#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Wei Jingguo mengetahui kebenarannya
Gadis itu memarahi Wei Jingbei, ia ingin wei Jingbei takut padanya.
"Apa yang kau lihat, dasar anak kecil tidak berguna, mengapa kalian semua masih hidup hanya menyusahkan Jingguo gege, saat aku menikah dengannya semua uang hasil buruannya akan jadi milikku, buat apa berikan pada kalian hanya buang-buang saja." Ucapnya, lalu ia mengangkat tangannya ingin menampar Wei jingbei.
"Matilah kau, supaya tidak menyusahkanku, saat aku masuk keluarga ini." Ucapnya melayangkan tangannya kepipi Wei Jingbei.
Wei jingjing dan Wei Jingtian hanya menangis ia tidak bisa membantu wei Jingbei, sepertinya penyakit Wei Jingjing kambuh badannya sadah lemah, sedangkan wei jingtian tidak bisa bergerak lagi.
Mereka hanya bisa menutupi matanya sambil menangis dan berharap Dage-nya (kakak tertua) cepat kembali untuk menolong mereka.
Tetapi tamparan itu tidak terjadi, mereka membuka mata, melihat seorang gadis memakai cadar yang membantu mereka, wei Jingjing merasa familiar dengan orang itu.
Ia bergumam " lan-jie" gumamannya pelan, wei jingbei yang berada dekatnya mendengar gumaman itu, matanya berbinar karena bantuan datang, ia hanya menenagkan wei jingjing supaya tidak berbicara lagi.
"Beraninya hanya menindas anak kecil!." Song Xinglan mendorong gadis itu dengan kuat sehingga terjatuh kepada wanita paruh baya yang ingin menindas Jingtian, juga pria paruhbaya yang ada disamping mereka.
Song Xinglan sudah menebak ketiga orang ini adalah keluarga, ayah ibu dan anak.
"Ingin menikahi Dage mereka tetapi menindas mereka, sungguh tidak tahu malu, jika wei Jingguo tahu apa yang dia lakukan pada kalian, ya! ." Ucap Song Xinglan santai, ia belum memberikan jarum itu, karena ia ingin bermain-main sebentar.
"Siapa kau, jangan menganggu aku mengatur keluargaku!" Ucap Gadis itu dengan percaya diri.
"Keluarga! Tidak tahu malu belum menikah tapi sudah mengaku keluarga dan menindas adik-adiknya, aku ingin lihat apakah wei jingguo mau menikah dengan wanita yang menindas adik-adiknya," Song Xinglan berbicara santai sambil melangkah kepada jingjing lalu mengendongnya.
"Apa yang kau tahu, jingguo gege selalu percaya padaku, tentu saja dia mau menikah denganku." Ucapnya lagi dengan marah,
Gadis itu sangat marah kepada song Xinglan, ingin sekali ia merobek wajah song xinglan membuka cadarnya melihat siapa dia sebenarnya. Lalu ia melihat song xinglan membantu Jingjing tambah marahlah dia.
"Hey... jangan sentuh dia apa yang kamu lakukan, kamu hanya orang luar!." Ucapnya wanita itu, gadis itu berteriak ingin mencakar song xinglan.
Tetapi song xinglan mengabaikannya, ia hanya fokus membawa jingjing ke ranjang.
"Kurang ajar berani kau mencampuri urusanku, kau akan menyesal!." Ucapnya sangat marah, tetapi song xinglan tetap mengabaikannya, ia hanya berbicara kepada jingjing.
"Sayang! Bagaimana keadaanmu, maaf jiejie terlambat datang." Ucap lembut sambil mengelus kepala wei Jingjing, lalu memberikan minum air yang sudah ia campur dengan air suci.
"Jingbei bantu Jingtian naik keranjang, jiejie akan membereskan para pengganggu ini." Ucap Song Xinglan.
"Baik jiejje." Ucapnya senang, lalu ia membantu Wei jingtian naik keranjang, Wei Jingtian belum menyadari siapa yang membantunya ia hanya heran melihat kedekatan adiknya dengan wanita bercadar itu, ia berbisik kepada Jingbei...
"Kamu kenal..." bisiknya ia juga penasaran siapa wanita itu.
"Gege kamu tidak mengenali Lan-jie, meski pakai cadar aku masih mengenalinya" bisik Jingbei ketelinga Jingtian.
"Jadi..." ucapan Jingtian terhenti oleh peringatan wei jingbei,,
"Sss jangan berbicara!." Ucapnya sambil menutup mulutnya tanda tidak boleh membongkar indentitas lan-jie, Wei Jingtian paham maksudnya dia hanya mengangguk.
Sedangkan Song Xinglan sudah memberikan, harum bius kepada ayah dan ibu gadis itu, hanya tinggal dia satu-satunya yang belum dia berikan jarum bius.
"Apa yang kau lakukan pada ayah dan ibuku, kurang ajar aku akan mengadukan ini pada jingguo gege." Ucapnya dengan percaya diri.
"Benarkah, mungkin selama ini kamu sudah manipulasi cerita tidak benar didepannya, sehingga dia mempercayaimu, tetapi saatnya dia mengetahui kebenarannya." Ucap Song Xinglan melesetkan jarum itu kekulit gadis itu,
Duuk!!! Gadis itu langsung pingsan terjatuh di lantai...
Tidak lama setelah itu Wei jingguo juga pulang, Song Xinglan sudah duduk di depan Wei Jingjing, ia sudah membuka cadarnya.
Saat masuk kedalam rumah, ia melihat tiga orang tergeletak di atas tanah, ia memiliki keraguan apa yang terjadi lalu melihat song Xinglan juga ada disana.
Song xinglan mengabaikannya, lalu berbicara kepada Wei bertiga...
"Saatnya kalian memberitahu Dage kalian, apa yang terjadi jangan ditutupi lagi." Ucapnya lembut kepada mereka, tiga Wei mengangguk, membuat Wei Jingguo binggung...
"Apa maksud kalian..,dan mengapa paman dan bibi pingsan disini..." ucapnya, sebenarnya ia juga tidak menyukai keluarga bibi ini, tapi saat kegunung ia bergantung pada bibinya ini untuk menjaga ketiga adiknya.
"Wei jingguo! Aku kira kamu pria yang cerdas, melihat ketegasanmu pada wanita di luar sana dan padaku saat kita bertemu pertama kali."
"Ku kira kamu bisa membedakan mana yang benar mana salah, ternyata dugaanku salah, kamu bodoh!." Ucap song Xinglan dengan seringai kemenangan di bibirnya.
"Apa maksudmu...! Berani kamu mengakatakan aku bodoh, tidak ada yang berani mengakatan itu padaku..." ucapnya dengan kesal...
"Oh benarkah berarti aku orang pertama mengataimu bodoh! Aku tidak takut kepada orang bodoh sepertimu, dasar bodoh." Ucap song xinglan dengan nada kemenangan.
"Jingguo gege kamu memang bodoh, percaya saja apa yang dia katakan padamu, selama ini mereka tidak menjaga kami, dia selalu menindas kami dan mengambil daging dirumah ini." Ucap Wei Jingjing dengan berani, selama ini ia takut berkata jujur karena tidak ingin Dagenya marah, tapi sekarang ada Lan-jie yang membantunya.
"Dage, jika lan jiejie tidak datang hari ini bukan kamu tidak melihat ku lagi di dunia ini, mereka bertiga ingin membunuh kita, supaya bisa menikah dengan mu mengambil semua hasil pemburuanmu." Ucap Wei Jingtian.
Wajah wei Jingguo memerah karena marah, ternyata dia sudah tertipu selama ini, bibinya yang dia pikir baik berani menyiksa adiknya selama ini dia lindungi.
Dan berencana menikahkan putrinya untuknya, jangan harap ia tidak menyukai putri bibinya saat berbicara ia selalu jaga jarak,
Dia selama ini baik karena menghargai kebaikannya sudah menjaga adik-adiknya.
"gege, aku memang kagum padamu sangat tegas pada gadis-gadis yang mengejarmu selama ini, tetapi kamu tidak tegas padanya yang selalu membuat kami menderita saat kamu tidak ada dirumah," Ucap Wei Jingbei.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁