NovelToon NovelToon
Reincarnation System

Reincarnation System

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Masuk ke dalam novel / Romansa / Reinkarnasi
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wiindy ArAs

STARLLETA ZOYA QIRANI, Atau biasa di panggil Zoya. Seorang gadis yatim piatu yang meninggal setelah di khianati oleh kekasih dan wanita yang ia sebut sahabat dan di bunuh oleh kedua orang yang paling ia percayai.

Di akhir hidupnya ia menyesali semuanya dan jika ada kesempatan kedua, ia ingin mengubah dan memperbaiki kehidupannya yang dulu.

Ternyata Tuhan masih memberikan ia kesempatan. Ia mendapatkan sebuah sistem untuk kembali mengulang masa lalu. Hanya saja sebelum itu, ia harus menjalani misi dan mengumpulkan point agar bisa kembali mengulang kehidupannya. Dengan cara menyelesaikan misi di dunia Novel dan ia juga mendapatkan skill dan juga kekayaan dari misinya tersebut...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiindy ArAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi pertama - Azura 28

Shaila kini berada di toilet, ia berteriak kencang di sana meluapkan rasa kesal dan amarahnya. Untungnya di toilet saat itu tidak ada siapa-siapa hingga ia bebas mengekpresikan diri nya yang sebenarnya di sana.

Ia pun langsung menghapus air matanya dan menelepon partnernya yakni Ben. Entah harus di sebut apa Ben, bagi keduanya hubungan mereka hanyalah simbiosis mutualisme.

Jangan kira hanya dengan Ben Shaila melampiaskan has*at ranjangnya. Dengan bantuan Ben, Shaila tidur dengan banyak tokoh besar dengan imbalan yang besar pula. Anggap saja Ben itu sebagai mucikari dan Shaila adalah pekerja se*s komersial.

Ia juga menjadi salah satu komplotan penipu ulung yang mengambil banyak uang orang banyak, tentu ia selalu lolos dengan bantuan Ben dan anak buahnya.

Meskipun begitu, Shaila tidak akan puas jika ia tidak bisa mendapatkan Arsen dan hidup kaya raya. Arsen adalah cinta pertamanya, mereka tidak sengaja bertemu saat dua tahun yang lalu. Kala itu Arsen dan keluarga nya berkunjung ke kota C dan menyumbangkan beberapa dana untuk panti asuhan, di mana ibu dari Shaila bekerja di sana. Dari situ pula, Shaila pergi ke ibukota dan bertemu dengan Ben.

"Hallo Ben, bagaimana?" tanya Shaila

"......"

"Gimana sih, suruh mikir gitu aja lama banget!! Nggak becus!!!" bentak Shaila lalu mematikan teleponnya.

"Aaaarrrggghhhh... Siaaaall... Semuanya nggak ada yang bisa di andalkan!!! Bodoh!!!!" ucap Shaila marah.

"Tenang Shaila, calm down... Banyak jalan menuju Roma, lebih baik aku hubungi nenek lampir itu. Bukannya hari ini ada janji ketemu dengannya? Bagus, aku harus meyakinkan nenek Lampir itu agar ia yakin aku anaknya. Dengan begitu aku bisa memanfaatkannya untuk dekat dengan Arsen, bahkan memintanya untuk melakukan perjodohan antara aku dan Arsen" gumam Shaila menyeringai, ia tersenyum cerah memikirkan itu semua.

Shaila pun mencoba menelepon Lita namun tidak di angkat, jadi ia memutuskan untuk mengirimi Chat. Setelah Lima menit kemudian ia mendapatkan balasan, Lita mengirim pesan permintaan maaf karena tidak jadi bertemu karena harus merawat anaknya yang tengah sakit di rumah sakiy.

Mengetahui itu tentu saja Shaila senang, dengan begitu ia bisa mengambil hati seluruh keluarga Alexander. Ia pikir yang sakit itu adalah Adrian, jadi ia memutuskan untuk membolos kuliah dan pergi untuk mempersiapkan diri.

Tak lupa ia mencari tahu makan kesukaan Adrian dan membawakannya sebagai buah tangan saat ia menjenguknya di rumah sakit.

....

Di sisi lain Azura terkekeh saat melihat banyaknya bukti yang dengan mudah ia dapatkan untuk menjatuhkan Shaila dan membongkarnya di depan umum.

Azura tahu jika sampai saat ini Lita masih berkomunikasi dengan Shaila. Azura meretas semua alat komunikasi milik Shaila dengan mudah, karena semua data Shaila sama sekali tidak ada pengamannya dan mudah sekali di tembus.

Karena itu pula ia tahu chating Lita dan Shaila.

"Bodoh!" celetuk Azura terkekeh, ia mengetahui jika kemungkinan besar Shaila akan ke rumah sakit menjenguk dirinya yang ia kira itu Adrian.

Ceklek!

Pintu ruangan rawat tiba-tiba di buka, terlihat mama nya masuk, membawakan dua buah Tote bag. Satu berisi pakaian ganti, satunya lagi berisi makanan untuk makan siang karena memang sudah masuk jam makan siang dan Azura harus minum obat.

"Sayang, maaf mama telat datang, mama siapin makanan buat kamu dulu tadi. Kamu bilang nggak mau makanan rumah sakit, jadi mama buatin makanan kesukaan kamu" ucap Lita membuka kotak makan berisi makanan yang masih panas itu.

Lita sudah berkonsultasi pada dokter dan mengizinkan Azura mengkonsumsi makanan rumah.

"Makasih mah, mama malah repot-repot masak" ucap Azura

"Nggak apa-apa sayang, lagian di bantu si mbok juga jadi nggak repot. Mau mama suapin?" tanya Lita, Azura menggeleng

"Azura makan sendiri aja mah, mama nggak makan?" tanya Azura.

"Masih kenyang sayang, nih mama bawa kotak makan buat mama, Adrian dan Arsen. Jadi kalau laper mama tinggal makan deh" ucap Lita.

"Buat papa nggak di siapin mah?" tanya Azura

"Papa kamu pulangnya sore, lagian papa ulang ke mansion dulu buat mandi dan ganti baju baru ke sini. Mama udah persen sama mbok supaya siapin makan buat papa, sekalian makanan yang mau di bawa ke sini" ucap Lita, Azura pun mengangguk.

Lita kemudian menyerahkan makanan itu ke putrinya. Dan Azura memakannya dengan biasa saja tidak seperti orang sakit, karena ia memang tidak dalam keadaan sakit.

Selesai makan Azura harus mau minum obat, ia menghela nafas pasrah. Tapi ia tetap melakukannya setelah menanyakan pada sistem apakah aman jika ia meminumnya dan sistem mengiyakannya.

"Mau istirahat?" tanya Lita

"Nggak mah, Azura nggak biasa tidur kalau habis makan" ucap Azura

"Arsen mana?" tanya Lita

"Kuliah mah, dia ada kelas pagi, bentar lagi dia ke sini kok. Tadi dia chat lagi di jalan" ucap Azura.

"Kamu benar-benar yakin dengan Arsen? Apa kamu mencintai nya?" tanya Lita.

"Ya, aku mencintai Arsen mah, jadi tolong jangan halangi kami lagi. Aku yakin Arsen adalah pria terbaik yang aku pilih, aku yakin dengan pilihanku" ucap Azura

"Baiklah, maaf kan mama, mama hanya khawatir apalagi saat mama denger Tania menghina kamu. Hati mama sakit" ucap Lita.

"Azura ngerti mah, Azura akan ceritakan sama mama mengapa Tante Tania bersikap demikian" ucap Azura.

Ia kemudian menceritakan jika Tania sangat mencintai Juanda sejak dulu, namun sampai mereka menikah dan punya anak. Juanda tetap tidak mencintanya, itu sebabnya Tania menutupi kesedihan hati dan rasa cinta yang begitu dalam pada Juanda dengan bersikap sok kuat dan sombong.

Ia bahkan tidak bisa menangis untuk meluapkan kesedihan hatinya dengan rumah tangga hambar dan cinta sepihak selama puluhan tahun. Lita yang mendengarnya terkejut, ia juga ikut sedih dan Kasihan dengan Tania.

"Meskipun bersikap sok kuat, keras dan sombong. Tante Tania tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Ia tetap memberikan perhatian dan kasih sayang untuk Arsen dan melayani suaminya dengan baik di rumah" ucap Azura.

Ada satu hal yang tidak pernah Azura katakan, ia takut hal itu akan menyakiti harga diri dan hati seorang Tania. Azura tentu mengetahuinya dari alur Novel.

Pasalnya selama berumah tangga Tania hanya di gauli sekali saja dan itu pun saat ia melepas pengalaman pertama dalam hidupnya, karena saat itu Juanda di jebak rekan bisnisnya dengan obat.

Mau tak mau Juanda melampiaskannya ke sang istri yang memang sudah SAH untuk ia sentuh dan benih Juanda yang tokcer itu langsung tumbuh dan lahirlah Arsen. Sampai saat ini, Tania belum pernah di sentuh oleh suaminya lagi.

Sudah pasti jika orang lain yang mengalaminya, tidak akan ada yang kuat seperti Tania. Meskipun nafkah lahir selalu terpenuhi oleh Juanda. Tapi tetap kosong dan hambar menjalani rumah tangga seperti itu dalam kurun waktu yang lama.

Di alur Novel kedua orang tua Arsen resmi bercerai tiga bulan setelah Arsen dan Shaila menikah. Sedangkan Arsen tidak peduli karena tengah bucin-bucinnya dengan Shaila saat itu.

Dan sekarang Azura pun sebenarnya tidak bisa ikut campur dalam masalah rumah tangga orang lain. Namun ia tetap meminta Arsen sebagai penengah yang baik untuk orang tuanya, bagaimana pun ia anaknya. Setidaknya masalah itu di bicarakan dengan baik-baik dan Arsen menurutinya.

"Mama nggak nyangka Tania yang sebenarnya sangat menyedihkan" ucap lirih Lita.

"Sudah jangan bahas itu lagi, mah. Biarkan mereka yang menyelesaikan semua urusan rumah tangga mereka" ucap Azura.

"Ngomong-ngomong orang tua Arsen belum jenguk kamu sayang?" tanya Lita.

"Azura yang meminta Arsen tidak memberi tahu mereka, lagian Azura udah baik-baik aja. Tinggal nunggu hasil CT-SCAN kan? Kalau hasil lab semuanya normal" ucap Azura

Tak lama kemudian Arsen datang di susul dengan Adrian yang baru selesai urusan kantornya. Mereka pun mengobrol ringan sembari ketiganya menikmati makan siang mereka.

"Mau kemana sayang?" tanya Arsen berdiri saat melihat sang kekasih beranjak dari tempat tidur.

Adrian juga tadi sempat bangun namun ia duduk lagi setelah Arsen juga bangun dan menghampiri adiknya.

"Aku mau ke toilet sayang" ucap Azura yang merasakan ingin buang air.

"Aku bantu" ucap Arsen sembari memapah Azura, Azura tidak menolak karena ia tidak ingin berdebat.

"Aku tungguin di sini" ucap Arsen

"Nggak perlu aku mau semedi di dalam, pasti lama. Kamu lanjutin aja makannya" ucap Azura

"Kamu ini ada-ada aja istilahnya, nanti panggil aku kalau sudah selesai" ucap Arsen yang di balas anggukan kepala Azura.

Arsen pun kembali duduk dan melanjutkan makannya, tak lama pintu di ketuk dari luar dan pintu pun terbuka. Seseorang membawa bunga dan juga Tote bag berisi makanan kesukaan Adrian.

Siapa lagi kalau bukan Shaila, dengan tanpa tahu malu ia masuk dan tersenyum cerah saat melihat Arsen juga ada di sana.

Lita terkejut melihat Shaila datang, padahal ia tidak memberitahu di mana rumah sakit dan kamar berapa ia berada.

Tentu Shaila tahu, karena ia menyuruh orang untuk mengikuti Lita dan memberi tahu kan itu padanya.

Adrian menatap heran wanita di depannya itu, ia sama sekali tidak mengenalnya. Ia pikir itu mungkin sahabat Azura, namun pikirannya itu terpatahkan setelah mendengar ucapan mama-nya.

"Shaila? Kok kamu ada di sini?" tanya Lita terkejut.

"Siang Tante, maaf Shaila datang tanpa pemberitahuan. Shaila ke sini mau nengokin Kak Iyan, ini kak buat kakak. Itu makanan kesukaan kakak, aku sendiri yang memasak nya loh. Cepat sembuh ya kak" ucap Shaila penuh dusta dan tersenyum. Ekor matanya menatap Arsen yang masih asik makan tanpa sibuk menoleh ke arahnya.

"Sepertinya kamu salah" ucap Lita

"Eh, maksudnya Tan?" tanya Shaila dengan nada di lembut- lembutkan.

"Yang sakit adik gue, dan berhenti panggil gue kakak. Gue bukan kakak lu" ucap pedas Adrian.

Ia memang tipikal cowok dingin dan mengatakan apa yang ia pikirkan jika pada orang yang tidak ia sukai dengan nada pedas dan dinginnya.

"Adik? Ta-Tapi kan..." ucap Shaila terpotong saat pintu kamar mandi terbuka.

Arsen yang melihat pintu terbuka langsung bergegas bangun dan menghampiri kekasihnya.

"Aku bantu sayang..." ucap Arsen lembut dan membantu Azura ke ranjangnya.

Sedangkan mata Shaila membola terkejut, saat mengetahui jika Azura yang tak lain kekasih Arsen, adalah Azura yang ia kenal.

Ya, Shaila tahu jika Azura yang di panti adalah anak kandung keluarga Alexander. Itu sebabnya ia sangat gencar mencarinya setelah sampai di ibukota. Takut Azura bertemu lebih dulu dengan keluarganya. Ia tidak menyangka jika Azura duluan yang sudah mengambil posisinya sebagai anak kandung Alexander.

"Bagaimana mungkin?" gumamnya lirih, ia mengapalkan tangannya erat dan menggertakkan giginya. Itu tidak lepas dari pandangan mata Adrian memperhatikan gerak gerik Shaila.

...•••••••••...

1
Atoen Bumz Bums
.
Atoen Bumz Bums
belum ditanya tujuannya apa udah langsung menghina kasih pelajaran Zoya jangan langsung dulu ya
Atoen Bumz Bums
jodoh ketemu sendiri,
giliran dicari malah nggak ketemu
Atoen Bumz Bums
Uda lulus Bae,kapan liburan ke koreanya
katanya siap semester 1
Atoen Bumz Bums
bisa gak dicicil siksaan utk Janet zetan
Atoen Bumz Bums
no 5 atau 7
Atoen Bumz Bums
bagiku misi terakhir kurang berkesan
Atoen Bumz Bums
Pedro ogep,Bapak kayak gt dibelain mati2an
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤭 dr td macam orgil ketawa cengengesan sendiri 🤣😁
Atoen Bumz Bums
Jessica awas baper🤭🤭
Atoen Bumz Bums
enak x, makan abis cepek malah dapat 1 jt
Yeyen Rohyani
ok
Tri Ana
keren
SusanAnsud
wah salah cari lawan tu
SusanAnsud
seneng nya
SusanAnsud
wah bahagianya
SusanAnsud
wah seneng nya😍😍😍
SusanAnsud
🤣🤣🤣🤣
SusanAnsud
akhirnya
SusanAnsud
wah betulan daren jodoh nya tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!