NovelToon NovelToon
Sesungguhnya Cinta

Sesungguhnya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:110.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Puput

Rasa cinta itu justru tersadar, ketika cemburu dirasakannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elsa Tersesat

"Dea, kamu sudah tidak apa-apa kan?" tanya Bu Lisa setelah mereka semua turun dari bus dan harus berjalan menyusuri jalan setapak beberapa meter untuk sampai ke tempat perkemahan. Jalan pun sedikit menanjak.

"Sudah tidak apa-apa, Bu." Dea tersenyum. Jelas sudah baikan, apalagi hatinya sekarang terasa begitu bahagia.

"Untung ada Elang yah."

Setelah mengeluarkan semua tas yang ada di bagasi bus, Elang mengambil tasnya dan langsung menyusul Dea. "Iya, untung ada gue.." Elang mengimbangi langkah Dea sambil mengambil tas yang masih Dea jinjing. "Sini gue bawain."

Dea terdiam dan membiarkan Elang menyerobot tasnya.

"Ya udah, Ibu duluan yah. Kalau ada perlu apa-apa, kamu bilang sama Ibu," kata Bu Lisa sambil sedikit tersenyum pada Dea.

"Iya Bu. Terima kasih." Setelah Bu Lisa berlalu, Dea berniat mengambil tasnya kembali. "Sini, biar gue bawa sendiri aja."

Elang mengelak, "Eittss, kalau gue bantuin itu gak boleh nolak. Lebih baik gue bawa tas lo daripada gue gendong lo kalau pingsan. Berat."

"Elang, lo nyindir banget yah kalau gue gemuk." Dea mencubit asal lengan Elang yang membuat Elang tertawa.

Keributan itu membuat Elsa menoleh ke arah mereka berdua. Biasanya Elang ribut dengan Elsa. Sebenarnya ada sesuatu yang aneh, mungkin Elsa masih belum terbiasa melihat perhatian Elang pada gadis lain.

"Mana tas lo biar gue bawain," kata Fandi yang membuat Elsa mengalihkan perhatiannya dari Elang.

"Gak usah, tas gue gak berat kok." Dan bohong, karena Elsa masih saja jaga image di depan Fandi.

Sesampainya di area perkemahan mereka berkumpul untuk pembagian kelompok, satu tenda untuk 4 orang

"Gini nih, kalau pembagian kelompok berdasarkan absen. Gue jadi satu tenda sama si curut," Elang kesal.

"Maksud lo curut itu gue?" tanya Bagas dengan tampang polosnya.

"Bukan lo!"

Fandi mendengar perkataan Elang karena berdiri mereka yang sederet per satu kelompok; Elang, Bagas, Doni, dan Fandi. "Lo kalau gak mau satu kelompok sama gue, lo bikin aja tenda sendiri. Kalau bisa di tengah utan sana," dan inilah untuk pertama kalinya Fandi menimpali Elang.

"Apa lo bilang?" Elang menarik Bagas agar Elang bisa berdekatan dengan Fandi. "Pinter jawab yah lo sekarang. Kenapa? Lo udah bosan jadi cowok yang sok cool."

"Terserah apa kata lo," sebenarnya dulu Fandi juga tipe cowok yang banyak bicara. Hanya karena semua masalah di hidupnya yang merubah dirinya.

"Sudah, tidak usah ada yang berkomentar. Lebih baik sekarang kalian pasang tenda masing-masing. Setelah selesai baru kalian istirahat dan makan sebelum acara malam." Pak Satria memberi arahan pada murid-murid. Mereka semua bubar dan mulai memasang tenda masing-masing kelompok.

Elang dan Fandi masih saja berseteru, tapi rupanya mereka sama-sama ahli memasang tenda. Perseteruan mereka berubah menjadi kerjasama yang membuat Bagas dan Doni bisa beristirahat dan hanya melihat mereka bekerja sambil menertawakan.

"Cepet selesai kan kalau ada gue." Elang mengibaskan tangannya menghilangkan debu yang menempel.

"Gak usah sombong lo!" Fandi melakukan hal yang sama. Tapi arah pandangannya kini tertuju pada Elsa yang masih saja belum selesai memasang tenda. Fandi langsung melangkah mendahului Elang.

Elang mengikuti Fandi, dia berniat ingin membantu Elsa juga tapi saat melihat ekspresi Elsa yang begitu bahagia dengan Fandi, dia urungkan niatnya dan memutar langkahnya menuju Dea. Udah ada yang perhatian ke lo selain gue. Dan mungkin, bukan gue lagi yang akan lo cari saat lo butuh sesuatu.

Tak butuh waktu lama, Fandi sudah selesai memasangnya. Kemudian dia berbisik di telinga Elsa. "Ikut gue yuk."

Elsa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

"Sa, lo mau kemana?" tanya Anna.

"Mau jalan-jalan bentar."

"Ya udah jangan lama-lama tugas kita kan masih banyak."

"Oke," Elsa hanya menjawab sambil berlalu. Langkahnya terlihat ringan mengikuti Fandi. "Fan, lo tumben sih ngeladeni Elang berantem." Elsa memulai pembicaraan.

"Sejak gue cerita sama lo kemaren, rasanya ada beban yang hilang dipikiran gue. Gue aslinya gini kok, banyak omong juga kayak Elang."

"Oo, syukurlah kalau lo udah bisa move on." Mereka mengobrol sambil berjalan lumayan jauh sampai hampir masuk ke dalam hutan.

Fandi menghentikan langkahnya. Menghirup udara yang sejuk meski hari mulai sore. "Makasih, lo udah ubah hidup gue."

Elsa, awalnya tidak berani menatap mata Fandi. Dadanya bergetar. Kali ini mereka hanya berdua. Apa yang akan dikatakan Fandi padanya? Memikirkan itu rasanya membuat Elsa panas dingin tidak karuan.

Belum sempat Elsa berkata apa-apa, Fandi melanjutkan perkataanya dan kini Fandi menatap Elsa jauh lebih dalam dan penuh penghayatan. "Mungkin, ini terlalu cepat buat lo tapi ini terlalu lama buat gue untuk mengartikan."

Elsa kini beranikan diri menatap Fandi. Dia seperti melambung, jika memang Fandi mengungkapkan cintanya sekarang, apa yang akan dia katakan. Dia gigit kecil bibir bawahnya untuk mengurangi rasa gemetar di tubuhnya.

Fandi mendekatkan wajahnya, dengan cepat dan membisikkan sebuah kalimat yang begitu lembut. "Aku cinta sama kamu."

Satu kalimat yang seketika membuat pipi Elsa merah merona, apalagi di saat tangan Fandi tiba-tiba menggenggam tangannya dengan hangat.

Haruskah Elsa langsung menjawab, iya, aku juga cinta sama kamu. Kalimat yang simple tapi sulit terucap. Bibir Elsa seperti tidak mau untuk terbuka. Berat. Sampai akhirnya ada suara yang memanggil nama Fandi cukup keras.

Fandi melepas tangannya dan menoleh ke belakang. "Ya ampun Doni, gue lupa. Kamu tunggu sini yah aku mau ambil air dulu di sungai. Cuma bentar."

Elsa mengangguk sambil tersenyum. Lalu Fandi segera membalikkan badannya dan berlari menyusul Doni.

"Yes! Cinta, aku, kamu!" Elsa melompat kegirangan. Untunglah Fandi sudah berlalu dan tidak melihat tingkah konyolnya. "Tapi terus gue harus jawab apa, Fandi nembak gue apa cuma ungkapin perasaannya sih? Gue jadi bingung." Elsa meremas tangannya sendiri sambil berpikir sehingga tanpa sadar dia menginjak sesuatu yang empuk. "Eh," Elsa melihat seekor kelinci yang langsung melompat kabur saat Elsa tanpa sengaja menginjak kakinya. "Di hutan gini ada kelinci? Jangan-jangan ada sarangnya." Elsa pun mengikuti kelinci itu melompat. Dia tidak sadar jika dia masuk ke dalam hutan lebih jauh dan mungkin dia tidak hafal jalan untuk kembali.

Benar, Elsa kini berada di dalam hutan. Elsa membalikkan badannya, yang dia lihat hanyalah pohon-pohon besar. Berjalan ke kanan atau pun ke kiri tetap sama. Elsa mulai bingung dan panik. "Kenapa gue bisa sampai sini?!" Napas Elsa mulai tergesa, "Gue mesti lewat mana?" Elsa malah berlari tapi nihil, Elsa semakin tersesat.

"Elsa?" panggil Fandi saat dia kembali ke tempat dia meninggalkan Elsa. Tapi Elsa sudah tidak ada di sana. "Mungkin Elsa udah kembali ke tenda." Dan, Fandi pun langsung kembali ke perkemahan. Lalu Elsa???

1
Siti patma
namanya lo tamak
Guna Putra
kaka s2 nya dijudul br apa namanya ku mau baca
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Bagus thor ceritamu, semangat terus thor dalam berkarya 💪💪💪
Nanami
agak kecewa ya, elang sama elsa 🤣 cerita cinta tentang sahabat bagus cuma karakter elsa marusak citra peran utama, padahal tinggal ubah perasaan elang jdi cinta ma dea doang jadi mantap lo novel ini plot twisnya dapat kyk drakor start up gtu kan ga melulu ending harus sama peran yg pertama tampil
Author Halu: iya nanti di remake ulang. 😂 ini memang novel pertama aku di tahun 2019.. ☺️
total 1 replies
Nanami
bagusan elang sama dea aja sih, masuk karakternya, elsa menye2 banget ga keren buat jdi peran utama, kalo di drakor atau cerita lain cuma figuran aja nih model2 elsa 😂
Nanami
waduh seru juga, jdi bungun ngeship sama elang atau sama cowo yg naik mobil
Fina Fitriani
ditunggu season 2 nya . .... semangat
Juliai Ani
di kacangin baru merasa
Juliai Ani
dua dua nya lah
Juliai Ani
SMA Waktu sekolah yang menyenangkan
Azizah az
hadir disini kk, nyicil baca karya2 kk 👍👍
miss lie
cerita yg baik❤️smga ada S2nya
Iis Nurhayati
novel karya puput kata" bagus alurnya g ribet" bagus pokonya
Iis Nurhayati: sama" say terus berkarya
total 3 replies
Cita Solichah
karya2mu sma baguuss.. aq suka.
Lena Natalia
Luar biasa
hoomano1D
lucu aja ya, sma jurusan ips tp pen masuk ke kedokteran? apa kabar pelajaran biologi sm kimia selama 3thn di sma???
Author Halu: hai kak, makasih sudah mampir di cerita lama aku yg amburadul.. 🤭 seingat aku dulu Fandi kejar pelajaran ipa lewat Dea. jadi nanti dia mau mencona tes di fakultas kedokteran.. 😂 maafkan author yg lupa dgn jalan cerita ini. maklum udah 3 tahun berlalu..
total 1 replies
Sri Raganti Ols
Sesasone 2 nya dah adakah??
Sri Raganti Ols: Kirain sdh louncing hehe
total 2 replies
Sri Raganti Ols
akhir dua insan yg sama sama kehilngan bersatu
Sri Raganti Ols
makin sini makin emosi,,tp penasaran....
Sri Raganti Ols
Elang emang lelaki sejati,tanda cowo bertanggung jawab,dia jln ma dea,tp pulng ga maen tinggalin aja dia tetep tanggung jwb ampe smpetnya nyriin grabcar,pdhl elng khawatir bgt ma elsa tp dia tepis biar kelar satu satu jd gda hati yg terluka,,aahhh pingin satu kya gt upst hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!