NovelToon NovelToon
Single

Single

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: KHskyLine

"Single itu pilihan"

Usia 26 tahun, masih sendiri? Disaat semua sahabatmu sudah berstatus istri seseorang. Parahnya lagi adik sepupumu yang paling bungsu bahkan akan segera melangsungkan pernikahannya bulan depan. Nah kamunya kapan?

Lavanya pusing dengan berbagai pertanyaan yang silih berganti datang kepadanya. Kenapa semua orang meributkan masalah asmaranya? Lavanya sih santai. Iya santai (dulu). Orangtuanya tuh, apalagi para ibu-ibu keluarga Ayahnya yang selalu menyindirnya gak laku. Kan kesal. Ditambah perilaku atasannya yang mendadak berubah menjadi seorang stalker. Bayangkan kemanapun Lavanya pergi pasti dan pasti ketemu si singa itu lagi.

Demi Tuhan Lavanya tidak mau menjadi pelakor. Pak Bosnya itu sudah punya istri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KHskyLine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Winner

Malam telah larut ketika Mobil Rolls-Royce mewah Leo membelah jalanan perumahan yang sunyi. Setelah keriuhan pesta pernikahan Vani dan Farel yang penuh drama itu usai, dunia seolah hanya menyisakan mereka berdua.

Ibu Lavanya memilih tetap di gedung, masih asyik bercengkrama—dan tentu saja, sedikit memamerkan calon menantunya yang spektakuler—sembari membantu urusan dapur keluarga besar suaminya.

Di teras rumah yang hanya diterangi lampu kuning temaram, udara malam terasa dingin, namun suhu di antara mereka justru meningkat drastis.

Leo melangkah maju, memangkas jarak, dan melingkarkan lengannya di pinggang Lavanya dari belakang. Ia menyandarkan dagunya di bahu gadis itu, menghirup aroma parfum yang bercampur dengan wangi alami kulit Lavanya.

"Kamu tahu, Lavanya?" suara Leo berat dan serak, bergetar tepat di ceruk leher Lavanya yang terbuka karena tatanan rambut ke atas. "Saat aku pertama kali melihatmu di Limocom, berdiri tegak dengan laporan anggaran di tangan dan tatapan matamu yang tidak mau kalah... aku sudah tahu. Kamu adalah akhir dari seluruh pencarianku"

Lavanya menggeliat, sensasi hangat dari napas Leo membuat bulu kuduknya meremang. Kebaya ketat yang dikenakannya terasa semakin menyesakkan, seiring dengan detak jantungnya yang berpacu liar.

"Tapi Bapak dulu galak sekali," protes Vanya dengan suara yang sedikit bergetar, mencoba mempertahankan sisa-sisa kewarasannya. "Bapak sering sekali memarahi saya, bahkan untuk kesalahan yang bukan saya lakukan."

Leo terkekeh pelan, sebuah suara rendah yang terdengar sangat seksi di keheningan malam. Tangannya mulai bergerak nakal, meraba lekuk pinggang Vanya yang ramping, merasakan tekstur kain kebaya di bawah telapak tangannya.

"Itu satu-satunya cara agar kamu terus memperhatikanku, Sayang," bisik Leo. "Jika aku bersikap baik dan manis sejak awal, kamu hanya akan menganggapku sebagai bos biasa yang membosankan. Aku harus menjadi dominan agar aku memenuhi seluruh isi kepalamu."

Leo memutar tubuh Lavanya dengan lembut. Kini mereka berhadapan. Di bawah lampu teras, mata Leo yang merupakan perpaduan genetik Arab, Korea, dan Jerman itu tampak berkilat penuh gairah yang jujur.

"Sekarang tidak ada lagi alasan untuk menolak. Aku sudah halal secara niat, Lavanya. Dan sebentar lagi, aku akan menghalalkanmu secara akad."

Tanpa menunggu jawaban, Leo menunduk. Ia menyambar bibir Lavanya dengan ciuman yang haus—sebuah klaim kepemilikan yang mutlak. Ciuman itu tidak lagi dingin atau penuh tuntutan, melainkan panas dan penuh damba. Saat bibir Leo berpindah ke leher, memberikan hisapan-hisapan kecil yang membuat Lavanya mendesah tanpa sadar, gairah dewasa yang selama ini mereka bendung karena perbedaan kini meledak tanpa hambatan.

Namun, di tengah kepungan rasa nikmat itu, logika Lavanya berdenyut. Bayangan tetangga yang mungkin saja sedang mengintip di balik gorden membuat nyalinya menciut. Dengan sisa tenaga yang ada, ia mendorong dada bidang Leo dengan kuat.

Leo tersentak, napasnya memburu, menatap Lavanya dengan tatapan protes yang sangat kentara.

"Baru niat yang halal, Pak! Hubungan kita belum halal!" tandas Lavanya sambil mundur dua langkah, merapikan kebayanya yang sedikit berantakan. Wajahnya panas membara. "Gila ya, kalau dilihat tetangga bagaimana?"

Leo terdiam sejenak, lalu tertawa lepas. Ia mengusap bibirnya dengan ibu jari, menyadari betapa ia hampir kehilangan kendali. "Ah, aku melupakan bagian paling krusialnya."

Ia melangkah maju lagi, namun kali ini hanya untuk meraih tangan Lavanya. "Dua hari lagi, keluarga besarku akan datang ke rumah ini untuk melamarmu secara resmi. Aku tidak mau menunggu lama. Bulan depan, kita harus menikah."

Leo kembali mengecup cepat bibir Lavanya sebelum gadis itu sempat protes lagi. "Dan satu hal lagi, Sayang... berhentilah memanggilku 'Pak'. Aku merasa seperti sedang menjadi suami ibumu jika kamu memanggilku begitu di luar kantor. Panggil aku Mas, Sayang, Darling, atau apapun... asal bukan sebutan atasan."

Lavanya tertawa, rasa tegangnya mencair. "Astaga, baiklah. Oke... Mas."

Senyum manis terkembang di wajah Leo. Ia seolah tidak bisa berhenti. Ia mengecup kening Lavanya dengan takzim, lalu berpindah ke kedua pipi, ujung hidung, dan berakhir kembali di bibir merah merekah itu.

"Aku rasanya ingin mengurungmu di kamarku" bisik Leo dengan suara serak yang berbahaya.

"Ehem! Kalian mau jadi tontonan gratis untuk warga satu komplek?"

Sebuah suara tajam memecah suasana. Ibu Lavanya berdiri di gerbang dengan dua rantang besar di tangan kiri dan kanan. Isinya tak lain adalah sisa hidangan pesta Vani dan Farel—tradisi wajib keluarga Minang jika ada hajatan.

Lavanya hampir melompat saking kagetnya, sementara Leo langsung menegakkan tubuh, mencoba bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, meski kemejanya sedikit kusut.

"Lavanya, masuk! Dan kamu, Leo..." Sang Ibu menatap Leo dengan pandangan menyelidik yang tajam. "Saya tunggu pembuktian ucapan kamu. Jika keluarga kamu belum datang memberikan kepastian, jangan berani-berani mendekati putri saya lagi. Mengerti?"

Leo tidak gentar. Ia justru tersenyum sopan. "Dua hari lagi, Bu. Saya pastikan keluarga besar saya datang melamar Lavanya secara resmi."

"Bagus. Sekarang kamu pulang, sudah malam. Tidak enak dilihat orang."

Leo mengangguk patuh. Namun, sebelum beranjak, ia melakukan sesuatu yang membuat Ibu Lavanya tertegun. Pria yang biasanya memerintah ribuan orang itu mengulurkan tangan. Dengan sedikit canggung, sang Ibu menerima uluran itu.

Tanpa diduga, Leo menundukkan kepalanya yang angkuh, mendekatkan wajahnya ke tangan sang Ibu yang mulai keriput, lalu mencium tangan itu dengan penuh hormat—sebuah salim yang tulus.

"Saya pamit, Bu. Assalamualaikum," ucap Leo lembut.

Ia sempat mengedipkan sebelah mata pada Lavanya yang masih mematung, lalu berjalan menuju mobilnya dengan langkah tegap seorang pria yang baru saja memenangkan pertempuran paling penting dalam hidupnya.

Lavanya menatap punggung itu dengan hati yang membuncah. Ternyata, di balik jas mahalnya, Leo tetaplah pria yang tahu cara menghargai orang tua. Dan malam itu, di antara bau sate dari rantang sang Ibu dan dinginnya angin Jakarta, Lavanya tahu bahwa ia tidak salah memilih pelabuhan.

🦁🦁🦁

1
Maria Magdalena
jgn sampe farel dan vani jd pengganggu kehidupan rmh tangga vanya dan leo ya thor buang ke samudra atlantik aja😁
Dwi Sulistyowati
lanjut thor
Dwi Sulistyowati
cantik bgt vanya
Dewy Aprianty
lanjut thorr
Nacita
ih seru 🤣
Rian Moontero
lanjuuutt😍
octa❤️
karya yg bagus,semangat berkarya ya
Wawan
....✍️
Dian mom vano
jangan lama lama yaa
Yusa Yuwet
ditunggu ya?? dan smoga secepatnya
Dewi Ohapiah
akuuuuu... menunggumuuu
Dewi Ohapiah
ko blm up tor?
Azz Uky
kl CEO ny singa, GM ny macan
Nuraini Ajja
amin... semangat y thor nyusun skripsi ny.. smoga cepet slesai.. trus bisa up lg...
love you author....
Anonim
Thooor uo nya kpan niiih...Udah kelar blom skripsinya
D@rDa'iL💜
semangat author..
D@rDa'iL💜
ada babank tamvan💜😘
Anis Nurbawati
lanjuuut
Yusa Yuwet
akhir nya.up jg nich cerita.kemana saja sich author yg cantik dirimu selama ini.tak tau kah diriku rindu dgn semua novel2 mu.
ditunggu kelanjutannya ya author yg cantik dan baik hati.jgn kelman ya?
semangat...
semangat...
semangat....
KHskyLine: maciwww
total 1 replies
Fitria Wibisena
ku tiunggu thor
KHskyLine: iyapp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!