Pahitnya kehidupan selalu dialami Kate apalagi saat dia dijebak oleh kakak tirinya sewaktu menjalankan misi di Las Vegas, Kate hanyalah anak haram dan dia adalah pencuri profesional.
"Aku akan menghancurkan hidupmu dan membuatmu menderita untuk seumur hidupmu, Kate."
Karena sebuah tragedi membuat kakak tirinya membenci Kate dan menyalahkannya telah membunuh tunangannya, hal itu membuat Casey sangat membencinya.
Malam yang kelam menghancurkan segalanya, harga diri dan bahkan merubah semuanya.
Dia memutuskan untuk pergi karena ayahnya benci padanya, saat dia pergi dia dibantu oleh sahabat baiknya dan demi membalas budi Kate rela mencuri di rumah Albert Smith, dia bahkan rela menyamar untuk mendekati Albert.
Hidupnya dan anaknya mulai terancam saat Casey mengetahui keberadaannya dan mengancam akan melenyapkan anaknya!
Mampukah Kate menyelamatkan anaknya dari Casey? Bisakah dia mencuri dari Albert Smith untuk membalas budi, sedangkan rencana demi rencana jahat Casey terus mengancamnya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kami akan melindungi mommy
Saat pagi Kate meraih ponselnya yang berbunyi dengan susah payah, tangannya yang terluka benar-benar terasa sangat sakit.
Dia hanya mengobati luka ditangannya dengan obat seadanya saja, dia harap lukanya bisa cepat sembuh sehingga dia bisa bekerja tanpa kendala.
Setelah mendapatkan ponselnya dia segera menjawabnya.
"Ya?"
"Kate ini aku Charlos."
"Oh Charlos,ada apa?"
"Bos bilang hari ini kau tidak perlu datang bekerja."
"Benarkah?" Kate langsung tampak senang.
"Ya, bos bilang beristirahatlah dirumah."
"Terima kasih."
Kate begitu senang karena hari ini dia tidak perlu bekerja, setidaknya dia tidak perlu berusaha payah melakukan pekerjaannya dengan kondisi lengannya yang masih sakit.
Dia langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar, dia ingin melihat luka ditangannya dan memberikan obat kembali.
Kate berjalan mendekati lemari dan mengambil kotak obat dari sana setelah itu dia berjalan kearah sofa untuk membuka perban ditangannya.
Saat itu Matthew dan Michael keluar dari kamar mereka, mereka hendak mencari ibunya didalam kamar tapi pada saat itu mereka melihat ibu mereka sedang melakukan sesuatu diruang tamu.
"Mommy, what are you doing?" Si kembar langsung menghampiri ibu mereka sambil mengucek matanya.
"Oh my boy, mommy hanya ingin mengobati luka ditangan mommy sayang."
"Mommy terluka?"
Michael duduk disebelah kanan ibunya sedangkan Matthew duduk disisi kirinya, mereka tampak khawatir melihat tangan ibunya yang dibalut perban yang dipenuhi darah.
Kate hanya tersenyum dan mulai membuka perban ditangannya dengan hati-hati, perbannya memang sudah basah karena lukanya masih mengeluarkan darah.
"Mommy, siapa yang telah berani melukai mommy?" tanya putranya yang lebih tua.
"Benar, siapa yang berani melukai mommy katakan pada kami." ujar sibungsu pula.
Kate terkekeh dan mengusap kepala kedua putranya secara bergantian dengan lembut.
"Jika kalian tahu orang yang melukai mommy lalu apa yang akan kalian lakukan sayang?"
"Kami akan melindungi mommy dan kami akan mendatangi rumah orang yang telah melukai mommy dan akan kami bom rumahnya!"ujar sikembar secara bersamaan.
"Wow." gumam Kate tidak percaya,tapi walau begitu dia sangat yakin jika kedua putranya bisa melakukan hal itu jika sudah dewasa nanti.
"Ngomong-ngomong sayang, bagaimana dengan bom yang kalian buat waktu itu? Apa sudah jadi?" tanya Kate penasaran.
"Tentu saja mom dan sudah kami coba daya ledaknya." jawab Matthew.
Kate terbelalak kaget, apa yang diledakkan oleh kedua putranya? Jangan bilang mereka mencoba bom buatan mereka disekolah karena itu sangat berbahaya.
"Hei apa yang kalian ledakkan?" tanyanya dengan rasa was-was dihatinya.
"Mommy tenang aja, kami masukkan bomnya kedalam tanah didepan rumah barulah kami ledakkan." jawab Michael pula.
"Ya karena itu sampai dikira ada gempa dan rumah ini hampir rubuh." sela aunty Debora yang berjalan mendekati mereka.
"Astaga! Michael, Matthew itu sangat berbahaya!"
"Sorry mom, kami hanya ingin bermain." jawab sikembar sambil menundukkan kepala mereka.
"Sayangku Matthew dan Michael, kalian masih kecil jadi bermainlah seperti anak kecil lainnya. Mommy tidak melarang kalian untuk membuat bom tapi jangan diledakkan karena itu sangat berbahaya,oke?"
"Sorry mom, kami melakukan hal itu karena ingin tahu daya ledaknya saja."
Kate tersenyum dan mengusap kepala kedua putranya kembali, dia memang tidak melarang kedua putranya untuk mengembangkan bakat mereka tapi mereka masih kecil dan harus berhati-hati apalagi bermain dengan barang yang sangat berbahaya.
"Lain kali jangan diulangi dan pergilah mandi, mommy mau mengobati luka ditangan mommy."
Michael dan Matthew mengangguk,mereka bangkit berdiri dan sebelum berjalan pergi mereka memeluki ibu mereka dan menciumi pipi ibunya.
Kate Melihat kepergian kedua putranya sambil tersenyum setelah itu dia meminta aunty Debora untuk membantunya mengobati luka ditangannya.
Aunty Debora sangat kaget saat melihat luka yang ada ditangan Kate, apa yang telah terjadi?
"Aunty?"
"Ya Kate."
"Dimana Matthew dan Michael mendapatkan bahan untuk membuat bom?"
Aunty Debora diam saja, dia masih serius mengobati luka ditangan Kate tapi tidak lama kemudian dia berkata:
"Saat pulang sekolah, terkadang mereka mengajakku pergi kesuatu tempat untuk membeli sesuatu dengan uang jajan yang telah mereka kumpulkan dan terkadang mereka pulang membawa barang yang mungkin diberi oleh teman-teman mereka disekolah, dan bisa kau lihat mainan mereka hancur semua karena mereka bongkar untuk mencari sesuatu."
"Oh ya ampun."
Hati Kate sangat pilu mendengarnya, jadi kedua putranya tidak pernah jajan disekolah dan mengumpulkan uang jajan yang dia berikan untuk membeli barang yang mereka inginkan?
Dia sungguh tidak tega dan tanpa terasa air matanya mengalir dari kedua matanya,bdia sungguh sangat merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan kedua putranya.
"Jangan menangis Kate, kau wanita hebat dan sangat luar biasa. Aku sangat kagum padamu dan aku rasa, Michael dan Matthew sangat bangga mempunyai ibu sepertimu."
"Terima kasih aunty, aku hanya merasa kasian dengan mereka.aku belum bisa memberikan apa yang mereka mau dan aku belum bisa membahagiakan mereka."
"Jangan berkata demikian Kate, kau sudah berjuang untuk mereka hanya seorang diri dan kau adalah ibu yang hebat."
"Terima kasih aunty."
Kate tersenyum dan setelah selesai memberikan obat pada tangan Kate, aunty Debora berlalu pergi masuk kedalam kamar sikembar untuk membantu sikembar bersiap-siap karena mereka harus pergi kesekolah.
Kate juga bangkit berdiri dan menyimpan kotak obatnya, dia segera berjalan kearah dapurnya untuk membuat sarapan dan menyiapkan bekal untuk kedua putranya.
Setelah memakai seragam sekolah sikembar sudah siap untuk berangkat kesekolah, mereka masuk kedalam dapur untuk sarapan dan tentu saja Kate menemani kedua putranya.
Dia bahkan mengantar kedua putranya sampai mereka naik kedalam bus sekolah bersama dengan aunty Debora.
Kate masuk lagi kedalam rumahnya setelah kedua putranya pergi, karena hari ini dia tidak ada pekerjaan jadi dia memutuskan untuk merapikan mainan kedua putranya dan benar saja apa yang diucapkan oleh aunty Debora, mainan kedua putranya hancur berantakan karena dibongkar.
Entah apa yang mereka ambil tapi banyak komponen yang hilang dan sepertinya dia harus membelikan mainan baru lagi untuk mereka jika sudah punya uang.
Kate menarik nafasnya dan duduk disisi ranjang, dia hanya melihat mainan yang telah hancur diatas lantai.
Dia sedang berpikir,jika dia sudah gajian nanti dia mau mengajak kedua putranya pergi makan enak direstoran, mengajak mereka membeli mainan dan tentunya mengajak mereka melihat komputer yang mereka inginkan supaya mereka senang.
Kate bangkit berdiri, lebih baik dia membuang mainan yang telah hancur tapi pada saat itu terdengar suara pintu diketuk dari luar sana.
Kate mengurungkan niatnya dan berjalan kearah pintu, siapa yang datang kerumahnya?
Jangan bilang itu pemilik rumah yang ingin meminta uang kontrakan tapi ini masih belum waktunya, Kate membuka pintu dan sangat kaget saat melihat orang yang berdiri didepannya.
"Tidak mungkin, untuk apa dia datang?" katanya dalam hati.
Kate memundurkan langkahnya hendak menutup pintu itu kembali tapi orang yang berdiri didepan pintu langsung menahan daun pintu supaya tidak tertutup dan berkata:
"Kenapa kau mau menutup pintu ini kembali?"
Kate menggeleng dengan wajah pucat dan melangkah mundur,bagaimana sekarang?
#IKLAN,MAMPIR DINOVEL TEMAN YA#
emang org kyak casey jgm dikasih ampunn
oeeekkk 🤮🤮
duhh si.kembar nihh 😅😅🤣
sandra ini siapaa yaa lupita aku
ibunya pasti bahagia bs melihat pernikahan Kate