NovelToon NovelToon
BLUE EYES

BLUE EYES

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Bullying dan Balas Dendam / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Sosok wanita Cantik dan Ceria bermata biru menjalani harinya dengan semua masalah yang ada, Kisah misteri dan juga Asmara yang datang silih berganti ikut menyertai.

Teman dan musuh tak bisa terlihat dengan nyata, bahkan cinta dan obsesi sulit untuk dibedakan.

Lalu bagaimana semua bisa terlewati, bahkan kematian menyertai perjalanannya, bagaimana kisah ketegangan penuh trik dan intrik akan berakhir, dan misteri terungkap dengan segala tipu daya, bahkan kekonyolan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari

Ailina dibuat makin takut, dan dengan terpaksa mengeluarkan perisai dalam tubuhnya.

Brug

Aftan seketika terpental, Ailina langsung bisa bernafas lega, dan tanpa permisi lagi langsung menyambar koper dan pergi dari sana.

Rasanya ingin menghilang dari muka bumi, Ailina begitu pusing tak menyangka sama sekali, Aftan yang sudah di anggap kakak sendiri justru mempunyai perasaan tak masuk akal baginya.

Ponsel pun tak mungkin di bawa, khawatir alat pelacak dari Aftan masih ada di dalamnya, dengan sengaja Ailina meninggalkan ponselnya begitu saja.

Terus berjalan dalam kebingungan, hingga akhirnya Ailina tiba di suatu tempat.

"Ai?" Tanya seseorang yang baru saja membuka pintu Apartemen nya.

"Sorry, bisa aku beristirahat disini?" Ailina melihat sekitar dan juga ke dalam Apartemen.

"Tentu saja, masuklah" ucap Arsy yang nampak heran dan kebingungan melihat koper besar yang di bawa Ailina.

"Dimana profesor?"

"Daddy tidak ada, ada tugas dari kampus yang mengharuskannya untuk keluar kota selama beberapa minggu" ucap Arsy.

"Oh ya, pantas jadwal kuliah ada yang dirubah, rupanya begitu?" Tanya Ailina yang sebenarnya merasa ada yang aneh.

"Hem, begitulah."

"Jadi kamu sendirian?" Tanya Ailina lagi.

"Tentu saja."

"Kamu sendiri, mau kemana?, Keluar kota juga?" Tanya Arsy sambil menatap koper besar di samping Ailina.

Ailina terdiam, sebenarnya untuk saat ini ingin menjauh dari Arsy juga, mengingat apa yang diketahuinya dari informasi yang Aftan berikan beberapa hari lalu, namun masalah lain justru memaksanya untuk berada di tempat yang aman dari Aftan.

Dan menurutnya adalah tempat tinggal Arsy saat ini yang dipilihnya, setidaknya sampai dirinya tenang, begitu juga dengan Aftan.

Arsy melihat ada kegundahan di wajah Ailina, lalu segera berdiri dan membuatkan minuman hangat karena cuaca dingin sedang tidak bersahabat.

"Minumlah Ai, mumpung masih hangat"

"Terimakasih Arsy" Ailina segera mengambil dan meminumnya, hangat dan nikmatnya minuman yang masuk membuat hatinya sedikit tenang.

"Ada apa Ai?" Tanya Arsy setelah melihat ekspresi wajah Ailina lebih baik lagi.

"Bisa aku tinggal menemanimu di sini untuk beberapa hari?"

"Tentu saja, aku sangat senang sekali, tapi_"

"Kenapa?, Kamu keberatan?" Tanya Ailina khawatir tak diterima.

"Bukan, hanya saja aneh, memang kamu ada masalah?"

Ailina mengangguk, lalu memejamkan matanya sejenak dan menyadarkan punggungnya di sofa.

"Sorry, aku belum bisa cerita" jawab Ailina.

"Ya sudah, ayo aku antar ke kamar dulu" Arsy segera berdiri dan berjalan menuju satu kamar yang tersisa dan Ailina mengikuti.

Ailina segera merebahkan tubuhnya, rasanya masih tak percaya dengan ungkapan perasan Aftan yang membuat nya shock untuk saat ini, ingin rasanya berkeluh kesah dengan kedua kakak kembar nya, namun tidak mungkin, karena bisa di pastikan akan timbul pertengkaran.

Merahasiakan apa yang terjadi saat ini adalah jalan keluar terbaik, berharap semua akan mereda dengan sendirinya, dan Aftan akan menyadari perasaan yang sudah melewati batasnya.

*

*

Aftan terdiam di balkon kamarnya, saat ini antara lega sudah mengungkapkan perasaan dan juga takut akan kehilangan Ailina.

Terlihat jelas bagaimana Ailina sangat terkejut, belum lagi raut wajahnya yang menyiratkan rasa takut, namun apa boleh buat, Aftan sudah tidak mungkin lagi menyembunyikan perasaannya.

"Sorry, aku benar-benar tak bisa lagi menahan semuanya" ucap lirih Aftan sambil memejamkan matanya sejenak.

Ada rasa sakit yang luar biasa di hatinya, jelas sekali penolakan yang di lakukan oleh Ailina, namun rasa tanggungjawab yang di ucap harus di pegang, dimana dirinya harus berada di dekat Ailina sebagai saudara sepupu untuk melindunginya.

Aftan mengambil ponsel dan berusaha untuk menghubungi Ailina, sesaat terdiam dan hanya memandang ponselnya, tentu saja, Ailina tak lagi akan menghubunginya.

"Dimana kamu Ai?" Gumam Aftan kini tak lagi bisa melacak ponsel Ailina.

Tentu tak bisa di lakukan, karena Ailina meninggalkan ponsel miliknya di kamar Apartemen milik Aftan yang sempat di tinggali.

"Sial!"

Aftan mengumpat karena kekhawatiran semakin memuncak, dan setelah menjalankan ibadah wajibnya, segera melesat keluar untuk mencari keberanian Ailina.

Apartemen milik Ailina adalah tujuan utamanya, setelah masuk dan melihat ke dalam, ternyata kosong tak ada suara atau aktifitas apapun, bisa di pastikan Ailina tak menginjakkan kaki di tempat ini.

"Apa mungkin Ailina tinggal di hotel?" Pikir Aftan menebak kemungkinan yang bisa terjadi.

Hari semakin gelap, tepatnya jam delapan malam, Aftan segera keluar dari Apartemen Ailina, melangkah pergi menghubungi beberapa orangnya dan berakhir duduk di taman terdekat yang ada di sana.

Aftan menyerah untuk saat ini, pikirannya sedikit tenang, masih ada kampus tempat Ailina yang di datangi esok hari, lalu Aftan melangkah pergi.

Brug

"Sorry?!" Ucap Aftan saat tak sengaja menabrak seseorang.

"Kak Aftan?"

"Arsy?"

Keduanya saling bertatapan, lalu_

"Ailina!"

Aftan dan Arsy menyebut nama yang sama dan hampir bersamaan.

"Ada ditempat mu?" Lanjut Aftan.

"Hem, tadi sore datang ke Apartemen kak" jawab Arsy.

Aftan sedikit lega, dan dari apa yang Arsy lakukan saat ini, bisa di pastikan kalau Ailina belum menceritakan apapun.

"Sorry kak, sebenarnya ada apa?" Tanya Arsy.

Aftan terdiam sejenak, berpikir untuk meminta bantuan atau saat ini juga harus mendatangi Ailina di Apartemennya, lalu Aftan berdamai dengan hatinya.

"Bisa aku bicara sebentar denganmu Arsy, apa kamu sedang terburu?" Tanya Aftan.

"Tidak, aku hanya ingin belanja ke Minimarket, lalu pulang"

Aftan tersenyum senang saat Arsy tak keberatan untuk diajak duduk di tempat rest area yang tak jauh dari sana.

Diam sejenak, Aftan menata hati dan pikiran untuk menghasilkan perkataan yang tidak membingungkan Arsy nantinya.

"Ada apa kak?" Tanya Arsy tak sabar lagi.

"Aku dan Ailina sedang bertengkar, dan kami_"

"Kak Aftan mengungkapkan perasaan cinta?"

"What?!"

Aftan terkejut bukan main, maksud hati ingin pelan-pelan menjelaskan, justru langsung di todong dengan pertanyaan.

"Benar tidak?" Tanya Arsy dengan ekspresi datarnya.

"Apa Ailina sudah cerita?" Tanya Aftan.

"Tidak, tapi aku feeling saja, dari dulu aku bisa melihat kak Aftan punya perasaan lain, tentunya itu bukan sayang karena saudara."

Aftan makin terkejut, terdiam dan tak percaya, sejelas itukah sikap dan tingkah lakunya, hingga Arsy bisa melihatnya.

Namun saat ini yang terpenting adalah kenyamanan dan keamanan Ailina, Aftan membuang jauh egonya dan sedikit lega karena sudah tau keberadaan sepupunya.

"Sorry, aku kelepasan, dan membuat Ailina terkejut dengan perasaan ku, aku salah dan tak bisa mengendalikan diriku, lalu sampai kapan Ailina akan tinggal disana?"

"Aku tidak tau kak, lagi pula aku senang Ailina menemaniku, aku sendirian"

"Oh ya, kemana prof Mark?"

"Perjalanan luar kota, tugas dari kampus"

"Oh" wajah tenang Aftan lalu_

"what?!" Seketika Aftan panik ingat akan rahasia tentang Arsy dan sang Daddy.

"Ada apa kak" Arsy heran melihat perubahan wajah Aftan.

"Tidak ada, aku pulang dulu" sahut Aftan bergegas pergi.

Jelas hanya ada mereka berdua saat ini, dan seperti yang sudah Aftan tau, bahwa baik Arsy ataupun prof Mark masih tidak bisa di percaya, mengingat semua informasi yang sudah di kantongi oleh Aftan.

apa yang akan terjadi selanjutnya?, jangan lupa KOMEN ya, ditunggu juga HADIAH, VOTE, LIKE, dan Tonton IKLANnya.

Bersambung.

1
Wulan Dari
adiknya sky tepatnya kembarannya
Wulan Dari
adiknya sky si arsy
Wulan Dari
aku tuh dah beberapa kali baca cerita keluarga nugrsha gk pernah bosan bacanya walaupun baca berulang2kali suka semua novel mu thorr😍😍😍😍
Ummah Intan
Luar biasa
Gini Antika
eagle nugraha thorrr bukan brian
kalau brian nugraha itu turunan alex
Heryta Herman
sky sky..jadi lelaki ga genleman...kamu merendahkan harga diri wanita yg kamu suka..padahal adikmu juga wanita...hhuuhh..
aristi
sky kah???
Fafa Marketology
emang BLH ya klu sepupu
Rochman Syah
cerita tentang Evan & Ethan ad GK Thor...
penasaran in q nya😊😊
Elin Erliana
Lumayan
Suherni Erni
kenakan..balas dendam ngga jelas.cari tau dlu masalah sebenernya.otak udang dipake
Aya Yeyet
selalu keren Thor karya mu, trimakasih...
Renny Mamrat
Luar biasa
Whatea Sala
Selalu ku tunggu karyamu berikutnya.
Mas Chabibah Muslich
Luar biasa
erinatan
ututututu kacian babang sky cini cini akoh peyuk🤣🤣🤣
erinatan
pasti sky
erinatan
aku baru baca karyamu KK dan ini yg kedua cukup bikin penasaran juga semoga othor bisa menghasilkan karya2 yg lebih menakjubkan lg
erinatan
apkh Arsy ank sky
siti Hasanah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!