NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:169.8k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29

Tampak. Sarah yang di rasuki Cempaka sedang menangis. Sarah menitikan air matanya. Bukan Sarah yang menangis, tapi sosok Cempaka yang merasukinya.

“Aku akan menghabisi mereka semua, mereka harus merasakan sakit yang sama seperti aku,” kata Cempaka.

“Sudah cukup, Cempaka. Kami akan membantumu untuk menyelesaikan semua ini, kau kembalilah ke alammu. Biar kami dan pihak kepolisian yang menyelesaikan semuanya,” kata Harun. Tampak, pria separuh baya itu ikut meneteskan air mata. Ia tidak menyangka, kekasih di masalalunya itu menerima perlakuan begitu buruk dari Lastri, Herman dan Darto. Malang sekali nasip Cempaka.

“Tidak!” mata Sarah yang di rasuki oleh Cempaka berubah bersinar merah. Tampaknya, Cempaka tidak dapat menerima perkataan Harun “Lebih dari 25 tahun aku menunggu saat-saat seperti ini, aku tidak akan pernah kembali sebelum membalas semuanya!”

Semua orang terdiam setelah mendengar perkataan Cempaka. Lalu, tiba-tiba Ibrahim angkat bicara.

“Kami sudah mengetahui semuanya, sekarang cepat tinggalkan tubuh Sarah. Jangan buat dia menderita!” perintah Ibra kepada Sarah yang di rasuki oleh Cempaka.

Mendengar perintah Ibra, Cempaka segera keluar dari tubuh itu. Setelah Cempaka keluar, tubuh Sarah terkulai lemas. Ia tidak sadarkan diri.

“Sarah!” panggil Toni. Pemuda itu segera mendekati Sarah yang tergeletak tak sadarkan diri. Semua orang pun ikut mendekati Sarah.

“Sarah, bangun,” ucap Toni sembari menepuk pipi Sarah dengan pelan.

Beberapa menit kemudian, Sarah terbangun. Ia memandang ke sekitarnya. “Aku di mana? Aku kenapa?” tanya Sarah pelan.

“Ka-ka-kamu di ra-ra-rasuki Ce-ce-cempaka!” sahut Farhan.

“Beneran?” tanya Sarah pada semua orang. Yang lain mengangguk serentak.

“Besok malam! Aku akan kembali ke tempat ini, mereka semua akan datang. Dan di saat itu, aku akan membalas mereka semua.” Cempaka pergi dari hadapan Papa Harun dan yang lainnya. Dengan cara terbang tinggi dan melayang, setelah itu sosok itu menghilang.

.

.

.

“Mbah, tolong berikan saya jimat penangkal hantu!” pinta Lastri. Saat ini, ia sedang berada di kediaman Mbah Sukmo, seorang dukun yang di kenal sakti oleh warga setempat.

“Untuk apa?” tanya Mbah Sukmo.

“Untuk mengusir hantu, hantu yang telah membunuh putra saya. Saya ingin memusnahkan hantu itu,” kata Lastri.

“Bisa saja aku memberimu jimat sakti, tapi harganya sangat tinggi. Karena, aku membuat jimat ini dengan susah payah,” kata Mbah Sukmo. “Bukan seperti belanja di shoppy, yang begitu klik langsung di kemas.”

“Berapapun biayanya, saya akan bayar, mbah. Asalkan nyawa saya selamat!”

“Bagus kalau begitu,” kata Mbah Sukmo. Mbah Sukmo pun bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke ujung ruangan, ia mengambil sebuah kotak kayu yang di dalamnya berisi jimat penangkal hantu.

“Ini jimat nya!” Mbah Sukmo memperlihatkan tali berwarna belang dan bandul berwarna hitam kepada Lastri. “Kalau kamu beli dua, saya kasih gratis satu. Hahaha!” Mbah Sukmo tertawa, memperlihatkan gigi depannya yang sudah hilang dua.

Mendengar dua dapat tiga, Lastri berpikir sejenak. “Kalau beli dua dapat tiga, berarti aku bisa memberikan dua kalung yang lainnya pada Herman dan Darto,” batin Lastri.

“Jadi gimana? Kamu mau satu atau dua?” tanya Mbah Sukmo.

“Saya mau beli dua, mbah. Biar dapat tiga,” kata Lastri.

“Ya, sudah. Ini kalung nya,” kata Mbah Sukmo. “Ingat, saat kamu bertemu dengan hantu itu. Jangan sampai kamu melepaskan kalung ini!”

“Baik, mbah. Saya akan ingat,” Lastri pun membayar kalung itu. Setelah ia membayarnya, ia segera pamit pulang kepada Mbah Sukmo.

Setelah Lastri pulang, Mbah Sukmo tertawa senang. Sembari mengeluarkan sesuatu dari dalam saku baju hitamnya.

“Hehehe, bisa belanja online lagi! Shoppy COD Shoppy COD, bisa bayar di tempat,” kata Mbah Sukmo sembari bernyanyi. Terlihat beranda aplikasi yang bernama Shoppy di tampilan benda pipih yang ada di tangannya.

.

.

.

Di kediaman Darto, ia sedang berbicara melalui sambungan telpon bersama Herman.

“[Ada apa, Dar?]” tanya Herman pada Darto dari sambungan telpon itu.

“[Apakah Lastri sudah menghubungi mu? Katanya dia akan pergi ke kota A,]”

“[Benar, aku dan dia akan memusnahkan setan perempuan itu,]” kata Herman. “[Setan itu, sudah membunuh anakku dan juga anaknya Lastri. Jadi, ia harus di musnahkan.]”

“[Apakah kalian tidak sadar, dia kembali karena ingin membalas dendam pada kita,]” ucap Darto. Ia juga akan kembali ke universitas itu besok, tapi bukan untuk menganggu Cempaka untuk kedua kalinya. Ia ingin bertanggung jawab, dan meminta Cempaka tidak mengusik anak dan istrinya.

Darto juga sudah menceritakan perbuatan buruknya di masalalu kepada istrinya, ibu dari putri dan putranya.

Istrinya begitu terkejut setelah mendengar pengakuan suaminya, istri Darto begitu kecewa dengan suaminya yang sangat pengecut.

“Ibu tidak menyangka, sebagai seorang lelaki. Bapak sangat pengecut dan tidak punya pendirian!” itulah kata yang di lontarkan istri Darto setelah mendengar semua cerita Darto. “Sebelum terlambat, bapak harus minta maaf dan bertanggung jawab. Ibu tidak ingin, Diandini dan Rudi menjadi korban dari balas dendam arwah gadis malang itu!”

“Iya, bu. Rencananya juga, bapak akan kembali ke kota itu dan mempertanggung jawabkan semuanya. Bapak tidak ingin, kedua anak kita menjadi korban seperti anak Herman dan Lastri,” kata Darto.

Setelah istrinya tahu, barulah ia mengubungi Herman. Namun ternyata. Herman dan Lastri yang ingin kembali ke kota A, bukan untuk bertobat dan meminta maaf. Tapi, malah ingin memusnahkan Cempaka untuk kedua kalinya.

1
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan Jiwanya udah di ambil oleh Cempaka..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ini ulah Cempaka yg ingin mengambil Radit utknya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan lah,Darto melakukan semua itu karena Dipaksain oleh duo dakjal itu.
Qaisaa Nazarudin
Kejam banget Nih Cewek,kenapa gak siksa dia aja bukan anaknya??
Qaisaa Nazarudin
Setelah Cempaka Mati apakah kamu mendapatkan Harun?? Gak kan?? Yang ada kamu sudah menjadi seorang PEMBUNUH hanya karena seorang pria,bego banget jadi cewek..
Qaisaa Nazarudin
Mmg Pantes anaknya mati kayak gitu,Anaknya juga kelakuan kayak bapak nya..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Jony gitu kelakuannya ternyata turunan dari bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan suka ikut campur,Udah di wanti- wanti juga tapi masih aja ikut campur..
Qaisaa Nazarudin
😳😳😳😆😆😆😆Dari deg degan lamgsung ngakak dengar kejelasan Radit ke Bokap nya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh ini si gagap diam aja deh..Malah bilang kerjaannya hantu segala,Kamu pikir Polisi itu percaya itu kerjaan hantu,Yang ada kamu yg dikira gila..
Qaisaa Nazarudin
Oh Jony anaknya Lastri, kalau gitu pantesan mati,Kan Lastri pelaku utama nya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Ibra ganggu aja..harusnya Cempaka kunci pintu nya dulu baru bunuh tuh si Jony..Aelah
Qaisaa Nazarudin
Lha ini anak siapa lagi? anak Lastri? Kan Cempaka bilang satu persatu anak2 yg sudah membunuh nya akan muncul sendiri dan ngumpul dikampus Garuda itu..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata nenek yg ditolong Radit waktu itu nenekmya Ibra..
Qaisaa Nazarudin
Lebih baik dipanggil JENAZAH nya Lidia,Bukan MAYAT..
Qaisaa Nazarudin
Ayah Lidia,Ayah Jony dan Ayahnya Radit di masa lalunya Cempaka,Terus Ortunya Sarah?
Qaisaa Nazarudin
Waahh makin penasaran,Apa mungkin ortunya Jony dan Ortunya Radit itu temennya Cempaka dulu sebelum kejadian?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Nama peran nya ketukar2 mulu,gak konsisten..
Qaisaa Nazarudin
Waah ceweknya pak Harun nih kayaknya? Terus kenapa bisa mati tuh cewek?
Qaisaa Nazarudin
Kok Rendi? Radit kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!