Mohon doanya ya untuk bisa up date setiap hari. Jangan lupa like, komen dan share ya, agar aku bisa semangat lagi dalam menulis cerita dalam novel ini 😘😘
Deskripsi:
Sheina, adalah gadis cantik usia 22 tahun yang hidup sebatang kara menumpang di rumah paman dan bibi nya, selama 12 tahun setelah ayah dan ibunya meninggal gadis yang dulu periang itu sekarang menjadi gadis yang dewasa. Dan tepat pada hari ini telah menyelesaiakn study nya di salah satu universitas ternama di kota A dengan predikat nilai yang memuaskan.
Tapi nasib berkata lain dia terjebak dengan masalah hidup di keruarga paman dan bibinya untuk menebus hutang pamannya kepada Tuan pandra Putra Dahasian seorang laki-laki yang sangat dingin dan memiliki sifat arogan dan egois serta tempramental yang memiliki masalalu kelam.
Akankah pandra menemukan cinta sejatinya kepada sheina atau malah sebaliknya?
selalu ikuti cerita cinta pandra dan sheina ya karena akan ada kisah yang mengharu biru di dalam nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Fichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
paman dan tuan muda
Malam ini di rumah paman dan bibi pandra terjaga sebelum adzan subuh tiba, ia melihat ke jam weker berbentuk anak bebek di atas meja, pukul menunjukan jam 04:00 dini hari, saat ini pandra sangat heran ia mendengar suara adzan tetapi sedikit berbeda, suara adzan itu terdengar samar-samar, pandra tak bisa tidur kembali karena suara adzan yang menurutnya sangat merdu itu, pandra bangun dari tempat tidur dan mengendap-endap keluar kamar, pandra tidak mau, tidur pulas sang istri terbangun karena nya, ia menuju anak tangga. Pandra fokus mencari sumber suara dari mana lantunan adzan yang sangat merdu itu berasal, dan saat ia menuju meja makan ia sedang melihat paman dan bibi sedang membaca sebuah kitab suci yang pernah diberikan oleh sekretaris jev kepadanya saat ia meminta diajarkan sholat tempo lalu. “Iya itu Al Quran namanya”, pandra bergumam dalam hatinya, pandra berdiri persis di belakang paman dan dengan cepat nya mata bibi langsung melihat tubuh kekar itu mengendap-ngendap di balik tirai bambu, “tidak apa-apa tuan kemarilah”, pandra jadi salah tingkah karenanya, ia duduk di samping paman, “suaramu merdu sekali paman, sangat menenangkan hatiku saat mendengarkannya”, paman tersipu malu akan perkataan pandra, “benarkah tuan, apa tuan mau mencobanya juga?”, pandra hanya diam dan melirik ke arah bibi,”ohh iya bibi mau ke belakang sebentar ya ada beberapa pekerjaan yang harus bibi kerjakan”, bibi meninggalkan paman dan pandra, melihat ekspresi pandra seperti itu pun suami istri itu sudah mengetahui bahwa pandra sangat bingung akan kegiatan mengaji saat subuh.
“Saya tidak bisa membacanya paman”, kata itu terlontar dari mulut sang pemilik hotel pesona dengan penuh keraguan, paman hanya tersenyum, “tidak apa-apa tuan, Al quran merupakan sebuah kitab suci utama dalam agama Islam, yang umat Muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Tuhan yakni Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, Kitab ini terbagi ke dalam beberapa surah (bab) dan setiap surahnya terbagi ke dalam beberapa ayat.
Kita sebagai Umat Muslim harus percaya bahwa Al-Qur'an difirmankan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril, berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari atau rata-rata selama 23 tahun, dimulai sejak tanggal 17 Ramadhan, saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun hingga wafat pada tahun 632. Umat Muslim menghormati Al-Qur'an sebagai sebuah mukjizat terbesar Nabi Muhammad, sebagai salah satu tanda dari kenabian dan merupakan puncak dari seluruh pesan suci (wahyu) yang diturunkan oleh Allah sejak Nabi Adam dan diakhiri dengan Nabi Muhammad. Kata "Quran" disebutkan sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur'an itu sendiri. Menurut ahli sejarah beberapa sahabat Nabi Muhammad memiliki tanggung jawab menuliskan kembali wahyu Allah berdasarkan apa yang telah para sahabat hafalkan. Setelah Nabi Muhammad wafat, para sahabat segera menyusun dan menuliskan kembali hafalan wahyu mereka. Penyusunan kembali Al-Qur'an ini diprakarsai oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq atas usulan dari Umar bin Khattab dengan persetujuan para sahabat senior. Al-Qur’an menjelaskan sendiri bahwa isi dari Al-Qur’an adalah sebuah petunjuk. Terkadang juga dapat berisi cerita mengenai kisah bersejarah, dan menekankan pentingnya moral. Al-Qur’an digunakan bersama dengan hadis untuk menentukan hukum syari'ah. Saat melaksanakan Salat, Al-Qur’an dibaca hanya dalam bahasa Arab. Beberapa pakar Barat mengapresiasi Al-Qur’an sebagai sebuah karya sastra bahasa Arab terbaik di dunia.
Seseorang yang menghafal isi Al-Qur'an disebut Al Hafidz. Beberapa umat Muslim membacakan Al-Qur’an dengan bernada, dan peraturan, yang disebut tajwid. Saat bulan suci Ramadan, biasanya umat Muslim melengkapi hafalan Dan membaca Al-Qur’an mereka setelah melaksanakan shalat tarawih. Untuk memahami makna dari al quran, umat Muslim menggunakan rujukan yang disebut tafsir, begitu tuan makna dari Al-Qur’an bagi setiap muslim”.
Pandra sangat terkesimah akan penjelasan dari paman mengenai Al-Qur’an, “apakah paman bisa mengajariku membacanya”, mata paman berkaca-kaca mendengar sang tuan muda yang amat terkenal akan keganasannya itu meminta dengan sangat pasrah, “tentu tuan, membaca dan memahami isi dari Al-Qur’an merupakan kewajiban dari setiap muslim, apa sheina pernah mengatakannya padamu?, kau tahu tuan sheina apabila sedang mengaji suaranya amat sangat merdu, dan hati merasa damai mendengarnya”, pandra hanya menggeleng, paman tersenyum, “aku belum pernah mendengar istriku mengaji paman”, jawab pandra dengan tatapan yang sangat dalam, saat ini hati pandtra bertanya-tanya apakah benar sang istri bisa melantunkan suara seindah itu, “aku benar kesal dengan mu puss, bisa-bisanya kau tidak melakukannya di depanku”, pandra menggerutu dalam hatinya dan sangat kesal.
Pandra dan paman berbincang dan membahas mengenai Al-Qur’an sangat serius sampai-sampai suara adzan subuh berbunyi, “paman aku kembali ke kamar ya, ingin menjalankan sholat subuh”, paman sedikit termangu akan kata-kata pandra, “mengapa tidak sholat berjamaah saja bersama paman dan bibi di sini?”, pandra kembali terkesimah oleh perkataan paman, dan mengiyakannya.
Paman, bibi dan pandra melakukan sholat subuh berjamaah bersama-sama sebelum sholat paman menjelaskan sedikit mengenai sholat berjamaah dan posisi saat menjalankan sholat. Kali ini pandra benar-benar antusias dibuatnya sampai dengan berdoa dan berdzikir dan tibalah sedang ingin bersalaman pandra sangat kebingungan akan hal ini, “tuan Bersalaman setelah shalat adalah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam karena bisa menambah eratnya persaudaraan sesama umat Islam”, pandra menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan paman, selesai sholat paman dan pandra duduk di depan teras rumah sambil berbincang-bincang mengenai islam, banyak hal yang pandra tanyakan kepada paman, sampai-sampai matahari bersinar sangat cerah di pagi hari, “tuan apa kau dan sheina ingin ikut bersama paman dan bibi berbelanja ke pasar, kebetulan barang-barang di dapur sudah habis”, pandra mengiyakannya dan bergegas menuju kamar untuk menghampiri sang istri.
Saat berada di dalam kamar, pandra sudah mendapati sang istri berdandan sangat cantik nan wangi, “sayang, kau sudah mandi lebih dulu ya?, kau curang sekali ya”, pandra mendekap istrinya menciumnya dan menggelitik tubuh sang istri sampai terpingkal-pingkal, “cukup sayang aku sudah tidak kuat, aku tidak tega mengganggu obrolan yang sangat serius antara kau dan paman”, pandra menatap mata sang istri dengan sangat dalam dan berbinar, “benarkah?, baiklah kali ini aku mandi sendiri saja, tapi lain kali kau harus membayar hutangmu untuk mandi bersamaku”, pandra memeluk dan kembali menggelitik sang istri dengan penuh bahagia dan menciumnya.
Saat sang suami mandi, sheina menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya, dan tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sangat lebar, “kenapa kau mandi hanya sebentar sayang dan terburu-buru seperti itu”, pandra dengan melempar handuk ke wajah sang istri, “ayolah sayang bantu aku mengeringkan tubuhku, paman ingin mengajak kita ke pasar”, shena tertawa sejadinya mendengar perkataan pandra, “sayang kita cuma mau kepasar tidak akan terlambat sayang percayalah”, kali ini muka pandra sangat geram akan ekspresi menjengkelkan dari sang istri, “aku minta kau lakukan saja”, dengan muka yang masam pandra membentak istrinya, sheina hanya menerimanya dan membantu mengeringkan tubuh suaminya yang kekar itu, “begitu saja marah”, sheina menggerutu dalam hatinya, “kau sedang menjelekanku di dalam hatimu ya?”, pandra berbisik di telinga istrinya, “tidak sayang mana bisa aku melakukan itu, aku hanya fokus mengeringkan tubuhmu yang basah ini”, pandra hanya tersenyum akan jawaban lugu sang istri, sedangkan sang istri merasa heran akan perkataan suaminya, mengapa bisa tahu mengenai umpatan nya di dalam hati tentang nya.
Setelah selesai mengeringkan tubuh sang suami, sheina membantu memakaikan baju yang sudah disiapkan untuk suaminya, “di mana kemeja dan jas ku?”, tanya pandra, “kita mau ke pasar sayang, di pasar orang tidak mengenakannya, cukup kaos oblong dan celana pendek saja”, pandra mengikuti semua keinginan sang istri, “ohh suamiku kau benar-benar tampan, kalau sedang seperti ini, aku bingung bagaimana nanti saat di pasar, apakah kau tetap menjadi sorotan akan ketampananmu itu”, sheina hanya mengutarakan isi hati hanya di dalam hatinya, sedangkan pandra mengikuti saja apa yang diinginkan istrinya sampai menyisirkan rambutnya walaupun itu bukan stail rambut nya.
Suami istri itu bergegas menghampiri paman dan bibi yang sedari tadi sudah menunggu mereka berdua di meja makan, sesaat mereka berada di sana semua mata terbelalak melihat kecantikan dan ketampanan kedua pasangan suami istri ini dengan pakaian yang sangat santai tetapi tidak menunjukan bahwa kedua suami istri itu akan ke pasar. Jev yang hanya duduk di sana melongo melihat pemandangan yang tidak biasa itu, “apa benar tuan kau akan ikut paman dan bibi ke pasar?”, tanya jev untuk meyakinkan tuannya kembali, pandra mengangguk meyakinkan sekretarisnya itu.
Mereka menuju garasi mobil, “apa kau yakin dengan mobilmu ini paman?”, paman hanya tersenyum, pandra menatap mobil sedan tua berwarna coklat lusuh itu, “bagaimana kalau naik mobilku saja pama?”, paman meyakinkan pandra, “tidak usah tuan mobil tua ini sudah bersamaku lebih dari lima belas tahu dan pastinya sangat kuat dan tangguh walau terkadang memang suka mogok di tengah jalan”, semua yang mendengar paman menjelaskan mengenai mobil tuanya itu tertawa terbahak-bahak, “bagaimana dengan sekretaris jev ya tuan”, tanya bibi kepada pandra, “tidak usah hiraukan dia bi, biarkan saja dia sendirian”. Mereka menaiki mobil tua itu, pandra sangat heran mengapa mobil setua ini masih dipergunakan, bahkan mobil ini saja tidak memiliki pendingin ruangan. Tetapi pandra sangat menikmati kebersamaan seperti ini, saat mobil melaju sheina membukakan pintu jendela yang ada di kursi belakang, pandra tersenyum akan nikmatnya semilir angin yang menembus masuk mobil itu. Paman menyetel musik tahun 70an dan mulai berdendang, lagu dari seorang band legendaris tanah air koes plus dengan judul kolam susu, sheina dan bibi ikut mendendangkan lagu itu sampai lagu itu selesai, sedangkan pandra hanya senyum dan tertawa melihat kekonyolan paman, bibi dan istrinya.
q sampek berfikir yg enggak enggak...
nunggu ini novel..
semangat thor
karyamu bguss
nyampe lupa x cerita y🤦🏼
dimana dirimu
aku kangen cerita mu thor