Kiara Tasya, seorang gadis yang di temukan saat masih bayi di reruntuhan bangunan dan di selamat kan seseorang yang sedang bekerja membersihkan sisa reruntuhan, dan di angkat oleh seorang gadis yang baik dan kini ia memiliki tiga saudara dari ke dua orang tua angkat nya, ia tak pernah sekali pun iri kepada ketiga saudara nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAHRIani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
" Tidak akan semudah itu,, aku sudah berjanji, dan aku sudah mengucap kan ijab Kabul, dan itu kulakukan hanya untuk sekali, bukan untuk dua kali dan seterus nya,, kau mau lepas dari ku,, tidak semudah itu aku akan melepas kan mu, dan janji ku itu untuk seumur hidup ku,, bukan untuk main-main...lantas kau mau lepas begitu saja dari ku,, tidak akan..pernah bisa, dan tidak akan ada kata pisah dalam hidup ku..? Ucap kenan dengan nada marah, penuh emosi, aku yang melihat nya seram dan takut
" Kau mau apa..? Ucap ku di kala ia mendekat ke arah ku
" Mungkin dengan cara ini agar kau tidak menuntut perpisahan dari ku..? Dengan cepat Kenan menarik ku masuk ke dalam kamar yang berada di rumah ini
" Kau jangan macam-macam Kenan..? Ucap ku dengan nada takut, tapi mencoba melawan nya,
berulang kali aku mencoba menepis kan dan menarik tangan ku, itu hanya sia-sia saja menurut ku, karena tenaga ku kalah jauh dari nya
" Aku hanya cukup satu macam..? Kenan Dengan emosi, menghempas kan tubuh ku di atas ranjang yang berada di dalam kamar
" Kau mau apa,, jangan aneh-aneh Kenan,, kau masih sekolah...? Ucap ku mengingat kan akan hal itu
" Lantas,, aku harus apa,, jika pun kau mengandung kau sudah kuliah, dan aku masih bisa melanjut kan sekolah ku..dan kau pun masih bisa melanjut kan kuliah mu..,? Ucap Kenan Tampa memperduli kan peringatan ku sama sekali
Percuma sudah aku menangis di sini, tetapi Kenan tidak melepas kan ku begitu saja,
" Aku belum mau melaku kan hal itu..? Sambil menangis aku mengucap kan nya pada Kenan, tapi apa ia tidak memperduli kan ku sama sekali
" Itu hak ku,, aku meminta nya, dan kau hanya perlu diam dan jangan banyak bicara,, menurut saja Dengan ku..? Ucapan Kenan yang membuat ku semakin menangis meraung, tapi tak di perduli kan oleh kenan
**
Pagi menyapa, namun ku rasa kan badan ku terasa sakit semua, ku lihat ke arah samping, ternyata Kenan sudah tidak ada di samping ku lagi, entah kemana ia pergi nya
" Sakit sekali..? Ucap ku lirih berusaha bangkit dari tempat tidur ini,
" Mau kemana..? Tanya Kenan yang tiba-tiba saja datang dari ambang pintu kamar
Dengan cepat aku menarik selimut ku untuk menutupi seluruh tubuh ku yang sudah tidak memakai apa-apa lagi.
" Jangan masuk... Aku tidak memakai baju..? Ucap ku cepat pada nya agar Kenan tidak menerus kan langkah kaki nya
" Apa perduli ku..? Dengan cepat Kenan kini duduk di samping ku
" Ya.. ampun,, sejak kapan kau jadi pemaksa begini..? Aku sudah lelah menghadapi sikap nya yang selalu memaksa
" Sejak jadi suami mu..? Dengan cepat Kenan berdiri dan mengangkat ku ke arah kamar mandi Tampa ku minta
" Turun kan aku kenan,, aku tidak mau dengan mu.. kau terlalu jahat..? Umpatan kecil ku berikan pada nya serta pukulan pun ku layang kan pada nya
" Oh ya,, aku jahat bagai mana... ? Dengan wajah menyebal Kenan menurun kan ku berada di dalam kamar mandi
" Kau sangat jahat, kau harus tanggung jawab atas perbuatan mu..? Protes ku pada nya, yang mana ia malah terkekeh geli mendengar protes ku
" Itu sudah ku lakukan jauh sebelum aku menyentuh mu Kiara,, apa kau lupa itu..? Ucap nya sambil mencolek dagu ku
" Cepat lah mandi.. aku menunggu di luar..? Sambung Kenan lagi, ia pun berlalu dari dalam kamar mandi dan meninggal kan ku seorang diri di dalam
Dua puluh menit sudah aku berendam di dalam kamar mandi, namun sakit yang ku rasa tidak kunjung hilang, dan aku pun mencoba menyudahi nya dengan mandi bersih dan besar, setelah selesai, aku pun perlahan ke luar dari dalam kamar mandi
" Sudah siap mandi nya,, cepat pakai baju mu dan makan, setelah ini aku akan mengantarmu kuliah, dengan aku berangkat sekolah..? Ucap Kenan menyuruh ku pakai baju dan bersiap
" Kita tidak pulang semalam,, apa mama dan papa mencari kita..? Ucap Kiara menghadap ke arah Kenan yang kini duduk santai di sofa
" Mama memang mencari mu semalam,, tapi tidak dengan ku..? Ucap Kenan santai
" Kenapa mama tidak mencari mu..? Dengan kening berkerut aku menoleh cepat kepada nya
" Tentu saja tidak,, aku kan izin terlebih dulu pada mama. Untuk tidak pulang ke rumah semalam,,? Ucap kenan
" Jadi mama tau tidak, aku di sini..?
" Mama sudah tau,, maka nya kau lebih cepat bersiap nya, bisa-bisa terlambat masuk kelas nanti..?
" Iya..?
Jawaban singkat ku beri kan, setelah selesai aku memakai baju, dan kini aku pun mendekat ke arah nya untuk mengisi perut ku yang memang susah lapar dari semalam
Setelah makan, kami pun bergegas berjalan ke luar rumah, dengan Kenan menutup pintu lalu mengancing nya,
" Aku terlalu cepat masuk nya, yang ada aku bosan nanti di kampus..? Ucap Kiara pada Kenan di saat motor sudah melaju membelah jalan
" Besok rubah jadwal kuliah mu, ambil yang masuk pagi.. agar aku bisa mengantar mu sekalian..? Kenan berbicara dengan kepala di miring kan ke kiri agar aku mendengar perkataan nya
" Iya.. tapi apa tidak masalah dengan mu,, apa tidak merepot kan mu..?
" Tidak,, itu akan memudah kan ku untuk bisa mengantar dan menjemput mu..? Ucap Kenan, aku hanya patuh saja, selama itu tidak menyusah kan nya
Lima belas menit, kami pun sampai di depan kampus ku, dengan Kenan menurun kan ku tepat di depan kampus ku,
" Ada apa...? Tanya ku ketika ia mengulur kan. Tangan nya pada ku
" Salam... Apa lagi..? Ucap nya sambil mengayun kan tangan nya di hadapan ku
" Tidak salah ini..? Ucap ku masih ragu untuk meraih tangan nya
" Apa nya yang salah,, kau memang lebih tua dari ku,, tapi status mu itu istri ku..? Ucap Kenan tegas
Yang mana membuat ku mengalah akan hal itu, dengan cepat ku raih tangan nya dan mencium nya, dengan cepat pula Kenan mencium kening ku yang mana membuat ku terkejut dan langsung memegang kening ku yang tadi ia cium, itu membuat ku terkejut atas apa yang kenan lakukan
" Sudah sana masuk.. jangan dekat dengan pria lain..? Pesan kenan pada ku, aku pun hanya mengangguk saja sebagai jawaban nya, ia pun mengidup kan motor nya dan hendak berlalu
" Ada apa lagi,, apa ada yang ketinggalan..? Tanya ku ketika ia memundur kan kembali motor nya ke arah ku
" Iya.. ada,, ini ambil..? Ucap Kenan menyodor kan dua lembar uang merah ke pada ku
" Untuk apa ini..? Tanya ku bingung
" Untuk jajan dan makan siang lah,, untuk apa lagi memang..? Dengan nada ketus Kenan memaksa ku untuk mengambil nya
Setelah aku menerima nya, ia pun melajukan kembali motor nya menuju ke arah sekolah nya, setelah ia berpesan agar aku tidak melupakan ponsel ku