NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persaingan Mafia / Balas Dendam
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Yunnii_Parkk

Kehidupan bahagia Aria berakhir saat kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kebakaran.

Setelah ditelusuri, kebakaran itu ternyata sudah di rencanakan oleh seseorang sehingga membuat Aria ingin mengungkap siapa pelaku dibalik kebakaran yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal.

Hingga ketika menelusuri siapa orang yang tega membakar rumah keluarganya, Aria menemukan berbagai misteri termasuk rahasia kedua orangtuanya, dia juga harus masuk kedalam dunia gelap untuk bisa mencari sang pelaku yang merusak kebahagiaan serta keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunnii_Parkk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Javier

Sampai di kota X Aria masih terus menghubungi kakaknya, tapi tidak kunjung ada jawaban dan itu membuat Aria semakin menghawatirkan Javier.

"Lebih baik aku pulang dulu, siapa tau kakak ada di Apartemen dan ketiduran" ucap Aria lalu melajukan mobilnya ke kota L dan tidak menaiki taksi seperti biasa karena Aria terburu-buru ingin bertemu Javier.

Aria melajukan Mobilnya dengan cepat, hingga kurang lebih tiga puluh menit kemudian, Aria sudah tiba di kota L, Aria tidak henti-hentinya menghubungi ponsel kakaknya, siapa tau ada jawaban.

Tidak lama kemudian, Aria tiba di Apartemennya, Aria segera keluar dari mobil dan memasuki Apartemen itu, Aria lalu pergi ke unit nomor 197 dimana Aria dan kakaknya tinggal.

"Kak!! apa kakak sudah pulang?!" Begitu memasuki Apartemennya Aria lalu langsung memanggil Javier.

"Kak!! apa kakak di kamar?!!" Aria lalu mengetuk pintu kamar Javier, tapi tidak ada jawaban, Aria juga mencoba masuk ke dalam kamar kakaknya itu, tapi pintunya masih terkunci dari luar.

"Kak!! apa kakak mendengarku?!! kumohon jawablah!!" teriak Aria sambil mencari kakaknya ke seluruh ruangan yang ada disana, tidak lupa Aria juga mencari ke balkon Apartemen, tapi Aria masih tetap tidak menemukan Javier.

"Aku harus mencarinya diluar atau menghubungi teman-temannya, tapi aku tidak punya nomor mereka, aku juga tidak tau siapa saja teman dekat kakak" ucap Aria lalu menjambak rambutnya sendiri karena tidak bisa berpikir jernih.

"Lebih baik aku mencoba menghubungi ponsel kakak lagi" Aria lalu menghubungi nomor kakaknya kembali, tapi kali ini nomor tersebut tidak aktif.

"Apa ponselnya mati? Apa mungkin kehabisan baterai? aku yakin kakak baik-baik saja, dia berjanji tidak akan meninggalkanku sendirian" Aria masih mencoba untuk tetap berpikir positif.

"Aku akan mencarinya ke sekitar Kantor tempat kakak bekerja, terakhir kali kakak ada disana" Aria kemudian keluar dari Apartemen dan kembali menaiki Mobilnya, Aria lalu segera melajukan Mobil tersebut menuju perusahaan tempat Javier bekerja.

Dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Aria tiba di depan Gedung Perusahaan tempat Javier bekerja, karena sudah larut malam, Gedung itu sudah tutup, Aria kemudian keluar dari mobil dan mencari Javier di sekitar Gedung Perusahaan, bahkan Aria memasuki setiap Toko yang masih buka di sana, tetapi hasilnya tetap nihil, Aria tidak mendapatkan informasi apapun dan mereka juga tidak melihat Javier walaupun Aria sudah memperlihatkan foto Javier pada setiap pemilik Toko dan pengunjung yang masih ada.

"Kak, kamu dimana.... jangan membuat aku takut" gumam Aria, dengan tangan dan kaki yang gemetaran, Aria terus berlari kesana kemari untuk mencari Javier, Aria bahkan masuk kedalam Bar, tapi Aria masih tidak bisa menemukan Javier.

Aria kemudian melihat sebuah Cafe yang baru saja tutup, terlihat pemilik Cafe sedang mengunci pintu Cafe itu, segera Aria berlari kearah Cafe tersebut dan menghampiri pemilik Cafe itu.

"Permisi....." sapa Aria saat sudah berada di belakang Pemilik Cafe.

Pemilik Cafe itu lalu menengok ke belakang dan dia melihat sudah ada seorang Wanita disana.

"Ya Nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap Pemilik Cafe.

"Permisi Pak, saya mau bertanya, apa bapak pernah melihat pria ini?" Aria menunjukan foto Javier yang ada di ponselnya.

Pemilik Cafe itu lalu melihat foto yang ada di ponsel Aria, "Ah.... sepertinya saya pernah melihatnya"

"Benarkah? bapak melihatnya dimana?" Aria terlihat bersemangat saat mengetahui ada seseorang yang melihat kakaknya.

"Siang tadi pria ini masuk ke Cafe saya sampai malam, dan sekitar jam sebelas tadi dia keluar dari Cafe saya, setelah itu saya tidak melihatnya lagi" ucap Pemilik Cafe.

"Jam sebelas? karena sekarang sudah jam dua, berarti sekitar tiga jam yang lalu, kalau begitu terimakasih pak, saya permisi" Aria lalu berjalan kearah kursi yang ada di dekat sana, Aria memutuskan untuk istirahat sebentar di kursi itu sambil memikirkan kemana kiranya Javier pergi sehabis dari Cafe itu.

"Tiga jam yang lalu ya, mungkin kakak akan pulang ke Apartemen dan menunggu telepon dariku, tetapi ada kemungkinan terjadi sesuatu pada Kakak saat di perjalanan, dan lagi sampai tadi ponselnya masih aktif" Aria lalu menghela nafas berat.

"Tunggu dulu! aku masih belum mencarinya di gang-gang kecil sekitar sini" Aria segera bangun dari tempat duduknya lalu berlari kearah gang-gang kecil dan gelap yang ada di sekitaran sana.

Biasanya di gang-gang kecil seperti itu ditempati oleh preman-preman kota, tapi Aria tidak peduli dan tidak takut pada para Preman itu, yang ada di pikiran Aria sekarang dia harus menemukan kakaknya.

Aria terus mencari kedalam gang-gang kecil, namun tidak ada apapun disana dan hanya ada beberapa hewan seperti kucing dan anjing. Aria lalu terus berlari menuju gang kecil lainnya yang ada di daerah itu.

Aria berlari menuju gang kecil di dekat sebuah toko makanan yang sudah tutup, saat sampai di gang itu, Aria melihat ada beberapa pria sedang berkumpul di dalam gang itu.

Ada sekitar sepuluh orang yang sedang berkumpul di dalam gang itu, lalu salah satu dari mereka melihat Aria.

"Hey lihat, ada seorang wanita yang datang kesini"

Sontak pria yang lainnya melihat kearah Aria yang sedang berdiri dengan nafas sedikit terputus-putus karena terus berlari.

"Kamu benar, ternyata ada seorang wanita yang dengan sendirinya menghampiri kita"

"Hey nona, apa kamu mau bergabung dengan kami? kami punya banyak minuman enak disini"

Aria tidak menjawab ucapan para berandalan itu, Aria lalu mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto pada mereka.

"Apa kalian pernah melihat pria ini?" tanya Aria dengan wajah datarnya.

Salah satu dari berandalan itu mendekat kearah Aria dan melihat foto yang ada di ponsel Aria.

"Nona, apa pria ini pacarmu? kami tidak pernah melihatnya, apa kalian sedang bertengkar?" Ucap pria itu sambil meledek lalu tertawa.

Mendengar ucapan pria itu, berandalan yang lain ikut tertawa seakan itu adalah kata-kata yang bisa membuat orang tertawa.

"Nona, lupakan pacarmu itu dan lebih baik bergabung dengan kami, pria tampan sepertinya pasti sudah kabur dengan wanita lain"

"Baiklah, kalau kalian tidak melihatnya tidak apa" Aria lalu berbalik dan ingin melangkahkan kakinya, namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh pria yang tadi berbicara dengannya.

"Nona, kamu sudah datang kesini, tentu saja kamu harus menemani kami dulu, baru setelah itu kamu boleh pergi, itupun kalau kami ijinkan" pria yang memegang tangan Aria kemudian tertawa keras diikuti oleh temannya yang lain.

"Hey lepaskan tanganku sebelum aku memotong tanganmu" ucap Aria dengan nada suara yang sangat dingin.

"Nona, sudah aku bilang tadi kalau kamu tidak bisa pergi dari sini" timpal Pria itu yang sepertinya sudah mabuk.

"Aku tidak punya waktu untuk kalian, jadi lepaskan tanganku sekarang juga"

"Nona, apa aku harus menuruti kata-katamu? tentu saja aku tidak, sekarang ikutlah denganku dan kita akan bersenang-senang" ucap pria itu lalu tertawa sangat keras diikuti oleh berandalan yang lain.

"Aku tidak mau, apa aku harus mengikuti perkataan sampah sepertimu"

"Kau... " pria itu lalu berhenti tertawa dan menatap Aria dengan tatapan penuh amarah, "Kalau kamu tidak mau, aku akan menyeretmu"

"Benarkah? baiklah coba saja, itu juga kalau kamu masih mempunyai tangan" Aria tersenyum mengejek pada pria itu.

"Kau!! aku akan menyeretmu sekarang juga" pria itu lalu menarik tangan Aria dengan kasar, akan tetapi beberapa detik kemudian, pria itu tidak bisa merasakan tangannya lagi hingga tiba-tina dia berteriak.

"Aaaarrggghhhh!! Tanganku!!"

Pria itu melihat sebuah tangan yang tergeletak di depannya kemudian dia melihat Aria yang sekarang sedang menyeringai padanya.

Tangan yang tergeletak itu tidak lain dan tidak bukan adalah tangan pria yang menarik Aria tadi.  Berandalan lain yang melihat pria itu berteriak segera berhenti minum-minum. mereka langsung berdiri dan menatap Aria yang sedang menyeringai, mereka semua sontak bergidik ngeri saat melihat wajah Aria yang tadi terlihat sangat cantik bak Dewi kini terlihat menyeramkan seperti iblis.

"Hey, aku sudah bilang tadi kalau aku akan memotong tanganmu kalau kamu tidak mau melepaskan tanganku" Aria berkata dengan nada yang sangat dingin, ditambah wajahnya yang kini terlihat menyeramkan membuat siapa saja pasti akan langsung lari dari sana, tapi karena di belakang para berandalan itu adalah jalan buntu dan satu-satunya jalan untuk mereka lari terhalang oleh Aria, mau tidak mau mereka terus berada disana.

"Kalian jangan diam saja!! Cepat bantu aku dan beri wanita ini pelajaran!! kalau perlu potong tangannya karena dia sudah berani memotong tanganku!!" teriak Pria yang tadi mencoba untuk menggoda Aria.

Para berandalan itu mendengarkan ucapan pria paruh baya tersebut. mereka berani karena Aria hanya seorang wanita dan Aria juga sendirian, sedangkan mereka bersepuluh, jadi para berandalan itu berani menyerang Aria, mereka bahkan tidak peduli dengan harga diri mereka karena mengeroyok seorang wanita.

Aria melihat kesembilan berandalan itu maju untuk menyerangnya, Aria lalu tertawa dengan ekspresi yang sangat menakutkan.

"Kalian mengeroyok seorang wanita? kalian memang benar-benar sampah" ucap Aria kemudian mengeluarkan pistol dari saku jaket kulit hitamnya.

Para berandalan itu tidak mengetahui kalau Aria membawa pistol, yang mereka tau Aria hanya membawa pedang yang digunakan untuk memotong tangan temannya, itupun mereka juga tidak tau Aria mendapatkan Pedang itu dari mana.

Saat Aria mengeluarkan pistol, para berandalan itu sudah tidak bisa mundur lagi dan mereka masih berpikiran positif kalau pistol yang ada di tangan Aria adalah pistol mainan.

"Hey Nona, apa kamu akan menakuti kami dengan pistol mainan itu?" ucap salah satu dari berandalan sambil mengayunkan tongkat besi kearah kepala Aria.

"Kamu bisa mencobanya langsung ini pistol mainan atau bukan" Aria lalu menembak pria itu tepat di kepalanya dan seketika itu juga pria itu jatuh tergeletak tidak bernafas lagi.

DOR

BRUGH

Para berandalan lain yang melihat teman mereka tergeletak tidak bergerak lagi langsung berhenti dan melihat pistol yang ada di tangan Aria.

Seketika mereka tidak berani menyerang Aria lagi karena Aria mempunyai pistol di tangannya, kalau mereka menyerang tentu saja yang mati duluan adalah mereka.

"Kenapa kalian diam saja? bukannya tadi kalian ingin menyerangku?" Aria menatap para berandalan itu dengan tatapan dinginnya.

"Nona, maafkan kami, kami hanya menuruti perintah Ketua kami" salah satu dari berandalan itu mencoba untuk mengkambing hitamkan Ketua mereka.

"Apa maksudmu?!! kau mau menyalahkan ku?!!" Ketua mereka tidak lain adalah pria yang Aria potong tangannya tadi, pria itu sekarang sangat marah dan menatap tajam anak buahnya.

"Aku tidak peduli alasan apa yang kalian katakan, asalkan kalian tau, aku tidak pernah memaafkan orang yang mencari masalah denganku" ucap Aria lalu menembak salah satu berandalan yang ada di depannya tepat di kepala berandalan tersebut.

DOR

BRUGH

Melihat teman mereka tergeletak tidak bernyawa, membuat para berandalan lainnya sangat marah dan juga ketakutan.

"Nona, apa maksudmu? kami sudah meminta maaf dan tidak melukaimu, tapi kamu masih menyerang kami?" ucap salah satu berandalan.

"Bukannya kalian tadi ingin menyerangku bersama-sama? itu artinya kalian akan melukaiku, dan juga, sudah ku katakan tadi kalau aku tidak pernah memaafkan orang yang mencari masalah denganku" Aria lalu menembak lagi salah satu dari mereka dan kini sudah tergeletak tiga orang yang sudah tidak bernyawa di atas tanah.

Melihat anak buahnya mati satu persatu membuat Ketua berandalan itu sangat ketakutan dan melarikan diri dari sana karena hanya dia yang jalannya tidak terhalang oleh Aria.

SREEETTT

Namun baru saja pria itu melangkah dua langkah, pria itu tiba-tiba jatuh tersungkur keatas tanah, dan ketika pria itu melihat kakinya, pria itu langsung berteriak karena dia melihat kakinya yang sudah terpotong, Aria memotong satu kaki milik Ketua berandalan itu supaya dia tidak bisa melarikan diri.

"Sudah ku bilang aku tidak akan pernah memaafkan orang yang mencari masalah denganku, termasuk kamu, bukannya kamu yang pertama mencari masalah bahkan berani menarik tanganku?" Aria menatap Ketua berandalan itu dengan tatapan datar.

"Haish.... aku terlalu banyak membuang waktu bersama kalian, aku akan mengakhiri ini secepat mungkin" Aria kembali menembak berandalan yang ada di depannya, dan beberapa detik kemudian, para berandalan itu sudah tergeletak tidak bernyawa, dan juga mereka tidak bisa melawan ataupun melarikan diri dari Aria, jadi mereka hanya bisa menyesal karena sudah mencari masalah dengan Aria, seorang wanita cantik yang terlihat tidak berbahaya.

Tidak lama kemudian, kini tinggal tersisa Ketua berandalan itu saja, Aria lalu menghampiri pria itu dan kembali memotong satu kakinya yang tersisa.

CRASH

"Aaarrgghhh!!"

"Kalian sudah membuatku membuang banyak waktu" ucap Aria lalu menusuk jantung pria itu dengan Pedanhnya, seketika itu juga, semua berandalan yang ada di gang tersebut sudah tergeletak tidak bernyawa lagi karena mencari masalah dengan Aria.

Aria kemudian membersihkan Pedangnya lalu mengubah Pedang itu ke bentuk semula, setelah itu Aria pergi dari sana untuk kembali mencari Javier.

1
Nur Hasanah
lnjtt Thor...
Nur Hasanah
aku selalu mengikuti semua cerita novel athor yunni_pakk..semua seru dr lin Hua,Xiao Li ,sekarang Aria semuanya seru enggk ngebosenin walaupun sampe ratusan bab..
Nur Hasanah
saingan cinta yang bukan merebutkan hati Aria saja tp restu kakanya juga..
aku juga bingung pilih yang mana..couple ini cocoknya...wkwkwk.
lanjuttt thro..
Nur Hasanah
wach...ternyata Aria di kelilingi cwo² keren...
lanjuttt thro...JD penasaran siapa yang akan berlabuh..hehehe
Nur Hasanah
ikutan sedih...peluk jauh buat aria.
lanjutt thro
Al Mpr
lanjut donk Thor, makin seru nih
BankToso
sehat selalu Thor, semangat update trus thor 👍🏻🙏
🌸ALNA SELVIATA🌸: Baca Novel "Suami di Alam Mimpi"
di jamin mata batin kamu akan terbuka, dan melihat keindahan alam dunia berbeda..
total 1 replies
xiao hu.
ternyata herald punya anak buah dari anggota red blood ya? aku pikir semua anak buah nya cuma anggota dari blood moon🗿
xiao hu.
kok leon harusnya louis kan🗿
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
ini sangat keren... aku suka cerita ini...wanita jg harus kuat 👍💪
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
keren Thor👍👍👍👍👍🥰
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
lanjut Thor..keren
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
pasti Leon pelakunya kan thor
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
lanjut ... lanjut.. jdi kepo thor
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
bagus ceritanya kak...lanjutkan..
Liana Lia504
lanjut thor ditunggu up selanjutnya
Liana Lia504
semangat up nya thor
Yunniiparkk: makasih
total 1 replies
Liana Lia504
up lagi dong
Liana Lia504
lanjut thor
Friska Oktaviana
ceritanya bgus cmn ko dkit episodenya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!