NovelToon NovelToon
Gejolak Asmara Setelah Perceraian

Gejolak Asmara Setelah Perceraian

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:119.8k
Nilai: 5
Nama Author: alya aziz

Saling mengenal, nyaman, jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, semua itu adalah proses yang di lalui dua insan yang di pertemukan oleh semesta untuk saling melengkapi satu sama lain.


Kehidupan rumah tangga yang penuh suka duka terlewati dengan canda tawa, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa pondasi yang terbangun akan terus kokoh. Milda Anggraini, harus menelan pil pahit karena mendapati sang suami mempunyai wanita idaman lain.
Sakit dan sudah tidak sanggup untuk menjalani pernikahan yang telah hancur Milda meminta untuk diceraikan, tetapi di saat yang bersamaan ia dinyatakan hamil. Terjebak dalam situasi yang rumit akhirnya Milda tetap bertahan meski sulit.

Sampai pada suatu hari seorang pria bernama Dewa kembali datang di kehidupannya dan membantu ia untuk melewati masa-masa sulit. Bagaimana kisah mereka selanjutnya akankah Milda tetap bertahan menjadi istri Devan atau meminta cerai dan menerima Dewa menjadi pria pengganti Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26

Malam ini, pikiran Milda kembali bercabang-cabang. Mendengar pertanyaan cinta Dewa siang tadi, hatinya menjadi gundah. Seolah kembali menjadi pasangan muda mudi, dia meminta waktu untuk berpikir.

Dia tidak ingin memutuskan hal dengan terburu. Terlebih belum sampai setahun dia bercerai dari Devan. Meski dia tahu, hatinya sudah mulai terganggu dengan keberadaan Dewa. "Huuft, aku bisa giila kalau seperti ini terus. Apa yang harus aku lakukan."

Saat tengah mencoba berpikir keras, Milda tiba-tiba mengingat Devan dan juga penghianatan yang dia alami. Entah kenapa saat dia mencoba memulai kehidupan baru, trauma itu selalu membayangi.

Malam ini Rania tidak pulang karena harus tugas malam. Suasana hening pun semakin terasa membalut hati Milda. "Jika dia benar mencitaku, bagaimana dengan Najwa ... sebenarnya seperti apa hubungan mereka."

***

Sementara ditempat berbeda, Najwa diam terpaku menatap Dewa dengan mata berkaca-kaca. "Jadi wanita yang membuat kamu tidak bisa move on sejak dulu ... Milda?"

Sambil tertunduk Dewa menganggukkan kepalanya. Dia nampak tidak enak hati, namun jika bukan sekarang kapan lagi dia akan mengakhiri semua ini. Baginya sudah cukup Najwa jatuh cinta sendiri.

Perlahan dia menoleh, menatap Najwa yang sedang duduk disampingnya. "Aku pikir seiiring berjalannya waktu, aku bisa melupakan dia tapi ternyata ... perasaan itu masih sama, bahkan semakin kuat."

Kali ini Najwa yang tertunduk lemas. "Hufft, begitu ya. Kamu tahu aku tidak pernah menyembunyikan perasaan ku padamu dan sekarang pun sama. Jujur aku kecewa karena pada akhirnya penantianku sia-sia." Dia kembali menegapkan kepalanya melihat Dewa. "Tapi aku bahagia, sungguh. Jika kamu benar-benar mencintainya, dapatkan dia."

Ditengah rasa sedihnya, Najwa masih mencoba untuk memberikan support kepada sahabatnya. Akhirnya Najwa benar-benar berhenti, berhenti untuk mengharapkan Dewa.

Dewa pun membalas senyuman Najwa. "Terima kasih, kamu memang adalah teman yang baik. Aku harap hal ini tidak akan mempengaruhi pertemanan kita, kamu akan tetap menjadi adikku sama seperti Rania."

"Hm, tentu saja. Aku dan Rania bergantung padamu." Najwa berdiri dari posisi duduknya, menarik Dewa agar ikut berdiri. "Ayo pergilah, temui dia. Aku yakin sekarang dia sedang menunggu, perjuangkan dia."

Sejenak Dewa nampak terdiam, dia tahu Najwa pasti sangat terpukul. Namun kembali lagi perasaan cinta tidak bisa di paksakan, dia hanya mencintai Milda baik dulu ataupun sekarang. "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu."

Najwa menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Sesaat setelah Dewa meninggalkan tempat itu, Najwa kembali duduk di kursi taman belakang. Pandangannya mengarah ke langit malam. "Hufft, dan pada akhirnya aku benar-benar melepaskan dia. Aku juga ingin bahagia dengan jalan lain, apa bisa?"

***

Milda yang tadi terus mencoba untuk tidur, mendadak melangkah cepat keluar dari unit apartemen dengan langkah tergesa-gesa.

Sesampainya di depan gedung apartemen, langkahnya terhenti ketika pria yang ingin menemuinya sudah menunggu di sebuah kursi taman yang ada di sana.

Dengan langkah pelan dia menghampiri pria itu. "Mas Devan, kenapa tiba-tiba mengajak bertemu malam-malam begini?"

Ya, pria itu adalah Devan, mantan suami yang saat ini menatapnya dengan sendu. Devan segera berdiri saat menyadari kedatangan Milda. "Entahlah. Aku tiba-tiba ingin menemui kamu. Maaf."

"Duduklah." Milda menuntun Devan agar kembali duduk di kursi taman, lalu setelahnya dia juga ikut duduk. "Sekarang katakan, apa yang terjadi."

Devan mengusap wajahnya dengan kasar lalu menoleh menatap Milda. "Kamu benar, Soraya tidak akan pernah bisa menjadi kamu dan dia jauh berbeda darimu ... kemarin kami bertengkar hebat dan dia pergi dari rumah. Aku sangat lelah, dan juga aku sangat menyesal telah menyia-nyiakan kamu, Milda. Maafkan aku."

Tangis Devan pun pecah meski tanpa suara. Pada akhirnya pria yang mencoba bermain api pasti akan terbakar juga, penyesalan pun sudah tiada guna, luka yang dia torehkan kepada Milda amat dalam.

Milda menepuk pelan punggung Devan. Ya, sejahat apapun Devan, walau bagaimanapun, mereka pernah membangun mimpi yang sama, meski semua harus kandas. "Aku sudah melupakan semua kejadian itu, aku sudah memaafkan kamu Mas."

Pandangan Devan kembali fokus melihat Milda. "Milda, tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku janji kali ini, akan menjadi suami terbaik."

Milda tertegun melihat tangannya yang digenggam oleh Devan, dan sedetik kemudian dia menarik tangannya. "Maaf, untuk itu aku tidak bisa. Hatiku sudah bukan milik kamu lagi, kita sudah berakhir."

"Apa kamu sudah mencintai pria lain?" tanya Devan penuh selidik.

"Itu ... aku sebenarnya." Milda mencoba untuk mengatur napas seraya terus berpikir, bagaimana caranya untuk menjelaskan semua kepada Devan. Saat tengah berpikir, tiba-tiba pandangannya menangkap sosok pria yang berdiri sekitar lima meter darinya.

Pria itu adalah Dewa, dia memalingkan wajahnya saat Milda melihatnya. Detik selanjutnya dia berbalik dan segera meninggalkan tempat itu.

"Kak dewa." Milda segera berdiri dari posisinya. Dia menoleh melihat Devan sebentar. "Maaf, aku harus pergi." Dia segera melangkah cepat tanpa mendengar ucapan Devan lagi.

Devan hanya bisa memandangi kepergian Milda dengan perasaan yang kian hancur. Harapan itu benar-benar telah pupus, wanita yang begitu tulus mencintainya dulu kini telah mengejar mimpi lain.

~

Sementara itu, Milda mempercepat langkahnya saat Dewa hendak masuk kedalam mobil. "Kak Dewa, tunggu sebentar!"

Dewa berbalik, memandangi wanita yang melangkah cepat menghampirinya. "Kenapa kamu kesini, bukannya tadi kamu bicara dengan Devan?"

"Seharusnya aku yang bertanya kenapa Kakak pergi." Milda mencoba mengatur napas lalu kembali menatap Dewa dengan lekat. "Aku ... aku tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan perasaan ini, tapi sejak siang tadi hatiku terus tak karuan karena pertanyaan Kak Dewa. Apa aku pantas menjadi pendamping Kakak, aku terus memikirkan hal itu sam--"

Milda tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba saja Dewa membungkam bibirnya dengan ciuman.

Ciuman singkat tanpa tuntutan. Setelah melepaskan ciuman itu, Dewa kembali menatap Milda dengan lekat. "Kamu adalah pertama yang menghuni hatiku dan akan terus seperti itu. Milda, aku mencintaimu. Apa kamu mau menikah denganku?"

Milda tidak bisa membendung rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca dia menganggukkan kepalanya perlahan. "Ya, aku mau."

Tanpa menunda waktu, Dewa segera memeluk sang pujaan dengan erat. "Terima kasih Milda. Akue tidak menyangka kamu benar-benar membalas perasaanku."

"Hey, apa-apaan ini."

Milda dan Dewa melepaskan pelukan itu dan segera menoleh kearah sumber suara. "Rania," ucap mereka secara bersamaan.

Rania melangkah mendekat sambil berpangku tangan. "Kalian jadian tanpa memberitahu ku. Wah bagaimana ini, sepertinya Kakakku akan merebut sahabat baikku." Rania menatap rajam kearah Dewa. "Kakak harus memberikan aku kompensasi."

Dewa mengucek-ngucek rambut Rania. "Kau ini, mata duitan sekali."

"Sudahlah, seharusnya kita merayakan hari ini bukan? Ayo pergi makan-makan di Restoran itu, aku yang traktir," ujar Dewa sambil menunjuk restoran di depan gedung apartemen.

"Setuju, ayo." Milda, Dewa dan Rania melangkah beriringan meninggalkan tempat itu.

𝐾𝑖𝑠𝑎ℎ 𝑖𝑛𝑖 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑖𝑎𝑛𝑦𝑖𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑙𝑢𝑠 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑠𝑎𝑙 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛.

𝑃𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑀𝑖𝑙𝑑𝑎 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑏𝑎ℎ𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝐷𝑒𝑣𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎.

𝑌𝑎 𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑛 ℎ𝑢𝑘𝑢𝑚 𝑘𝑎𝑟𝑚𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎.

T̳a̳m̳a̳t̳

Terima kasih sudah mengikuti novel ini hingga selesai...

Yuk mampir ke novel baru author..

1
Deswita
🙏🙏🙏
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor, dia akan menunjukkan sifat aslinya dengan rayuan menjijikan dan mengunakan tubuhnya untuk menjerat mangsa dan merusak rumah tangga orang

*pebinor ini yang bahaya, lelaki licik, dia tidak akan menunjukkan sifat asli tapi dengan liciknya dia akan datang sebagai pahlawan menjijikan dia akan menunjukkan sifat palsu sok baik, sifat buruknya dia sembunyikan, dia dengan licik mendekati istri yang sedang ada masalah rumah tangga dan sok beri saran tapi sebenarnya dia dengan licik menghasut supaya istri bercerai, sesudah bercerai baru dia melancarkan aksinya,

faktanya pebinor lebih licik dari pelakor

tapi karena author dan reader rata wanita labil jadi mereka kebaperan dengan kebaikan lelaki lain alias pebinor
Yanti Turus
Aku suka karakter Milda yg Tegas & Tegar. Kuat Milda km pasti bisa. Lbh baik pergi drpd bersama tp terluka selamanya.
Dan utk Devan ada saatnya km menyesal. Menyesali semua yg tlh trjd kemudian kecewa, kecewa berkepanjangan. Slmt menikmati kebahagiaan sesaatmu Devan yg pd akhirnya penyesalanmu tak ada gunanya lg
Dewa Dewi
banyak salah2 kata bikin bingung bacanya
Dewa Dewi
dasar laki ga tau diri 🤬🤬🤬🤬
Lusiana Serly
cerita bagus, tapi tipo banyak
Putri Minwa
jahat banget ya
Putri Minwa
mantap thor
Patrish
Najwa yang bijak... yangbaik... tidak menaikkan ego.. ❤❤❤❤
Patrish
yah.. Karin lagi🥴
Patrish
lha mbok ya sudah lah Najwa... buka hati untuk pria lain... daripada sakit sekali lebih baik sakit gigi...😀😀😀
Patrish
lhah.. Karina... ada pemain baru nih.. 😀😀😀😀...
Patrish
baru se-macam Milda... sayang kamu tidak mendengarnya.... 😩
Patrish
parah thor typo nya..., 🥴🥴🥴🥴
Patrish
banyak typo.... untung masih bisa nyambung
Patrish
ya.. sadar kan Devan... serakah... nafsu... kurang ajar...
Patrish
lha wong edan....
dwie
cara ampuh balas dendam ma suami tukang selingkuh gak tau diri adalah bangkit dan menjadi sukses
ema
novel menarik ceritanya singkat dan padat . tidak perlu beratus ratus episod untuk sebuah novel.saya sangat suka❤
Rosmawati/jnr
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!