"Ugh ..." Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ...
sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.
"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"
Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.
Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.
Follow Ig : Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Satu Malam Dan Kejadian Masa Lalu
BRUGGG!!!
"Jawab aku Nayra!"
"Ardiansyah! Lepaskan aku!"
Nafas Ardiansyah memburu di hadapan ku. Wajahnya merah dan penuh dengan kemarahan.
Sedangkan ke-dua pergelangan tangan ku di silang ke-atas. Pergerakanku terkunci. Aku sama sekali tidak bisa bergerak.
"Hmmm—" aku tersenyum menyeringai.
Setelah tinggal untuk waktu yang cukup lama dengan Ardiansyah. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Diriku harus tetap tenang menghadapi situasi ini.
"Kenapa kamu tersenyum? Saat ini aku tidak main-main, Nayra!!"
"Aku juga tidak main-main! Kamu bertanya kenapa aku masuk ke dalam kamar mu? Aku datang untuk membalas mu."
"Hehhh!!! Membalas ku? Apa maksud mu?"
Hening...
Saat ini suasana di dalam kamar sangat tegang. Keheningan tiba-tiba saja menjadi sesuatu yang sangat menegangkan.
"Jangan main-main denganku Nayra!! Katakan apa yang sebenarnya kamu rencanakan?"
"Heh! Aku sudah belajar banyak dari mu! Seharusnya kamu sudah bisa menebaknya sendiri."
SRET!!!
Ardiansyah tersenyum kaku. "Jadi apa ini yang kamu maksud?!"
"Hmmmm—"
Seketika aku terkejut apa yang Ardiansyah lakukan?
Dirinya tiba-tiba saja mencium bibirku.
"Ini yang kamu maksud ..." Ucapnya setelah mencium ku.
Seketika mataku terbelalak, tubuh ku terdiam kaku. Aku masih sedikit terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya ku, setelah Ardiansyah mencium ku.
"Sudah jelas! Apa yang aku lakukan ..." Wajahnya begitu merah setelah mencium ku.
"Lepaskan aku!"
Saat ini tangan ku terasa sakit, cengkeraman Ardiansyah begitu kuat sehingga aku tidak bisa bergerak atau pun melawannya.
"Ssttt!" Jari tangan Ardiansyah menyentuh lembut wajah beserta bibir ku.
"Ini adalah hukuman untuk mu!"
Aku akhirnya mengerti apa maksud dari perkataan Ardiansyah. Dia pikir aku takut. Saat ini aku sudah tidak peduli lagi dengan harga diriku. Yang terpenting adalah bagaimana aku bisa membalas dendam.
Aku tersenyum menyeringai. "Jadi ini maksud mu.!"
"Apa yang kamu ket—"
Tanpa ragu aku mencium kembali bibirnya.
Saat itu aku melihat Ardiansyah terkekeh. Matanya terbelalak walaupun aku tidak tahu apa yang ia pikirkan. Namun aku tahu pasti, kelemahan laki-laki adalah wanita.
Tidak ada satupun laki-laki yang mampu menahan godaan wanita. Agar membuat Ardiansyah sepenuhnya percaya kepada ku. Ini adalah satu-satunya cara agar dia percaya.
Saat cengkeraman tangannya melemah aku melepaskan tangan ku.
SRET!!
Aku membalikkan posisi. Kini tubuh ku berada diatasnya. Tangan ku menarik dasi yang masih mengikat lehernya.
"Bukannya kamu menginginkan tubuh ku?" Tanya ku kepada Ardiansyah dengan suara yang terdengar sangat menggoda.
Ardiansyah tersenyum menyeringai. "Nayra! Sekarang kamu benar-benar berbeda?" Ucapnya sambil menjulurkan lidah—meletak bibir bawah nya.
"Tidak! Aku tidak berubah! Bukankah kamu sendiri yang mengatakan, untuk mendapatkan semuanya ada harga yang harus di bayar! Ini adalah bayaran ku."
Suara nafas Ardiansyah yang begitu memburu terdengar jelas di telinga ku.
"Jangan pernah menyalahkan ku, jika setelah ini kam—"
Aku langsung mencium bibirnya. "Ini adalah kemauan ku sendiri."
Hmmm—
Demi bisa membalas dendam kepada mereka aku rela mengorbankan tubuh' ku. Tidak peduli apapun resikonya selama itu bisa membantu ku membalas dendam akan aku terima.
Saat itu Ardiansyah melumat habis bibir ku. "Aku terima tawaran mu malam ini, jangan sampai kamu menyesal ..."
Malam itu aku sepenuhnya memerahkan diriku kepada Ardiansyah.
Tek!
Ardiansyah mematikan lampu kamar.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Di sisi lain.
Dengan kemampuan dan uang yang di miliki oleh keluarga Atmadja. Dharma menyewa orang untuk menjadi kambing hitam. Ia memberikan uang kepada seorang wanita dan pria agar mereka mengaku sebagai orang yang ada di dalam video itu.
Mereka di berikan uang yang cukup fantastis. Serta ia berjanji akan memberikan lebih serta menanggung penuh kehidupan keluarga mereka.
Satu minggu kemudian.
Video syur itu kembali hadir dengan tempat dan pakaian yang sama. Namun kini wajah mereka tersorot jelas oleh kamera.
Itu semua adalah ide dari Monica. Selama mereka tutup mulut dan tidak membocorkan rahasia perjanjian mereka. Kehidupan keluarga mereka akan terpenuhi.
Saat itu setidaknya satu masalah telah teratasi.
Walaupun saat itu perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Satu minggu setelah video itu beredar, banyak investor yang membatalkan kontrak dengan perusahaan mereka.
Perlahan nama baik dan citra perusahaan menurun. Namun belum ada gerakan selajutnya.
Monica masih mencari keberadaan ayah mertuanya. Suaminya saja tidak di beri tahu hanya dia sendiri yang mengetahui bahwa ayah mertuanya kabur dari rumah sakit.
Hubungan antara ayah dan anak begitu renggang. Saat ayahnya tidak merestui hubungannya dengan Ningrum—ibu kandung Nayra.
Flash Back.
"Dharma! Keluar kamu dari rumah ini." Teriak ayahnya.
"Pah! Dengar penjelasan ku dulu!"
"Pergi dan bawa wanita itu keluar dari rumah ini! Aku tidak sudi menerima wanita itu dan anak yang di kandung oleh wanita itu."
Saat itu mereka berdua bertengkar.
Pertengkaran itu terdengar oleh Monica, yang pada saat itu masih sudah di jodohkan dengan Dharma.
Namun karena saat itu Dharma mencintai Ningrum gadis desa yang sangat ia cintai. Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah.
Namun saat itu sang kakek tidak merestui pernikahan itu pernikahan mereka hingga mengusir mereka keluar dari rumah.
Namun Monica juga tidak tinggal diam dia menyuruh orang untuk menabrak mobil yang dikendarai oleh mereka.
Setelah itu terdapat kabar bahwa mereka mengalami kecelakaan. Saat itu kabarnya hanya Dharma yang selamat dari kecelakaan.
Sedangkan saat itu Ningrum di kabar tewas.
Saat itu Dharma mengalami hilang ingatan. Dengan demikian Monica bisa dengan mudah menikah dengannya.
Sampai suatu hari akhirnya sang ayah mengetahui bahwa sebelum meninggal, Ningrum sempat melahirkan seorang putri.
Karena rasa bersalah yang menghantuinya selama bertahun-tahun. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari anak itu. Hingga suatu hari ia berhasil menemukan Nayra—putri dari anaknya sekaligus cucu kandungnya.
Sampai suatu hari Monica mendengar bahwa ayah mertuanya meminta mereka untuk mengadopsi seorang anak perempuan di sebuah panti asuhan.
Di tengah pembicaraan ayah mertuanya dan seorang pengacara. Monica mendengar bahwa anak perempuan itu adalah anak kandung suaminya dengan Ningrum.
Di situlah awal mulanya Monica menyusun rencana agar bisa mendapatkan semuanya.
Flash Back Off.
Monica menatap tajam ke-arah cermin kaca—melihat pantulan dirinya.
"Tua gila' di mana kamu sekarang?!" Mengepalkan tangan. "Setelah aku menemukan mu, aku akan langsung menghabisi mu tua bangka.!"
...══════ஜ▲ஜ══════...
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...