Tidak di restui oleh sang ibu mertua membuat Nayla harus mengalami banyak tekanan selama tinggal di rumah suaminya yang bernama Robert. Tekanan batin yang di rasakan oleh Nayla semakin berat lantaran sang ibu mertua pandai menyembunyikan keburukannya di hadapan putranya Robert, sehingga sering terjadi salah paham antara Robert dan Nayla mengenai ibunya.
Derita apa sajakah yang di alami oleh Nayla selama tinggal bersama keluarga mertua yang tidak menyukai kehadirannya? Simak kisahnya di sini😘
Follow ig @t_l_handayani 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melampiaskan
Nyonya Indri sudah tidak bisa melakukan banyak hal untuk melarang test DNA tersebut. Keingintahuan Robert akan masa lalunya begitu besar, sehingga dia tetap akan terus berusaha mengoreknya hingga jelas.
Hari itu juga Robert memboyong seluruh keluarga Nayla untuk pergi ke Rumah Sakit. Tidak ketinggalan juga Nyonya Indri dan juga Angel yang mengikuti mobil mereka dari belakang.
"Bagaimana jika Robert sudah mengingat semuanya Ma?" tanya Angel dengan panik.
"Tenang sayang, Mama sudah pikirkan rencana selanjutnya." sahut Nyonya Indri.
Selama di perjalanan mereka melakukan percakapan ambigu tentang keputusan yang akan di ambil Robert usai melakukan test DNA tersebut. Karena bisa di pastikan jika sampai Robert mengetahui ada kebohongan yang di lakukan oleh Nyonya Indri, dia pasti akan sangat marah.
Setelah tiga puluh menit melakukan perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah Rumah Sakit. Robert segera melakukan registrasi di Rumah Sakit tersebut. Lalu usai melakukan registrasi, mereka di persilahkan untuk menjalani prosedur test DNA dengan menggunakan beberapa sample yang di perlukan untuk test itu.
Setelah semua sample sudah di kumpulkan, seorang ahli spesialis genetika pada Rumah Sakit tersebut mulai melakukan pengetesan. Dan untuk hasilnya, mereka akan menunggu selama satu hingga dua minggu.
Sempat terlintas di benak Nyonya Indri untuk melakukan kecurangan selama menunggu hasil test tersebut, tetapi satu hal tidak terduga yang di lakukan oleh Robert membuat Nyonya Indri tercengang. Karena rupanya Robert juga meminta pihak berwajib berjaga di area laboratorium dan memantau seluruh gerak gerik petugasnya selama pengujian test DNA itu berlangsung.
"Untuk apa kamu melakukan semua ini Robert? Ini berlebihan!" tukas Nyonya Indri merasa tidak suka dengan tindakan putranya karena hal tersebut akan menghalangi rencana buruknya.
"Ini tidak berlebihan Ma, karena ini menyangkut nama baik dan harga diri!" jawab Robert dengan yakin.
Kali itu Robert benar benar tidak mendengar ucapan Nyonya Indri, sehingga kekesalan wanita itu kembali dia lampiaskan kepada Nayla, bahkan glen pun ikut menerimanya.
"Awas kalau tiba di rumah, kamu harus tanggung akibatnya!" geram Nyonya Indri pada Nayla.
Usai menjalani prosedur test DNA di rumah sakit, Robert akan kembali mengantar kedua orang tua Nayla untuk pulang ke rumahnya.
"Biarkan Nayla ikut kami!" ucap Bapak Nayla kepada Robert.
"Tidak bisa! Selama DNA ini masih berlangsung, Nayla harus tetap tinggal di rumah kami!" mendadak Nyonya Indri ikut menyela. Dan rupanya, saat itu Robert juga menyetujui pendapat Mamanya sehingga Nayla pun akhirnya kembali ke rumah Robert tanpa membawa Glen.
Meskipun begitu tidak rela melepas putrinya, tetapi kedua orang tua Nayla tidak punya daya untuk melawan, begitu pula dengan Nayla.
Ketika mereka sudah kembali ke rumah, Nyonya Indri sudah tidak sabar ingin melampiaskan amarahnya kepada Nayla.
"Angel, tolong kamu urus Robert. Mama mau urus perempuan sial-an itu!" titah Nyonya Indri kepada Angel.
"Baik Ma, " jawab Angel lalu segera menjalankan perintah mertuanya dengan mengajak Robert istirahat ke kamar.
Setelah memastikan putranya sudah masuk ke kamar, Nyonya Indri segera berjalan ke arah kamar Nayla untuk menumpahkan amarahnya.
"Dasar perempuan pembawa sial! Jangan harap kamu akan menang dalam perkara ini. Karena sebelum hasil test itu keluar, saya pastikan kamu akan menyesal seumur hidup karena sudah berani bertindak lebih jauh tanpa perintah ku!" bentak Nyonya Indri sembari menjambak rambut Nayla hingga membuat Nayla merintih kesakitan.
"Ampun Ma, ampun... Tolong lepaskan! Bukan aku yang meminta melakukan test itu, tetapi Robert sendiri!" Nayla berusaha membela diri.
"Omong kosong! Saya yakin kalian memang sudah merencanakan tentang hal ini!" sahut Nyonya Indri sembari menghempaskan rambut Nayla dengan kasar hingga tubuh Nayla tersungkur di lantai.