Kalila gadis yang berasal dari negara indonesia , dia mengalami kecelakaan pesawat saat akan menuju ke Negara I untuk melanjutkan kuliah s2 nya , namun jiwanya bukan pergi ke alam baka , melainkan masuk ke raga seorang gadis cantik yang bernama NEVA QUEEN MARTINEZ .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Hugo tersenyum menatap istrinya yang sedang merias wajahnya di depan cermin , lalu dia perlahan mendekatinya , dan memegang kedua bahu Queen .
'' Ada apa ?'' . Tanya Queen , yang sedang memakai blushon di kedua pipinya .
'' Tidak ada '' . Sahut Hugo .
Lalu Queen memakaikan lipstik pada bibir kecilnya , dengan warna yang tidak terlalu cerah . '' Kenapa aku tidak tahu, kalau Kak Hugo punya stelan jas yang warananya senada sama gaunku ''. Ujar Queen , setelah mengoleskan lipstik di bibir kecilnya .
'' Oh , tadi saat di butik , aku meminta Jack untuk mencarikan setelan jas yang senada dengan gaun yang kamu ambil '' . Timpal Hugo , dan Queen hanya mengagguk anggukkan kepalanya.
'' Sudah ?''. Tanya Hugo melihat istrinya meletakkan lipstik yang di pegangnya .
'' Sudah , ayo kita turun '' . Ajak Queen .
'' Hem , Ayo '' .
Hugo menggenggam tangan Queen , lalu keduanya berjalan bersamaan keluar dari dalam kamar , dan turun ke lantai satu menggunakan lift , karna ulang tahun kakek Willson di adakan di dalam aula mansion , yang mana kini para tamu sudah mulai memenuhi aula mansion .
'' Kak Hugo '' . Seru seseorang yang berada di dekat Caludia .
Queen mengerutkan dahinya saat melihat kedekatan ibu mertuanya dengan Fiona , karna saat ini Fiona ada di tengah tengah Claudia dan Kakek Willson .
'' Hugo , Neva , sini '' . Panggil Caludia , dan mau tak mau Hugo dan Queen menghampiri mereka .
'' Malam Kak Hugo , Neva '' . Sapa Fiona .
'' Hem '' . Sahut Hugo malas , sedangkan Queen dia yang memang tidak menyukai Fiona jadi dia hanya diam saja , yang mana langsung mendapat teguran dari mertuanya .
'' Neva , kenapa diam saja , Fiona sedang manyapa kamu '' . Tegur Claudia membuat Fiona diam diam tersenyum mengejek pada Queen .
'' Malam juga Kak Fio ''. Sahut Queen malas .
Queen lalu melihat ke sekeliling aula , namun orang yang di carinya sama sekali tidak ada .
" Apa ibu tidak datang ?" . Batin Queen karna tak melihat keberadaan ibunya di aula acara .
'' Neva , apa kamu mencari ibumu ?'' . Tanya Claudia .Queen langsung menatapa mertuanya dan menganggukan kepalanya .
'' Tadi ibumu menelfon ibu, dia mengatakan jika tidak enak badan , jadi tidak bisa hadir '' . Ujar Claudia membuat Queen terkejut .
'' Kenapa ibu tidak memberitahuku jika tidak enak badan , '' . Sahut Queen khawatir , tapi juga tidak mungkin kalau dirinya pulang , sedangkan acaranya saja belum di mulai .
'' Cucuku , kalau kamu hawatir sama ibumu , pulanglah , Kakek tidak apa apa '' . Tukas Kakek Willson yang bisa melihat jelas raut hawatir di wajah Queen .
'' Tapi ,,, '' .
'' Tidak apa apa , pulanglah dulu , bukankah Ayahmu juga masih di luar negri '' . Potong Kakek Willson .
'' Sayang , ayo aku antar kamu pulang '' . Ajak Hugo , dan akhirnya dengan perasaan tak enak Queen meminta maaf pada Kakek Willson.
Akhirnya Hugo dan Queen pulang ke mansion Martinez , mereka berdua meninggalkan acara ulang tahun Kakek Willson , mungkin bagi Hugo dia sudah terbiasa tidak hadir ketika kakeknya ulang tahun , namun berbeda bagi Queen , gadis yang berasal dari negara yang suka julid , dan tetangga yang suka ghibah .
Mobil yang membawa Hugo dan Queen , sudah masuk ke halaman mansion keluarga Martinez , dan ketika keluar dari dalam mobil , Queen mengerutkan dahinya saat melihat mobil Ayahnya terparkir di depan garasi .
'' Ayah sudah pulang '' . Gumam Queen dan bergegas masuk ke dalam , bahkan dia sampai meninggalkan Hugo begitu saja .
Queen yang melewati ruang keluarga , dia menghentikan langkahnya ketika melihat keberadaan orang tuanya duduk di sofa .
'' Ayah , Ibu '' . Perlahan Queen mendekat ke arah mereka berdua , dan berjongkok di depan Ibunya.
'' Kata Ibu Claudia , Ibu tidak enaka badan , apa ibu sakit ?'' . Tanya Queen , dia sampai lupa tidak bertanya kedatangan Ayahnya , karna terlalu hawatir dengan ibunya .
Nina dia meremas tangannya , dia baru menyadari meskipun gadis di depannya sama sama perhatian , namun cara bicara mereka berbeda , putrinya sangat lembut dan terdengar manja , namun gadis di depannya meskipun sama sama memberi perhatian tapi cara bicaranya sedikit datar .
'' Dimana putriku '' .
Degh
Queen terkejut mendapat pertanyaan seperti itu dari Ibunya , begitu juga dengan Hugo yang baru masuk menyusul istrinya .
'' I,, Ibu '' .
'' Katakan dimana putriku ,,,!!'' . Sentak Nina , membuat Queen sampai memejamkan kedua matanya .
'' A,, apa Ibu sudah tahu semuanya ?'' . Tanya Queen gugup .
'' Iya aku tahu semuanya , sekarang dimana putriku ?'' . Ujar Nina dengan pandangan lurus ke depan .
Hugo yang juga terkejut jika mertuanya mengetahui rahasia istrinya , dia perlahan mendekati Queen dan membantunya berdiri .
'' Kenapa kalian berdua merahasiakan pada kami '' . Ujar Tuan Martinez kecewa , dia tadi saat baru pulang dari luar negri , istrinya menceritakan prihal raga putrinya yang di tempati oleh jiwa orang lain , awalnya Tuan Martinez tidak percaya , namun ketika di ingat ingat lagi perubahan Queen setelah kecelakaan mobil , dia percaya jika raga putrinya di tempati jiwa orang lain .
Hugo maupun Queen sama sama diam , mereka tidak tahu mau menceritakan darimana , terlebih dengan Queen yang takut jika apa yang terjadi dengannya dan raga Neva tidak ada yang mempercayainya .
Queen kembali bersimpuh di depan kedua orang tua Neva , sembari meremas kedua tangannya , lalu Queen menarik nafasnya dalam dalam .
'' Maaf kan saya Tuan , Nyonya , saya tidak ada niatan untuk merahasiakannya , hanya saja saya khawatir Tuan dan Nyonya tidak percaya '' . Ujar Queen menunduk .
'' Sekarang terserah Tuan dan Nyonya jika ingin mengusir saya dari sini saya rela , karna di sini memang bukan tempat saya '' . Tambah Queen .
Tuan Martinez dan Nina terdiam , di depannya saat ini memang putrinya , namun jiwa di dalam raganya adalah orang lain .
'' Lalu siapa nama kamu sebenarnya ?'' . Tanya Tuan Martinez .
'' Nama saya Kalila Queen Zivana , saya berasal dari Indonesia '' . Jawab Queen .
'' Ayah , aku mau istirahat , kepalaku pusing '' . Ujar Nina yang tiba tiba beranjak bediri .
'' Ayo , Ayah antar Ibu ke kamar '' . Kedua orang tua Neva meninggalkan Queen yang masih bersimpuh tanpa sepatah katapun .
Hugo perlahan berjongkok , karna melihat Queen yang masih bersimpuh dengan kepala tertunduk.
'' Sayang , ayo bangun , nanti kita cari waktu lagi untuk berbicara pada Ayah dan Ibu Neva '' . Ujar Hugo , dia tidak tega melihat Queen yang terdiam .
'' Aku ingin pulang ke apartemen Kak Hugo '' .
'' Iya , kita pulang ke apartemen '' . Sahut Hugo .
Hugo lalu membawa istrinya pulang ke apartemennya , dan selama perjalanan menuju apartemen Queen terus terdiam , sedangkan Hugo dia tidak berhenti mengelus surai hitam istrinya , yang bersandar di dadanya .
Di dalam kamarnya Nina yang berbaring di atas kasur , tidak bisa menghentikan tangisnya , sedangkan Tuan Martinez dia hanya berdiri sembari menatap lurus keluar jendela .
'' Hiks,,, putriku , kenapa gadis itu merebut ragamu , dia tega sekali '' . Gumam Nina terisak , dia masih tidak terima dengan apa yang terjadi dengan putrinya , Nina tetap menuduh jika Kalila yang membuat jiwa putrinya pergi .
" Ayah , Ibu ".