"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
"Jangan di sini ya bang bermainnya kan malu di lihat anak buah Abang!" kata Mesly sambil memainkan matanya.
Pimpinan preman itu merasa semangat mendengar ucapan Mesly dan segera mengandeng tangan wanita itu menuju sebuah tempat yang sepi tetapi ada sebuah rumah gubuk di tempat itu.
"Ini rumah siapa bang?" tanya Mesly kepada pria itu.
"Ini rumah tempat kita berkumpul untuk memantau mangsa yang terjebak di jalan seperti mobilmu itu!" kata pria itu.
"Jadi ban mobil saya bocor karena jebakan Abang dan anak buah Abang?" tanya Mesly lagi.
"Iya tadi nya kamu ingin menguras habis harta kamu pas di lihat korbannya cantik dan penurut aku tidak akan mengambil hartamu apalagi menyakitimu asal kau bisa menyenangkan aku" kata pria itu.
"Kira-kira mereka bisa mendengar suara kita apa ngak bang, aku kan malu kalau mereka mendengar suara desahanku" kata Mesly sok polos dan penurut.
"Kamu tenang saja cantik! mereka tidak akan mendengar suaramu yang sexy itu" kata pria itu dan mengajak Mesly masuk kedalam rumah gubuk itu dan menguncinya.
Di dalam rumah Mesly tersenyum menyeringai apalagi saat melihat pria itu menyiapkan semua keperluan buat bersenang-senang.
"Hahahaha... kamu akan merasakan sensasi yang berbeda bang yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu" kata Mesly sambil mengambil sapu tangan dan di gulungnya menjadi panjang.
"Buat apa sapu tangan itu?" tanya pria itu melihat Mesly mendekatinya sambil mengusap pipi pria itu.
"Ini untuk menutup matamu bang!, kau tenang saja dan nikmati sensasinya"
Mesly menutup mata pria itu, setelah selesai menutup mata Mesly mengambil dua borgol yang tergelak di meja dan dengan cepat memborgol kedua tangan pria itu ke tiang tempat tidur.
Pria itu berontak tidak bisa membebaskan diri sendiri, melihat tawanannya tidak bisa melawan Mesly membuka penutup mata itu dan memindahkannya ke mulut pria itu supaya suaranya tidak terdengar sampai keluar.
"Permainan kita akan segera di mulai bang! kau akan menikmati sensasinya yang sangat luar biasa" kata Mesly sambil tersenyum puas.
Pria itu mulai merasa panik saat melihat Mesly keluar dan kembali dengan membawa semut merah yang di ambilnya dari di ranting pohon, semut merah itu di masukkan ya kedalam pakaian dan celana pria itu.
Pemimpin preman itu berontak merasakan panas, gatal dan sakit akibat gigitan semut merah itu hingga kulit hitamnya mulai membengkak.
"Bagaimana bang nikmat kan?, apa Abang mau sensasi lain yang jauh lebih enak?" kata Mesly dengan suara yang dibuat semanja mungkin.
"Tadi aku lihat loh bang ada sarang lebah di kebon belakang dan lebahnya sangat banyak bagaimana ya kalau lebah itu hinggap ke seluruh tubuh Abang?" kata wanita itu sambil merobek pakaian pria itu.
Ranjang yang terbuat dari kayu itu roboh hanya dengan sekali tendang oleh wanita itu, dan Mesly menyeret pria yang terikat itu ke halaman belakang dan meletakkannya di bawah pohon besar.
Ketua preman itu memohon dengan gelengan kepala mengharapkan Mesly mengampuninya dan melepaskannya, namun gadis itu tidak menghiraukannya dan malah mengambil sarang lebah itu secara perlahan dan meletakkannya di atas tubuh pria itu.
Pria itu tidak berani bergerak karena anak membuat para lebah keluar dan memangsanya.
"Aku tinggal ya bang selamat menikmati" kata gadis itu dan berlalu pergi meninggalkan pria itu namu dengan jarak yang lumayan jauh Mesly menimpuk sarang lebah itu dengan ketapelnya dan membuat para lebah keluar dan mengamuk menyerang pria itu.
Mesly menghampiri mobilnya yang kebetulan baru selesai di tukar bannya, melihat para preman yang sebagian ingin membuka pintu mobil membuat gadis itu berteriak.
"Haaai..., aku sudah memberikan apa yang bisa kalian minta bahkan bos kalian pergi membawa imbalan yang sangat besar loh! apa kalian mau diam di sini tapi tidak dapat apa-apa atau mengejar bos kalian?" kata Mesly itu dengan wajah serius.
"Kemana larinya dia? berapa yang kau kasih?" tanya seseorang di antara mereka.
"Kesana...! dan pasti banyak yang dia bawa kalian lihat aja sendiri!" kata Mesly menunjuk kearah yang berlainan dari arah tempat pria itu.
Benar saja semua preman itu berlari kearah yang di tunjuk Mesly, melihat tingkah bodoh para preman membuat wanita itu tertawa terbahak-bahak dan masuk kedalam mobil dengan senyum kepuasan.
Di dalam mobil bunda bertanya apa yang di lakukan putrinya itu dan Mesly hanya menjawab "Aku hanya bermain-main saja bunda" sambil tertawa.
Mesly dan bunda Lestari tiba di restoran tempat arisan berlangsung, sebelum ikut bergabung Mesly meminta izin pergi ke toilet untuk merapikan penampilannya karena merasa berantakan akibat ulah para berandalan itu.
Mama Mutiah merasa senang saat melihat sahabatnya tiba di tempat itu dan segera menghampirinya, berbeda dengan Raditya yang tatapannya masih fokus ke arah pintu ruang VIP restoran tersebut menanti seseorang yang belum terlihat kedatangannya.
"Perkenalkan jeng... ini Raditya putraku ganteng kan!" kata Mutiah yang sedang memperkenalkan putranya kepada Lestari.
"Wah... ternyata aslinya lebih ganteng ya daripada fotonya" jawab Lestari sambil mencubit pipi Radit.
Radit hanya tersenyum sekilas tanpa melepaskan pandangannya membuat mama Mutiah mencubit pinggang pria itu.
"Aduh sakit mah..., gak mama gak Tante seneng banget sih main cubit-cubitan" kata Radit.
"Lagian di sapa orangtua matanya kemana-mana" kata mama Mutiah.
"Aku lagi menunggu calon menantu mama datang tau tapi jam segini belum sampai juga aku kan cemas mah!" kata Raditya dan perkataan itu membuat Lestari tersenyum karena dia yakin pemuda di hadapannya belum mengenal bunda dari kekasihnya itu karena memang belum pernah bertemu.
Tidak lama dari itu Mesly datang dan membuat senyum pemuda itu terbit dari bibirnya, mama Mutiah yang melihat ekspresi wajah putranya segera menatap kearah pandang Raditya.
Terlihatlah sosok gadis cantik dengan rambut ikal yang berderai panjang, wajah Mesly mengingatkan dirinya dengan seseorang yang pernah di kenalnya bahkan membuat kesedihan kembali di mata wanita itu.
"Kamu lama sekali datangnya sayang! ko sendirian katanya bareng bunda kamu?" kata Raditya yang langsung menghampiri gadis itu.
"Maaf Dit tadi ada kendala di perjalanan, itu bunda aku!" jawab Mesly sambil menunjuk bunda Lestari di sebelah mamanya.
"Jadi Tante bundanya Mesly? maaf Tante aku tadi tidak ngenalin Tante!" kata Radit sambil mencium tangan Lestari.
"Iya Tante paham, sudah biasakan yang di lihat anaknya saja?" kata Lestari sambil tertawa.
Mutiah hanya terdiam seperti patung, wajah seseorang yang sangat berjasa dalam hidupnya masih terlintas di pikirannya antara kangen, benci, marah dan kecewa menjadi satu saat melihat wajah gadis di hadapannya itu mengingat kisah beberapa tahun lamanya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..