NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:226.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: mamie kembar

Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.

Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.

Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.

Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.

Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tatapan seluruh pelayan terutama Ina tertuju pada Juna, berharap Juna tidak menyetujui apa yang Laura inginkan. Mereka sangat berharap Juna dapat menghargai perasaan Zara sekalipun di belakang Zara, Juna telah menyakiti Zara secara tidak langsung.

Membawa kekasihnya bermalam di rumah yang sudah di tempati oleh Juna dan Zara jelas akan sangat-sangat menyakiti Zara. Ina mengusap dadanya saat rasa pedulinya pada Zara membuat Ina terasa sesak melihat apa yang menjadi tontonannya sekarang.

‘Tolong, Tuan. Kasihan non Zara. Jangan membiarkan duri itu menusuk non Zara, cukup Anda bermain di belakangnya. Tolong jangan membawa wanita itu masuk ke dalam rumah ini lagi,’ batin Ina berharap Juna tidak menyetujui permintaan Laura.

Laura yang melihat Juna hanya diam, kembali merasa kesal. Laura menatap ke sekitarnya dan menyadari jika beberapa pelayan masih memperhatikan mereka, Laura yang melihat itu kembali berbicara saat Laura ingin memperlihatkan pada seluruh pelayan jika dialah wanita yang Juna cintai.

"Jadi, aku tidak boleh bermalam di sini? Apa karena wanita itu?" tanya Laura memasang wajah sedih menatap Juna yang menjadi serba salah mendengarnya.

Juna benar-benar merasa dilema. Juna jelas ingin bersama Laura, tetapi tidak di rumahnya. Tidak pernah sekalipun Juna berpikir untuk membawa Laura ke rumahnya setelah dia menikahi Zara.

"Aku akan pulang kalau begitu. Melihatmu bungkam seakan menjawab jika aku tidak diinginkan lagi olehmu," ucap Laura bersiap menurunkan kakinya dari pangkuan Juna, tetapi Juna menahannya.

"Apa yang menjadi milikku tentu saja juga menjadi milikmu. Kamu bisa menginap di sini," jawab Juna mengecewakan seluruh pelayan yang mendengarnya terutama Ina yang memilih pergi dari sana.

‘Tuhan, jika pada akhirnya perjuangan non Zara akan sia-sia. Tolong akhiri dari sekarang. Aku tidak sanggup membayangkan betapa sakitnya non Zara jika tahu semua ini,’ batin Ina.

Disaat semua pelayan merasa kecewa, Laura jelas merasa senang mendengar ucapan Juna. Laura merasa menang melawan Zara. Posisi Zara tak lebih baik darinya. Itulah yang Laura pikirkan.

"Aku sangat mencintaimu," ucap Laura bergerak memeluk Juna yang hanya terdiam tanpa membalasnya.

‘Apa yang aku lakukan? Bagaimana jika Zara mengetahui semua ini? Kenapa bisa jadi seperti ini?’ batin Juna.

"Sayang, bawa aku ke kamarmu. Aku lelah dan ingin beristirahat," pinta Laura melonggarkan pelukannya.

"Kamu punya kamar sendiri di sini. Kenapa harus ke kamarku?" tanya Juna merasa keberatan membawa Laura ke kamarnya. Entah karena alasan fobia Juna, atau justru karena Juna sadar jika kamarnya sudah memiliki penghuni lainnya meskipun penghuninya sedang tidak ada.

"Aku tidak boleh ke kamarmu? Apa wanita itu tidur di kamarmu selama ini?" tanya Laura lagi-lagi merasa kesal.

"Bukan. Bukan seperti itu, Zara memiliki kamar sendiri di sini. Kamu tahu jelas alasanku tidak bisa membawamu ke kamarku," jawab Juna gelagapan.

"Hmm... Baiklah. Bawa aku ke kamarku, tapi aku ingin kamu menamaniku," pinta Laura yang diangguki setuju oleh Juna.

Juna menggendong Laura menaiki anak tangga menuju kamar yang berada tepat di sebelah ruang kerjanya. Setelah berada di dalam kamar tersebut, Juna merasa begitu asing berada di dalamnya. Juna mengingat jelas kapan terakhir kali Juna masuk ke dalam kamar itu, yaitu sebelum Juna menikahi Zara. Setelah mereka menikah, Juna benar-benar lupa akan keberadaan kamar yang dulu sering menjadi tempat dia dan Laura memadu kasih.

‘Ada apa denganku? Kenapa rasanya begitu tidak nyaman berada di sini? Kenapa tempat ini begitu asing untukku?’ batin Juna.

"Semua masih tetap sama. Aku percaya kamu sangat mencintaiku," ucap Laura senang saat melihat kamarnya masih tetap seperti terakhir kali dia berada di sana.

Juna hanya menanggapi ucapan Laura dengan sedikit tersenyum. Setelah merebahkan Laura di atas ranjang, Juna berniat pergi, tetapi Laura menahannya. "Kamu janji akan menemaniku," ucapnya.

Laura menepuk sisi ranjang di sampingnya. Juna yang mengerti keinginan Laura, perlahan naik ke atas ranjang, membiarkan Juna berbaring dengan menjadikan lengan Juna sebagai bantalnya.

"Di mana kamar wanita itu?" tanya Laura membuat Juna menegang mendengarnya.

"Juna. Di mana kamarnya?" ulang Laura bertanya.

"Di kamar tamu," jawab Juna datar.

"Benarkah?" tanya Laura terlihat senang.

Juna lagi-lagi menganggukkan kepalanya. "Sekarang tidurlah! Kepala ku benar-benar pusing," ucap Juna.

Pusing yang Juna maksud bukanlah karena sakit kepala, tetapi pusing karena memikirkan Zara dan semua perasaan yang ada di hatinya.

"Baiklah, aku ingin tidur bersamamu," kata Laura yang lagi-lagi ditanggapi Juna dengan anggukkan kepala.

Juna mengubah posisi tidur mereka, setelah itu memejamkan matanya, membiarkan Laura memeluknya.

‘Aku merindukanmu, Za. Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?’ ucap Juna dalam hati.

1
Kasmawati S. Smaroni
sekali2 thor bikin ceruta pemeran wanitanya menerima segalanya sampai akhir.tidak selamanya pemeran wanitanya endingnya bahagia😁
@ni
sepertinya author ini nggak niat untuk bikin novel, karena cerita yang dibuatnya selalu gantung 😔
Sri Tati
Luar biasa
Sri Tati
Lumayan
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
terlalu naif dgn cinta Zara.. perjuangkan klau suami mu memang dari mula mencintai mu.. ini tidak dari awal sdh tau kn..
Jolanda Lengkey
wanita tak tahu diri tuh si laura/Toasted/
Diana
Jangan bermain api di belakang sitrimu Juna.
Diana
Jangan pernah sekalipun mempermainkan perasaan seorang wanita apalagi wanita itu adalah istri sendiri. Awas hukum karma menantimu Juna, kau sia-siakan Zara yg baik, setia, sopan dan ramah juga tanpa memandang status seseorang.
Perfect deh.....
Herta Siahaan
mami Camilla the best... Juna tuh otaknya lg eror mam... mau Laura n Zara ... waduh nggak adil thor... serakah ma perempuan...
Siti Anizah
Cewe bego
Sriani Dewi
ceritanya. bagusss bikin penasaran m tiap episode nya
Bahari Sandra Puspita
super sekali ceritanya thor..
ada season kedua kah???
Dian Agustiningsih
lanjut kak blm kelar ceritax
Teh Yen
kak.knp blom.up lagi ,,aku nungguin loh
💞🖤Icha
Mam belum up lagi...sehat dan semangat berkarya 😘😘
Lilis Lilis Lisna
kok tamat sih gqk jelas ceritanya
Erni Purwaningsih
ko belum update Thor, aku nungguin loh
Umisah Asther
Zara km bodoh atau apasih...padahal km dapet dukungan keluarga mu tap malah milih Kabur ...dan hidup menderita km GK mikirin perasaan keluarga mu...itu akibatnya rasain..di kasih pilihan Juna buka. saumi yg baik tp tetep maksa
Rokhyati Mamih
Nara Juna Zara
Yuli maelany
anaknya Zara dan Juna harus saling d kenalkan supaya terhindar pernikahan sedarah apalagi kalo anaknya Laura lelaki...


ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!