saat aku pulang dari sekolah ayah dan ibu sedang kedatangan tamu, dan siapa sangka tamu itu adalah kedua orang tua Arya Wiguna ketua OSIS di sekolahku.
aku di suruh bergabung dengan mereka, dan mereka pun mulai berbicara kepadaku bahwa kedatangan dari kedua orang tua Arya adalah untuk menjodohkan ku dengan anaknya yang tak lain adalah Arya Wiguna.
apa yang harus aku lakukan? haruskah aku menerima perjodohan ini? atau menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thya_sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya bobol gawang
Didalam perjalanan pulang dari sekolah tampak Tya dan Arya tak ada yang membuka suara, mereka berdua hanya diam sepanjang perjalanan.
Sampai akhirnya sampailah mereka di rumah, Tya turun terlebih dahulu dan langsung berjalan menuju ke kamar.
Arya pun tampak mengikuti Tya dari belakang.
Tya masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Arya langsung menuju ruang ganti untuk mengambil pakaiannya, dan dia keluar dari kamar lalu menuju ke ruangan nya untuk membersihkan diri di sana.
Di dalam ruangan kerja Arya memang ada kamar mandi juga, tujuannya agar Arya tak perlu bolak balik keluar ruangan saat dia ingin ke toilet bila dia sedang berada di ruang kerjanya.
Tya tampak sudah selesai membersihkan diri, dia kemudian turun ke bawah dan menuju meja makan untuk makan siang.
Tak lama Arya pun datang dan ikut duduk di meja makan tersebut.
Tya lalu mengambilkan nasi dan lauk di piring suaminya lalu dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Tak ada percakapan saat makan siang, Tya dan Arya masih sama-sama merasa canggung satu sama lain, Tya pun masih malu dengan pengakuan cinta Arya tadi saat di sekolah.
Setelah selesai makan Tya kembali ke kamarnya, Arya pun mengikuti Tya dari belakang.
Sampai di dalam kamar Arya langsung mengunci pintu kamarnya, Tya yang heran itu pun bertanya.
"Loh kok tumben kakak kunci kamarnya?" tanya Tya.
Namun Arya tak menjawab, dia langsung mendekati Tya dan tanpa aba-aba langsung mencium bibir Tya dengan penuh nafsu.
Tya yang kaget dengan serangan yang tiba-tiba itu pun hanya diam mematung tanpa membalas ******* menuntut dari Arya.
Arya yang tak mendapat respon itu lalu menggigit pelan bibir Tya, tak lama Tya pun mulai membuka mulutnya.
Mereka berdua kini sama-sama menikmatinya, Arya pun dengan perlahan menuntun Tya ke arah Ranjang mereka tanpa melepaskan ciumannya.
Arya terus saja mencium bibir Tya, tangannya pun tak tinggal diam, tangan Arya menggenggam salah satu gunung milik Tya dan memainkannya dengan jarinya.
Mereka berdua sama-sama terhanyut dalam adegan panas tersebut, sampai tanpa sadar Tya mendesah saat Arya mengecup pelan leher Tya.
Cukup lama mereka bercumbu, Arya dan Tya tak sadar kini mereka sudah sama-sama tak berbusana, Arya yang memang sudah tak tahan lagi itu pun meminta izin pada Tya untuk menjebol gawang Tya.
Tya yang memang juga sudah di penuhi oleh gairah itu pun mengangguk, menyetujui permintaan sang suami.
tanpa lama-lama lagi Arya langsung menekan pelan pusaka nya ke arah gawang milik Tya.
Tya sedikit meringis kesakitan, namun Arya langsung mencium bibir Tya agar rasa sakit Tya bisa berkurang sedikit.
setelah mendorong beberapa kali akhirnya gawang Tya pun jebol juga, Arya bernafas lega sedangkan Tya menitik kan air matanya.
Tya merasa nyeri namun dia senang karena bisa menjaga mahkotanya itu untuk sang suami, dan suaminya lah orang pertama yang mendapatkan hal yang sangat berharga bagi Tya itu.
Mereka pun akhirnya tenggelam dalam kenikmatan yang mereka ciptakan, mereka melakukannya sampai sore hari.
Setelah lelah mereka akhirnya ambruk bersamaan dan mereka pun terlelap.
...----------------...
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Arya terbangun saat dirasa ada yang mengetuk pintu kamarnya berulang kali.
asisten rumah tangganya tampak mengetuk pintu kamar Arya dan Tya berulang kali untuk menyuruh mereka makan malam.
"tok tok tok"
"Tuan muda, nona muda sudah saatnya makan malam" ucap sang bibi dari balik pintu.
Arya pun akhirnya bangkit berdiri dan membuka sedikit pintu kamarnya dan menjawabnya.
"Iya bi aku dan istriku akan bersiap-siap untuk makan malam" jawab Arya.
bibi pun mengangguk lalu pergi dari depan kamar majikannya dan kembali ke dapur.
Arya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dia keluar dan berganti baju.
setelah sudah memakai baju santainya dia kembali ke ranjang, dan dia membangunkan sang istri.
"Dek, bangun ini sudah malam ayo mandi dan turun untuk makan malam" kata Arya membangunkan Tya sambil menepuk pelan pipi Tya.
Tya yang merasa terganggu itu pun perlahan mulai membuka matanya, dan dia menguap.
"Hoamh... jam berapa ini kak" tanya Tya dengan suara nya yang serak karena baru bangun tidur.
"Jam 7 malam, ayo kamu bersih-bersih dulu setelah itu kita makan malam" jawab Arya.
"Hah apa? sudah jam 7 malam? berapa jam aku tidur, hih ini semua gara-gara kakak" kata Tya sambil bangun dan berjalan menuju kamar mandi dengan di sertai omelan-omelan nya pada sang suami.
Arya yang melihat itu pun hanya tersenyum, setelah Tya sudah masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi, Arya pun membereskan tempat tidurnya yang sudah seperti kapal pecah akibat pergulatannya tadi dengan sang istri.
Saat sedang membereskan, Arya melihat ada noda darah, dia yakin itu pasti darah perawan milik Tya.
Arya pun tersenyum bangga dan bahagia, karena menjadi orang pertama yang bukan hanya dalam hidup Tya tapi juga orang pertama yang menyentuhnya dan membobol gawangnya😅.
Arya pun dengan cepat mengganti sprei nya dengan yang baru.
Setelah sudah rapi Arya pun duduk di ujung ranjang untuk menunggu istrinya selesai berganti pakaian.
Tya tampak sudah selesai berganti baju dan dia berjalan pelan menuju ke arah meja rias untuk menyisir rambutnya.
Arya yang melihat itu pun dengan cepat menghampirinya dan langsung mengambil sisir yang ada di meja dan mulai menyisir rambut Tya.
"Apa masih sangat sakit sampai kamu berjalan sangat pelan?" tanya Arya yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Tya.
"He'em" jawab Tya sambil mengangguk.
"Apa aku bawakan saja makan malam ke kamar biar kamu gak terlalu jauh jalannya?" Arya menawarkan.
Tya pun menggelengkan kepalanya.
"Gak usah aku masih bisa jalan pelan-pelan kok, hanya sedikit nyeri saja di bagian itu" kata Tya sambil malu-malu.
Arya yang mengerti itu pun langsung menggendong Tya dan berjalan menuju ke bawah untuk makan malam.
Tya yang di gendong tiba-tiba seperti itu pun kaget dan meminta Arya untuk menurunkannya.
"Ih kak turunin aku, aku masih bisa jalan sendiri kak, aku malu di lihat sama bibi" protes Tya.
"Kenapa malu, kamu kan istriku, cepat buka pintunya" kata Arya cuek.
Tya pun terpaksa menerima perlakuan suaminya tersebut, Tya pun membuka pintu kamar mereka dan mereka menuju meja makan dengan Tya di dalam gendongan Arya.
Sampai di meja makan Arya pun menurunkan Tya di kursi.
Bibi yang melihat itu pun hanya tersenyum saja, Tya merasa sangat malu namun Arya hanya cuek saja.
mereka pun akhirnya makan malam bersama, kini Arya lah yang mengambilkan makanan untuk Tya.
mereka makan malam dengan diam tanpa ada yang berbicara.
Guys tetap dukung karya aku yang apalah apalah ini ya 😁😁😁 dan jangan lupa juga LIKE, KOMEN DAN BERI AKU HADIAH ☺️☺️☺️ makasih semua 😘😘😘