NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / CEO
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: xyniee

Berbagai cara telah dilakukan Angelica Jane untuk kabur dari neraka yang disebut sebagai rumah itu dan ribuan kali pula dirinya gagal dalam usaha pelarian. Tak sekali dua kali, bahkan berkali-kali. Vincent Federico-- iblis berkedok paras malaikat itu merenggut kebebasannya.

Sampai ketika, seorang pria misterius tiba-tiba datang dan membawanya pada sebuah kenyataan yang tak terduga. Kenyataan tentang rahasia masa kecilnya yang selama ini tidak diketahuinya sama sekali.

Memori serta ingatan asing perihal kejadian di masa lalunya mulai bermunculan, seolah ingin mengungkap dan mengingatkannya akan suatu hal yang selama ini dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xyniee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. Tunduk.

Sebuah lorong panjang tanpa pencahayaan seolah menyambutnya, Jane menatap lurus ke depan berusaha mencari dimana ujung lorong tersebut. Namun, hanya ada gelap dan hening di sekelilingnya. Perlahan kedua kakinya melangkah maju, berjalan guna menyusuri lorong tersebut dengan harapan bisa keluar dari tempat aneh ini.

Gadis itu berjalan dengan pandangan kosong, kaki tanpa alasnya sesekali diseret seolah terasa berat. Langkahnya terhenti kala merasakan sesuatu menetes mengenai wajahnya, Jane mengusap pipinya guna melihat cairan apa itu. Akan tetapi, tetesan tersebut semakin lama semakin banyak dan membasahi wajah Jane.

Kepalanya menggeleng panik, mencium aroma amis menyengat serta busuk dari cairan yang membasahi wajahnya. Gadis itu berbalik, berlari kembali ke tempat dimana ia berada sebelumnya. Namun, Jane semakin panik saat mendengar suara langkah ribut dari arah belakang, disusul tawa melengking tinggi sambil memanggil namanya seperti berbisik.

“S-siapa?!”

Sebuah tangan memegang bahunya, dapat dirasakan bahwa tangan tersebut kasar dengan kuku-kuku panjang menusuk kulit. Jane berteriak panik, menepis tangan menyeramkan itu dan menjatuhkan diri dengan posisi telungkup. Keringat membanjiri keningnya, jari jemarinya gemetar berusaha bangkit dan melihat ke belakang.

Sebuah wajah dalam keadaan setengah hancur dilihatnya tepat di depan mata, Jane membeku di tempat. Matanya bergetar tidak bisa bergerak, persendiannya terasa lemas saat tangan berkuku panjang nan tajam itu mencakar wajahnya secara tiba-tiba.

“ARGH!”

Jane menjerit kesakitan, daging di wajahnya seolah terkoyak hingga menjatuhkan potongan kecil daging pipinya ke lantai dengan cairan merah kental mengalir mengotori semuanya.

Dalam ketakutan, Jane berupaya bangkit dan kembali lari. Tiba-tiba lantai yang dipijaknya bergetar, gadis itu menoleh panik sambil terus berlari tanpa menoleh ke belakang. Lantai mulai runtuh dengan suara keras, Jane melihat ke depan dengan napas memburu. Ada sebuah besi panjang yang bisa membantunya, gadis itu mencoba meraih besi tersebut.

Lantai di belakangnya sudah runtuh total, hanya tinggal lantai yang dilewati oleh Jane. Ia mengulurkan tangannya, sedikit lagi bisa mencapai besi itu kemudian berpegangan erat tepat di detik-detik terakhir sebelum akhirnya semua lantai telah runtuh.

Jane berkeringat hebat, matanya melihat ke bawah tidak dapat melihat apapun. Wajahnya tiba-tiba kembali seperti semula, tidak ada bekas cakaran maupun luka menjadikan Jane kebingungan. Namun, yang lebih penting saat ini, adalah bagaimana ia bisa keluar dari tempat yang aneh ini. Air mata mulai membanjiri wajahnya sambil bergumam lirih.

“Siapapun, kumohon tolong aku ....”

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Dalam sebuah ruangan terdapat kotak kaca besar berada di samping tempat tidur, ada iringan musik yang mengisi keheningan di ruangan tersebut. Namun, yang menjadi perhatian, yaitu tubuh pucat Jane dengan mata tertutup kain lembut dengan motif bunga. Tubuhnya kaku, ada sebuah tali-tali yang menahan kedua tangannya agar tetap dalam posisi sama.

Rambut panjangnya digelung dan hanya menyisakan beberapa helai poni menghias wajahnya, tubuh kurus itu memakai gaun berwarna peach serta pita di bagian pinggangnya. Kesadarannya berada di ambang antara hidup dan mati, tidak bisa membedakan kenyataan dan halusinasi.

Jason benar-benar telah mengubahnya menjadi sebuah boneka hidup, pria paruh baya itu mengurungnya di kotak kaca besar dengan hati-hati. Tubuhnya serta wajahnya dirias, bahkan psikisnya sudah dirusak paksa dengan siksaan yang memanipulasi otaknya.

Gadis itu terjebak dalam jiwanya sendiri dan tak bisa keluar, ia seolah terkurung di sebuah ruangan gelap tanpa ada jalan keluar. Jane harus menghadapi ketakutannya sendiri, berusaha mencari pintu keluar agar bisa terbebas dari tempat aneh yang mengurungnya.

Jason berhasil membuat putrinya tunduk, mengikuti semua perintah dan keinginannya tanpa ada perlawanan. Pria itu tertawa puas dengan hasil pekerjaannya, proporsi tubuh dan wajah Jane yang sangat mirip dengan ibunya Viona menjadikan Jason semakin gila.

“My doll ....”

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Keberangkatan Vincent bersama Nicholas menggunakan helikopter, tak jauh dari sana mereka berdua beserta beberapa anak buah dari kedua pria itu akan turun dan menyusul sesuai rencana. Vincent juga sudah menghubungi Kenzo, memintanya mengirimkan beberapa orang untuk membantu serta memantau dari jauh.

Setelah diperhitungkan kembali, nyatanya tak terlalu banyak penjaga yang berjaga di rumah Jason. Namun, banyaknya jebakan di sekeliling rumah jauh lebih mematikan. Salah satunya, adalah jika mereka salah menginjak sesuatu maka entah itu panah atau belati bisa saja langsung menembus tubuh mereka.

Jebakan seperti ini lebih efektif saat berada di tengah-tengah hutan, karena sebagai bentuk pertahanan diri dari hewan buas ataupun penyusup. Jackson sudah memprediksi, sekiranya ada tiga puluh jebakan yang menanti. Maka dari itu, kewaspadaan harus ditingkatkan.

Vincent melirik Nicholas.

“Kau akan menghadapi Ayahmu, sedangkan aku akan membawa Jane pergi sesuai rencana.”

Nicholas hendak membantah, tetapi langsung diam tanpa merespon. Vincent mengatakan, jika ingin membuat Jason membayar semuanya maka Nicholas sendiri yang harus membalas pria itu. Selain karena mereka ayah dan anak, Vincent tidak memiliki hak apapun kecuali pada Jane. Gadis itu, adalah hak miliknya sepenuhnya.

Tak hanya itu, Vincent memang sengaja memberi kesempatan bagi Nicholas untuk membalas dendam. Bisa saja dia menghabisi Jason dengan mudah, tetapi Nicholas lebih pantas melakukan itu. Lagipula, dia hanya mementingkan Jane saja. Dia tidak peduli dengan masalah mereka, hanya ada satu hal yang dia pedulikan.

Setelah mendapat gadisnya, Vincent akan membawanya pergi sejauh mungkin lalu menikahinya, hidup bahagia dan memiliki anak-anak yang lucu. Itu sangat menyenangkan, bukan?

“Jangan berpikir untuk membawa Adikku, brengs*k! Kau masih memiliki urusan denganku,” geramnya.

Vincent hanya tertawa mendengar perkataan Nicholas, dia tidak peduli tentang itu. Setelah mereka sampai beberapa meter dari jarak rumah Jason, Vincent menyuruh Jackson untuk memeriksa serta mencari dimana jalan yang aman.

“Arah barat, di sana tidak terlalu banyak jebakan. Namun, anda harus tetap berhati-hati karena kami masih tidak bisa menyimpulkan pasti.”

Nicholas mengikuti Vincent, beberapa anak buah mereka mengikuti dari belakang bahkan ada yang berada di atas pohon untuk mengawasi. Mereka, adalah penjaga bayangan. Cukup sulit mencari jalan yang aman, mereka harus mengecek kembali jika tidak akan terkena jebakan.

Beruntungnya mereka berhasil masuk ke kawasan rumah Jason, Nicholas mengedarkan pandangannya. Menangkap sesuatu di balik jendela rumah tersebut, terdapat bayangan seperti manekin besar. Dia menyipitkan matanya, berusaha menajamkan penglihatan. Sedetik kemudian Nicholas terkejut menyadari bahwa itu bukan manekin, melainkan adiknya Jane yang tengah dicari-cari saat ini.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Jason memegang kotak kaca di hadapannya, mengelus bagian luar kaca tersebut dengan pandangan terkunci pada sosok Jane di dalam. Betapa indah putrinya bersama Viona, andai wanitanya itu masih hidup mungkin Jason akan menyandingkan mereka berdua. Pasti akan terlihat lebih cantik, memiliki dua wanita kesayangan miliknya.

Kulit putih porselen itu hampir senada dengan warna lantai, warna merah di bibirnya akibat polesan make up tipis dan lipstik menjadikan Jane lebih dari sempurna.

“Karyaku benar-benar sempurna, 'kan?”

Jason terkekeh.

1
Rendy
baguss banget alur cerita nya bagusss
ayfujoakut
Lumayan
ayfujoakut
Biasa
SK
lanjut thor
arafaq_9
semangat thor ❤
SK
alur yg sangatttttttt tidak membosankan,,, luar biasa sekali.terus up ya thor
xyniee_: thank youuuuu🥹🥹💗
total 1 replies
SK
ayooo kak up lagi
xyniee_: malam ini up yaaa💗
total 1 replies
Nia
semangat thor...lanjut
xyniee_: tunggu yaa!
total 1 replies
YAMEROO
semangat thor
xyniee_: terima kasih banyak atas dukungannya! tetap ikuti cerita ini yaa!✨
total 1 replies
meymey
maaf kepijit
xyniee_: waduh, kenapa bisa kecewa nih kak?🙏
total 1 replies
meymey
Buruk
xyniee_: aduh kenapa nih kak, boleh tolong jelaskan kenapa buruknya?😐
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
aduuh jangan deh Thor.. suka bgt sama y posesif thor
Yaniesulis Ahlame
kasihan vincent
xyniee_: nanti kita buat dia lebih kasihan gimana?😂
total 1 replies
miaMalaysia
to long bagi tajuk novel heroin dia nama Thalia plsssssss , kalau tahu laa;)
xyniee_: eh gimana gimana?
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
tak menunggu Jane merasa cemburu ke vincent/Drool//Drool//Drool/
xyniee_: dia penasaran aja itu kok/Chuckle/
total 1 replies
xyniee_
/Drool/
xyniee_: terima kasih banyak! terus ikuti cerita ini ya, dukunganmu sangat berharga!
total 2 replies
Teriablackwhite
iblis kek Vincent gak papa sih Thor, aku mah ikhlas sumpeh
Teriablackwhite
Bibir berkata Angelica Jane, otak mengatakan Angelina Joly 😭 mian thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!