Vivian seorang wanita yang lembut dan penuh kasih sayang berubah menjadi kejam setelah menikah dengan Reyhan seorang CEO Lumpuh beranak satu.
Vivian mulai menguasai Reyhan untuk menjalankan misi balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 29
Sebelum memulai aktivitasnya hari ini, Vivian mencoba untuk menghubungi Reyhan terlebih dahulu. Ia pergi ke toilet karena tidak ingin ada yang mendengarnya berbicara dengan sang suami. Panggilan terhubung, tapi tidak di angkat. Beberapa kali Vivian melakukan panggilan namun hasilnya tetap sama. Reyhan tidak menjawab telpon darinya. Akhirnya Vivian memutuskan untuk mengirimkan pesan.
Sementara itu Reyhan yang saat ini sedang berada di Singapura hanya membaca pesan yang dikirim oleh Vivian tanpa berniat untuk membalasnya. Beni baru saja menghubungi Reyhan untuk melaporkan tentang pekerjaan. Sekaligus menceritakan tentang sang Nyonya kepada tuannya.
Selesai sarapan Reyhan pergi ke rumah sakit bersama dokter Rasyid untuk memulai pengecekan sekaligus pengobatan yang akan ia jalani sampai beberapa bulan ke depan. Entah mengapa Reyhan menjadi begitu bersemangat untuk bisa sembuh hanya karena mendengar keinginan sang istri yang ingin merasakan berada di bawah kukungannya. Padahal sebelumnya ia sudah malas untuk melakukan pengobatan dan terapi agar bisa berjalan kembali. Toh, meskipun dalam keadaan lumpuh pun ia masih bisa bekerja dan menghasilkan uang.
Setelah serangkaian pemeriksaan di lakukan hari ini, Reyhan sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Ia menyewa sebuah apartemen di negara yang terkenal dengan patung singa itu. Reyhan mempekerjakan seorang perawat laki-laki untuk tinggal bersamanya sekaligus mengurusnya selama tinggal di sana. Menurut dokter, lumpuh yang di alami Reyhan tidak begitu parah. Ia hanya mengalami gangguan saraf pada kedua kakinya. Mungkin membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk bisa berjalan seperti semula. Tergantung kondisi kesehatan fisik dan mentalnya.
Sekarang sudah masuk waktu istirahat. Vivian bersiap-siap untuk keluar untuk pergi makan siang bersama Rena dan Wanto. Ia mengecek kembali ponselnya, masih tidak ada balasan dari Reyhan. Vivian merasa semakin gusar, takut Reyhan benar-benar marah kepadanya. Vivian kembali mencoba untuk menghubungi Reyhan. Tapi tangannya terhenti ketika seseorang menyapanya.
"Kau mau ke mana ?" Tomy yang baru saja keluar dari ruangannya melihat Vivian sudah bersiap untuk pergi.
"Eh, pak Tomy." Vivian kembali mengantongi ponselnya.
"Saya mau pergi makan siang, pak." jawab Vivian jujur sambil menampilkan senyum di bibirnya.
"Kalau begitu ayo, kita makan siang bersama." ajak Tomy. Sementara Vivian tersenyum kaku melihat kearah Rara yang duduk tak jauh di mejanya.
Tomy mengikuti arah pandang Vivian. Pria itu menyadari jika Vivian mungkin merasa tidak enak dengan sekretarisnya itu.
"Rara akan pergi makan siang bersama dengan kekasihnya. Benarkan, Ra ?"
Rara yang di sebut namanya pun langsung melihat ke arah Tomy dan Vivian. Ia pun mengiyakan apa yang di katakan oleh atasannya itu.
"Iya. Saya akan pergi bersama kekasih saya." Rara terpaksa mengatakan demikian padahal sebenarnya tidak. Ia masih ingin tetap bekerja di sini jadi ia harus mendukung sang CEO meskipun ia tahu itu salah. Tomy memang salah karena tak seharusnya menyukai Vivian sedang dia masih memiliki istri sah, Serena.
"Tapi, pak ..."
"Ada sesuatu hal yang ingin saya bicarakan tentang pekerjaan." Tomy langsung memotong perkataan Vivian. Tomy tau jika Vivian ingin menolak, jadi ia menggunakan alasan pekerjaan agar Vivian menurut.
"Baik, pak."
Dengan sangat terpaksa Vivian mengikuti Tomy. Wanita itu mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Rena, jika ia tidak bisa makan siang bersama hari ini. Kemudian Vivian menunduk untuk menyembunyikan senyum senangnya.
paling benci SMA cerita yg begini author nya punya rasa gak si coba klo diposisi Reyhan gimana