NovelToon NovelToon
I Love You, My Hot Uncle

I Love You, My Hot Uncle

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:126.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Kelabu

Karena sebuah sumpah Dany Admaja harus merawat putri sahabatnya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Dany merawat Alena yang baru berusia delapan tahun dan menganggapnya seperti keponakannya karena kala itu Dany sudah berusia 28 tahun namun sepuluh tahun kemudian, Alena tumbuh menjadi gadis cantik yang mulai membuat hati Dany bergetar dan sialnya, gadis itu membuka seluruh pakaiannya untuk menggodanya. Apakah Dany Admaja akan tergoda dengan rayuan putri sahabatnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Bercanda

Alena termenung di dalam bathtub, dia tidak tahu apa pun lagi yang terjadi di luar. Dia pun tidak mau tahu. Seharusnya dia tidak kembali, seharusnya tidak. Keputusannya untuk pergi dari rumah itu pun semakin bulat, besok dia akan mengutarakan niatnya pada Dany karena dia tidak mau semakin menjadi beban Dany.

Malam ini saja dia menginap, dan ini malam terakhirnya dia berada di rumah itu karena dia akan pergi besok pagi. Dia akan berbicara baik-baik dengan Dany sampai Dany mengijinkan dirinya pergi.

Dany keluar dari kamarnya setelah ibunya pergi, dia harap ibunya mau menerima keputusannya dan tidak menjodohkan dirinya dengan siapa pun lagi. Dia pun akan mewujudkan apa yang akan dia katakan yaitu menikahi Alena. Asal gadis itu bersedia, besok pun akan dia lakukan.

Koper Alena masih berada di luar, Dany mengambilnya dan membawanya ke kamar Alena.

"Lena, Om masuk ya," ucap Dany sambil mengetuk pintu tapi Alena tidan menjawab. Dany kembali mengetuk dan memanggil, Alena tidak mendengar karena dia masih berendam sambil mendengarkan lagu.

Karena tidak ada respon, Dany masuk ke dalam dan meletakkan koper milik Alena di sisi ranjang. Dia tahu Alena sedang mandi oleh sebab itu Dany lebih memilih menunggu Alena di dalam kamar.

Alena tidak tahu, dia keluar setelah air bathtub menjadi dingin dan ketika berada di luar, Alena terkejut mendapati Dany sedang duduk di sisi ranjang.

"Om, ngapain di kamar Alena?"

"Nungguin kamu, dipanggilin dari tadi ngak jawab. Ngapain lama banget di kamar mandi? Ngak betelorkan?"

"Emangnya Lena katak yang bisa bertelor di kamar mandi!"

"Kirain, abis dipanggilin gak jawab."

"Sorry, Lena denger lagu."

"Ya udah, pakai baju sana. Ada yang mau om omongin nih."

"Ngomongin apaan, Om?" tanya Alena yang sedang mengambil baju di dalam lemari.

"Mau dengar sekarang? Kalau mau dengar sekarang duduk sama om sini!"

"Ngak mau, pake baju dulu!" Alena sudah melangkah cepat menuju kamar mandi.

Dany tersenyum, akhirnya gadis kecilnya sudah kembali ke rumah. Sekarang tinggal bagaimana caranya, dia tidak membiarkan gadis kecilnya pergi lagi darinya.

Alena keluar dari kamar mandi setelah memakai bajunya. Rambut basahnya pun dikeringkan sambil melangkah mendekati Dany lalu duduk di sisinya.

"Tante mana, Om," tanyanya basa basi.

"Udah pulang, yang Mami bilang tadi ngak usah dipikirin ya. Mami asal ngomong aja."

"Ngak apa, Om. Yang Tante bilang tadi emang bener kok. Om Dany udah abisin waktu om selama sepuluh tahun hanya untuk Lena jadi sudah saatnya Lena hidup mandiri, Om."

"Kok ngomongnya jadi kayak gitu?" tanya Dany tidak senang.

"Lena udah dewasa, Om. Udah saatnya Lena hidup mandiri dan ngak jadi beban om Dany lagi jadi mulai besok, Alena akan balik ke rumah yang ditinggalin papa."

"Ngak boleh!" teriak Dany seraya beranjak, "Alena ngak boleh pergi ke mana pun apalagi balik ke rumah papa kamu!" teriaknya lagi sampai membuat Alena menatapnya dengan tatapan heran.

"Kenapa, Om? Alena kan balik ke rumah papa, bukan ke rumah orang lain?"

"Pokoknya ngak boleh, Om ngak ijinin. Lagian tuh rumah udah sepuluh tahun ngak ditinggalin, pasti banyak yang rusak," Dany kembali duduk. Apa pun caranya dia harus mencegah Alena untuk tidak pergi darinya lagi.

"Tinggal dibenerin aja om, kan ngak susah."

"Pokoknya ngak boleh, Om gak ijinin Alena pergi dari om lagi jadi Alena gak boleh pergi ke mana pun!"

"Kenapa? Alena kan cuma beban Om Dany aja."

"Ngomongnya diulang deh. Udah om bilang, Alena bukan beban Om," Dany beringsut mendekat lalu memeluk Alena. Gadis itu diam, membiarkan tangan Dany bergerak mengusap punggungnya.

"Om benar-benar kesepian gak ada kamu. Ngak bisa makan, ngak bisa tidur gara-gara mikirin kamu. Kamu lagi apa, tinggal di mana dan udah makan apa belum. Tiap hari Om uring-uringan udah kayak orang gila. Om benar-benar kesepian dan sangat kehilangan jadi jangan pergi dan tinggalin Om lagi ya. Om janji akan kasi Alena apa aja asal Alena gak pergi lagi dari om bahkan jika Alena mau, Om akan mengajak Alena menikah besok!"

"Jangan bercanda Om, ngak lucu!"

"Om ngak bercanda, coba aja kamu rasain!" tangan Alena diraih lalu diletakkan ke atas dadanya. Alena dapat merasakannya, debaran jantung Dany yang begitu cepat.

"Om udah kehilangan Alena satu kali jadi Om ngak mau kehilangan Alena lagi jadi jangan tinggalin Om ya. Nikah sama Om, agar gak ada yang misahin kita."

"Tapi om, bukannya Om ngak mau?"

"Waktu itu emang ngak tapi sekarang udah mau. Kalau Alena ngak ninggalin Om, maka Om ngak bakal jadi kayak gini."

"Ngak mau ah, Om ngak cinta sama Alena jadi ngak mau!" tolak Alena.

"Kamu nih ya!" Dany menarik tangan Alena, gadis itu terkejut karena Dany mencium bibirnya secara tiba-tiba. Dany bahkan memeluknya dengan erat tanpa melepaskan ciuman yang diberikan dan ciuman itu bukan ciuman sesaat karena Dany mencium Alena begitu lama. Alena masih di dalam keterkejutannya, dia kembali terperanjat saat lidah Dany menyapu lidahnya.

Jantung Alena hampir melompat keluar, tubuhnya bahkan membeku karena dia tidak tahu harus melakukan apa.

"Om!" Alena seperti baru sadar saat Dany mencium wajahnya.

"Hm?" Dany mencium pipi Alena tanpa henti.

"Jangan kayak gini, Om!" pinta Alena.

"Kayak gimana? Waktu itu kamu godain om loh, lupa ya?"

"I... Itu?" Alena tampak gugup dan serba salah.

"Sekarang giliran Om yang godain kamu!" Dany mendorong tubuh Alena perlahan sampai membuat gadis itu berbaring di atas lantai.

"Ja-Jangan, Om!" cegah Alena sambil mendorong bahu Dany. Jantungnya berdegup cepat, Alena tampak gugup.

"Udah, diam aja. Om belum juga mulai!" Dany kembali mencium bibir Alena. Tangannya pun bergerak masuk ke dalam baju Alena.

Alena terkejut dengan apa yang Dany lakukan. Bukankah Dany menolaknya waktu itu? Dany tak henti mencium bibir gadis manisnya, sekarang jadi terasa berbeda. Waktu itu dia memang menolak karena dia tidak mau menyakiti Alena tapi kini, dia tidak mau berhenti.

Setelah mencium bibir Alena, bibir Dany turun ke bawah dan memberikan kecupan di leher Alena.

"O-Om," Alena kembali mendorong bahu Dany, dia merasa aneh.

Dany tidak menjawab, baju Alena pun dinaikkan ke atas lalu bra yang Alena kenakan dilepaskan. Alena terkejut untuk kesekian kali, dia sangat malu apalagi Dany menatap kedua dadanya begitu lama.

"Liat apa sih, Om?" tanya Alena dengan wajah memerah.

"Liatin dada kamu lah!" jawab Dany yang sudah menunduk lalu memberikan ciuman di bagian puncak dada Alena.

"Om!" Alena berteriak dan teriakannya berubah menjadi pekikan kecil karena Dany sedang menghisapi puncak dadanya saat itu.

"Stop, Om!" pinta Alena.

"Ngak mau!" setelah menghisap yang satu, bibir Dany menghisap bagian yang lainnya. Alena menutup mulut dengan rapat, dia benar-benar merasa sangat aneh. Tangan Dany yang sedari tadi memainkan dadanya berpindah dari atas ke bawah. Kedua mata Alena bahkan melotot saat tangan Dany menyusup masuk ke dalam celana yang dia kenakan.

"Jangan, Om!" Alena berusaha mencegah namun satu sentuhan jari Dany membuatnya mengerang hebat.

"Om!" Alena mendorong Dany dengan sekuat tenaga.

"Kenapa?" tanya Dany heran.

"Alena mau pipis!" jawab Alena yang sudah berlari menuju kamar mandi.

Dany tersenyum, Alena bersembunyi di kamar mandi sambil memegangi dadanya. Apa yang baru saja mereka lakukan? Sepertinya Dany tidak bercanda dengan apa yang baru saja dia lakukan.

1
YaN Nie
Baguuuuussssss, 👍
Elly Rasmanawati
nangissss......
Nurma Yani
👍
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
nurul nazmi
bagus.. ceritanya ga terlalu bertele tele
Queen Mother
😂😂
Queen Mother
Ayam kali bertelor 😂😂
Queen Mother
🤣🤣
Queen Mother
Paan tuh?
Queen Mother
Wkwkwkwk
Queen Mother
Perkasa sekali sampe” retak ponselnya krn digenggam
Queen Mother
Mungkin maksud nulisnya “ kamu “ ya, Thor
Queen Mother
Naah mantap tuh!!👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Queen Mother
Pasti seperti nenek sihir atw nenek lampir atw jangan” jadi Nenek gayung 🤣🤣
Queen Mother
Jangan PERCAYA dgn mulut manis tapi berbisa
Queen Mother
Sepertinya ini adalah ular berbulu 😂😂
Queen Mother
Bagoooosss Dany 💪🏻👍🏻
Queen Mother
Naah iya bener tuh, bingung jadinya? Harusnya panggil nenek sihir aja 😂😂😂
Queen Mother
Naah ini lagi si hot cream 😂😂
Queen Mother
Hahahahaha… balsem geliga dibawa” 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!