.
" Tenang saja, aku sudah atur masa depan anak itu. Bukan kah anak itu akan menjadi milikku? Jadi tante Siska tenang saja." Sahut Velin.
" Mama tidak terima." Ucap nyonya Yuli.
" Terima atau tidak, beginilah kenyataannya." Tegas Velin.
" Kembalikan semua milik putraku!" Nyonya Yuli menarik baju Velin.
" Lepasin ma!" Ucap Velin.
" Dasar kamu wanita jahat, kamu telah merampas semuanya dari putraku. Aku akan buat perhitungan padamu. Aku akan membunuhmu. Aku akan.." Nyonya Yuli hendak menjambak Velin, namun Bram lebih dulu mendorongnya.
Brugh...
" Zayn!!!" Bentak Siska menatap nyalang sang putra.
" Mama." Zayn menolong ibunya.
Siska masih menatap Bram, " Buka mata kamu lebar lebar. Dia hanya memanfaatkan kamu saja agar kamu menentang mama, nak. Dia hanya menjadikanmu alat balas dendamnya saja. Sadarlah nak! Dia tidak mencintai kamu. Dia hanya... "
" Aku tahu." Sahut Bram membuat Siska bengong.
" Tidak apa apa kalau Velin hanya memanfaatkan aku saja, aku akan menerimanya. Aku bahagia bisa masuk ke dalam kehidupannya meskipun hanya jadi pion saja. Meskipun dia tidak mencintaiku tapi cintaku tulus kepadanya."
Deg...
Ucapan Bram begitu menyentuh hati Velin. Ia tidak menyangka jika pria yang ia manfaatkan memiliki kelapangan dada.
" Dasar wanita jahat!!! Tuhan akan mengutukmu." Teriak nyonya Yuli menunjuk Velin.
Velin menatapnya sambil bersedekap dada. " Dimana kesombongan mama selama ini? Bukan kah mama menyombongkan diri sebagai orang terkaya di negeri ini? Mama begitu membanggakan harta mama sampai sampai mama takut aku tidak punya keturunan? Sekarang mama bisa mengurus calon cucu mama dengan uang mama sendiri." Ujar Velin.
Daniel maju menengahi mereka. " Saya sebagai pengacara dari nona Avelin, menyatakan bahwa dokumen dokumen yang saya bawa itu resmi dan sudah mendapat persetujuan kedua belah pihak. Dengan adanya dokumen tersebut maka tuan Zayn dan nona Avelin telah resmi bercerai. Besok akan ada rapat pengangkatan direktur baru perusahaan, di mohon tuan Zayn datang tepat waktu."
Zayn memejamkan matanya, hatinya pedih karena ia telah kehilangan semuanya. Kehilangan wanita yang sangat ia cintai dan pekerjaan yang selama ini ia impikan.
" Hilanglah sudah semuanya Zayn. Kenapa kamu bisa menikahi wanita licik seperti itu? Bagaimana nasib kita setelah ini." Ucap nyonya Yuli putus asa.
" Aku tidak memikirkan harta ma, yang aku pikirkan bagaimana caranya kembali kepada Velin." Ujar Zayn.
" Kamu benar benar di butakan cinta Zayn."
" Heh, cinta." Kekeh Velin. " Cinta yang mana yang mama maksud? Apa cinta mas Zayn yang telah membuatku menderita? Dengan bangga dia membawa wanita selingkuhannya dan mengatakan jika dia mengandung anaknya. Apa mama mau cinta seperti itu?"
Bram menatap Velin, " Velin, bukan kah kamu bilang kalau suamimu mandul dan wanita selingkuhannya mengandung anak orang lain?"
Deg...
Jantung Zayn terasa berhenti berdetak.
" A.. Apa? Apa maksudnya aku mandul? Dan apa maksudnya mengandung anak pria lain?" Tanya Zayn mengerutkan keningnya.
" Ya, kamu memang mandul mas. Dan tante Siska mengandung anak orang lain." Sahut Velin.
Jeduarrrr...
" Jangan percaya Zayn, kamu tidak mandul. Yang mandul dia." Sahut Siska menunjuk Velin. " Bukti laporan sudah jelas kalau dia yang mandul bukan kamu. Dia hanya akan tarik ulur denganmu supaya kamu fokus mengejarnya lagi dan mengabaikan aku. Ini anak kamu Zayn, aku tidak pernah melakukannya dengan orang lain." Imbuh Siska.
" Iya sayang Siska benar, mas sudah lihat laporan dari rumah sakit xx kalau maaf... Kamu yang mandul." Ujar Zayn.
Velin terkekeh, " Jadi kamu sudah melihat hasil laporan itu sebelumnya?"
" Iya. Siska yang menunjukkan itu pada mas, ketika mama mendesak mas agar segera memiliki anak. Itu sebabnya mas mau menerima tawarannya. Mas menjadikan dia wanita sewaan untuk mengandung anak kita." Jelas Zayn.
Lagi lagi Velin terkekeh, " Memang di laporan itu tertulis aku yang mandul. Tapi apakah kamu tahu mas kalau laporan itu sudah aku palsukan?"
Deg...
" A.. Apa maksudmu sayang? Tolong berbicaralah yang jelas." Ujar Zayn.
" Untuk menjaga harga dirimu, untuk menjaga kehormatanmu, aku memalsukan hasil laporan itu. Sebenarnya yang mandul bukan aku tapi kamu."
Jeduarrr...