NovelToon NovelToon
BAGAI AIR DAN MINYAK

BAGAI AIR DAN MINYAK

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Cintapertama / Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dian

Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERJA KELOMPOK

Senyum lebar saat Bu Santi masuk ke kelas 12 IPA 1. karena hari ini semua siswa-siswi nya lengkap. Bu santi mulai mengucapkan salam lalu absen seperti biasa, senyum yang tidak biasa pasalnya Bu Santi biasanya sering marah-marah tapi sekarang Bu santi tersenyum-senyum. Meraka berfikir kalau Bu Santi hamil karena hormonnya berubah-ubah.

Saya sangat senang karena hari ini tidak ada yang absen ucap Bu Santi sambil menjawab kebingungan muridnya, raut kebingungan kembali normal. Mereka tersenyum melihat Bu Santi tersenyum.

Bu Santi menyuruh siswa-siswi untuk membaca bukunya tentang metabolisme, hanya sebagai murid saja yang membaca.

Seperti yang di lakukan di bangku paling belakang bernama Gilang sedang membuka bukunya dengan berdiri tapi di belakangnya ponselnya sedang ia mainkan, Vino yang tengah duduk bersama tidak jauh beda dari Satria sedang membuka buku untuk menutup dirinya yang sedang tidur bukan karena untuk bermain game.

Di barisan depan yaitu diana dan Moza benar-benar membaca bukunya yang di berikan kepada gurunya. Setelah murid-muridnya selesai membaca, Bu Santi memberikan tugas kelompok yang di tulis di papan tulis.

Kalian buat kelompok beranggota 4 orang, setiap kelompok menganalisis metabolisme di bab halaman 25 perintah Bu Santi. Semua murid kembali membuka halaman yang di sebutkan Bu santi untuk memahami tugasnya.

"Kelompoknya gimana Bu acak atau absen? Tanya Diana yang merupakan Sekretaris kelas. Dia juga bertugas mengatur kelasnya agar tidak ribut.

"Acak aja Bu seperti biasa"

Bu Santi memberikan tugas kepada Diana untuk membagi kelompok secara rata, tidak berat sebelah seperti mengelompokkan murid pintar dalam satu kelompok.

Diana mulai membuat kelompok dan menulis kelompok di papan tulis, agar semua kelompok bisa melihat, diana cukup adil memberikan kelompok itu alasan kenapa semua kelompok tidak protes.

Kelompok satu : Khairunnisa, Tamara, Vino dan Gilang. Syukur deh ada Khairunnisa dan Tamara ucap vino. Kelompok dua : Diana, Moza, Stefen dan Satria. Kamu yakin ngajak satria Din? Ucap Moza.

Kelompok lima Fajar, Rian, Dewi, dan Rebecca. Semua melongo melihat papan tulis Fajar dan Rebecca jangan di Satui bisa kiamat ucap Moza, karena waktu kelas 11 mereka pernah bertengkar, tidak ada yang mau mengalah, Mereka memaksakan pendapatnya karena Rebecca berfikir pendapatnya yang benar tetapi Fajar menolak.

"Tidak apa-apa Rebecca dan Fajar satu kelompok supaya fajar tidak nebeng nama ucap Bu santi. Karena hanya Rebecca yang berani menyuruh fajar, mereka masih menulis di papan tulis.

Pulang sekolah Diana, Moza, Stefen dan Satria pergi kerja kelompok bareng di rumah Stefen kebetulan Stefen membawa mobil. Mereka bertemu ayah dan ibu Stefen yang kebetulan stefen anak satu-satunya. Mereka di ajak Stefen di kamarnya, mereka melihat banyak poster-poster yang tertempel di dinding. Mereka pun kerja kelompok bersama -sama, hampir satu jam mereka belajar tiba-tiba Stefen ingin pergi ke toilet tidak sengaja ia meninggalkan ponselnya.

Diana yang hendak mengambil minum tidak sengaja melihat ponsel Stefen ternyata selama ini Pengagum rahasia itu Stefen. Diana hendak meninggalkan rumah Stefen, Stefen yang selesai lalu pergi ke kamarnya melihat diana tidak ada.

"Za, satria loh lihat Diana gak? Ucap Stefen.

"Dia pulang duluan katanya adiknya sakit! Ucap Moza yang menjawab pertanyaan Moza.

"What!!! Dia kan gak punya adik!" ucap Stefen lalu mengejar diana.

"Diana yang berjalan sambil menangis di pinggir jalan.

"Loh kenapa sih Din!" ucap Stefen sambil menarik tangan Diana sambil melihat wajah Diana.

"Jawab Din" loh bikin panik gw tau" ucap Stefen sambil memeluk Diana yang tak berhenti menangis.

"Jadi selama ini! Pengagum rahasia itu loh!!!" Jawab Stefen gw mau denger dari mulut loh sendiri ucap Diana.

"Iya itu gw! Karena gw sayang sama loh gw cinta sama loh kau ngerti kan sekarang !!! ucap Stefen.

"Kenapa loh gak bilang! Gw kira selama ini Erlangga!" ucap Diana.

"Mereka pun berpelukan"

Datang Moza dan Satria belari mengejar mereka berdua sambil ngos-ngosan.

"Kalian kenapa sih!" ucap Moza.

"Iya nih gw capek banget eh lu malah pelukan di tepi jalan" ucap satria.

"Din mau gak jadi pacar gw?, Gw udah memendam lama banget dari kelas 11 dulu gw memang cupu sekarang gw berubah demi loh... salah ucap Satria.

"Terima Terima Terima" Ucap Moza sambil bertepuk tangan.

"Ya udah terima aja sih" ucap satria.

"Gw terima cinta loh"ucap Diana

"Yeh yeh Yeh selamat ya kalian berdua" ucap Stefen dan moza.

"Ayo kembali ke rumah lagi" ucap satria.

"Diana pun tersenyum.

1
Dian Ayu W
Kapan update lagi!
Dian Ayu W
Menegangkan bikin penasaran
Maria Susanthi
Bikin penasaran deh
Maria Susanthi
Bikin kesel
Jeankoeh Tuuk
dr jaman dulu sy di IPA ..memang serius, beda dg di IPS msh agak bisa santai
DA
keren
Sakaki
Nungguin update tiap hari rasanya kayak nungguin jodoh 🤣.
Vash the Stampede
Perasaan campur aduk. 🤔
xXRaNdoM PErsoNxX
Alur cerita ini menggugah perasaan dan pemikiran saya.
hoba
Gue ngerasa kayak lagi masuk ke dunia dalam cerita ini, thor! Keren!
Misaki Nakahara
Thor, kapan update selanjutnya?
DA: sudah selesai
total 1 replies
Lauraaa♑️
Saya begitu terlibat dalam emosi dan perasaan tokoh-tokohnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!