~Follow, Like dan Comment ya ayang-ayang akoooh~
Alvaro Gabriel, seorang CEO yang terkenal sangat sukses diusianya yang masih muda. Kehadiran Vanaya Anastasya seorang Akuntan baru di perusahaan itu, sedikit mengusik perhatiannya.
Akankah Alvaro berhasil mencuri perhatian Vanaya?
Mari dibaca ya teman"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beepoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gangguan
Ini menjadi hari ke 3 untuk sepasang pengantin baru itu berada di negeri sakura. Setelah 2 hari tidak keluar kamar karena Alvaro menggempur istrinya siang malam sampai kelelahan.
"Kalau aja hari ini gagal jalan-jalan karena ulahmu, kuhabisin kau Al!" Vanaya benar-benar kesal karena Alvaro mengurungnya 2 hari ini
"Hihiiii! Galak sekali! Istri siapa sih?" Alvaro mengusili istrinya yang manyun
"Al.....! Awas aja! Aku kasih tau mommy ya" ancam Vanaya
"Ampun sayang! Canda! Iya kita jalan-jalan hari ini! " Alvaro mengalah
Mereka berkeliling mengitari kota tokyo. Banyak tempat indah yang mereka singgahi dan tidak lupa mereka mengabadikan momen bahagia mereka dengan berfoto dan video.
Begitulah aktivitas mereka disana menikmati waktu berdua, siang sampai sore berkeliling ke tempat-tempat indah dan malam hari memadu kasih diatas ranjang dengan panas hingga saat ini sudah hari ke 5.
"Berapa lama kita disini Al?" tanya Vanaya sambil mengolesi roti untuk sarapan mereka
"2 minggu sayang! Kenapa?" jawab Alvaro sambil menerima roti yang sudah diolesi istrinya
"Gimana kalau seminggunya kita ke singapura Al? Pasti disana juga sangat indah" Vanaya mengajukan idenya
"Tempatnya yang indah atau kau mau menemui sahabatmu itu sayang?" ucap Alvaro terkekeh mengerti maksud istrinya
"Hehee! Tau aja! Sekalian sih" jawab Vanaya
"Ya udah besok kita berangkat kesana! Sekarang kita sarapan dulu ya! Kumpulin tenaga buat keringatan bareng" Jawab Alvaro enteng
"Aissss! Otakmu isinya apa sih Al! Mesum aja" Vanaya geleng kepala lihat suaminya
"Hahaaa! Kan enak sayang! Sini duduknya sayang!" Alvaro menepuk kedua pahanya menyuruh agar istrinya duduk dipangkuannya
Mereka sarapan dengan romantis, sambil saling menyuapi juga sesekali saling berciuman menikmati pagi indah mereka.
"Apa kau udah mandi sayang?" tanya Alvaro pada istrinya yang masih bermalas-malasan selesai sarapan
"Belum! Lagi males! Ntar deh" jawab Vanaya
Secepat kilat Alvaro menggendong istrinya keluar dari kamar hotel
"argggg! Al kita mau kemana?" Vanaya berontak
Setelah melihat sekeliling ternyata Alvaro membawanya ke kolam renang yang ada dihotel tersebut
"Kita berenang sayang!" ucap Alvaro
"Wow! Seru juga! Yukkk" Vanaya kembali semangat
Dan disanalah mereka saat ini, main air saling bercanda tertawa bahagia.
Tring
Tring
Tring
Ponsel Alvaro yang terletak tidak jauh dari mereka berdering keras
"Sebentar sayang! Kau lanjut aja dulu berenangnya! Ponselku berbunyi!" ucap Alvaro sambil berjalan keluar dari dalam air
"Hummm" Vanaya melanjutkan keseruannya sendiri didalam air
"Iya ada apa Tom? Bagaimana bisa? Ya aku akan segera pulang" Alvaro meletakkan ponselnya dan menghampiri istrinya
"Sayang! Kita pulang hari ini, gapapa ya! Lain kali kita atur waktu untuk jalan-jalan" ucap Alvaro merasa tidak enak karena bulan madu mereka terganggu
"Ada masalah apa Al?" tanya Vanaya
"Cuma masalah kecil di kantor! Tapi aku harus turun tangan untuk membereskannya! Gapapa kan sayang kalau kita pulang sekarang?" ucap Alvaro
"Iya gapapa! Kalau gitu sekarang kita bersiap-siap" Vanaya dan Alvaro keluar dari area kolam renang
Mereka memberesi barang-barang yang akan dibawa pulang hari ini kemudian check out dari hotel tersebut.
Butuh waktu 7 jam penerbangan untuk mereka sampai ditujuan. Sekitar jam 4 sore mereka tiba dibandara dan disana sudah ada Tom yang siap untuk menjemput tuan dan nyonya mudanya.
Alvaro menggendong Vanaya yang tertidur sejak didalam pesawat tadi. Dia tau istrinya sangat lelah karena ulahnya sejak disana jadi dia tidak membangunkannya saat mereka tiba.
"Selamat datang kembali tuan! Mohon maaf kalau mengganggu acara bulan madu kalian" sambut Tom
"Iya! Tidak masalah! Sekarang kita berangkat" perintah Alvaro yang sudah duduk didalam mobil sambil memangku kepala istrinya yang masih tidur
"Baik tuan" Tom melajukan mobil menuju kediaman tuan dan nyonya besarnya.
Setelah hampir 1 jam akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua Alvaro.
"Sayang! Kita udah sampai rumah! Bangun ya" Alvaro membangunkan istrinya
"Hummm! Hoammmm" Vanaya membuka mata dan berdiam sejenak menenangkan diri agar tidak sempoyongan
"Kenapa aku ga dibangunkan daritadi Al?" tanya Vanaya sambil mengucek matanya
"Tidurmu lelap sekali sayang kayak kerbau! Hiiiii" Alvaro terkekeh
"Aisss! Mulai deh! Dah yuk turun" ajak Vanaya dan keluar dari mobil
Alvaro mengikuti langkah istrinya menuju pintu masuk. Disana sudah berdiri Carla dan Jeremia menyambut putra dan menantunya.
"Mommy....!" Vanaya menghampiri Carla
"Gimana honey moon nya sayang? Kamu pasti lelah" Carla tersenyum senyum
"Hehee mommy bisa aja!" Vanaya tersipu malu
"Daddy" Vanaya juga menyapa Jeremia yang ada disana
"Iya sayang! Kita masuk dulu kalian pasti lelah dengan perjalanan jauh" Ajak Jeremia
Tom mengikuti tuan muda dan tuan besarnya masuk kedalam rumah sambil menarik koper milik Alvaro dan Vanaya.
Saat ini mereka duduk diruang tengah siap dengan teh yang disediakan oleh pembantu dirumah mereka.
Vanaya yang belum tau masalah apa yang menyebabkan mereka harus pulang hanya menyimak pembicaraan mereka disana
"Kenapa sampai bisa lolos Tom? Jelaskan kembali dari awal" ucap Alvaro pada sang asisten
"Proyek sudah berjalan 4 hari tuan dan lancar-lancar saja. Saya mengawasi pembangunan disana bersama tuan Sanjaya. Hingga ada seorang pekerja yang melapor kalau temannya bagian penerima material tidak ada ditemukan diarea proyek dan berganti dengan orang asing. Ketika pekerja kita menanyakan pada orang yang tidak dikenalnya itu, orang itu bilang kalau sekarang bagian penerima material sudah diover. Dan pekerja kita percaya karena orang asing itu memakai tanda nama dan pakaian kerja resmi. Namun pada saat material yang digunakan untuk membangun berbeda akhirnya dia melaporkan lagi kejanggalan tersebut pada kami, sehingga saat ini saya mengintruksikan untuk menghentikan pembangunan sementara tuan" Jelas Tom panjang lebar
"Dimana sekarang orang asing yang menyusup itu?" tanya Alvaro
"Sudah saya amankan tuan! Dia mengaku kalau dia dibayar perusahaan Lexy untuk mengganti material bangunan dengan kualitas jelek" jawab Tom
"Sial!!! Lagi-lagi perusahaan Lexy! Sepertinya aku harus menghancurkan mereka" Alvaro emosi
"Sabar son! Daddy punya rencana untuk itu! Sekarang kalian fokus dengan pembangunan hotel dan pastikan semua bahan diganti dengan kualitas terbaik" Ucap Jeremia tersenyum smirk
"Sayang! Kau akan kembali bekerja! Itu maksudmu?" tanya Carla seolah-olah tidak setuju kalau suaminya itu bekerja kembali
"Tidak sayang! Hanya memberi peringatan kecil untuk mereka yang mengusik putraku! Jangan khawatir aku selalu disini menemanimu" ucap Jeremia penuh cinta
Sudah lama rasanya dia tidak mengurus tikus-tikus kecil sejak dia mempercayakan perusahaan pada putra satu-satunya. Dan memang terbukti putranya itu mampu mengembangkan perusahaan mereka dengan pesat.
Sekarang dia berniat akan memberikan pelajaran pada perusahaan Lexy yang sudah berani mengusik ketenangan mereka.
maap.baru baca eps satu next aku bakalan baca lagi 🙏