"kalau kamu melanggar kesepakatan kita maka kamu akan denda sebesar 1miliar.."
karena ingin menghindari perjodohan paksa yang dilakukan oleh ibu sambungnya Sean Wiratama ,duda tampan kaya raya melaksanakan pernikahan kontrak secara rahasia dengan Berliana.gadis cantik pemberani yang mengaku jago bela diri yang secara tak sengaja ia temukan dipinggir jalan.
penolakan demi penolakan sering ditunjukkan oleh berlian yang merasa terpaksa menjadi seorang istri diusia muda.namun ancaman yang diberikan oleh Sean membuat nyalinya ciut! dan terpaksa menjadi istri yang penurut.
bagaimana seru nya kisah pasangan beda usia itu ? akankah berlian yang masih menyandang status pelajar itu bertahan dengan pernikahan nya atau dia lebih memilih meninggalkan Leon?
yuk simak bareng!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon calondra gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sentuhan bikin nagih
Taxi yang mengantarkan berlian tiba di halaman rumah tepat saat mobil milik Kenan juga terparkir di halaman.
Gadis remaja itu segera turun, demi menghindari kemurkaan sang suami. Sebelum ia sempat membayar kenan sudah terlebih dahulu menyerahkan lembaran uang merah kepada sang pengemudi taxi. Berlian merasa sedikit kesal karena sang supir taksi menyerahkan kembaliannya.
"tahu gitu mending pakai Ace aja tadi.."
sungut berlian yang telah bermandikan keringat. Tapi saat melihat sorot ajam mata sang suami , nyalinya pun kembali ciut.
"Audzubiilahiminassyaitonniroijim ... bismillahirrahmanirrahim..."
"ngapain kamu malah ngaji buat saya?" sergah kenan ,semakin geram dengan ulah istrinya.
"mau ngusir setan dalam tubuh om"
Sahut berlian lugu ,dan Kenan sepertinya sudah benar-benar akan kesurupan mendengar hal itu.
"masuk kerumah..!" perintahnya dan berlian langsung mematuhi tanpa bantahan.
"tapi itu taxi nya masih ada kembalian 40 ribu lagi om.."
"masuk..!" suara Kenan menjadi lebih tinggi, dan berlian tak berani lagi untuk menyahut.
Ia memasuki kamar dan Kenan mengikuti dari belakang. Laki-laki yang masih mengenakan kemeja lengkap dengan dasinya itu, langsung menyeret istrinya masuk kekamar mandi.
Ia menyalakan shower dan mengguyur sekujur tubuh berlian yang masih berpakaian lengkap. Menuangkan shampoo ke rambut gadis itu, walaupun berlian sudah berusaha memberontak.
"bau asap rokok, saya gak suka.."
Rambut dan wajah berlian penuh dengan bisa shampoo dan gadis itu berusaha menahan perih dimatanya, karena takut Kenan akan semakin murka jika ia protes.
Masih mengenakan bathrobe berwarna putih dengan rambut basah serta mata yang merah, berlian duduk dipinggir ranjang bersiap mendengarkan segala petuah dari suami tampannya, yang telah berdiri dengan gagah dihadapan nya.
Luapan kemarahan tak terelakkan lagi, dan gadis itu mendengar kan saja sambil menggigit-gigit kukunya. Ia telah menjelaskan tentang yura yang memaksanya untuk ikut dan tentang dirinya yang belum ada sejam berada ditempat itu. Tapi Kenan, seolah tak mempedulikan pembelaan istrinya.
"saya gak akan pernah lagi mengizinkan kamu kelayapan sepulang sekolah, dengan alasan apapun!"
"ingat peringatan terakhir lian! Sekali lagi kamu melanggar perkataan saya, kamu sekolah dirumah aja, gak ada tawar-menawar lagi!"
Kenan menghentikan bentakan demi menghirup udara yang banyak, dadanya naik turun karena terlalu emosi. Bayangan buruk terlintas dipikiran nya , tentang apa yang dilakukan istrinya tadi saat berada di club.
namun ketika sepasang mata indah itu menatap sendu kearahnya, Kenan langsung melunak .wajah polos berlian seakan menyihirnya untuk meredakan emosi.
"saya lapar om...belum makan"
Rengeknya manja yang langsung membuat Kenan iba.
"ayo makan dulu.."
Nada bicara Kenan berubah lembut. Ia mengulurkan tangan menggenggam istri kecil menuju ke meja makan.
Bi Pipin yang melihat situasi yang sudah mulai damai, langsung mengulum senyum nya. Dengan sigap ia menyiapkan makanan dimeja makan.
"duduk di sini..."
Kenan meletakkan istri nya duduk dipangkuan.kebiasaan yang sering ia lakukan untuk meredakan emosi terhadap gadis itu dan seperti nya berlian sudah mulai terbiasa.
Kenan melingkarkan tangannya diperut berlian , yang membuat nafas gadis itu tak lagi beraturan. Jantung nya mendadak berdebar-debar dan rasa lapar hilang seketika. Apalagi saat Kenan menyibakkan rambut dengan perlahan, hingga leher dan bahu gadis itu terekspos dengan sempurna . Sepertinya ini adalah bagian terfavorit.
Walaupun sebelah tangannya terulur meraih piring dan nasi, tapi berlian masih bisa merasakan hembusan hangat nafsu sang suami menyapu lehernya.
Semakin lama ,semakin membuat beli kuduknya merinding. Apalagi saat Kenan memberikan kecupan singkat di bahu serta lehernya. Dan tangan laki-laki itu bergerak lincah diperutnya.
"habiskan makanannya Lian..!"
Bisik Kenan saat berlian hanya diam mematung, gadis itu hanya mengangguk dan mulai meraih menu yang tersedia. Entah apa yang baru saja Kenan lakukan padanya dan sepertinya ia suka, sedikit kecewa saat sang suami menghentikan semua itu.
Makan malam selesai dan berlian kembali ke kamarnya seorang diri, sentuhan dan cumbuan Kenan masih terasa lekat, hingga berlian duduk diam dipinggir ranjang.
Tiba-tiba ia teringat dengan tugas sekolah yang belum selesai dan sebuah ide terlintas dikepalanya, untuk meminta bantuan kepada suaminya mengerjakan tugas.
Berlian meraih buku PR nya lalu membuka pintu kamar suaminya dengan perlahan. Kamar yang bersebelahan dengan kamar nya itu memang tak pernah dikunci oleh kenan. Agar berlian bisa masuk dengan leluasa.
berlian menghentikan langkah ketika tak melihat Kenan didalam kamar. Tapi sayup-sayup ia mendengar suara seseorang yang sedang melakukan percakapan melalui telepon di balkon kamar, dan berlian pun menguping dibalik jendela.
"oke, Widya. Aku senang kamu mau membantu untuk proyek kali ini. cause you now...susah untuk mencari model yang benar-benar profesional untuk produk ini."
Ucap kena pada seorang gadis yang bernama Widya, model yang biasa membintangi sabun -sabun merek terkenal.
"kapan kita bisa bertemu? We can have dinner, maybe?"
kluntang...
Terdengar suara gaduh dari arah kamar,dan Kenan bergegas mencari sumber suara.
"I call you letter , Widya."
Laki-laki itu memasuki kamar dan terkejut melihat perlengkapan diatas meja riasnya jatuh berserakan.
"ada apa ini Lian..?"
Kenan langsung bisa menemukan pelaku kerusuhan , yang seperti nya sengaja memberantakan mejanya.
"mau nyari deodorant ,taunya isinya hair spray semua. Abis om gak pernah beliin sih, jadinya saya mau nyolong punya om aja.kaku deh ketiak saya disemprot hair spray setiap hari."
Kilah berlian dengan wajah bete nya, padahal tadi ia sengaja menjatuhkan barang-barang untuk menghentikan percakapan sang suami dengan gadis itu.
"besok kita ke supermarket, kamu beli aja semua yang kamu butuhkan.."
Kenan berjongkok merapikan barang-barang yang jatuh kelantai.
"Duh ,yang mau dinner..!"
Sindir berlian pura-pura cuek menutupi kegalauan hatinya.
Kenan sempat bingung sejenak,lalu bis menebak jika berlian menguping pembicaraan nya dengan Widya.
"urusan kerjaan .biasa lah menjamu klien itu juga pergi ya bareng-bareng sama asisten saya."
Entah mengapa berlian merasa kesal, mulai penasaran seperti apa wajah gadis yang tadi dihubungi suaminya.
"cantik pasti ya ceweknya? Secara model gitu loh , udah pasti cakep-cakep. Asal gak ganjen aja kaya si 'ulat bulu'.."
"ulat bulu siapa?"
Tanya Kenan yang mendengar gerutuan istrinya dan berlian langsung membuang muka, sambil meremas-remas sprei. saking kesalnya ia melupakan tugas yang ingin ia kerjakan bersama kenan lalu melangkah kembali menuju ke kamarnya.
***
Kenan membuka pintu kamar istrinya dan melihat berlian yang sudah terlelap. Gadis itu menggenggam buku tulis yang sudah dicoret-coret olehnya.
berlian membuat sketsa gambar seorang gadis kecil yang sangat imut bak bidadari. Berdampingan dengan sosok mahkluk bertanduk yang mirip dengan iblis, dan ia menulis keterangan dibawah gambar itu, Berlian dan om Kenan.
udh kelas XII jga kan ampun ceritanya Kya cewe desa
semakin lama semakin modis dong bukan malah semakin udik