NovelToon NovelToon
Aku Bukan Menantu Idaman

Aku Bukan Menantu Idaman

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Tamat
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Animal Lovers

Aku adalah Milanie, aku adalah anak gadis yang kecil namun memiliki semangat yang besar.
Dalam hal pendidikan akulah yang paling rajin peringkat. Cita-citaku setinggi langit.
Namun bagaimana jika rencanaku berantakan karena sebuah takdir?
Takdir yang memaksaku untuk tidak melakukan apa yang aku inginkan.
Menjadi boneka yang harus melakukan semua demi orang lain.
Bagaimana aku menyelesaikan semua ini?
Apakah aku bisa keluar dari mereka yang tanpa ditunjuk, tiba-tiba menjadi dalang kehidupanku?
Cerita ini penuh dengan konflik batin tentang rumah tangga.
Jadi, jika membacanya jangan lupa ditemani keripik singkong pedas dan sebotol air minum. Oke?
Happy Reading.... 😊😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Animal Lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Laporan Salah

"Tok, tok, tok!!"

Ketukan pintu ruangan pak Zaidan sedang mengumandangkan suara.

Di sebelah Zaidan ada asisten laki-laki yang selalu menemaninya.

Mendengar ketukan pintu ini, membuat Asisten itu menolehkan wajahnya kepada Zaidan.

Zaidan menganggukkan kepala. Kode bahwa saat ini dia tidak terlalu sibuk dan dapat bercakap dengan orang lain.

Asisten itu melangkah maju lalu membukakan pintu tersebut.

"Masuk" ucap Zaidan.

Dengan sedikit gugup dan takut Saya masuk ke ruangan yang sangat tenang itu. Tanpa ada suara yang terdengar dari luar.

Di langit-langit ruangan telah di pasang sebuah ubin Akustik. Ubin ini berfungsi untuk mengurangi kebisingan dari luar.

Dilengkapi dengan 2 buah sofa memanjang saling berhadapan. Tak lupa diantara kedua sofa itu ada sebuah meja berbentuk lingkaran yang dihiasi dengan kayu lapis.

Tak lupa juga lampu hias yang berada di setiap sudut ruangan. Ini menambah kesan menakjubkan di ruangan tersebut. Memiliki estetika yang indah dan unik namun juga sederhana.

Alasan Zaidan tak sembarangan orang yang boleh masuk kedalamnya karena Zaidan tidak ingin hiasan ruangan ini rusak karena tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.

Aku berdiri dengan memegang kedua tanganku di depan.

Posisiku tepat di depan meja kerja Zaidan.

Saat itu Zaidan masih menerima televon dari seseorang.

"Baiklah Rei, 15 menit lagi Saya akan turun dan berangkat ke sana" kata Zaidan dengan ponselnya.

"Tiiit!"

Televon itu di matikan. Wajah yang tadi sumringah, kini berubah menajdi wajah yang sangat serius.

"Kamu tahu kesalahanmu?" tanya Zaidan.

"Iya Pak" jawabku.

Zaidan hanya menatapku serius.

"Maaf, jika saya salah faham karena saya kira antara properti dan accessoris adalah hal yang sama Pak. Maafkan kekeliruan saya" jawabku dengan ragu.

"Kamu telah membuang waktuku selama 5 jam untuk menerima laporan ini. Bukankah kamu punya mulut? Apakah berat bagimu untuk bertanya?" kata Zaidan kesal.

"Maaf pak" jawabku.

"Jangan merasa Kamu adalah yang paling pintar. Dan Kamu harus mendapatkan konsekuensi atas ini" kata Zaidan.

"Saya akan menerima konsekuensi apapun dengan lapang dada Pak" jawabku tegas.

"Inilah ketegasan yang Aku suka darinya" batin Zaidan.

"Konsekuensi pertama, Kamu harus memberiku laporan ulang yang benar. Dan kumpulkan besok jam 8 tepat, tidak boleh lebih. Dan letakkan di meja saya. Sanggup?" kata Zaidan.

"Saya sanggup Pak" jawabku tegas.

"Bagus, Kamu bisa keluar!" kata Zaidan.

"Baik Pak, terimakasih" ucapku.

Dengan berjalan menuju kembali ke ruangan staff, Aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri.

"Tadi dia bilang Konsekuensi pertama? Apakah maksudnya ada konsekuensi yang kedua?" batinku.

"Ternyata Dia sangat menakutkan jika saat bekerja" batinku.

Saat Aku berbelok ke ruangan, tak lama di belakangku telah disusul oleh 2 orang berjalan cepat.

2 orang tersebut adalah Zaidan dan asistennya.

Mereka segera keluar dari pintu dan menaiki sebuah mobil yang telah diambil oleh asistennya dari parkiran.

"Hei, Milanie. Apa yang telah Pak Bos katakan padamu tadi?" tanya kak Heni penasaran dengan suara berbisik.

"Dia memintaku untuk membuat laporan ulang yang benar. Itu saja" jawabku.

"Kamu benar-benar beruntung bisa masuk ke ruangannya" kata kak Heni.

"Maksud kak Heni?" tanyaku penasaran.

"Iya semenjak perusahaan ini berdiri, tidak ada staff Admin yang pernah masuk ke ruangan pak Zaidan. Kecuali Asisten dan Managernya" kata kak Heni dengan berbisik.

"Benarkah?" tanyaku tak percaya.

Kak Heni menganggukkan kepalanya dengan yakin.

"Seperti apa ruangannya?" tanya kak Heni.

"Ehem,,, Heni, bagaimana promosi iklan yang Aku rencanakan untuk besok?" tanya Manager pemasaran.

Seketika kak Heni kembali ke posisi duduknya dan kembali memakai wajah yang serius.

Namanya adalah bu Elok.

Di perusahaan ini memiliki 2 Manager. Yaitu manager perencanaan barang yang bernama mas Adi. Dan satunya manager tentang pemasaran yang bernama bu Elok.

"Iya bu, Saya telah mengumpulkan data produk-produk kita yang paling banyak diminati oleh konsumen" jawab kak Heni.

Kak Heni meraih kertas di mapnya. Lalu menyodorkan kepada bu Elok.

"Menurut saya akan ada lebih banyak peluang dengan produk yang banyak diminati" tambah kak Heni.

"Oke" kata Bu Elok.

Bu Elok terlihat menjauh dari meja Kami lalu kembali ke tempat duduknya yang berada di pojok. Lebih tepatnya sebelah tempat duduk Mas Adi.

"Ah, dia menganggu obrolan kita saja ya Mil" kata kak Heni.

Saya pikir kak Heni adalah orang yang suka kepo dan ramah. Tapi ternyata dibalik perlakuannya yang banyak menyapa. Dia juga memiliki sisi tegas dan kepintaran yang bagus.

"Iya" jawabku dengan kagum.

"Nanti kita lanjut saat istirahat" bisik kak Heni.

Aku menganggukkan kepalaku.

...****************...

"Lebih cepat Dim, waktu kita tinggal 3 menit" kata Zaidan.

Dengan melihat jam tangan yang berada ditangan kirinya.

Kali ini Zaidan dengan Asistennya yang bernama Dimas sedang dalam perjalanan pertemuan ke tempat meeting dengan seorang Arsitek.

Awalnya pertemuan Mereka dijadwalkan pukul 9 pagi. Tapi karena Zaidan penasaran dengan stok barang accessories yang tersedia di Intansinya, jadi pertemuan di jadwalkan menjadi jam 3 sore.

Dan jam sekarang telah menunjukkan pukul 14.57 WIB.

Tentu Zaidan akan merasa malu jika Dia terlambat. Karena yang menawarkan keputusan jadwal ini adalah Zaidan sendiri.

"Ckiiiiiiitttt!!!"

Tiba-tiba mobil itu mengerem mendadak.

"Ada apa Dim?" tanya Zaidan.

"Maaf pak, jalan sedang macet" jawab Dimas.

"Astaga, yang benar saja" gumam Zaidan.

Segera Dia meraih ponsel yang berada di saku kanannya.

Saat Zaidan menekan tombol power. Di layar itu telah menunjukkan waktu 15.59 WIB.

Melihat bahwa pertemuan ini dengan seorang Arsitek yang terkenal. Tak jarang Dia memilki proyek hingga manca negara. Membuat pertemuan ini sangat penting bagi Zaidan.

Awalnya Zaidan berencana melihat barang accessories yang ada di Instansinya terlebih dahulu. Untuk bekal percakapan Mereka agar berjalan dengan mulus. Tentang kerjasama pengadaan barang, sekaligus kolaborasi design Interior. Tapi rencananya tak sesuai karena Milanie telah melaporkan laporan yang salah.

Segera dia mencari kontak Arsitek itu. Dan mengabarkan tentang kemacetan ini.

"Drrrrtttt......"

"Drrrtttttt....."

Tangan yang putih, mulus, kuku yang dipitek dengan warna maron, diiringi dengan jari yang ideal itu. Saat ini mulai mengangkat telvon yang sedang masuk di ponselnya.

Dengan bibir yang dipoles oleh lipstick maron yang terlihat mewah. Bibir itu berucap dengan tenang.

"Saya akan menunggu hingga 30 menit itu batas maksimumnya. Oke?" kata perempuan itu.

Dia adalah Arsitek yang sukses. Semua model designnya telah digunakan oleh Instansi, hotel, taman rekreasi, kafe, rumah sakit bahkan perumahan Subsidi sekaligus yang menyebar di seluruh benua Asia.

"Dia bersedia menunggu kita, asal tidak boleh sampai 30 menit Dim" kata Zaidan.

"Jarak kita ke sana masih 15 menit perjalanan Pak, itu saja jika tidak macet" kata Dimas.

"Sial, sepertinya bukan rezekiku" ucap Zaidan sedikit khawatir.

Seketika pikiran Zaidan teringat Milanie yang salah memberikan laporan.

"Kalau saja si kecil itu lebih cepat. Tunggu saja konpensasimu yang kedua Milanie" batin Zaidan.

...----------------...

1
martina melati
tanya sm sp nih thor???
martina melati
hmm br 1 anak sdh mutus utk bercerai...
blm 3th berumah tangga.
martina melati
wadoh... np bgtu mudah berucap kata cerai...

sehrsny diatasi bersama jika ada konflik ato misscommunication
martina melati
nyari pengasuh bayi aja... baby sitter gt
martina melati
bukan nakut2i lho... mertua dan ipar maut
martina melati
sbnarny takut jg sih bgm khidupan milanie stlh jadi bercerai... gk bisa dduga. tp saya ijin berkesimpulan y, thor... hidup ada suka duka aplg dlm berumah tangga. ibarat kapal mengarungi samudera ada ombak, angin bahkan tsunami. pandai2 kita menjalani kapalny.
martina melati
astagaaaa... dbuang? mahal lho... tp takut jg y kalo beracun... kn gk tahu dr sp
martina melati
seharusny dtulis/dcantumkn nama /to... dan from/dari

bisa salah duga nih...
martina melati
gk mau rugi merasa sdh beri gaji tinggi gk ker
martina melati
sebenarny kurang komunikasi dan kurang terbuka... misi dan tujuan pernikahan blm dketahui bersama. masing2 msh tertutup dan merasa benar (tidak salah, bertahan dg opini pribadi masing2)
martina melati
msh kenyang ktn tengah mlm mkn stlh ker lembur
martina melati
bukanny badak bercula satu??? ujung kulon lhoo margasatwa
martina melati
jd ksepiannn...
martina melati
ayo millll
martina melati
terbuka aja sm bunda kandung lhoooo
martina melati
tolak aja dan jujur ngaku takut dg dirimu, nico... kau sdh pernah menampar wajah, membius dan menculik diriku (diikat lagi kaki dan tangan)... aku gk berani jalan dgmu
martina melati
kamu tuh laki2, shrsny terbuka sm bunda... beritahu jika pihak wanita ada mengutarakn utk membatalkn pernikahan dkarenakn merasa blm siap nikah.
martina melati
iy kemungkinan... shrs terbuka sm ibu, aplg nico tmsk ponakn tuh (spupu milanie)
martina melati
jahatny... psikopat nih... sdh dtolak sgadis malah maksa, shrsny intopeksi diri.. sadar donk!
martina melati
ihh kdrt nih... blm jd suami aja sdh main tangan... dtampar lho... hrs dbalas nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!