Dalam catatan kuno, Energi Elemental adalah Energi (Internal) yang tersimpan dalam jiwa seseorang ketika menyatu dengan partikel-partikel Elemen (Eksternal) yang tersebar di muka bumi, sehingga menciptakan Energi Elemental. Energi Elemental bersifat aditif, sehingga setiap penggunaannya harus melalui persyaratan. Semakin sulit persyaratan yang dinyatakan, semakin kuat Energi Elemental yang didapat. Orang yang dapat menggunakan Energi Elemental disebut sebagai Elementalist, orang-orang yang memiliki impian dan tujuannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Magbhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 - Serangan Mendadak
Sebelum mendekati target mereka, Long tiba-tiba menghentikan langkah kakinya sambil melepas ikat kepala yang ia kenakan di dahinya meski dengan rasa nyeri pada kedua pergelangan tangannya yang semakin menjalar ke atas.
"Sial, tak kusangka nyerinya akan menjalar secepat ini!" Kesalnya dalam hati, menatap pergelangan tangannya secara bergantian.
Troy menyadari rekan barunya itu yang berhenti secara mendadak di belakangnya. Dengan wajah yang penasaran, ia memutarbalikkan badannya dan menghampiri Long yang sedang tertunduk lesu.
"Ada apa?" Tanya Troy yang menepuk pundak Long, memperhatikan rekan barunya itu dengan heran.
"Tidak ada apa-apa. A-ayo kita lanjutkan!" Seru Long dengan nada yang lirih, melanjutkan langkah larinya, meninggalkan Troy yang masih memperhatikannya dari belakang.
Troy mulai mempertanyakan dalam dirinya terkait dengan sikap aneh yang Long perlihatkan hingga membuatnya bengong beberapa detik sebelum pada akhirnya mengikuti langkah lari Long dari belakang.
Ketika memperlihatkan Long yang sedang berlari, Troy pun menyadari bahwa ikat kepala putihnya tidak ia gunakan pada kepalanya, melainkan diikat pada kedua lengannya.
"Dia merobek ikat kepalanya untuk mengikatkan itu pada kedua lengannya? Apa itu artinya dia sedang dalam mode serius?" Troy membatin.
Belasan meter di belakang mereka berdua, Notoma mengikuti pergerakan Troy dan Long dengan hati-hati agar tidak diketahui. Konsentrasinya yang penuh membuat dirinya harus mengikuti ritme pergerakan orang yang ia buntuti.
Dugaannya benar, ia merasakan Energi Elemental yang ada pada kedua kaki mereka untuk sesaat saja berhenti.
"Mereka berhenti sesaat? Apa mereka menyadari keberadaan kami di belakang?" Tanyanya dalam hati, menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba.
Beberapa detik kemudian, Energi Elemental yang ia rasakan kini bergerak lagi. "Oh, mereka bergerak ke depan lagi. Kurasa mereka belum menyadarinya." Duga Notoma, melangkahkan kembali kedua kakinya ke depan untuk menyamai jarak yang telah ia perhitungkan dengan hati-hati.
Uvelia yang terus menahan rasa nyeri pada kakinya hanya bisa menutup kedua matanya tanpa menyadari bahwa laki-laki yang menggendongnya telah berhenti bergerak untuk sesaat. Saat ini ia hanya bisa berharap, bahwa rasa nyeri pada kakinya itu menghilang.
...****************...
Ling sedang melarikan diri dengan kecepatan penuh untuk menjauh dari kejaran Khabir yang terus menembakinya dengan hempasan Energi Elemental pada telapak tangannya. Sambil berlari bagaikan rusa, ia sedang memikirkan rencana untuk menjegal Khabir yang terus melancarkan serangan membabi-buta tanpa henti.
Setelah Nerei melucuti koin yang mereka bawa, Khabir dan Ling saling menyalahkan dan mencurigai atas hilangnya koin tersebut yang mengakibatkan amarah yang meluap-luap keluar dari kepala mereka hingga baku hantam yang sengit pun terjadi untuk yang kedua kalinya di antara mereka.
"Rasakan ini!" Batin Khabir, menghempaskan Energi Elemental yang menyelimuti telapak tangan kanannya ke arah punggung Ling yang sedang berada tepat di samping pohon kepel.
Khabir sengaja mengincar punggung Ling karena di pertarungan mereka yang sebelumnya, punggung Ling membentur batang pohon hingga membuatnya pingsan dan muntah darah, walau tak banyak. Meski begitu, tetap saja ia harus menghindarinya demi mencegah cedera parah ke depannya.
Akan tetapi, tak ada waktu untuk berpikir dalam waktu yang sesingkat itu. Ling pun memaksakan diri untuk menyelimuti tubuhnya dengan Energi Elemental miliknya, sehingga menimbulkan efek Aksi-Reaksi pada sekujur tubuhnya untuk sesaat.
"Dia menahannya!?" Komentar Khabir dalam hati sambil memasang wajah yang terkejut.
"UGHH!!" Dengan mulut yang keluar darah pada ujung bibirnya, Ling mengerahkan otot-ototnya untuk menahan efek Aksi-Reaksi Energi Elemental pada sekujur tubuhnya dan hebatnya ia bisa menghilangkan efek tersebut. Tentunya, hal ini tidak terjadi padanya untuk yang pertama kali, sebab, demi mengatasi efek ini ia melatih kekuatan fisiknya sehingga menutupi kekurangannya dalam beradu kapasitas Energi Elemental dengan musuh.
Ling memutar tubuhnya ke belakang dan menerjang Khabir yang sedang berada di udara karena baru saja melompat dari akar pohon besar yang terpampang di tanah sehingga tubuhnya tidak bisa melakukan pergerakan dengan bebas.
"Breng—"
"MAKAN INI!!" Teriak Ling dengan sangat keras dan bersemangat, menjulurkan kepalan tangan kanannya sekuat tenaga hingga urat dan otot-otot lengannya terlihat dengan sangat jelas oleh Khabir.
DUAKK!!
Khabir harus merelakan wajahnya karena kelalaian yang tidak ia sangka.
...****************...
"Mereka datang!"
Arney merespon peringatan yang Nael katakan padanya, membuat dirinya dengan cepat mengalihkan pandangannya pada sebuah celah pepohonan. Ia merasakan Energi Elemental pada dua pasang kaki dari dua lokasi yang berbeda. Satu orang berdiri di atas ranting pohon sambil bersembunyi dan memantau, sedangkan yang lain sedang bergerak dengan sangat cepat menghampiri mereka dari bawah.
"Yang di atas adalah mangsamu!" Seru Arney kepada Nael. Ia melapisi kedua kakinya dengan Energi Elemental dengan seketika, dan menghampiri balik seseorang yang berlari menuju ke arah mereka berdua.
"Gila! Cepat sekali cewek ini!?" Nael terkejut, tidak menyangka bahwa pergerakan Arney terlalu cepat bagi pandangannya sehingga ia memasang wajah yang kaget ketika menyaksikannya sendiri tepat di depan matanya.
Dalam waktu yang sama, Long yang sedang berlari secepat yang ia bisa hampir mendekati area sungai sehingga dirinya saat itu sedang berada tepat di antara area sungai dan pepohonan.
Dengan pengawasan yang dilakukan oleh Troy tepat di sampingnya, mereka berdua berharap bahwa rencana mereka untuk menjadikan Long sebagai pusat perhatian akan membuat musuh lengah terhadap tembakan Energi Elemental yang Troy lancarkan dari sisi atas pertarungan.
Tetapi, rencana mereka berdua sia-sia. Arney menyadari rencana mereka berdua dalam sekejap sehingga ia menghampiri Long dengan kecepatan yang tinggi untuk membuat Long terkapar hanya dalam sekali serangan.
Sambil berlari dengan sangat cepat, Arney menghentakkan kaki kirinya dengan bantuan Energi Elemental yang menyelimuti kedua kakinya sehingga dirinya terbang setinggi lima meter dari permukaan tanah.
DUMM!!
Dalam keadaan berlari, Long merasakan Energi Elemental yang dikerahkan musuhnya sehingga dirinya menyadari bahwa musuhnya itu sedang terbang tinggi, tepat ke arah atas kepalanya.
"Untuk inilah Gravitasi bumi ditemukan!" Seru Arney dalam hati, memegangi tongkat yang ia pegang dengan kedua tangannya dan memasang kuda-kuda memukul ke bawah dengan tongkat itu.
Pada saat itu, Long tidak punya cukup waktu untuk menghindar karena timing serangan mendadak yang Arney lancarkan padanya sama sekali tidak terpikirkan olehnya, sehingga dirinya mengandalkan refleks tubuh yang cukup terlambat. Long yang sedang berlari pun memasang kedua lengannya ke atas untuk melindungi kepalanya dari pukulan tongkat yang Arney kerahkan dengan semangat.
DUAK!!
Arney bergeming, mengagumi Long yang berhasil serangan fatal yang ia lancarkan.
"Refleks yang luar biasa!" Komentarnya dalam hati, masih berada di udara.
Sedangkan bagi Long sendiri, cedera pada kedua pergelangan tangannya semakin memburuk. Ia pun tidak kuasa menahan pukulan tongkat yang Arney lancarkan padanya, sehingga dirinya ambruk di tanah tempat ia berpijak.
Troy yang kehilangan konsentrasinya karena tidak bisa mengikuti dan mendeteksi pergerakan musuh—Arney—hanya bisa merespon lambat dengan melompat ke bawah untuk menyelamatkan rekan barunya yang baru saja terkena serangan kejutan.
"Long!!!" Teriak Troy, beberapa meter dari arah kanan Arney dengan sangat keras
Tetapi sayangnya, ia dihalangi oleh seorang laki-laki berambut cokelat acak-acakan dengan pandangan yang tajam namun iba.
"Sayang sekali, lawanmu adalah aku!" Seru Nael, membentangkan kedua tangannya yang terselimuti Energi Elemental sambil menahan posisi tubuhnya dengan kedua telapak kaki yang bergesekan dengan tanah untuk mempertahankan posisinya tepat di hadapan Troy.