"Ugh ..." Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ...
sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.
"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"
Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.
Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.
Follow Ig : Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Pembalasan—2
"Selamat' Mas! Semoga kamu suka hadiah dariku."
SRET!!!
Fadli terdiam sejenak. Tubuhnya membatu. "Nayra!!" matanya terbelalak. "Apa maksud mu?"
Suara Nayra terdengar jelas di telinga Fadli. "Nayra!! Apa ini kamu' Nayra?" tanya Fadli—masih tidak percaya dengan suara istrinya di panggilan telepon.
"Kenapa mas? Kamu tidak percaya ini adalah aku!!"
"Nayra—"
"Hmmm!! Aku hanya ingin memberi tahu sesuatu kepada mu mas! Selamat atas perselingkuhan kalian!"
Tut!
Nayra memutuskan panggilan telepon.
Fadli terdiam. "Nayra!! Bagaimana mungkin kamu—"
Perkataannya terpotong, dirinya tidak bisa berkata-kata lagi. Semua itu adalah kebenaran. Namun yang paling aneh hadiah apa yang sebenarnya Nayra berikan?.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Di perusahaan.
"Pah!! Bagaimana ini? Semua orang mengatakan bahwa itu adalah aku!!" Ucap Aqila.
"Aqila kamu tenang sayang!! Papah pasti akan membereskan semuanya!" Ucap ayahnya — menenangkan Aqila.
"Bagaimana aku bisa tenang pah?! Reputasi ku bisa hancur ..."
Ceklek
Fadli yang baru sampai di perusahaan langsung masuk.
"Pah! Aqila! Apa yang terjadi?" Tanyanya saat masuk.
"Fadli .. Apa kamu sudah lihat video yang beredar?" Tanya ayah mertuanya.
"Sudah pah!"
"Lalu apakah itu kalian berdua?"
"Video i-itu —"
"Pah! Jangan banyak tanya! Sekarang cepat bantu aku agar nama baikku tidak tercemar." Potong Aqila.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Di sisi lain.
Di dalam perusahaan Ardiansyah, tepatnya di dalam ruangannya. Ardiansyah bertanya apakah rencana yang Nayra buat bisa memancing mereka semua.
"Nayra!! Apa kamu yakin, semua ini akan memancing mereka?" Tanya Ardiansyah kepada ku.
"Aku sengaja memburam kan wajah mereka!! Aku ingin membuat nya tertekan ... Tidak ada yang lebih baik selain menghancurkan Aqila terlebih dahulu."
"Kenapa kamu menghubungi suami mu?"
"Aku memancing suamiku yang pengecut itu, dirinya hanya bisa bersembunyi di balik nama keluarga ku."
Flash Back.
"Nayra!! Apa yang terjadi?" Tanya suamiku.
Setelah aku keluar dari ruangan itu, dirinya mengejar ku.
"Kamu bertanya apa yang terjadi, Mas?"
"Nayra!! Jawab aku! Kenapa kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu selamat! Selama ini aku—"
"Selama ini kamu senang bukan mas! Kamu senang kalau aku mati."
Aku memotong perkataan suamiku. Suara ku penuh amarah saat itu. Bukan hanya dia tapi keluarga ku juga. Aku menatap tajam wajah suamiku.
"Nay!! Apa kamu tidak tahu? Seberapa tersiksanya aku saat aku kehilangan kamu dan calon anak kita saat itu?"
"Hah!!" Aku tersenyum menyeringai. "Tersiksa? Apa kamu menyesal sekarang mas?"
"Iya!! Aku menyesal sekarang! Tolong maafkan aku Nayra ..." Wajahnya tampak begitu tulus saat meminta maaf kepada ku.
"Maaf mas! Tidak ada gunanya kamu menyesal sekarang ..." Aku mengambil kertas di dalam tasku. "Kamu bukan suami ku lagi, mulai dari sekarang!"
Plak!
Aku melempar surat cerai ke-wajah suamiku.
"Itu adalah surat cerai! Sekarang kamu bisa bebas bersama Aqila!! Aku tidak sudi lagi menjadi istri mu." Ucap ku tegas.
"Nayra .. Apa yang kamu katakan?" Melihat isi surat. "Tidak Nayra!! Aku tidak akan menceraikan mu."
"Sekarang aku bukan istri mu lagi ..."
Flash Back Off.
Aku berkerja sama dengan Ardiansyah, walaupun aku tahu konsekuensinya. Namun aku tidak lagi peduli. Hatiku sudah di penuhi oleh rasa dendam.
"Sekarang apa yang akan mereka lakukan? Setelah itu aku akan memberi tahu semuanya. Siapa diriku sebenarnya."
...══════ஜ▲ஜ══════...
Di rumah keluarga Atmadja.
Monica mendapatkan kabar bahwa ayah mertuanya kabur dari rumah sakit.
Tut ... Tut ... Tut ...
"Hallo Bu!"
"Ada apa?"
"Bu!! Ayah mertua ibu kabur dari sini! Maaf Bu kami telah lalai." Ucap petugas rumah sakit.
"APA?" Matanya terbuka lebar. "Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?" Tanya Monica. Suaranya keras dan mengerang, naik satu oktaf.
"Coba kalian cari!"
"Baik Bu! Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari—"
Tut!
Monica langsung menutup panggilan teleponnya.
"HAAA!!! Bagaimana bisa kakek tua sialan itu bisa kabur?" Monica bertanya-tanya di dalam hatinya.
Saat itu Monica belum mengetahui kasus yang menimpa Aqila.
Monica menghubungi anak buahnya untuk mencari ayah mertuanya.
Di saat itu, Aqila juga menghubunginya.
Tut ... Tut ... Tut ...
Monica mengangkat panggilan telepon dari Aqila.
"Hallo sayang."
"Mah!! Tolong aku Mah!!" Pinta Aqila lewat telepon. Suaranya terdengar begitu panik di telpon.
"Aqila!!! Ada apa? Coba ceritakan pelan-pelan, sayang!"
"Mamah, sudah lihat video yang beredar tentang ku?"
"Video apa sayang?" Tanya-nya.
"Aku kirim sekarang."
Ting! Tung!
Monica melihat video yang di kirim oleh Aqila.
SRET!
Monica terdiam sejenak, memperhatikan video itu.
Seluruh komentar merujuk pada Aqila — perempuan yang ada di video syur itu bersama dengan laki-laki.
"Aqila!! Apa yang terjadi? Kenapa mereka semua mengira itu kamu?" Bertanya dengan tegas. "Jawab Mamah dengan jujur! Apakah wanita itu adalah kamu?"
"I-iya, mah!!" Jawab Aqila jujur, suaranya terdengar pelan dan terbata-bata.
"Apa???" Monica terkejut setelah mendengar perkataan anaknya. "Aqila!! Apa yang kamu katakan? Kamu—" Monica langsung menutup teleponnya.
Ia tidak melanjutkan perkataannya, masalah bermunculan di hari yang sama.
Ayah mertuanya kabur dari rumah sakit, anaknya terkena scandal, yang akan menghancurkan reputasi nya.
Monica hanya berpikir satu hal.
"Nayra!!! Apa mungkin dia pelakunya?" Gumamnya bertanya dalam hati.
Namun saat itu Monica masih ragu. Walaupun semuanya terjadi setelah kedatangan Nayra! Namun ia tahu Nayra tidak memiliki kemampuan untuk melakukan semuanya.
"Tidak mungkin!!! Dia hanya anak lemah! Walaupun dia ingin membalas dendam, anak itu tidak mungkin punya kemampuan itu." Ucapnya sambil memijat pelipisnya.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Malam itu di rumah Ardiansyah.
"Aku sudah melakukan apa yang kamu minta Nayra!" Ucap Ardiansyah.
"Hmmm! Apa itu?" Tanya ku kepada Ardiansyah.
Aku merasa tidak meminta sesuatu kepada Ardiansyah. Apa yang sebenarnya aku minta kepadanya?
"Aku lupa! Kamu tidak meminta nya! Tapi besok akan aku tunjukkan kepada mu."
Saat ini aku masih bertanya-tanya? Apa yang sebenarnya Ardiansyah rencanakan. Rencana ku dan dia adalah sama. Yaitu menghancurkan seluruh keluarga Atmadja.
Tak ... Tak ... Tak ...
Ardiansyah perlahan mendekati ku.
"Nayra!! Ada satu yang ingin aku pinta dari mu"
Saat itu aku melihat wajahnya begitu serius, namun di sertai senyuman tipis namun terlihat begitu licik.
Ardiansyah semakin mendekat.
"Kenapa dengan mu?" Tanya ku kepada Ardiansyah.
Ardiansyah memegang tangan ku. "Nayra!! Diam sebentar."
Ardiansyah terus mendekat. Aku perlahan melangkah mundur kebelakang.
Tak ... Tak ... Tak ..
Hingga akhirnya punggung ku menyentuh dinding.
Aku bertanya-tanya di dalam hatiku. "Ardiansyah!!! Apa yang ingin kamu lakukan?"
Suasana menjadi canggung.
Hening —
Seketika wajah ku menjadi merah padam! Wajahnya semakin dekat denganku.
SRET!!!
Ardiansyah menggenggam tangan ku ke-atas. Mengunci pergerakan tangan ku.
Tubuh ku tersudut, di dinding dinding yang menyentuh kulit ku. Rasanya aneh! Tiba-tiba saja Ardiansyah berbeda dari sebelumnya.
Wajahnya mendekat. Aku mendengar suara nafas Ardiansyah yang memburu.
"Hmmm—"
...══════ஜ▲ஜ══════...
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...