indra dan nimmy pasangan yang dijodohkan oleh orang tuanya sebelum mereka lahir, indra tidak menyukai nimmy karna indra sendiri anak seoarang bos terkaya yang ada di kotanya yang membuatnya sangat sombong sedangkan nimmy hanya anak yang hidup serba pas pasan.
orang tua indra bersahabat baik dengan orang tua nimmy
Yukk simak ceritanya 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita ariany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
kring... kring.... di pagi hari ponsel indra sudah berdering , tanda ada panggilan telepon.
"hallo pa " kata indra dengan suara seraknya karna baru bangun tidur, nyawanya pun belum terkumpul sepenuhnya.
"indra.... kenapa beberapa hari ini kamu tidak masuk ke kantor " kata pak Bimo yang sedikit marah ke indra.
"indra kemarin masuk kok pa " jawab indra pada pak Bimo.
"lalu kenapa proposal penjualan masih ada yang belum selesai " tanya pak Bimo yang sedikit marah.
"papa tidak mau tahu sekarang kamu kesini dan cepat selesaikan semuanya " kata pak Bimo lagi yang langsung mematikan sambungan telefonnya.
"papa kenapa si, baru pulang dari luar kota langsung marah_marah saja " gerutu indra yang saat itu langsung bangkit dan pergi mandi karna pak Bimo menyuruhnya cepat datang ke kantor.
"kenapa mas, mau ngpain kamu " tanya nimmy yang saat itu membuka matanya sedikit karna melihat indra yang sudah menyalakan lampu.
"mau mandi, mau ke kantor sayang " jawab indra sambil mengambil handuk .
"lho.. inikan masih jam 7 mas, kantor kan biasanya jam 10 pagi " tanya nimmy yang heran pagi itu.
"papa sudah marah_marah, ada proposal yang belum selesai, sudah mas mandi dulu ya " kata indra pada istrinya itu dan masuk ke kamar mandi.
nimmy langsung bangkit dari tidurnya dan membasuh wajahnya dengan air, ia menyiapkan kemeja indra pagi itu dan menaruhnya diatas tempat tidur seperti biasanya.
"ipahhh... mbok ijah " panggil nimmy dari depan pintu kamarnya.
"iya non ada apa " tanya ipah yang saat itu langsung berlari menghampiri nimmy di depan pintu kamarnya.
"tolong buatin roti sama susu buat bapak ya, nanti kamu anterin keatas " suruh nimmy pada ipah asisten rumah tangganya.
"baik non " jawab ipah yang langsung mengambilkan nya ke dapur.
ipah membuatkan roti tawar dibalur dengan selain kacang diatasnya, karna memang biasanya indra sarapan pagi hanya makan roti juga minum susu.
"sayangku indra.. pasti kamu suka roti buatanku ini " kata ipah yang saat itu sambil mengoleskan selain kacang diatas lembaran roti.
selesai ipah membuatkan roti ia pun kembali ke kamar dimana indra berada dan memberikan roti itu padanya.
tokk... tok... tok.... ipah mengetuk pintu sambil membawakan sarapan.
"ada apa " tanya indra yang saat itu membukakan pintunya, karna nimmy sedang ke toilet.
"Mmmm begini pak, tadi non nimmy menyuruh saya untuk membuatkan sarapan untuk bapak " kata ipah dengan tersenyum manja kearah wajah indra .
"masuk saja, taruh dimeja " kata indra.
ipah langsung menaruhnya dan kembali keluar lagi.
"ganteng banget sihh ahhh jadi pengen kuda_kudaan deh sama kamu " kata ipah yang dengan hayalan nya dan berjalan sambil senyam_senyum sendiri seperti orang gila saja.
"heh ipah, ngapain kamu senyam_senyum kayak orang setres " celetus mbok ijah yang saat itu sedang melihat ipah ngomong sendiri.
"apaan sih ganggu aja " kata ipah yang kembali mengambil kain pel nya dan kembali membersihkan lantai.
dikamar indra sedang makan sarapan yang dibawakan ipah tadi, dan meminum susu nya juga.
"sayang... mas pergi ya " kata indra yang meneriaki nimmy dari dalam toilet.
"mau berangkat sekarang mas" tanya nimmy pada suaminya itu yang membuka pintu toilet.
nimmy dan indra turun ke lantai bawah, dan seperti biasa nimmy merapikan dasi indra sebelum ia berangkat ke kantor.
"o iya mas, bukannya hari ini kita mau kerumah bapak " tanya nimmy pada indra yang memang sebelumnya mereka akan pergi kerumah pak jati dan bu Neneng di desa.
"kita tunda dulu ya sayang, gakpapa kan" kata indra yang sambil mencium kening istrinya dan naik ke mobil.
"Mmmm " nimmy hanya menghembuskan nafasnya dan kembali masuk kedalam rumah itu.
ipah yang saat itu melihat kemesraan mereka dari dalam hanya menggigit jarinya dan menghayal andaikan ia jadi istrinya indra betapa bahagianya hidup ipah, ia juga tidak usah bekerja lagi capek_capek apalagi menjadi seorang babu (pembantu) .
*di kantor *
sesampainya di kantor ia memarkirkan mobilnya .
ia terburu_buru masuk ke ruangan karna papanya pak Bimo sudah menunggunya dan berulang kali meneleponnya.
" sudah dari tadi disini pa "tanya indra yang melihat pak Bimo duduk di kursi kerjanya dengan wajah yang datar.
indra hanya diam meletakkan laptopnya diatas meja kerjanya dan duduk di depan pak Bimo yang hanya di batasi dengan meja.
" papa sudah memeberitahumu untuk slalu mengecek pemasaran kenapa kamu slalu lupa, pekerjaan dikantor bukan main_main indra " tanya pak Bimo saat itu dangan wajah marah.
"indra sudah berusaha semampu indra pa, bahkan indra tidak ada sekretaris yang membantu semuanya " kata indra menjelaskan.
"tidak usah beralasan, papa sudah mancari sekretaris buat kamu " kata pak Bimo pada indra.
"siapa pa " tanya indra penasaran.
"papa tidak terlalu mengenalnya, hanya saja dia mengenal kamu!! sepertinya dia pintar dan banyak tahu tentang perusahaan ini, jadi tidak ada alasan untuk mempekerjakan dia disini " kata pak Bimo
indra hanya pasrah dengan ucapan papanya ia pun mengikuti apa yang diucapkan oleh pak Bimo.
setelah berbicara panjang kali lebar pak Bimo kembali ke ruangannya.
"huffttttt..... indra kembali duduk di kursi kerjanya dan menatap kearah jendela kaca kantor yang kebetulan terbuka dan terpampang jelas ada wajah livia yang baru saja keluar dari dalam mobil.
" Livia.... ngapain dia disini "batin indra saat itu.
indra melihat livia yang masuk kekantor dan mencari ruangan indra.
salah satu karyawan yang memberitahunya pada indra.
" ada perlu apa kamu kesini"tanya indra pada livia yang saat itu sudah berada di dalam ruangannya.
"tanya saja pada papa kamu indra " jawab livia yang saat memegang pundak indra.
"apa kamu yang dimaksud papa untuk bekerja disini dan menjadi sekretaris ku " tanya indra pada livia.
"tentu saja, sekarang apa yang bisa ku kerjakan bapak indra " jawab livia dengan menggenitkan matanya pada indra dan menggigit bibirnya sendiri seakan menggoda indra.
"ruangan kamu disana, kamu boleh keluar sekarang " kata indra yang menyuruh livia keluar ruangannya.
ia merasa khawatir jika nimmy tahu bahwa livia sekarang bekerja di kantornya dan menjadi sekretarisnya pasti ia bisa marah.
indra langsung menuju keruangan pak Bimo untuk menanyakan langsung pada papa nya itu
"pa, apa maksud papa livia yang jadi sekretaris indra " tanya indra pada pak Bimo.
"iya " jawab pak Bimo singkat sambil menandatangani berkas di tangannya.
"apa tidak ada orang lain pa " indra yang mulai gelisah dengan keputusan papa nya itu dan berusaha memberitahu tentang livia yang sebenarnya.
mulai dari indra dulu menyukainya dan saat livia waktu itu pernah menyiram nimmy dengan minuman waktu di cafe.