Blurb
Setiap Perdamaian memiliki harga yang harus dibayar.
Sebagai Ketua dan Pendiri Sekte Jalan Surgawi, benteng terdepan sekaligus pertahanan terakhir yang dimiliki oleh umat manusia, Li Yao membawa seluruh murid terkuatnya untuk berperang habis-habisan melawan Suku Iblis.
Darah tumpah, daging tersayat dan terpotong bersama tulang. Tanpa harapan, kematian terlihat dimana-mana.
Kemenangan baru muncul setelah Li Yao membunuh Raja Jurang Maut Chenyu, akan tetapi harga yang harus dibayar untuk kemenangan itu adalah kematian Li Yao dan seluruh murid-muridnya.
Seratus tahun berlalu, Li Yao hidup kembali sebagai pelayan saudagar kaya. Dunia tidak banyak berubah, namun tidak ada yang mengetahui pengorbanan Sekte Jalan Surgawi.
Nama Sekte Jalan Surgawi hilang, bangunannya hancur, dan seni beladiri-nya telah dicuri. Sekte yang pernah berada di puncak kini jatuh ke jurang.
Dapatkah Li Yao mengembalikan kejayaan Sekte Jalan Surgawi? Sebenarnya apa yang telah terjadi?
Ikuti perjalanan Li Yao membalas perbuatan Aliansi Surgawi sembari memecahkan misteri dunia!
***
Jangan lupa klik tombol like, favorit, dan comment agar Author semakin semangat menulisnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lora Orphee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 ~ Bayangan di Balik Cahaya
Ruangan itu lenggang. Li Yao tersenyum tatkala melihat berbagai peninggalannya di dalam ruangan tersebut. Ruangan itu penuh dengan rak yang berisikan buku-buku, senjata pusaka, sumber daya, dan sebagainya.
Li Yao melangkah kembali, mendekati koin emas yang menumpuk menjadi gunung. Di belakang tumpukan emas itu, Li Yao melihat sebuah kotak kayu lalu menghampirinya.
Kotak itu cukup besar untuk ukuran Li Yao, hampir sebesar ukuran tubuh kecilnya. Li Yao lekas membuka kotak tersebut kemudian menemukan banyak perkamen dan lembaran berkas-berkas penting.
Senyum Li Yao semakin lebar, di dalam hatinya ia berseru mengutuk orang-orang yang tidak tahu diri.
"Mati kalian!"
Selepas menutup kotak tersebut lalu memasukkannya ke dalam cincin spasial, beberapa saat kemudian Li Yao segera keluar dari ruang itu. Pintu hitam polos yang besar itu di tutup kembali. Li Yao berbalik lalu melangkah keluar dan menaiki tangga.
Sebelum keluar, Li Yao mengeluarkan semua buku seni beladiri dan banyak pusaka dari dalam cincin spasialnya. Itu adalah rampasan Li Yao saat mengunjungi Sekte Harimau Tua. Ia berniat meninggalkan semua rampasan itu di dalam ruangan tersebut.
Li Yao sadar bila dirinya sekarang terlalu lemah. Tidak ada gunanya bagi Li Yao membawa harta yang berlebihan seperti itu.
Sesampainya di atas sana, batu besar yang terbelah dua langsung tertutup rapat seperti sediakala. Tanpa membuang waktu, Li Yao langsung bergegas kembali ke dalam asrama.
Di tengah heningnya hutan, tampak seorang anak perempuan sedang berdiri sembari memegang sebilah pedang. Li Yao berhenti sejenak lalu mengamati apa yang sedang dilakukan gadis kecil tersebut.
Li Yao sengaja mengambil jalan memutar untuk menghindari gadis tersebut, tetapi nasib berkata lain. Ia tetap bertemu dengan gadis kecil yang misterius itu.
Gadis itu lantas bergerak lalu mengayunkan pedangnya, seakan ada musuh di depan matanya. Li Yao mengintip dari balik semak-semak, memuji setiap gerakan sederhana yang dilakukan oleh gadis tersebut.
Gerakan pedang gadis misterius itu ringan namun bertenaga, sederhana namun mempesona, tepat, teliti, dan juga luwes. Gadis tersebut sama sekali tidak menggunakan teknik berpedang, gadis itu hanya menggunakan teknik dasar.
"Siapa sebenarnya gadis misterius itu?" Li Yao semakin dan semakin penasaran dengan identitas gadis tersebut.
Kali ini tampaknya gadis misterius itu tidak menyadari keberadaan Li Yao. Apakah kejadian waktu itu hanya kebetulan? Saat Li Yao memikirkan itu lalu berbalik, hendak pergi dari tempat tersebut. Sekelebat bayangan tiba-tiba muncul lalu menyerang dirinya.
Li Yao menepis serangan itu dengan sebilah pedang yang keluar dari dalam cincin spasialnya. Suara dua logam yang bertabrakan saling berdentang. Gadis tersebut rupanya sejak awal sudah menyadari keberadaan Li Yao.
Pedang gadis itu berayun lagi, Li Yao menangkis serangan pedang tersebut sembari melompat mundur. Ada jeda sebelum gadis itu bisa menyerang lagi, menyadari hal tersebut Li Yao langsung membalas serangan gadis misterius itu.
Hutan sunyi kini dipenuhi oleh suara dua batang besi yang saling berbenturan.
Gadis tersebut bisa menangkis setiap serangan Li Yao, bahkan membalasnya. Senyum muncul di wajah Li Yao, gadis misterius itu sungguh luar biasa.
[Seni Jalan Surgawi Chapter Kedua - Bayangan di Balik Cahaya]
Pedang Li Yao akhirnya mencapai tubuh gadis tersebut. Saat Li Yao pikir bila dirinya telah memenangkan pertarungan, tubuh gadis itu langsung berubah menjadi bayangan.
Li Yao tercengang, terlebih ketika sembilan bayangan gadis tersebut muncul mengitarinya. Gerakan kesembilan bayangan itu terlihat sangat lambat saat menghunuskan pedang mereka ke arah Li Yao.
Seolah berubah menjadi tombak besar, kesembilan pedang di tangan mereka berniat menusuk tubuh Li Yao dari segala arah. Mata Li Yao membola, ia sangat mengenali teknik gerakan yang dilakukan oleh gadis itu.
Gadis tersebut bisa bersembunyi pada salah satu bayangan, atau pada kegelapan yang diciptakannya sendiri. Solusi terbaik adalah menghindari semua serangan bayangan itu, tetapi Li Yao tak melakukannya.
Kesembilan gambaran tombak besar tersebut menghujam tubuh Li Yao. Seketika seluruh bayangan itu lenyap. Seandainya Li Yao berada dalam kondisi prima, ia pasti memilih menghindari kesembilan serangan tersebut.
Li Yao muntah darah meski tubuhnya tampak baik-baik saja. Jiwanya terasa sakit, seakan ditusuk oleh sembilan pedang. Gadis misterius itu muncul dari atas langit, berniat memberikan serangan akhir kepada Li Yao.
Wajah Li Yao mendongak, ia lekas menghunuskan pedangnya ke atas dengan sangat pelan. Sebuah gambaran pedang raksasa yang sangat dingin, kuat, dan mengintimidasi muncul di hadapan gadis tersebut.
Tubuh gadis itu membeku, ia merasa tidak berdaya saat pedang raksasa tersebut hendak menusuk dirinya. Gadis misterius itu terhempas ke atas, darah keluar dari hidung serta mulutnya.
Tak lama gadis itu jatuh lalu tubuhnya berguling-guling di tanah. Pakaian gadis tersebut tercabik-cabik, terutama pada bagian perutnya. Gadis misterius itu kembali memuntahkan darah, ia bisa merasakan bila tubuh bagian dalamnya terluka cukup parah.
Li Yao lantas berjalan mendekati gadis tersebut. Wajah gadis kecil itu tetap datar dan dingin, tatapan matanya menajam saat melihat sosok Li Yao menghampirinya.
"Siapa kamu?" tanya Li Yao, ia tahu gadis kecil tersebut menggunakan Seni Jalan Surgawi Chapter Kedua.
"Aku seharusnya yang bertanya, apa yang dilakukan oleh seorang murid tingkat ketiga di hutan belakang sekte yang terlarang?" Gadis itu balas bertanya.
Dahi Li Yao sedikit terlipat, ia tidak menyangka gadis tersebut mengetahui identitasnya. Saat ini Li Yao mengenakan jubah peri dauh untuk menutupi tubuh dan wajahnya, jadi mustahil gadis itu bisa melihat penampilannya.
Mungkin saat Li Yao pingsan kemarin, gadis tersebut mengambil kesempatan untuk mengintip wajah Li Yao. Itu adalah penjelasan yang paling masuk akal.
"Apa kamu anak perempuan Ketua Sekte?" tanya Li Yao lagi.
Sesaat gadis kecil itu terdiam, wajahnya tetap datar dan tanpa emosi. Li Yao sama sekali tidak bisa membaca raut wajah gadis tersebut.
"Jawab dulu pertanyaanku!" seru gadis itu, mencoba menghindari pertanyaan Li Yao.
"Aku sedang mengunjungi hewan peliharaanku yang ada di tengah hutan," jawab Li Yao asal-asalan, tidak mungkin gadis tersebut akan mempercayainya.
"Oh, benarkah?" Gadis itu terlihat mempercayainya omong kosong Li Yao.
"B-benar!" Li Yao terkejut, tidak menyangka gadis tersebut begitu polos. Bila dilihat-lihat, gadis misterius itu memang seorang gadis kecil berusia 13 tahun. Tentu saja ia masih polos.
Sejenak Li Yao melupakan bila dirinya tengah melawan seorang gadis kecil. Pasalnya kemampuan gadis tersebut sangat tidak normal bila melihat umurnya. Sejenak Li Yao juga melupakan bila dirinya hanyalah seorang anak kecil berusia 8 tahun.
"Jadi... "
"Enggak!" seru gadis itu, memotong ucapan Li Yao.
"Aku bukan anak Ketua Sekte," sambungnya.
Li Yao diam selama 5 detik.
"Kamu bohong, kan?"
"Enggak!" jawab gadis itu sigap.
"Kamu bohong."
"Enggak!"
"Kamu pasti berbohong!"
"Aku bersumpah demi nyawa ayahku yang tinggal sedikit, aku tidak berbohong!" tutur gadis itu dengan wajah datarnya.
Jelas sekali gadis kecil itu tengah berbohong.
padahal aku dah siap siap bayangin Li Yao menggembleng para murid tingkat kedua biar dgn pelatihan yg eksentrik tapi dgn hasil luar biasa. Seperti Ye Qingtang yg mengubah kumpulan murid2 nakal dan bebal jadi luar biasa, seperti Guru Zhang yg mengubah murid2nya yg absurd menjadi pemimpin2 legendaris dieranya, seperti Jun Wu Xie yg membantu pasukan Rui dan temen2nya menjadi lebih kuat dan bikin rencana supaya bisa ngalahin orang alam atas, dan banyak lagi.
Udah bayangin para murid sekte Cahaya Surgawi yg diremehin, bakal buat kehebohan satu persatu, mau liat Deng Xue yg serem tapi baik jadi pemimpin kaum botak biar gk makin rese, pengen liat Huli jadi rubah ekor sembilan, pengen liat Tao Yuhan nemu jalannya sendiri kearah yg lebih baik, pengen liat kemampuan Si Ren Shu yg misterius, gimana nasib musuh utama Li Yao di Chapter pertama yg sebenernya, karena kayaknya masih banyak konspirasi yg belum terkuak, dan jati diri Li Yao sebenernya,,,
padahal seru dan lucu ceritanya,, mungkinkah Authornya kehabisan ide,,???
nasib di php in Authornya,, 😭😭😭
ibarat makan rendang, pas udah selesai dgn atribut sampingannya dan mau makan ikan utamanya yg paling lezat eh,, dicolong kucing, udah deh cuman bisa meratapi,,😢😢
ya udah makasih Thor, dikasih cerita yg menarik, semoga sehat selalu dan lancar rezekinya,, 😇😇
Jadi penasaran masa lalu Lin Yao sama Tao Yuhan, bisa sadis gitu ye,, 😎