Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
Dikta mengepalkan tangannya saat tau semua ini ulah Nasya,Nasya yang mendatangi Apartemen nya mencari Aliya.
"Aku tidak bisa mendiamkan kamu Nasya,kamu sudah melewati batasan mu" gumam Dikta pelan
Dikta segera pergi dia ingin menemui Nasya dan memberikan pelajaran pada istri pertama nya itu karena sudah berani ikut campur terlalu dalam dengan kehidupan nya apalagi sekarang Aliya pergi karena Nasya,Dikta tidak bisa mendiamkan nya begitu saja.
"Nasya....." pekik Dikta dari luar
"Nasya di mana kamu?"
"Mas,apa kamu tidak bisa memanggil ku dengan cara baik-baik?"
"Plak" satu tamparan di layangkan Dikta di pipi Nasya membuat Nasya terdiam.
"Kamu sudah berani-beraninya masuk keranah ku,aku sudah ingat kan kamu Nas jangan campuri urusan ku tapi kenapa kamu mendatangi Aliya?" bentak Dikta
"Jadi kamu pulang dan marah-marah pada ku hanya karena perempuan pelakor itu mas"
"Dia bukan pelakor Nas, Aliya tidak tau kalau aku sudah menikah dengan kamu Nas,ini semua kemauan ku" tekan Dikta
"Aku yang mengejar nya,aku hanya mencintai nya bukan kamu"tunjuk Dikta membuat dada Nasya bergetar,air mata nya lolos begitu saja,hati nya luluh lantak bagai di sambar petir mendengar pengakuan sang suami.
"Mas kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan, kita punya Vania mas, tolong tinggal kan perempuan itu" pinta Nasya
"Tidak akan,aku tidak akan meninggal kan Aliya tapi aku akan meninggalkan kamu"tunjuk Dikta
"Dikta" ujar sang mama yang terkejut mendengar ucapan anak nya,bu Retno tadi nya ingin mampir melihat Vania tapi justru mendapat kan pertengkaran sepasang suami istri ini di ruang tamu.
"Plak..... Lelaki kurang ajar kamu,mama tidak pernah mengajarkan kamu begini Dikta, ingat kamu seorang ayah, tidak seharusnya kata-kata itu keluar dari bibir mu"
Dada bu Retno terasa sesak, membuat nya mencari kursi dan duduk sambil satu tangan memegang dada nya.
"Mama kenapa?" tanya Nasya membantu sang mertua
"Ma-"bu Retno menepis tangan Dikta dia kecewa dengan anak lelakinya ini
"Tolong bawa mama ke rumah sakit Nas, seperti nya jantung mama kumat" pinta bu Retno pelan
"Iya ma,sabar ya"jawab Nasya segera membantu sang mertua sedangkan Dikta merasa kesal melihat mama nya yang begitu menyayangi Nasya tanpa mengerti perasaan nya.
"Oma "pekik Vania yang baru keluar melihat bu Retno di bawa ke luar
"Oma kenapa ma?"
"Vania di rumah dulu ya,mama mau bawa oma berobat sebentar" ujar Nasya dan diangguki Vania patuh,Dikta mencoba membantu mama nya tapi Bu Retno terus menepis tangan Dikta dia tidak mau di bantu oleh anak nya ini membuat Dikta serba salah.
Nasya mengemudi mobil nya dengan kecepatan tinggi karena melihat sang mertua kesakitan sedangkan Dikta menyusul dari belakang, sebenarnya ini yang di takutkan Dikta tapi tadi Dia benar-benar tidak bisa mengontrol emosi nya lagi setelah melihat rekaman CCTV Nasya mendatangi Aliya.
Dikta sayang pada mama nya, sebenarnya ini juga kesalahan nya dulu yang dari awal tidak menolak perjodohan karena merasa akan menerima Nasya tapi setelah mendapatkan Nasya sudah tidak perawan Dikta kecewa, ingin menceraikan Nasya tapi justru Dikta mendapatkan kabar kehamilan Nasya dan keluarga besar nya sangat bahagia, Dikta tak bisa menceraikan Nasya karena takut mama nya kenapa-kenapa tapi Dikta membuat perjanjian dengan Nasya untuk tidak mengganggu kehidupan nya lebih dalam tapi Dikta tetap bertanggung jawab atas anak itu dan saat bertemu Aliya Dikta benar-benar mengabaikan Nasya dan Vania,Dikta larut dalam pesona Aliya hingga saat ini.
Semua ini salah nya yang tidak pernah bisa menerima kehadiran Nasya hingga terus melihat sisi buruk dari perempuan itu,kini Dikta hanya bisa berharap tidak ada terjadi apa-apa dengan mama nya, bagaimana pun kerasnya bu Retno dia mama kandung Dikta, perempuan yang sudah membesar kan nya.