NovelToon NovelToon
WARIS [ END ]

WARIS [ END ]

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel ke.12 Judulnya = TERROR.

Kematian Eyang yang kuanggap wajar, ternyata menyimpan rahasia nan kelam.
Turut membawaku ke dalam ambang kematian. Menarikku semakin dalam, seolah cahaya tak dapat lagi terlihat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEREBUTAN

Hari itu, Bayu, Mayang beserta ustad Fahri diminta untuk menginap. Barulah pada esok paginya, mereka pamit pulang. Tidak langsung pulang melainkan harus mengembalikan keris dulu ke tempat asalnya. Mayang berusaha keras mengingat, di titik mana ia beserta kedua orang tuanya dulu mulai masuk ke dimensi yang lain. Kelokan demi kelokan mereka lalui hingga akhirnya sampai pada titik yang Mayang maksudkan. Benar saja, meski saat itu begitu terik, cuaca tiba-tiba teduh layaknya sore hari. Tak lama kemudian kabut turun yang kian lama, kian tebal saja. Saat itulah ustad Fahri meminta Bayu untuk menghentikan laju mobil.

"Baik pak ustad," jawab Bayu seraya menginjak pedal rem.

"Tunggu di sini, saya akan turun sebentar!" pinta ustad Fahri sembari mengambil bungkusan berisi keris kecil yang tadinya tertanam di dalam kening Mayang.

Ustad Fahri lantas turun selama kurang lebih sepuluh menit lalu masuk kembali ke dalam mobil. Selama itu pula, jantung Bayu dan Mayang berdegup dengan sangat kencang. Terutama Mayang yang khawatir kalau tiba-tiba, ki Ageng akan datang menemuinya.

"Alhamdulillah sudah selesai, ayo kita kembali!" ucap ustad Fahri ketika itu.

"Baik pak Ustad."

Bayu memutar kemudinya lalu melaju ke arah yang berlawanan hingga melewati area berkabut dan kembali lagi ke dimensi manusia yang sedang panas terik. Barulah Bayu dan Mayang dapat merasa lega.

"Alhamdulillah," gumam Mayang pelan.

Perjalanan dilanjutkan hingga sampai ke rumah ustad Fahri. Di sana, Bayu dan Mayang diminta untuk beristirahat barang sejenak. Ustad Fahri juga meminta istrinya untuk menyajikan makanan untuk para tamu. Bayu dan Mayang pun menerima jamuan baik dari ustad Fahri sembari memperbincangkan lagi tentang semua hal yang hari itu dan kemarin, telah mereka alami. Sekitar pukul dua siang, Bayu dan Mayang pamit dan tak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuan yang telah ustad Fahri berikan. Bayu dan Mayang lantas kembali ke kontrakan.

Kedatangan keduanya disambut oleh mbak Yanti yang memang sedari kemarin menanti. Namun, melihat senyum di wajah Mayang, seketika membuat mbak Yanti turut tersenyum juga. Terlebih ketika Mayang menceritakan kalau semuanya telah berakhir. Hanya saja, ia harus membereskan semua harta milik orang tuanya yang didapat dari perjanjian ghaib. Mengenai hal itu juga, Mayang menyampaikan kalau cepat atau lambat, ia tidak bisa mempekerjakan mbak Yanti lagi. Tentu saja karena Mayang akan melepas semua hartanya. Dia akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mbak Yanti sangat memahami keadaan Mayang. Namun, ia merasa cukup berat jika meninggalkan Mayang seorang diri. Terlebih, Mayang sama sekali belum pernah hidup sendiri. Semenjak kecil, semua hal terpenuhi. Hidup pun juga sangat nyaman. Dalam dilema, Bayu memberikan sebuah usulan.

"Bagaimana kalau mbak Yanti tetap tinggal di kontrakan bersama dengan Mayang tapi bukan sebagai asisten rumah tangga lagu melainkan teman yang berbagi kontrakan. Kalian bisa menabung bersama untuk membayar sewa kontrakan berikutnya. Mayang bekerja, mbak Yanti juga mencari pekerjaan baru di luar."

Mayang terlihat senang dengan saran dari kekasihnya. Namun, mbak Yanti merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa mbak Yanti. Lagi pula, saya juga harus belajar mandiri. Cepat atau lambat, saya akan menikah dan akan bertanggung jawab untuk segala urusan rumah serta mengelola keuangan. Saya akan bekerja dan mengelola gaji saya sembari belajar bebenah rumah dan memasak. Tidak perlu merasa tidak enak."

Mendengar ucapan Mayang membuat mbak Yanti menitikan air mata. Dia merasa tak tega melihat anak majikannya menderita. Dari hidup bergelimang harta hingga pas-pasan. Hidup dengan segala fasilitas yang nyaman kini harus terbiasa dengan ala kadarnya.

"Mbak Yanti jangan nangis terus! saya baik-baik saja. Apa gunanya semua harta kalau jiwa terbelenggu dalam jeratan? sekarang, saya merasa sangat lega dan jauh lebih tentram setelah terlepas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!"

Mbak Yanti lantas mengusap air matanya lalu mengangguk. Ia bersedia untuk tetap tinggal sembari mendoakan agar rezeki Mayang dilancarkan dan kehidupannya dapat lebih baik lagi. Bayu dan Mayang mengamini doa mbak Yanti.

...🌟🌟🌟...

Beberapa hari kemudian, Mayang berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan. Begitu pun dengan mbak Yanti. Ia menjadi asisten rumah tangga di rumah salah seorang tetangga. Kehidupan mulai membaik ketika sebuah kabar tak mengenakkan diketahui Mayang. Suatu sore, tanpa sengaja Mayang melihat sebuah budhenya beserta omnya mengobrol dengan dua orang di halaman rumah orang tuanya. Rumah yang telah beberapa waktu, Mayang tinggalkan. Merasa penasaran, Mayang pun menghampiri mereka dan betapa terkejutnya Mayang ketika mengetahui kalau dua orang tadi adalah calon pembeli yang sengaja diundang oleh budhe dan juga omnya. Tanpa sepengetahuan dirinya dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

"Apa maksud kalian?" tanya Mayang dengan mata membulat.

"Sudah-sudah, jangan berisik! masih ada orang, tidak enak. Setelah mereka pergi, baru kita bicarakan!" bisik budhenya.

Mayang yang terlanjur naik pitam, harus menahan diri hingga dua orang tadi, pergi. Setelah itu, ia luapkan kekesalannya dengan mencerca dua saudara kandung ibunya.

"Begini ya, kamu kan bilang sendiri sama budhe kalau gak mau balik lagi ke rumah ini. Budhe sama om hanya membantu kamu saja," jelas budhenya.

"Tapi Mayang sama sekali tidak bilang mau jual. Kenapa budhe sama om gak ngomong apa-apa?"

"Mayang, orang tuamu itu gak kaya dengan sendirinya. Eyang dan akung selalu membantu dan kami ini, anak kandung eyang dan akung juga. Sudah sewajarnya kalau kami mendapatkan bagian. Kamu tenang saja, sekian persen dari penjualan, bisa disedekahkan ke masjid atas nama orang tuamu."

"Enggak, Mayang tidak setuju. Mayang sudah memiliki rencana lain untuk semua aset ayah dan ibuk."

"Memangnya apa rencanamu? mau cari penjual sendiri? atau kamu kelola sendiri? Mayang, kamu ini masih sangat muda. Belum mumpuni untuk mengelola aset sebanyak ini. Dari pada gak keurus, lebih baik dijual. Dibagi rata dan ada juga yang disedekahkan. Dengan begitu, uang yang terima, bisa kamu olah untuk apa pun yang kamu mau sesuai dengan minatmu. Katamu kan dulu sempat mau buka toko tuh, nah bisa kamu mulai setelah dapat hasil penjualan nanti!".

"Enggak! kalian lancang! Mayang yang paling berhak atas semua aset peninggalan ayah dan ibuk. Kalian sama sekali tidak berhak. Mayang tidak akan melepaskan hak Mayang ini!" bentak Mayang dengan napas yang mulai tidak teratur sebab sedang marah besar.

Sementara itu, Budhe dan omnya hanya diam. Namun, tatapan diam mereka berdua seolah memberikan ancaman yang tegas meski tanpa berucap. Mayang menaiki motonya lalu melaju pergi, kembali ke rumah.

...🌟 BERSAMBUNG 🌟...

1
siyuk sie
Hallo kak apa kabar?
Saya barusan rilis judul baru tapi genre romance.

Dinda Di Ujung Senja.
Jangan lupa mampir ya...
Makasih ☺️
Fatimah Bibi
baguuuss..seru
siyuk sie: terima kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒕𝒉𝒐𝒓 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
siyuk sie: Terima Kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒍𝒉𝒂𝒎𝒅𝒖𝒍𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 🤲🤲👏👏
siyuk sie: ikut seneng ya.. 😁
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝒎𝒂𝒔 𝑮𝒂𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒅𝒓 𝒊𝒃𝒖 𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒅 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒊 𝒍𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒎
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒚𝒈 𝒋𝒅 𝒑𝒆𝒏𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒐𝒓𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒕𝒂 𝒊𝒔𝒕𝒊𝒒𝒐𝒎𝒂𝒉 𝒚𝒂 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒃𝒂𝒌 𝒀𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒆𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒔𝒉 𝒎𝒆𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒈𝒐𝒚𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒓𝒔𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕" 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒊𝒏 𝒔𝒉𝒐𝒍𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒐𝒏𝒌 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒐𝒍𝒖𝒔𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒅𝒊𝒂𝒎 𝒂𝒋𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 👍👍👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒌𝒍 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒆𝒌𝒖𝒕𝒖 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒍𝒊𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒂𝒋𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 𝒔𝒊𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒕𝒅 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒅𝒊 𝒃𝒊𝒔𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒎𝒂𝒎𝒂 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆 𝒎𝒂𝒌 𝑹𝒖𝒎𝒊𝒕 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒏𝒚𝒌 𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒉 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒎𝒆𝒍𝒖𝒍𝒖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!