NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Ayah Tiri

Terjerat Pesona Ayah Tiri

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Pelakor / Romansa / Tamat
Popularitas:142.1k
Nilai: 5
Nama Author: Grace caroline

Dia, lelaki yang kini menjadi ayah tiriku, adalah sosok yang takkan pernah ku lepaskan dari kehidupanku. Meskipun tindakan ini mungkin salah, aku telah mempersiapkan diri untuk menghadapi segala resikonya. Awalnya, dendamlah yang mendorongku mendekatinya, namun seiring waktu, cinta telah tumbuh di dalam hatiku. Tak ada satu pun pikiran untuk melepaskannya dari pelukanku.

Kini, ayah tiriku telah resmi menjadi kekasihku. Dia terus memanjakanku dengan penuh kasih sayang. Aku mencintainya, dan dia juga mencintaiku. Meskipun posisinya masih terikat sebagai suami ibuku, aku tidak peduli. Yang penting, aku merasa bahagia, dan dia juga merasakannya. Mungkin ini dianggap sebagai dosa, namun tak ada api yang berkobar tanpa adanya asap yang mengiringinya.

"Ayah, aku mencintaimu," apakah kalimat ini pantas untuk aku ucapkan?

AKAN LANJUT DI SEASON 2 YAA, HAPPY READING AND HOPE YOU LIKE:))

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace caroline, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29. Satu Minggu Lagi

Maaf kalau seumpama alurnya membosankan terus banyak narasinya ya guys. Tapi thank udah mampir. So happy reading dan see you in the next episode:))

.................................................

Lantas beberapa saat setelah Jelita berbisik dengan lembut di belakang tubuh Widya, tiba-tiba dia memutar tubuhnya dan menatap langsung ke arah Jelita.

Mata mereka bertemu, dan dalam sekejap, dunia di sekitar mereka seolah berhenti berputar. Hanya ada mereka berdua, terpaku dalam pandangan yang penuh makna.

Perlahan, senyum muncul di wajah Widya, diiringi dengan tangan yang terulur lembut menyentuh kening Jelita.

Mereka merasakan kehangatan yang terpancar dari sentuhan itu, seolah menyembuhkan luka dan kelelahan yang Jelita rasakan. Widya dengan penuh kasih sayang mengambil kain kompres dari baskom di atas nakas, lalu meletakkannya dengan lembut di atas kening Jelita.

Dengan lembut, Widya mengompres kening Jelita, mengusap-usap lembut kepalanya, dan berakhir dengan kecupan lembut di pipi Jelita.

Kecupan itu terasa seperti sentuhan malaikat, hangat dan lembut, seolah menyentuh langsung ke dalam hati Jelita. Rasanya seperti sebuah obat penawar yang menghilangkan segala rasa sakit dan kelelahan yang Jelita rasakan.

Dalam momen itu, Jelita merasa terharu dengan ketelatenan dan kepedulian Widya dalam merawatnya. Ia merasakan betapa besar cinta dan perhatian yang tersimpan di balik setiap gerakan lembut ibunya.

Rasa bahagia pun menyapu hati Jelita, sejenak melupakan segala rasa benci dan kekesalan yang ada dalam dirinya.

Entah mengapa, kebahagiaan begitu meluap dalam diri Jelita saat melihat bundanya seperti ini padanya. Rasa sayangnya membuat Jelita perlahan tersenyum. Terharu dan tentunya bersyukur.

Namun, ketika ia teringat akan dendamnya, Jelita pun menetralkan ekspresinya kembali. ia menurunkan senyumnya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Mencoba menepis perasaan bahagia yang menggerus hatinya. Mengusirnya dan menggantikannya dengan dendam yang membara.

Ia tidak bisa terus-terusan terlena dengan perasaan ini. Ia harus memfokuskan pikirannya agar segalanya dapat terlaksana sesuai rencananya.

Lalu Widya pun bangkit dari duduknya dan pergi keluar kamar, niatnya sih ingin pergi ke dapur untuk minum. Tapi Jelita yakin jika bundanya itu pasti menghampiri Revan ke kamar.

Pastilah hal itu yang bundanya lakukan dan dengan segala kekuatan yang tersisa Jelita pun bangkit dari tidurnya. Ia letakkan kompresan di dahinya di atas nakas, berjalan tertatih-tatih keluar kamar.

Ingin melihat kedua orang tuanya itu sedang melakukan apa di pagi-pagi seperti ini. Dan ya, setibanya di ujung tangga, ia melihat bundanya dan Revan sedang mengobrol di meja makan.

Keduanya tampak serius dengan pembicaraan mereka hingga tak menyadari kedatangannya.

Jelita terus menguping pembicaraan mereka hingga akhirnya ia mengetahui kalau sang bunda merajuk karena rencana liburan mereka yang gagal. Wanita bergelar ibu itu justru menyalahkan Jelita, ia menganggap bahwa sakitnya Jelita lah yang menjadi penyebab batalnya rencana itu.

Tidak sampai di situ, Widya juga menganggap Revan tidak mampu menjaga Jelita hingga akhirnya membuat belia 18 tahun itu sakit.

"Sialan! Jadi ini yang ia lakukan di belakangku," umpat Jelita di dalam hati ketika mengetahui kebenaran kalau kebaikan dan cinta kasih yang sang bunda lakukan kepadanya hanyalah pura-pura.

Rupanya seperti ini cara mainnya? baiklah. Bagus sekali taktiknya dan dari semua ini Jelita semakin bertambah benci pada bundanya. Dia yang bermuka dua membuat Jelita tidak tahan untuk berada lama-lama di tempat ini.

Ingin rasanya ia pergi ke apartemennya kalau saja tidak ingat dengan semua rencananya.

Lalu dengan penuh kemarahan Jelita pun membalikkan badannya dan pergi kembali ke kamarnya. Ia tidak ingin menegur mereka, setidaknya untuk saat ini.

Rasanya malas, terlebih jika itu harus ada drama-drama menjijikan yang ia yakini akan bundanya ciptakan nantinya.

Kini Jelita telah tiba kembali di dalam kamarnya. Di sana ia beranjak menuju ranjang, merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit ruangan.

Sepertinya kurang beberapa Minggu lagi sampai acara kelulusan tiba. Acara sakral yang akan merubah semuanya.

Jelita begitu bahagia sewaktu mendapati pengumuman jika kelulusan itu di percepat. Ya, di percepat hingga kurang dua Minggu lagi.

Awalnya dua bulan lagi, tapi tidak tau kenapa malah kurang dua Minggu lagi.

Sebenarnya Jelita terkejut, namun juga senang. Saat-saat ini lah yang dia tunggu. Ia nantikan hingga akhirnya tibalah saat itu.

Ini sudah dua Minggu sejak pengumuman itu, kini dengan berbalut kebaya cantik, Jelita di temani Widya dan Revan selaku orang tuanya naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan atas prestasinya di bidang kimia. Jelita pandai sekali dalam hal itu.

Jadi dalam kelulusan ini ia menerima penghargaan itu, sekalian beasiswa tinggi untuk kuliah di universitas ternama di kotanya. Hebat sekali bukan.

Namun, di balik senyum bahagia yang terpancar di wajahnya, Jelita merasa ada yang kurang. Ia merindukan sosok yang selalu memberikan dukungan dan semangat padanya, sosok yang selalu ada di sampingnya dalam setiap langkahnya. Sosok itu adalah Barata, ayah kandungnya.

Barata adalah sosok ayah yang luar biasa baginya. Ia bukan hanya seorang ayah, tetapi juga seorang sahabat, mentor, dan teladan bagi Jelita.

Setiap kali Jelita merasa lelah atau putus asa, Barata selalu ada di sampingnya, memberikan dukungan dan semangat yang tak tergantikan.

Ia adalah sosok yang selalu percaya pada potensi Jelita, bahkan ketika Jelita sendiri meragukannya.

Namun, takdir berkata lain. Barata meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, meninggalkan Jelita dalam kesedihan yang mendalam.

Kehilangan ayahnya adalah pukulan berat bagi Jelita. Ia merasa seperti kehilangan sebagian dari dirinya sendiri. Semua impian dan harapan yang mereka bangun bersama, seakan sirna begitu saja.

Saat ini, Jelita telah berhasil meraih kelulusan yang gemilang. Ia menerima penghargaan bergengsi dan beasiswa tinggi untuk melanjutkan kuliah di universitas ternama di kotanya.

Prestasi ini seharusnya membuatnya bahagia, tetapi di balik senyumnya yang terpancar, Jelita merasa ada yang kurang.

"Andai saat ini yang bersamaku itu kamu ayah, bukan Revan. Pasti aku akan lebih bahagia. Penghargaan ini terasa tidak ada artinya tanpamu di sisiku." batin Jelita sesaat ia mengingat Barata, ayahnya. Air mata pun mengalir di pipinya, merindukan sosok yang telah pergi begitu cepat.

...................................................

Kini setelah selesai dengan acara kelulusannya, Jelita dan kedua orang tuanya tampak duduk di dalam sebuah kafe merayakan hari kelulusan Jelita. Suasana penuh keceriaan terasa di antara mereka, dengan makanan lezat dan tawa yang mengisi ruangan.

Mereka makan-makan, happy-happy, dan merayakan kelulusan Jelita dengan penuh canda tawa.

Sebagai orang tua, tentu Widya bangga dengan putrinya. Namun, sejak keluar dari gedung sekolah, Jelita terus terdiam.

Dia terlarut dalam kesedihannya, teringat akan almarhum sang ayah yang tidak dapat hadir dalam momen penting ini. Hatinya terasa berat, dan ia merasakan kekosongan yang sulit diisi.

Melihat Jelita yang terus terdiam, Widya mulai meraih tangannya dengan lembut dan menggenggamnya.

Tatapannya penuh kehangatan, dan dia tersenyum lembut ke arah Jelita, sebelum akhirnya berucap dengan lembut, "Sayang, kamu kenapa sih, kok dari tadi diam aja?" tanya Widya, namun Jelita masih terus terdiam.

"Jel," panggil Revan dan karena panggilannya ini Jelita tersadar dari lamunannya.

Dia tersadar dari lamunannya, namun tetap memilih untuk tetap diam. Matanya terus menatap tajam ke arah Revan, penuh dengan kecerdasan yang tersembunyi di balik sana.

Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya, namun ekspresi wajahnya mengungkapkan segala siasat jahat yang tersimpan dalam pikirannya.

Dalam keheningan itu, terasa kekuatan yang menguar dari dirinya. Seperti seorang pemain catur yang sedang merencanakan langkah berikutnya, dia memikirkan dengan seksama setiap gerakan yang akan dilakukan.

Matanya yang tajam memancarkan kepercayaan diri dan kecerdikan yang mengintimidasi.

Meskipun tidak ada kata-kata yang terucap, kehadirannya sendiri sudah cukup untuk menyampaikan pesan yang kuat.

Kejelian dan kecerdasannya menjadi senjata yang tak terlihat, siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada di depannya. Dalam kesunyian yang menggantung, dia siap melancarkan siasat jahatnya dengan sempurna.

"Satu Minggu lagi." batin Jelita sembari tatapannya tetap terarah pada Revan.

"Satu Minggu lagi semua rencanaku dapat terlaksana dengan sempurna." tambah Jelita dalam hati.

Bersambung ...

1
Thoma Thoma
karena napsu Gadis muda kecanduan cumbuan sama ayah sambung, lanjutkan
Thoma Thoma
papa sambung hebat dapat perawan, mantap
Thoma Thoma
makanya jangan membangunkan sing lagi tidur,kamu akan kecanduan
cantiknya Suga💜
puaannjjjaanngg bgt thor, baru Bab 1..😮‍💨
Riska Riska
Smkinn seruu dan penasaran deh
◍•Grace Caroline•◍: makasih sudah mampir
total 1 replies
Safa Almira
hot
dhea arisanti
check-in woyy bukan login😭
Putri rahmaniah
jelita lebih cocok dengan Revan ,,dibanding sma ibunya Thor..
◍•Grace Caroline•◍: yes😇😇
total 1 replies
Norah Haderan
jadi penasaran
◍•Grace Caroline•◍: hehe nantikan terus ya kak
total 1 replies
Norah Haderan
guru kok gitu/Smug/
◍•Grace Caroline•◍: hehe maklum kak, udah cinta ya gitu😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!