Tolong jangan tabung bab dan ikuti setiap babnya dengan teratur yah 🙏 terima kasih 🥰
Adelia Dheandri, seorang mahasiswi kedokteran berumur 21 tahun yang memiliki sifat ceria, ramah, dan suka berbuat baik dengan menolong orang lain.
Namun, siapa sangka jika suatu hari kebaikan Adel malah membuat dirinya terlibat dengan scandal percintaan dengan seorang artis?
Bukan hanya artis biasa, melainkan Artis ternama yang dijuluki sebagai the king of visual dalam dunia hiburan.
Apa yang akan terjadi dalam hidup Adelia ke depannya?
Yuk, ikuti kisah mereka semua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Sibuk Ponsel.
Adel langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar saat mendengar ucapan sang papa, sementara ibu dan saudara-saudaranya yang lain juga tampak tersenyum lega karena masalah yang terjadi berakhir dengan baik.
Setelah selesai, Adel bergegas ke kamar untuk segera istirahat. Begitu juga dengan yang lainnya karena memang hari sudah larut malam.
Sementara itu, di tempat lain terlihat Jhordy sedang berada di dalam ruang kerjanya. Padahal hari sudah sangat malam, tetapi dia belum juga beranjak pergi dari ruangan itu sejak melihat sesuatu yang membuat amarahnya berkobar dahsyat.
"Brengs*ek!" teriak Jhordy sambil menjatuhkan semua barang-barang yang ada di atas meja. Emosinya langsung meledak-ledak saat melihat sebuah potret yang dikirim oleh anak buahnya. "Si*alan. Kenapa dia bisa sedekat itu dengan keluarga tuan Fathir?" Suara teriakannya kembali menggema di dalam ruangan kedap suara tersebut.
Jhordy merasa benar-benar murka saat anak buahnya mengirim foto Dante ketika sedang bersama dengan Fathir, bahkan semua keluarga Fathir terlihat sedang berada di tempat itu.
"Tidak, aku tidak boleh membiarkan Dante dekat dengan mereka. Sebenarnya kenapa dia bisa bersama dengan anak tiri tuan Fathir, dan kenapa tuan Fathir malah membiarkannya? Bukankah mereka sudah menuntut Dante atas berita gosip waktu itu?" ucap Jhordy dengan penuh kesal. Kenapa hidup Dante selalu saja lebih beruntung darinya? Padahal susah payah selama ini dia menjatuhkan Dante, tetapi sekarang laki-laki itu malah dekat dengan anak dari pengusaha ternama di kota mereka.
Dengan cepat Jhordy menelepon anak buahnya untuk terus mengawasi apa yang Dante lakukan, tidak lupa menyuruh mereka untuk melaporkan semua itu padanya tanpa terkecuali.
"Kau lihat saja, Dante. Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup bahagia, tidak akan pernah!" gumam Jhordy dengan kedua tangan mengepal kuat. Entah dendam seperti apa yang dia miliki hingga bertekad untuk menghancurkan hidup Dante.
****
Beberapa hari kemudian, seperti biasa Adel terlihat sibuk di kampus untuk menyelesaikan skripsinya. Begitu juga dengan Faiz, walaupun laki-laki itu sudah mulai fokus mengurus perusahaan keluarganya.
Sejak mendapat izin dari sang papa, Adel kerap bertukar pesan dengan Dante. Mereka bahkan sudah beberapa kali saling berbicara melalui telepon, walaupun tentu saja yang sangat bersemangat adalah Dante.
Seperti saat ini, terlihat Adel sedang sibuk membalas pesan dari Dante membuat Rachel yang sejak tadi memperhatikan tampak menatap dengan heran.
"Sebenarnya kau chat'an sama siapa sih, Del? Kulihat udah beberapa hari ini kau sibuk sama hape melulu," tanya Rachel dengan sangat penasaran. Pasalnya selama ini Adel jarang sekali membalas pesan seseorang, gadis itu bahkan sering meninggalkan ponselnya di rumah.
Adel yang sedang fokus membalas pesan Dante langsung melihat ke arah Rachel. "Cuma balas pesan dari Dante aja kok."
Byur.
Rachel langsung menyemburkan air yang ada dalam mulutnya ke wajah Adel saat mendengar jawaban gadis itu. Kebetulan dia sedang minum karena merasa sangat haus akibat cuaca panas saat ini.
"Dasar gila!" pekik Adel dengan kesal saat mendapat semburan maut dari Rachel. Sontak dia langsung mengusap wajahnya dengan tangan dan mengibas-ngibaskan hijabnya yang basah karena tingkah teman laknatnya itu.
"Ma-maaf Del, aku gak sengaja," ucap Rachel dengan tergagap. Sangking terkejutnya, dia sampai tidak sengaja mengeluarkan air yang sudah hampir masuk ke dalam tenggorokannya.
"Cih." Adel membuang muka sebal saat mendengar ucapan Rachel. Untung saja gadis itu sahabatnya, jika tidak maka dia pasti sudah memukul mulut kurang ajarnya itu.
Rachel langsung mengajak Adel menuju toilet sebelum gadis itu mengamuk, tetapi sambil kembali bertanya tentang apa yang dia dengar tadi.
"Sejak kapan kau chat'an sama Dante, Del? Jangan-jangan kau udah pacaran sama dia yah?" tuduh Rachel sambil memicingkan sebelah matanya.
Dengan cepat Adel langsung mencubit lengan Rachel membuat temannya itu memekik kesakitan. Tentu saja keributan mereka membuat orang-orang yang ada di tempat itu langsung memperhatikan.
"Diam kau! Awas kalau kau ngomong lagi," gerutu Adel dengan mata melotot tajam. Dia lalu menarik tangan Rachel dan membawa temannya itu masuk ke dalam toilet saat menyadari jika banyak pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.
Jelas saja keributan Adel dan Rachel membuat perhatian orang-orang tertuju pada mereka. Apalagi sejak beredar gosip tentang Adel dan Dante, bahkan sebelum itu pun memang banyak yang memperhatikan Adel hanya karena gadis itu saudara tiri Faiz.
"Kalian dengar tadi?" ucap salah seorang gadis pada teman-temannya yang berada di tempat itu dan mendengar ucapan Rachel. "Gilak, jadi gosip itu memang benar?" Dia merasa kaget karena ucapan Rachel.
"Cih, dasar perempuan gak tahu malu! Memangnya dia siapa bisa pacaran sama Dante?" seru wanita lain dengan kesal. "Padahal semalam itu dia bilang enggak, tapi nyatanya memang pacaran."
"Iyah bener. Mentang-mentang jadi anak tirinya tuan Fathir, dia jadi sok hebat. Aku yakin kalau Dante pasti pacaran sama dia karna keluarga Faiz," tambah wanita yang lainnya.
Mereka merasa iri saat melihat kedekatan Adel dan Faiz, lalu sekarang mereka juga merasa tidak terima saat memgetahui jika Adel benar-benar pacaran dengan Dante.
"Kita harus memberinya pelajaran," ucap salah satu wanita dengan geram. Ucapannya itu langsung disetujui oleh teman-teman yang lainnya.
"Pelajaran apa sih, yang mau kalian kasi buat Adel? Memangnya kalian guru atau dosen?"
•
•
•
Tbc.
semoga tetap sehat lancar barokah .
dan semoga Adel tidak kenapa-kenapa , jangan biarkan rencana 3 cewek saraf tuh berhasil ngerjain Adel . karena pada akhirnya mereka sendiri yang rugi .
lanjut terus kak... semangat moga sehat dan sukses selalu . saranghaeyo ❤️❤️❤️
kenapa up nya lama banget kak. .. jadi sering lupa gimana cerita sebelumnya .