PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!
Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.
Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 29
Kini sudah enam bulan berlalu sejak terakhir kalinya, rumah tangga mereka kini dipenuhi dengan kebahagiaan dan kehangatan. Steve yang dulunya selalu bersikap dingin kini telah berubah menjadi hangat. Hatinya mencair karena ketulusan dan sikap baik yang di miliki istrinya.
"Kamu masak apa? Wangi bangett, jadi laper aku" ucap Steve yang kini sudah berada tepat di belakang Aletta
"Eh, Mas udah pulang?" tanya Aletta kaget karena Steve tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
"Kok aku bisa nggak sadar sih kalo mas udah pulang" sambungnya
"Gimana mau sadar coba, orang kamu fokus banget makannya" ucap Steve tertawa kecil menggoda istrinya.
"Iih apasih mas" ucap Aletta tersipu malu
"Buruan sayang, aku jadi laper banget" ucap Steve mendesak istrinya
"Iya iyaa, mas mandi dulu gih. Bau asem tau" ledek Aletta
"Iya iya" ucap Steve merengut sembari berjalan untuk pergi mandi.
"Mandinya jangan lama-lama ya mas, ntar dingin masakannya" teriak Aletta
"Iya sayangku iya, bawel banget sih"
Wajah Aletta bersemu memerah mendengar ucapan Steve. Meskipun ini bukan pertama kali suaminya memanggilnya dengan sebutan sayang, tetapi tetap saja hal itu membuat Aletta tersipu malu saat mendengarnya.
Selama enam bulan terakhir ini, Steve menjadi banyak berubah sejak kejadian di Villa dulu. Perubahan itu membuat Aletta menjadi sangat senang dan bahagia, kadang ia masih tidak percaya bahwa pernikahan mereka akhirnya berjalan dengan baik.
...***...
"Mas inget nggak hari ini hari apa?" tanya Aletta
"Hmm? Emang kenapa? Apa ada yang special?" Steve balik bertanya sambil memiringkan kepalanya taktau.
"Mas beneran nggak inget?" tanya Aletta lagi
"Kamu ulang tahun? Tapi ini kan masih bulan april sayang" ucap Steve yang membuat Aletta cemberut
"Hari ini tanggal 21.." ucapan Steve terpotong karena tiba-tiba mengingatnya "Ah, apa aku cuti saja hari ini?" tanya Steve sambil mengangkat dagu Aletta dan memainkan matanya.
Aletta menunduk pipinya memerah tersipu malu karena godaan suaminya itu "Aku akan pulang awal hari ini, kamu dandan yang cantik aku bakal jemput kamu" ucap Steve
"Aku akan berangkat sekarang, hari ini sarapannya aku tunda dulu. Karena aku nggak sabar pengen nyelesein kerjaan aku buru-buru biar bisa pulang lebih awal" ucap Steve sambil berjalan menuju teras rumah beriringan dengan Aletta yang mengantarnya hingga teras.
"Happy Anniversary Sayang" ucap Steve mengecup lembut kening Aletta.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.25 Aletta sudah selesai bersiap-siap tapi Steve tak kunjung tiba. Sebelumnya Steve mengatakan akan pulang jam 17.00 tapi kini sudah 1 jam lebih dari yang dijanjikan Steve belum juga kunjung tiba dirumah.
Aletta masih setia menunggu Steve dengan perasaan sedikit gelisah. Rintik hujan mulai turun deras hingga kini jam sudah menunjukkan pukul 19.00, Aletta pun menyambar ponselnya mencoba menghubungi Steve.
"Telepon Mas Steve kok mati?" gumam Aletta gelisah
"Mungkin mas Steve belum bisa pulang, apa mas Steve lembur ya?" Aletta kembali bergumam sambil menerka-nerka keberadaan suaminya.
Hujan turun semakin lebat, Aletta masih setia menunggu Steve hingga kini sudah menunjukkan pukul 20.25 tapi Steve tak kunjung datang juga.
Jam 21.45 malam hujan mulai reda, entah sudah berapa kali Aletta mencoba menghubungi ponsel Steve tapi sampai sekarang ponsel itu masih tidak dapat di hubungi.
Meskipun begitu ia tetap mencoba menghubungi Steve meski tidak ada yang berubah, ia menunggu kepulangan suaminya hingga tertidur.
"Sayang ayo bangun" suara Steve lirih membangunkan Aletta yang tertidur dengan make up diwajahnya dan berpakaian rapih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,
pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik