Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak akan menyerahkan putriku
"Erland Carl Felix." Mengulurkan tangannya agar mendapatkan sambutan hangat dari calon ayah mertuanya tersebut.
Bahkan ia tersenyum simpul ketika memperkenalkan diri dengan sangat percaya diri seperti biasanya. Meskipun ia bisa melihat bagaimana seorang Hugo Madison kini memicingkan mata begitu mendengar suaranya.
'Papa, seandainya aku bisa merekam ini dan menunjukkan padamu. Pasti akan sangat senang karena melihat wajah musuhmu yang sangat terkejut setelah mengetahui siapa aku sebenarnya,' gumam Erland yang masih dengan sangat sabar menunggu uluran tangan disambut.
Hugo Madison yang sangat tidak asing dengan nama yang baru saja didengarnya, seketika menatap ke arah putrinya. "Apa kamu tahu nama pria ini?"
Refleks Floe menggelengkan kepalanya dan menjelaskan kejadian saat ia dikhianati oleh sang kekasih dan berakhir di Club malam sampai akhirnya mabuk dan melakukan hubungan terlarang.
"Jadi, itu kejadian sebenarnya, Dad. Kami baru pertama kali bertemu dan tidak menyangka bisa berakhir seperti ini. Lebih baik tetap lanjutkan acaranya dan aku akan membayar lebih pada Bagas karena hanya memanfaatkannya selama ini." Floe awalnya berpikir jika Erland hanyalah putri dari pemilik butik.
Hingga ia tidak menyangka begitu mendengar suara bariton dari sang ayah yang penuh dengan kemurkaan.
"Daddy sangat yakin jika pria ini sudah mengatur semuanya. Ia pasti sudah membuntutimu dan sengaja duduk di sebelahmu agar bisa melakukan semua ini padamu." Hugo Madison yang begitu mendengar nama marga pria di hadapannya, seketika berpikir jika semua yang dilakukan Erland adalah sebuah kesengajaan terencana.
"Erland Carl Felix, jadi kau adalah putra dari Edrick Felix?" Refleks ia langsung bertepuk tangan karena merasa salut sekaligus murka, tapi dengan sekuat tenaga menahan diri.
Kemudian kembali menatap ke arah putrinya yang masih bingung dengan perkataannya. "Edrick Felix adalah musuh besar Daddy. Apa kamu sekarang paham, Floe?"
Floe yang awalnya tidak paham dengan sikap sang ayah, kini mulai mengerti semuanya. Kini, ia menatap tajam ke arah pria yang selalu santai dan membuatnya benar-benar muak.
"Jadi, kau sudah merencanakan semuanya serapi ini untuk mendekatiku agar bisa menghancurkan keluargaku?" sarkas Floe yang kini mengepalkan tangan kanan dan ia berniat untuk menampar wajah itu sekali lagi.
Namun, malah mendengar suara bariton dari Erland yang tidak membenarkan perkataannya dan dianggap sebuah alasan semata. Apalagi melihat sukap pria itu sangat santai dalam melakukan apapun, sehingga makin muak melihatnya.
"Apa kalian tahu arti lidah lebih tajam daripada pedang? Seperti inilah contohnya. Aku yang sama sekali tidak tahu apapun malah dituduh sangat konyol seperti ini," sarkas Erland yang kini kembali bertepuk tangan setelah tidak mengharapkan apapun lagi.
Ia hanya mengeluarkan ponsel miliknya dan langsung menghubungi sang ayah. Hingga begitu sambungan telpon mendapatkan jawaban.
"Halo, Erland. Sebenarnya apa yang kau buat? Apa kau ingin menghancurkan bisnis Papa, haah?" tanya Edrick Felix yang luar biasa fokus ke arah ponselnya.
Erland saat ini berbicara sambil menatap ke arah Floe dan sang ayah ketika menanggapi.
"Lebih baik Papa datang untuk memberikan aku restu menikah. Aku akan mengirimkan alamatnya agar Papa bisa segera datang!" Kemudian ia langsung mematikan sambungan telpon sebelum sang ayah mengakhiri panggilan.
"Aku tidak akan menyerahkan putriku pada putra dari Edrick Felix. Lebih baik aku menikahkannya dengan Bagas yang jauh lebih tulus." Kemudian ayah Floe langsung mengibaskan tangannya sebagai tanda pengusiran.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗