Sumin terpaksa menikah dengan setyo akibat hamil duluan, hal itu mengakibatkan sumin mau tidak mau harus berpindah ke desa suaminya karena orang tuanya tidak mau menanggung malu atas perbuatan putrinya.
"Gak gak! Jangan tinggal di sini, kena sial aku punya anak kayak kamu. Bisa bisanya malah meteng disek, kalau prianya sugeh gak papa. La ini? Udahlah min minggaten ae seko kene, setres aku punya anak kayak kamu!" Maki mak jum sambil berkacak pinggang.
*****
"Silahkan dipilih! Mau pesugihan yang bagaimana? Menyusui tuyul? Babi ngepet? Kawin sama buaya? Uang balen? Kandang bubrah Atau pesugihan ikan bandeng dengan cara mengorbankan anak kesayanganmu? Dijamin! Kamu akan kaya mendadak dalam hitungan hari!"
selengkapnya>>>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mermaidku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29 lepas tali pocong
Sumin telah membujuk beberapa warga untuk bersuka rela mengurus jasad mak sarti, walaupun harus di iming imingi sembako yang entah dari mana uangnya.
"ayo bu, dapet sembok deh pasti, ayo aku yang jamin," bujuk sumin.
"takut aku ihh, dia ini pake ilmu hitam. Ilmu hitamnya bisa aja tidak menyukai kita," tolak bu jannah.
"bu, niat kita kan baik bantu mas rudi.... Jangan mikirin ilmu hitamnya, berdoa saja agar di lindungi allah. Sudah ayo bu, kasihan mas rudi sudah sebatang kara begini masa kita gak mau bantu,"
"hmm yasudah deh ayo, sebentar aku panggil suamiku dulu,"
"ya buk,"
"lumayan sudah 8 orang yang kesana, cukup tidak ya? Bapak bapak katanya akan datang nanti," gumam sumin.
"mbak..."
Tanpa menoleh sumin langsung bertanya, "kenapa num? Malam malam kesini? Laper?"
"siapa yang meninggal mbak?" tanya ranum.
"mak sarti, kamu kalau lapar masuk rumahku saja. Ada makanan di dapur,"
"tidak mbak, aku mau bantu kalian saja,"
"ayo min, ini suamiku juga mau ikut. Loh ini siapa min?" tanya bu jannah saat melihat ranum.
"karyawannya mas aris buk,"
"ohh ya sudah ayoo,"
Mereka ber empat berjalan beriringan di tengah sunyinya malam, tak ada percakapan satu sama lain. Namun itu tak bertahan lama saat mereka ber empat melihat pocong merah yang sedang berkeliling.
"ih rek sudah jalan aja dia jam segini, ayo kita kejar," ajak pak sodik.
"ih takut mas,"
"kalau kita kejar dan dapat, kita lepas talinya dan kita bakar. Pasti pemiliknya ikutan mati," ucap pak sodik membuat bu jannah geram.
"jangan to pak,"
"tapi meresahkan warga buk, sudah ayo kita kejar. Min ayo kamu kan berani,"
"dia juga menganggu aku sampai aku tidur di jalanan, ayo pak kita kejar," ucap sumin bersemangat.
"buk kamu langsung ke rumah Rudi ya, sudah banyak orang di sana. Aku akan kejar itu dulu sampai dapat,"
"ya pak, hati hati loh yaa,"
Bu jannah langsung masuk ke area rumah rudi, sedangkan pak sodik, sumin, dan ranum langsung mengejar pocong keliling itu.
"wehhh jancok! Tamat riwayatmu sekarang!" teriak pak sodik.
Pocong itu semakin cepat terbang menjauh, namun ia tak akan bisa bersembunyi karena tak ada pohon pisang untuk menghilang. Sebelumnya semua warga kompak memotong dan menghilangkan semua pohon pisang di kampung mereka agar pocong itu bisa segera di tangkap. Tentu saja ada yang tidak setuju, namun demi keamanan bersama akhirnya para bapak bapak langsung membabat habis semua pohon pisang.
Ranum yang juga setengah setan mulai menunjukkan gelagatnya yang makin liar mengejar pocong itu, ia meninggalkan sumin dan pak sodik yang masih berlari di belakang.
"huh awas ya ku tangkap kamu, tidak akan aku lepaskan! Kamu ini sudah menganggu orang orang tak bersalah!" gumam ranum.
Pak sodik dengan sepenuh tenaga lari dan menangkap pocong itu dari belakang, ranum dengan sigap menarik tali pocong itu dan menggenggamnya dengan erat. Pak sodik langsung menjauh dari pocong merah segede gapura itu, ia mundur di belakang ranum karena tiba tiba ia merasakan takut yang tak terbendung. Pocong itu diam membelakangi mereka bertiga, namun makin lama pocong itu makin transparan dan akhirnya menghilang.
"bakar bakar, mana pak koreknya?" pinta sumin.
"ehhh ini ini,"
Sumin langsung membakar tali itu sampai melebur menjadi abu, "ayo pulang,"
"kita tinggal tunggu rumah siapa yang terbakar," ucap pak sodik sambil mengelus dadanya.
"ayo sekarang kita bantu yang lainnya di rumah mas rudi,"
......................
Proses pemakaman mak sarti di lakukan malam itu juga, karena mereka takut jika menyimpan jasad seseorang terlalu lama di rumah.
"Alhamdulillah.... Tinggal masak masak saja kan ini? Aku pesan dari mas aris saja ya bu ibu," tawar sumin.
"iya, ini urusannya rudi, kamu sebagai tetangga ya urus aja. Warga akan bantu uang satu juta min, lainnya di tanggung keluarga," jelas bu laeli.
"njih buk,"
"assalamualaikum..."
"waalaikumsalam.... Pas banget nih si aris datang," ucap pak rt.
"ada apa pak memangnya?"
"sumin mau pesan belanjaan dari kamu saja untuk masak masak besok ini, pas kamu dateng jadi si sumin tidak perlu ke rumahmu. Bener to?"
"owalah, ya pak nanti saya akan bicarakan dengan sumin,"
Beberapa bu ibu dengan sigap langsung membereskan ruang tamu rumah rudi untuk di pakai tahlilan, mereka tidak mau jika rumah rudi terlihat suram dan menakutkan. Takut menjadi sarang jin, apalagi rumah itu bekas di gunakan untuk ilmu hitam.
Sedangkan bapak bapak yang sudah pulang dari pesarean langsung mengambil perabotan kampung dan berjaga di rumah rudi, termasuk pak sodik yang sekarang sedang menceritakan apa yang baru saja ia lakukan bersama sumin dan ranum.
"wah alhamdulilah, tinggal tunggu kabar ini mah," ucap salah satu bapak bapak di ujung.
"iya, kalau tidak di kampung ini ya mungkin di kampung sebelah,"
"kalau gini kan sudah tidak perlu was was lagi kita, bisa beronda lagi seperti biasa tanpa takut di ganggu,"
"bener bener...."
"kebakaran! Kebakaran! Tolong pak ada kebakaran....!" teriak Paiman, orang yang bekerja di rumah pak kasman.
"rumah siapa yang kebakaran?"
"pak kasman, ayo pak bantuin...!"
"owalah peliharaan dia ternyata? Pantes ya waktu kita mau bersih bersih dia melarangnya, jadi punya dia.... Pocong segede itu dapet dari mana ya emangnya?" tanya pak yanto.
"gali kuburan sih biasanya kalau pocong keliling gitu," jawab pak tris.
"memangnya ada orang segede pocong itu di kampung ini? Siapa memangnya orang yang sebongsor itu?"
"ada... Mbah mol, iya kan? Perawakan mbah mol kan tinggi, gede lagi badannya," ucap pak tris.
"mbah mol? emaknya Kasman itu? Walah walah emak sendiri di buat pocong keliling..... Nanti kalau istri atau anaknya mati apa mau di buat juga? Sesat amat," cibir pak sodik.
"jadi ini kita mau bantuin gak?" tanya pak rt.
"liat aja ayoo mau kita siram sampai sumur dan sungai asat juga gak akan padam,"
"yang lainnya pada jaga di sini ya," ucap pak rt.
Pak tris, pak sodik dan pak rt memutuskan untuk melihat kebakaran di rumah kasman, anak buah kasman sudah sekuat tenaga memadamkan api. Namun api tetap tak mau padam, sampai semua hangus dan tak bersisa baru api mulai bisa di jinakkan dan di padamkan.
"tuh kan? Nunggu habis dulu baru mau padam si api," ucap pak tris.
"itu kasman, ayo kita datengin," ajak pak sodik.
"ayo ayo,"
Pak kasman duduk di pelataran rumahnya sambil memeluk anak dan istrinya, untunglah tak ada korban nyawa di kabarkan itu.
"hartaku....."
"harta kita buk.... Bagaimana ini buk...." rengek pak kasman.
"man, kok bisa? Kenapa? Apa gas meledak?" tanya pak sodik basa basi.
"gak tau aku, lagi tidur tiba tiba kebakaran semua... Gimana ini hartaku...."
lah kamu hanya dpt 5jta,mana skt dan bengkak pula gandulmu
Kek aq loh tiap hari konsen krja jaga toko gtu alhamdulillah ada yg diandelin tiap buln.
Tpi aq jga pny hobi nyanyi jadi mayan lah ada tmbhan dri mgamen diapps sebelah bwt jajan skincare 🤭🤣🤣
Gak ngoyo woles aja klo gk mood ato gk enk badn ya rehat .
Semngt , jaga keshatan & enjoy ur life 🥰